MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Aku mencintaimu mas


__ADS_3

Ketakutan yang dipikirkan oleh Mahfud mengenai anak dan istri yang tidak bisa menerima keadaannya kini sirna seketika. saat anak-anaknya dan istri bisa menerima dengan segenap hati mereka.


"Aku mencintaimu mas dengan kondisi mu yang seperti apapun." ucap Aisyah yang masih memeluk suaminya.


"Papa, kenapa Papa tidak pulang-pulang!" seru Emilia dan Syahila.


"Papa takut jika kalian tidak menerima papa, papa takut jika kalian ketakutan saat melihat Papa seperti ini." jawab Mahfud.


Emilia mengusap air mata yang turun dari mata Papanya, bocah berusia 6 tahun itu memberikan kecupan di pipi sang ayah. wajah Mahfud yang begitu menyedihkan benar-benar tidak membuat keempat anaknya merasa jijik.


"Kami cinta papa, Kami sayang papa seperti apapun Papa, Papa adalah Papa kami." jawab Emilia yang kemudian memberikan kecupan lagi di pipi sang papa.


"Kami mencintai papa, apapun kondisi Papa Syahila akan merawat papa. Syahila cinta papa. Syahila sayang Papa." ucap Syahila.


Orang-orang yang berada di vila Jonathan nampak menitikan air matanya, sebuah airmata haru yang begitu menguras emosi.


Mahfud menatap kedua bocah laki-laki yang ada di sampingnya.


"Apakah kalian takut sama Papa?" tanya Mahfud kepada Yusuf dan Malik kedua bocah itu menggelengkan kepalanya sembari mengusap wajah papanya yang sudah berubah.

__ADS_1


"Kami menyayangi Papa, karena Papa menyayangi kami. seperti apapun kondisi papa aku dan saudaraku yang lain akan tetap menyayangi Papa." ucap Yusuf yang membuat Malik menganggukkan kepalanya, air mata Aisyah dan Mahfud terus mengalir. mengalir bahagia seperti kebahagiaannya yang bertemu dengan keluarganya.


Kikan dan Lia sangat tersentak saat melihat kondisi Mahfud yang benar-benar begitu menyedihkan, kedua wanita itu mengusap air matanya yang terus menetes tanpa bisa dihentikan.


"Kau tahu nggak Mas, ini seperti drama Korea lho.. aku sampai mewek mewek gini." ucap Kikan sambil menempelkan kepalanya di dada sang suami.


"Ini bukan drama Sayang, ini kenyataan." jawab Firdaus.


"Tapi kok sedih banget ya Mas." ucap Kikan yang membuat suaminya menghela nafas begitu kasar. disela-sela pembicaraannya yang begitu mengharukan, tiba-tiba malah Kikan melawak seperti seorang pelawak.


"Kau ini berbicara seperti mendramatisir keadaan, tiba-tiba sesaat kemudian Kau mala langsung membuat lawakan seperti itu." sindir Jonathan yang membuat Kikan langsung menatap wajah Jonathan dengan cibiran yang tidak bisa dikatakan.


"Kikan mendapatkanmu seperti mendapatkan sebuah rezeki dan warisan yang Begitu berharga, sedangkan saat kau mendapatkan istrimu sepertinya kau mendapatkan sedekah." ucap Jonathan yang membuat Kikan langsung melemparkan tasnya ke wajah Jonathan.


"Dasar ubur-ubur tengik, Awas ya Jika kau kondisinya seperti Mahfud.. akan ku tendang dirimu Hingga masuk ke lava api neraka!!" seru Kikan yang membuat Jonatan langsung mendelik.


"Apaan tuh, doamu jelek banget sih!!" seru Jonathan.


"Lah omonganmu juga jelek banget." jawab Kikan.

__ADS_1


"Sudah, Sudah Mas jangan berteriak di kondisi seperti ini. kalian itu seperti drama remaja yang selalu bertengkar." ucap pria yang membuat Jonathan langsung mengajak istrinya ke kamar mereka.


"Sudah tinggalin Ratu iblis ini!" seru Jonathan yang kemudian mengajak istrinya masuk ke kamar mereka.


"Aisyah, ajaklah suamimu itu untuk masuk ke kamar. kelihatannya kondisinya sedang tidak baik." pinta Firdaus kepada Aisyah.


Wanita itu langsung membantu suaminya membawanya masuk ke sebuah ruangan.


"Sebaiknya Mas istirahat dulu, aku akan memasakkan sesuatu untuk Mas." ucap Aisyah yang membuat Mahfud menganggukkan kepalanya.


Sudah hampir 7 bulan ini Mahfud benar-benar merindukan segala sesuatu yang dilakukan oleh istrinya.


1 jam kemudian..


Satu jam telah berlalu akhirnya Aisyah dan anak-anaknya telah mempersiapkan makanan untuk ayah mereka.


"Mama, mama makanan ini kan kesukaan Papa!" ucap Syahila yang kemudian membawa makanan itu ke meja makan.


"Aku benar-benar sangat bersyukur karena Allah masih mempertemukanku Dengan Suamiku." ucap aisyah dalam hati.

__ADS_1


** bersama **


__ADS_2