
2 tahun kemudian.
Jonathan terus mencari keberadaan Aisyah, pria itu semakin hari semakin depresi karena tidak kunjung menemukan keberadaan Aisyah.
Hari-hari yang dilalui Jonathan hanyalah bertengkar dengan istrinya.
Hari ini Jonathan melihat Shamila sedang mabuk-mabukan di sebuah ruangan yang ada di rumah Jonathan, terlihat Wanita itu sudah mengundang para pemuda untuk melakukan pesta narkoba di rumah Jonathan.
Tentu saja pria itu sangat marah, bukan seperti ini yang dia inginkan. Dia mengira Jika dia memberikan kesempatan pada Shamila wanita itu akan memperbaiki semua kelakuannya. namun kenyataan yang diterima oleh Jonathan seolah mempertegas kalau Shamila tidak pernah berubah sama sekali.
"Apa yang kau lakukan!" seru Jonathan yang melihat istrinya sedang mabuk di taman yang ada kolam renangnya. wanita itu terus berjoget sembari tertawa terbahak-bahak bersama 2 pemuda yang telah dia bawa ke rumah Jonathan.
"Hai sayang, suamiku.. sinilah kita akan berpesta bersama teman-temanku ini!" seru Shamila yang yang mengajak Jonathan untuk ikut bergabung di acara pesta obat-obatan terlarang yang sedang dia adakan.
"Kau tidak pernah berubah, apa yang kau janjikan padaku. kau bilang kau akan merubah semua kelakuanmu jika aku menerima dirimu kembali!" seru Jonathan.
Shamila hanya tersenyum, wanita itu memang adalah wanita yang tidak tahu malu. Bagaimana tidak di depan Jonathan dia hanya memakai bikini dengan gaya meliuk-liuk.
"Ada apa dengan Suamimu?" tanya 2 pemuda.
"Biarkan saja, suamiku lagi kesal." ucap Shamila.
"Suamimu sangat menyebalkan." ucap dua pemuda.
Brakkk..
__ADS_1
Prangg...
Jonathan membanting barang-barang yang ada di sekitar kolam renang tempat Shamila bersenang-senang dengan 2 pemuda.
"Jika kalian tidak segera pergi dari sini, jangan salahkan aku jika vas bunga ini mengenai kepala kalian!" seru Jonathan. pria itu begitu emosi, tidak ada 1 kata yang bisa meredam emosi yang yang menyelimuti hatinya.
"Tenanglah Jo, sebaiknya kau ikut bersenang-senang dengan Ku." ucap Shamila yang kemudian mendekap tubuh Jonathan.
brak..
Jonathan langsung mendorong tubuh Shamila hingga wanita itu terjatuh ke lantai.
"Kau benar-benar wanita menjijikkan, kalau aku tahu kau seperti ini. aku tidak akan mau untuk menerimamu lagi, Aku sangat menyesal melepaskan wanita yang sangat baik.. tapi aku menerima wanita murahan sepertimu!" seru Jonathan.
"Seharusnya Aku mengatakan hal itu semenjak dulu, kalau kau hanyalah wanita murahan!" seru Jonathan yang kembali mempertegas kata-katanya.
Plakk..
Satu tamparan langsung melayang di pipi Jonathan, saat dirinya menghina Shamila.
"Beraninya kau menamparku dengan tangan kotormu itu!" seru Jonathan yang kemudian menjambak rambut Shamila.
"Aku tidak pernah mengira kalau kau akan sejahat ini, Jonathan!" seru Shamila.
"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, Kau bersujud di kaki ku, bersimpuh dan memohon ampun padaku. kau bilang akan mengubah semua perlakuanmu itu, Namun sayang aku memang benar-benar tertipu oleh kata-kata manismu. hingga aku melepaskan wanita yang begitu baik dari tanganku!" seru Jonathan yang kemudian menghempaskan tubuh Shamila hingga Gadis itu terbentur fast yang ada di sebelah kolam renang.
__ADS_1
Jonathan akhirnya menyuruh para pelayan pria untuk segera menyingkirkan 2 pria yang ada di rumahnya tersebut.
Sedih, malu.. kalau bisa Jonathan ingin memutar kembali waktu. agar dia bisa bersama dengan Aisyah. Tuhan mempertemukannya dengan seorang wanita yang telah dilukai oleh keponakannya. malah untuk yang kedua kali Jonathan benar-benar melukai asya hingga Wanita itu pergi tanpa ada kabar selama 1 tahun ini.
"Oh Tuhan.. aku memang bersalah, Aku memang bodoh. karena aku telah melepaskan wanita sebaik Aisyah." ucap Jonathan.
Jonathan tiba-tiba meneteskan air matanya, dia benar-benar menyesal telah melepaskan Aisyah. selangkah lagi dia akan mendapatkan kebahagiaan dari wanita sebaik Aisyah, namun malah pria itu lebih memilih untuk bersama dengan wanita yang telah menyakitinya pergi selama 5 tahun tanpa kabar, dan tiba-tiba kembali dengan membawa kebohongan yang sungguh luar biasa.
Menyesal, hanya kata itu yang bisa diucapkan oleh Jonathan, dia tidak bisa mencari keberadaan dua sahabatnya. apalagi untuk mencari Aisyah. setiap kali Jonathan ingin bertanya pada dokter Syah, pria itu hanya diam lalu mengusir Jonathan dari rumah sakit tempat dia berada. malah sekarang Dokter Syah telah kembali ke Jakarta, tentu saja hal itu membuat Jonathan bertambah kebingungan untuk mencari Aisyah.
1 Minggu kemudian
Hari ini Jonathan telah memutuskan untuk kembali ke Jakarta, tidak ada yang bisa dia lakukan lagi untuk mencari Aisyah. Entah Kemana perginya Gadis itu yang jelas hati Jonathan begitu teriris.
Shamila, wanita itu ditinggalkan Jonathan di Batam. dia tidak membiarkan istrinya itu untuk terus mengikutinya ataupun mendekatinya. Entah mengapa hari ini Jonathan memikirkan kalau dia harus benar-benar melupakan Shamila dan menceraikan wanita itu.
5 tahun tanpa ada kabar, 1 tahun bersama namun Jonathan tidak mau menyentuh Shamila sama sekali. Entah hatinya terus memikirkan Aisyah atau bagaimana, yang jelas pria itu selalu menghindari Shamila saat wanita itu begitu ingin melakukan hubungan suami istri.
"Apakah kau yakin dan Apakah kau benar-benar sudah memikirkan ingin menceraikan Shamila?" tanya salah satu pengacara perusahaan Jonathan.
"Tentu saja aku sudah memikirkannya, wanita itu benar-benar wanita ular. dia kembali padaku dengan semua rayuannya, dengan sangat bodohnya Aku melepaskan wanita seperti Aisyah. Lihatlah sekarang.. dia terus saja membuatku seperti pria bodoh, sedangkan saat aku telah menyesali semuanya ternyata itu sudah terlambat. Aisyah tidak pernah kembali dan aku tidak pernah mendapatkan kabar mengenai keberadaan wanita itu." ucap Jonathan sembari menghela nafasnya dengan sangat kasar.
Pengacara Jonathan nampak menganggukkan kepalanya, pria itu merasa iba kepada Jonathan. memang Jonathan bisa dibilang adalah pria paling bodoh di dunia ini.
** bersambung **
__ADS_1