MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Mahfud, Firdaus vs Jonathan


__ADS_3

Semakin hari kelakuan Nirwana benar-benar sangat menjengkelkan, bahkan wanita itu dengan sangat pedenya selalu memberikan kata-kata yang menggoda kepada Mahfud hingga membuat Mahfud seperti seorang pria yang habis melihat hantu yang mengerikan, lari terbirit-birit bahkan sering sekali pria itu akan kembali saat melihat Nirwana hendak mendekatinya.


Aisyah tidak ingin sembrono dengan memecat Nirwana karena keegoisannya saja, namun dia ingin melihat Bagaimana sikap sang suami. tentu saja jika Nirwana melakukan sesuatu yang berlebihan wanita itu akan segera membuat Nirwana hengkang dari dunia ini.


"Kelihatannya suamimu seperti melihat hantu saja saat bertemu Nirwana." ucap Kikan sembari tertawa terbahak-bahak.


"Iya mbak, Dia Suamiku itu seperti melihat hantu saat bertemu Nirwana. Bahkan sering sekali dia harus menghela nafasnya secara kasar." jawab Aisyah.


Hari ini Mahfud berada di rumah sakit, pria itu sudah memikirkan dengan sangat keras. mungkin Nirwana mempunyai pemikiran jahat pada dirinya.


"Ada apa bro!" seru Firdaus yang baru masuk ke dalam kantor mereka berdua.


"Boleh curhat nggak?" tanya Mahfud.


"Memangnya ada apa?" jawab Firdaus. saat mereka sedang berbicara sangat serius tiba-tiba salah satu duo pengganggu datang ke tempat Firdaus dan Mahfud.


Tentu saja kedua pria itu sedikit kesal karena kedatangan Jonathan yang secara tiba-tiba, pria itu bagaikan makhluk astral yang tiba-tiba pergi dan tiba-tiba menampakan dirinya.


"Kau lagi ngapain disini?" tanya Firdaus kepada Jonathan.


"Mukamu itu tidak enak banget ya saat melihat ku." jawab Jonathan sambil menunjuk Firdaus.


"Tentu saja mukaku ini tidak enak, lihat saja Bahkan kau itu seperti seorang pria yang menyebalkan tiba-tiba datang dan tiba-tiba pergi." jawab Firdaus.


Tentu saja Jonathan mencibir tidak karuan saat 2 pria yang ada di depannya itu seperti tidak menyukai kedatangannya.

__ADS_1


"Kau kira aku ini makhluk astral apa, tiba-tiba datang dan tiba-tiba pergi." jawab Jonathan.


"Mungkin kali.." ucap Mahfud yang membuat Jonathan melotot kepada saudara tirinya itu.


"Ada apa sih kau ke sini?" tanya Firdaus kembali.


"Tentu saja aku lagi check kehamilan istriku, kau tahu sendiri kan aku mau tahu perkembangan anakku. semoga saja anakku itu kembar!" seru Jonathan dengan sangat kerasnya.


"Memangnya bapakmu itu punya bibit kembar?" tanya Firdaus yang membuat Jonathan melotot.


"Dia saja punya anak kembar, Kenapa aku tidak boleh punya anak kembar. kami kan sama-sama dari Ayah yang sama." jawab Jonathan sembari melotot dan tidak terima dengan perkataan Firdaus.


"Tentu saja dia itu kembar laa.. dirinya dan saudara kembarnya itu kan kembar. jadi pantas saja dia punya anak kembar." jawab Firdaus yang juga ikut ngotot karena Jonathan terus ngeyel saat diberitahu.


"Pokoknya aku mau anak kembar." jawab Jonathan.


"Mamaku itu kan punya saudara kembar, Mas. Tentu saja aku kembar, Bahkan aku juga punya anak kembar kalau aku nggak ada bibit kembar ya nggak mungkin." jawab Mahfud yang membuat Jonathan juga melotot kepada Mahfud.


"Kau ini saudara yang menyebalkan!" seru Jonathan yang membuat Mahfud mengangkat sebelah alisnya.


"Ngapain sih Mas punya anak kembar kok bangga banget?" tanya Mahfud kembali.


"Kan enak rumahku Jadi rame, Kau mengerti sendiri kan kalau aku ini tidak punya siapa-siapa di rumah hanya ada pembantu dan pekerja yang lain." jawab Jonathan.


"Jadi kalau Mas punya anak banyak Mas bahagia gitu?" tanya Mahfud kembali.

__ADS_1


Jonathan menganggukkan kepalanya.


"Ambil aja satu panti asuhan masukin ke rumah lo!" seru Firdaus yang membuat Jonathan melempar Firdaus dengan salah satu bolpoin yang ada di meja kantornya.


"Kamu ini ya, benar-benar sahabat yang tidak berperikemanusiaan sama sekali!" seru Jonathan yang membuat Firdaus dan Mahfud hanya menghela nafasnya sembari menggelengkan kepalanya.


"Kok ada pria seperti ini ya di dunia ini." ucap Firdaus yang membuat Jonathan terlihat kesal.


"Dimana anak-anakmu?" tanya Jonathan kepada Mahfud lagi.


"Ada di ruangan bayi rumah sakit ini, Mas. sama Alifah." jawab Mahfud.


"Mengapa tidak kau bawa ke kantor ini saja?" tanya Jonathan kembali.


"Memangnya untuk apa Mas?" tanya Mahfud kembali.


"Ya tentu saja untuk menemanimu, ini orang tua yang menyebalkan sekali ya. Bahkan kau meminta pengasuh bayi mu itu untuk menyingkirkan anakmu!" seru Jonathan yang membuat Mahfud sedikit tersinggung dengan kata-kata saudaranya itu, ya bukan diasingkan atau disingkirkan mas, aku ini kan lagi kerja masa aku mau menggendong bayi ku ke ruang operasi, memeriksa pasien atau yang lain. mas


kira aku ini lagi ngapain? lagi jalan-jalan atau lagi tamasya gitu." jawab Mahfud yang membuat Firdaus dan Jonathan nampak saling memandang satu sama lain.


"Dengar Mahfud, aku yakin kalau saudaramu ini mempunyai anak kembar, dia pasti membawa anaknya ke mana-mana. itu tuh di gendong di belakang sama di depan, diajak ke toilet, diajak memasak, diajak bersih-bersih apa kalau belanja di ajak juga?" cerocos Firdaus yang membuat Jonatan langsung memukul pundak Firdaus.


"Kau Ini dari tadi pukul-pukul terus, apa Mau ku pukul balik!" seru Firdaus kepada Jonathan.


"Kau itu kalau berbicara dijaga sedikit tahu, aku ini juga punya perasaan. enak banget kamu berbicara dengan begitu entengnya!" seru Firdaus.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2