
2 tahun kemudian
"Mam, sudah makan?" tanya Emilia.
"Sudah, tadi Mama membuatkan Papa makanan yang spesial.." jawab Mahfud.
"Di mana saudaramu yg lainnya?" Aisyah bertanya sembari memberikan kecupan di kening sang suami.
"Lagi bersiap-siap mam.." jawab Emilia.
"Malik nanti ada persiapan operasi sama Papa, sayang." jawab Mahfud.
"Lalu, kalian sudah berangkat pagi ini?" tanya Aisyah kepada Syahila dan Emilia.
"Aku nanti pukul 9 mam," jawab Syahila.
"Hari ini Emilia sedang ada pertemuan dengan salah satu pemilik restoran." jawab Emilia.
"Oya, sayang.. kenapa kita tidak buka perusahaan keluarga saja. kita bangun sebuah butik jadi satu sama restoran." tanya Mahfud.
"Benar kata papa, apalagi jika kita membuat brand dengan nama keluarga kita sendiri." jawab Aisyah.
"Bagus juga sih Mam," jawab Emilia.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita cari tempat dulu, nanti perlahan kita dirikan bangunannya." ucap Mahfud.
Sebenarnya, Syahila dan Emilia mempunyai sebuah tempat yang sudah mereka bidik semenjak dua tahun lalu.
Akhirnya, Emilia dan Syahila memutuskan untuk membawa kedua orang tuanya ke sebuah bangunan yang terbengkalai. kedua putri Aisyah dan Mahfud sudah memutuskan untuk membuat usaha di sana. dengan persetujuan dari kedua orangtuanya... akhirnya Aisyah dan Mahfud membeli tempat tersebut.
1 bulan kemudian.
Sebuah butik dan restoran telah di buka. tentu saja Aisyah dan Mahfud sangat bersyukur atas segala nikmat yang telah di berikan Tuhan.
Hari pembukaan pertama, restoran dan butik milik anak-anak Aisyah sangat ramai. sepasang suami istri itu saling membantu anak-anak mereka.
"Mam, punya ide untuk menu baru tidak?" tanya Emilia.
"Mama keren!!" seru Emilia sambil memeluk ibunya.
Tak berselang lama, datang Syahila yang menanyakan sesuatu kepada ibunya.
"Mam, warna mana yang cocok buat gambar ini?" tanya Syahila.
"Kau harus bisa aplikasikan warna yang sesuai dengan seseorang, dengan begitu orang itu tidak akan merasa kecewa dengan pilihan dan warna yang dipilihkan untuknya." jawab Aisyah.
"Mama benar-benar adalah wanita is the best, Aku sangat mencintai Mama.." ucap Syahila yang kemudian memeluk ibunya. Aisyah sekarang lebih banyak mengurangi rutinitasnya Aku di rumah sakit, dia ini lebih fokus membantu anak-anaknya di butik dan restoran. sedangkan maksud pria itu juga sedikit mengurangi rutinitas di rumah sakit karena dia harus membantu kedua putranya
__ADS_1
"Kau tau sayang.. membantu anak-anak ternyata sangat menyenangkan. merasa dibutuhkan oleh anak-anak kita dan membuat hari-hari kita menjadi sesuatu yang penuh dengan makna." ucap Mahfud.
"Kau benar sayang, sekarang kita sudah tua.. menjadi orang tua dan hanya melihat bagaimana sepak terjang anak-anak kita, usia kita sudah tidak lagi muda, aku hampir berusia 45 tahun." ucap Aisyah.
"Berarti usiaku sekarang 50 tahun lebih dong sayang." ucap Mahfud.
"Berapapun usiamu Sayang, aku tidak peduli Yang penting kita selalu bersama hidup bersama dan menjadi orang tua yang benar-benar dicintai oleh anak-anaknya." jawab Aisyah yang kemudian memeluk suaminya.
Keesokan pagi Aisyah dan kedua putrinya berangkat ke restoran dan butik mereka. beberapa buket bunga sudah menunggu kedatangan Dua Putri cantik Aisyah dan Mahfud.
"Dari siapa ya?" tanya Syahila kepada Emilia.
"Aku tidak tahu, lihat saja dari siapa." Jawab Emilia. tertera disana beberapa buket bunga itu untuk Syahila dan Emilia.
"Sayang, Yang Itu hadiah dari siapa?" tanya Aisyah kepada dua putrinya.
"Tidak tahu Mam, tapi disini tertera pengirimnya." jawab Syahila. Emilia membaca beberapa surat yang ditujukan untuk dirinya dan saudara kembarnya.
Aisyah mendekati kedua anaknya, membaca surat itu sembari tersenyum sambil menggoda kedua anaknya.
"Cie..cie ternyata dua anak Mama sudah punya penggemar berat nih ya..." goda Aisyah kepada Syahila dan Emilia.
"Apaan sih mam." jawab Emilia yang kemudian menatap ibu yang selalu memberikan dia perhatian. butik yang baru dibuka itu langsung dikerumuni oleh begitu banyak peminat. hingga membuat Aisyah selalu kewalahan membantu putrinya.
__ADS_1
** bersambung **