
3 bulan kemudian
"Aisyah kata Dokter kapan kau akan melahirkan?" tanya Kikan dengan antusias.
"Katanya sih beberapa hari ini, mbak. soalnya usia kandunganku kan sudah 9 bulan lebih." jawab Aisyah.
"Lalu kau akan melahirkan di mana?" tanya Kikan kembali.
"Ya tentu saja di rumah sakit, Mbak." Jawab Aisyah.
"Di rumah sakit mana?" tanya Kikan lagi.
"Ya di rumah sakit Papa Syah, Mbak." Jawab Aisyah yang sedikit kesal dengan pertanyaan dari Kikan yang bertubi-tubi.
"Selamat pagi sayang!" seru maksudnya sudah memasuki kantor tempat sang istri.
"Selamat pagi Mas." jawab Aisyah.
"Kenapa kamu tidak istirahat di rumah saja, Aisyah?" tanya Firdaus yang memasuki kantor tempat istri dan adik angkatnya.
"Di rumah sendirian nggak enak Mas." jawab Aisyah.
"Kan ada pembantu." jawab Firdaus.
"Nggak ada Mas Mahfud nggak enak." jawab Aisyah.
"Kau itu kan cuma cari alasan aja, kamu takut Suamimu ada yang melirik di rumah sakit ini." canda Firdaus yang membuat Aisyah tersenyum kepada saudara angkatnya.
"Kalau Mas tahu ngapain tanya lagi?" jawab Aisyah. Mahfud menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, pria itu benar-benar begitu bahagia melalui masa pernikahan bersama sang istri.
"Oh ya Sayang, nanti nggak usah kemana-mana ya..langsung pulang aja." pinta Mahfud kepada sang istri.
"Iya Mas, aku capek jalan. masa jalan dari sini keluar pintu aja capek banget." ucap Aisyah yang membuat Mahfud memberikan kecupan di pipi sang istri.
"Mau kuambilkan makanan nggak?" tanya Kikan.
"Makanan apa Mbak?" tanya Aisyah balik.
"Ya nggak tahu, kamu mau makan apa? bakso jumbo atau apa gitu." jawab Kikan sembari menatap Aisyah.
"Nggak Mbak, aku udah enggak selera sama bakso jumbo." jawab Aisyah.
__ADS_1
"Mau makan apa, rendang, soto, gulai, sate, nasi campur atau apa?" tanya Kikan.
"Nggak Mbak, aku hari ini nggak enak makan. entah kenapa perutku serasa mules terus." jawab Aisyah.
"Makanya jangan bergerak, Aisyah. duduk manis di sini aja, nanti kalau pulang biar suamimu yang gendong." terlihat Firdaus menatap perut Aisyah yang benar-benar besar. mungkin kalau dirinya yang mengalami hal itu, Firdaus tidak akan pernah sanggup untuk melihat istrinya memiliki anak kembar. pasti hal itu akan membuat Firdaus benar-benar ar dibuat kerepotan oleh sang istri.
"Mas aku minta beliin jus jeruk dong." pinta Aisyah kepada sang suami.
"Kamu tunggu sebentar ya, mas mau belikan. mau apa lagi?" tanya Mahfud dengan begitu sabar.
"Bawain aku keripik sama roti coklat." jawab Aisyah.
"Baiklah, Kamu tunggu di sini jangan ke mana-mana. sebentar lagi Mas bakal balik." jawab Mahfud yang kemudian menarik Firdaus keluar dari kantor sang istri. karena dia tidak ingin sendirian mencari makanan yang diminta oleh istrinya itu.
10 menit kemudian..
Entah kenapa tiba-tiba perut Aisyah serasa seperti diaduk-aduk, begitu sakit dan seperti merasakan keram.
"Mbak, mbak!!" seru Aisyah kepada Kikan.
"Ada apa?" tanya Kikan.
"Perutku sakit Mbak!" seru Aisyah.
"Jangan-jangan kamu mau melahirkan, Aisyah!!" seru Kikan.
"Aku nggak tahu, Mbak!" jawab Aisyah.
Sesaat kemudian terlihat Kikan mencari salah satu perawat dan menyuruhnya untuk mengambilkan ranjang dorong.
"Sebentar Sayang, sebentar!" seru Kikan yang kemudian menelepon sang suami dan Mahfud.
"Halo.." jawab Firdaus yang mengangkat ponselnya.
"Suamiku cepat ke sini, cepat kemari bawa Mahfud segera. Aisyah mau melahirkan!" seru Kikan dengan sangat hebohnya.
Terlihat wanita itu kebingungan sendiri saat para perawat menggendong Aisyah keranjang dorong. sedangkan Firdaus dan Mahfud yang mendengar hal itu...kedua pria itu langsung melemparkan makanan yang ada di kantong plastik dan langsung berlari menuju tempat keberadaan Aisyah.
"Kenapa tiba-tiba mau melahirkan?!" seru Mahfud.
"Kau kira aku tahu." jawab Firdaus. kedua pria itu berlari secepat kilat untuk sampai ke tempat Aisyah tempat persalinan yang ada di rumah sakit Dokter Syah.
__ADS_1
Saat sampai di sana ternyata para Dokter dan perawat sudah menutup ruangan itu.
"Kenapa tiba-tiba melahirkan?" tanya Mahfud.
"Kau kira aku tahu..." jawab Kikan. ketiga orang itu seperti akan bertelur saja, lihat saja kelakuan mereka bertiga mondar-mandir seperti akan mencari sesuatu.
5 menit
10 menit
30 menit
Belum ada kabar dari dalam ruang persalinan.
"Kok lama banget sih!" seru Firdaus.
"Kau kira melahirkan itu gampang!" seru Kikan kepada sang suami. Hal itu membuat Firdaus langsung menutup mulutnya.
"Ini sudah 30 menit loh..." ucap Mahfud sembari mengintip dari kaca pintu ruang bersalin.
Ceklek...
"Dokter Mahfud, Dokter Firdaus. bisa minta tolong sebentar!" seru salah seorang Dokter yang meminta bantuan kepada Dokter Mahfud dan Dokter Firdaus.
"Ada apa Dok?" tanya Mahfud.
"Tidak apa-apa, hanya saja hari ini Dokter kandungan sedang tidak ada di rumah sakit. bisa saya meminta bantuan kepada kalian." pinta salah satu Dokter kandungan yang ada di rumah sakit Dokter Syah.
"Tentu saja Firdaus dan Mahfud langsung masuk ke dalam ruangan tempat Aisyah berada. terlihat disana Aisyah begitu kesakitan, Mahfud langsung menggenggam tangan sang istri sembari terus menatap wajahnya.
"Dokter Tolong tolong bantu saya mendorong bayi ini." pintar Dokter kandungan.
Beberapa saat kemudian terdengar suara bayi yang telah keluar dari tempat persembunyiannya.
Oekk...
Oekk..
1 suara tangisan telah terdengar beberapa detik kemudian, 1 suara tangisan kembali terdengar ketika bayi itu lahir. beberapa detik kemudian satu suara lagi terdengar, Tak lama kemudian satu suara terdengar kembali yang membuat Firdaus benar-benar melongo.
Bagaimana tidak, Aisyah ternyata memiliki 4 anak bayi kembar. sedangkan Mahfud yang melihat hal itu wajahnya sudah pucat pasi saat melihat perjuangan sang istri.
__ADS_1
** bersambung **