
Hari ini Jonathan benar-benar dibuat mati kutu oleh keempat anak saudaranya sendiri, bagaimana tidak.. Jonathan benar-benar diajak kucing-kucingan oleh keempat balita yang begitu aktifnya.
Lia baru pulang dari perusahaan, karena hari ini Jonathan ingin terus bersama Putra kecilnya. jadi Lia yang menghandle perusahaan milik Jonathan. siang itu Lia sudah memasuki rumahnya dia begitu merindukan Putra kecilnya yang masih berusia beberapa bulan, langkah kakinya memasuki ruang tamu terlihat disana suaminya sedang ber selonjoran di atas sofa ruang tamu. Lia mengira kalau suaminya sedang duduk santai di ruangan tersebut
"Mas, Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Lia kepada sang suami.
"Sayang akhirnya kamu pulang juga.." ucap Jonathan dengan suara yang begitu itu berat.
"Loh... Ada apa mas, Kenapa wajahmu pucat seperti itu?" tanya Lia kepada sang suami. tiba-tiba Jonathan langsung memeluk sang istri sembari menangis tersedu-sedu.
"Ada apa mas?" tanya Lia yang begitu khawatir. Dia mengira kalau ada sesuatu dengan bayi kecil mereka,
"Katakan Ada apa, Ada apa dengan Putra kita.. ada apa dengan Rizky?" tanya Lia kepada sang suami. karena yang terlihat Jonathan benar-benar wajahnya sudah pucat pasi.
Tak lama kemudian dua pengasuh 4 bayi kembar itu turun sembari mendudukkan tubuh mereka di anak tangga rumah Jonathan.
"Loh kok Kalian ada disini?" tanya Lia kepada 2 pengasuh keempat bayi Mahfud. sekarang Alifa tidak mengasuh keempat balita Mahfud dan Aisyah, Aisyah meminta Alifa untuk sekolah perawat di Rumah sakit milik Dokter Syah. wanita itu ingin Alifah menjadi wanita yang hebat.
__ADS_1
"Sayang tolong bantu aku untuk mencari keempat bocil pengganggu itu.." ucap Jonathan kepada istrinya. Tentu saja Lia sangat kebingungan, apalagi ada dua wanita tua yang ada di rumahnya.
"Bukankah mereka perawat anak-anak Aisyah dan Mahfud?" tanya Lia. Jonathan menganggukkan kepalanya.
"Lalu Dimana mereka semuanya?" tanya Lia kembali.
Jonathan menggelengkan kepalanya, pria itu benar-benar sudah kewalahan mencari keempat balita anak dari saudaranya. Bagaimana tidak, ke empat bocah itu malah main petak umpet di rumah Jonatan yang begitu besar.
"Mas ada apa ini?" tanya Lia lagi.
"Tolong aku istriku... tolong aku, anakku... Bukan, anak Aisyah dan Mahfud hilang Sayang!" seru Jonathan yang membuat Lia begitu terkejut.
"Hahaha... ternyata kau dibuat remuk juga sama 4 bocah itu mas, rasakan juga.. Untung saja aku cuma punya satu bayi, coba punya 4 bayi seperti 4 anak Aisyah dan Mahfud. Mungkin saja kau tidak akan bisa berhenti di kerjai mereka, mungkin saja kau akan turun dari lantai 2 ke lantai 1 sambil merangkak." ucap Lia yang membuat Jonathan menatap wajah istrinya dengan begitu geram.
"Apakah kau tahu Istriku, Aku tadi dari lantai 2 ke lantai 1 harus menyeret kakiku, memegangi salah satu kakiku karena terlalu capek mencari keempat bocah itu hingga sekarang aku belum mendapatkan keberadaan Mereka!" seru Jonathan yang terlihat begitu marah. tentu saja dia akan marah, Bagaimana tidak keempat bocah anak Aisyah benar-benar sangat merepotkan.
Tak lama kemudian terlihat salah satu anak dari Aisyah dan Mahfud turun dari lantai dua dia menuruni anak tangga Sambil tertawa begitu bahagia.
__ADS_1
"Aman Athan ( paman Jonathan)!!" seru Malik. tentu saja Jonathan sangat terkejut tatapan matanya menatap salah satu anak Mahfud dan Aisyah yang sudah menampakan dirinya.
"Tuh kan istriku... dia baru nongol!" seru Jonathan dengan suara yang begitu keras, langkah kaki Lia mendekati salah satu bocah laki-laki putra dari Aisyah dan Mahfud.
"Mas ini yang namanya siapa sih?" tanya Lia yang kebingungan karena ia benar-benar tidak bisa membedakan antara Malik dan Yusuf, juga Emilia dan Syahila.
"Aku nggak tahu istriku, coba tanya saja sama tuh bocah namanya siapa. Aku saja bingung membedakan 4 bocah itu." jawab Jonathan yang tidak bisa menggerakkan kakinya. terlihat pria itu benar-benar badannya seperti remuk karena hampir satu jam lebih dia harus naik turun lantai 1 ke lantai 2 untuk mencari anak-anak Aisyah dan Mahfud.
"Halo Sayang!" seru Lia kepada ada salah satu anak Aisyah.
"Ibi iya ( bibi Lia)!" seru Malik kepada Lia.
"Ini bocah tampan namanya siapa?" tanya Lia kepada Malik. Malik tersenyum kepada Lia sembari menunjuk dua pipinya.
"Atuh Usup atuh Usup (aku Yusuf)." ucap Malik yang membohongi Lia. wanita itu tersenyum sembari menggendong Malik sambil mendudukkan di samping Jonathan. sesaat kemudian 1 bayi laki-laki langsung mendatangi Lia sambil menghela nafasnya secara kasar.
"Ohong iya ukan Usup ya Alik (Bohong dia bukan Yusuf dia Malik)!!" seru Yusuf yang tidak terima namanya dipakai oleh Malik.
__ADS_1
** bersambung **
.