MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
kau berhak bahagia Nathan


__ADS_3

Satu bulan kemudian


Akhirnya kabar mengenai Jonathan yang ingin melamar Lia, seorang wanita arogan dan sangat sombong. namun sekarang telah berubah menjadi wanita lembut penuh perhatian dan selalu mementingkan kehidupan orang lain. Lia sudah berubah demi mendapatkan cinta dari Jonathan, begitupun dengan Jonathan. akhirnya pria itu bisa melihat kesungguhan dan cinta yang diberikan oleh Lia, pengorbanan Lia yang begitu besar membuat Jonathan sedikit demi sedikit membuka hatinya.


Rencana Jonathan waktu itu akan menikahi Lia satu minggu, namun rencana itu berubah mundur menjadi 1 bulan karena berkas-berkas pernikahan harus mereka selesaikan apalagi Lia masih warga negara Amerika.


Hari ini Aisyah, Mahfud, Kikan dan Firdaus serta yang lain pergi ke Bandung untuk mempersiapkan segala sesuatu mengenai pernikahan kedua orang itu. Aisyah sangat bahagia, wanita itu terlihat semakin hari semakin segar apalagi kondisi perutnya yang sudah agak membesar.


Ternyata usia kandungan Aisyah sudah memasuki 3 bulan, itu berarti mereka telah mendapatkan anugerah itu semenjak pulang dari Surabaya.


"Lihatlah Kau sangat cantik Lia!" seru Aisyah sambil memandang wajah calon kakak iparnya.


"Benarkah?" tanya Lia yang kemudian memandang cermin.


Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Aisyah, berdandan sederhana namun berbekal cinta dari dalam hati. akan membuat seseorang walaupun wajahnya tidak terlalu cantik akan dipandang cantik oleh orang yang dia cintai.


"Kau benar, Lihatlah sekarang kau begitu bahagia. wajahmu juga menampakan Aura yang begitu memikat, berbeda denganmu dulu yang Wajahmu seperti Mak mak tua dengan polesan make up tebal seperti aspal jalan raya." ucap Kikan sambil menunjuk-nunjuk wajah Lia.


"Setebal itukah penampilanku dulu?" tanya Lia sambil tersenyum kepada dua wanita yang ada di depannya.


"Tentu saja, Bahkan cara berdandan mu itu seperti seorang montir yang sedang memperbaiki mobil yang penyok." jawab kikan.

__ADS_1


tentu saja Aisyah menahan tawanya karena benar apa yang dikatakan oleh wanita itu, dulu Lia berdandan begitu tebal sehingga membuat dirinya seperti wanita malam.


"Lalu, Menurutmu aku cantik mana.. dulu atau sekarang?" tanya Lia sambil tersenyum kepada Aisyah dan Kikan.


"Tentu saja kau itu cantik sekarang, kalau dulu kau itu cantik seperti pakai topeng. kalau sekarang kau cantik natural, Dua jempol untukmu!!" seru Kikan yang membuat Lia tersenyum sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Nggak usah malu-malu gitu tahu, kau seperti seorang gadis muda yang didatangi oleh pacarmu." ucap Kikan.


"Jangan seperti itulah mbak Kikan, nanti malah dia kabur..Mas Nathan bisa-bisa jadi nggak nikah." ucap Aisyah yang membuat Kikan langsung memukul salah satu pundak Aisyah.


"Kalau sampai pria itu berani kabur akan ku kerangkeng kakinya seperti kambing." Jawab Kikan yang membuat Lia tersenyum.


Wanita itu tidak akan pernah menyangka kalau kedua wanita yang dulu selalu dia jahati sekarang seperti seorang malaikat yang selalu memberikannya senyum. seorang wanita yang selalu memberikan sakit kepada Aisyah, namun wanita itu selalu membalasnya dengan senyum. memintanya untuk berjuang mendapatkan Jonathan dengan kesederhanaan. yang mampu membuat pria itu luluh, Ternyata apa yang dikatakan Aisyah itu benar, sekarang bahkan Jonathan sudah bisa membuka hatinya sedikit demi sedikit untuk Lia.


Langkah kaki Aisyah menuruni tangga, terlihat disana para tamu sudah berdatangan. Aisyah mendatangi tempat Jonathan, terlihat di sana Mahfud dan Firdaus terus mendampingi Jonathan.


"Mas Nathan.."ucap Aisyah yang kemudian mendatangi Jonathan.


"Aisyah.." jawab Jonathan yang kemudian tersenyum manis kepada adik iparnya itu.


"Apakah Mas Nathan sudah siap-siap?" tanya Aisyah.

__ADS_1


Jonathan menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja sayang, lihatlah pria ini sudah tampan. Masa kau bilang dia Belum bersiap-siap." ucap Mahfud yang membuat Jonatan tersenyum kepada saudara tirinya yang selalu membuatnya menaruh dendam sangat besar.


Jonathan menatap Aisyah dan Mahfud, tatapan matanya membuat kedua insan itu duduk disamping Jonathan.


"Ada apa?" tanya Aisyah.


"Maafkan atas segala segala kesalahan Mas Nathan, maafkan atas segala kekeliruan kekhilafan dan kesengajaan Mas Nathan. dan maafkan aku Mahfud, jika aku selama ini membencimu karena aku selalu menganggap ibumu telah merebut ayahku." ucap Jonathan yang memegang tangan Aisyah dan Mahfud.


"Kau juga berhak bahagia Mas, kau berhak mendapatkan seorang wanita yang benar-benar mencintaimu dengan begitu tulus. bersedia berkorban untukmu, mendampingimu dan selalu memperhatikan dirimu." ucap Aisyah..


"Aku telah memaafkan segala kekeliruan mu, kebodohanmu dan kesalahanmu saudaraku. walau seperti apapun kau itu tetap kakakku, seorang pria yang yang sering aku lihat fotonya di majalah bisnis sejak dulu. jujur saja aku selalu menanti kapan kau akan mengakui ku sebagai Adik. aku tidak membencimu, namun Aku mengharapkan sebuah kasih sayang yang mungkin akan kau berikan padaku." ucap Mahfud yang membuat Jonathan meneteskan air matanya.


Terlihat pria itu berdiri sambil memeluk Aisyah dan Mahfud. sedangkan Firdaus yang berdiri sebagai penonton nampak pria itu juga meneteskan air matanya, entahlah sebuah pertengkaran yang bertahun-tahun kini telah berakhir dengan sebuah kebahagiaan.


"Sudah, sudah. lebih baik kita segera keluar, karena Pak penghulu sudah datang." ucap Firdaus yang kemudian memeluk ketiga orang itu.


"Kita adalah keluarga, jadi kita tidak boleh saling menaruh dendam, menaruh iri dan saling ingin membunuh." ucap Firdaus yang membuat keempat orang itu saling memeluk.


Tentu saja mereka sekarang menjadi keluarga, sebuah keluarga yang selalu mereka impikan walaupun tidak pernah mereka katakan.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2