
1 bulan kemudian
"Kau sedang makan apa, Sayang?" tanya Aisyah kepada sang suami.
"Entahlah sayang, Dari tadi aku ingin makan sesuatu yang asam." jawab Mahfud.
"Memangnya kau lagi makan apa?" tanya Aisyah kembali.
"Aku lagi makan mangga." jawab Mahfud.
Sesaat kemudian terlihat Aisyah menatap sang suami dari tadi yang mengiris sesuatu, terlihat tatapan matanya menatap sang suami yang lagi memakan mangga yang begitu mudah, bahkan dibilang masih terlalu mudah.
Mulut Aisyah terus berkecap ria karena melihat sang suami memakan mangga muda yang terlalu muda. hingga membuat Aisyah ingin meneteskan air liurnya.
"Ini kenapa sih mas makan itu!" seru Aisyah yang kemudian menyuruh suaminya untuk pergi.
"Kenapa sih Sayang, ini kan enak." jawab Mahfud.
"Enak apanya, tuh kelihatannya asam banget!" seru Aisyah yang menyuruh suaminya untuk keluar dari kamar.
"Lalu aku makan di mana dong?!" seru Mahfud.
"Di rumah ini banyak banget ruangan lho Mas, kamar mandi, dapur, ruang tengah, teras, kebun belakang, bahkan banyak tempat. terserah mau makan di mana, Yang penting Jangan mendekat sama aku, lihat aku ini... air liur ku mau keluar terus gara-gara kau itu makan mangga muda yang mudah banget!" seru Aisyah yang membuat Mahfud akhirnya keluar dari kamarnya.
Sesaat kemudian terlihat 2 orang pengganggu yang suka membuat ekspresi Mahfud langsung rusak seketika saat melihat dua orang itu.
"Kau mau kemana?!" seru Firdaus yang melihat Mahfud baru keluar dari kamarnya.
"Kalian ngapain disini?" tanya Mahfud yang melihat Kikan dan Firdaus sudah menaiki anak tangga rumahnya.
"Kenapa sih kalau lihat kami malah setiap hari marah-marah melulu, Kau itu tidak suka ya melihat Kami!" seru Kikan.
"Sudah lah Istriku, itu bawaan bayi yang ada di kandungan istrinya." jawab Pak Firdaus.
"Nggak, enak aja dia.. setiap melihat kita seperti lihat musuhnya!" seru Kikan kembali.
__ADS_1
"Sudah, sudah. kalau kalian mencari istriku ada di kamar, aku malah ingin marah jika melihat istrimu itu." jawab Mahfud yang kemudian keluar dari kamarnya.
"Tuh kan suamiku, lihat dia bilang apa.. setiap kali melihatku dia selalu marah, dia kira aku ini musuhnya apa!!" seru Kikan.
"Memang kau itu seperti musuhnya, selalu menyiksanya dan selalu mencibir tidak karuan. istrinya itu sedang mengandung, mungkin bayinya begitu tidak suka saat kau membicarakan ayahnya." ucap Firdaus.
Terlihat Kikan langsung diam, mungkin suaminya benar.
"Apakah benar suamiku, bayi Aisyah tidak menyukaiku." ucap Kikan. Firdaus menganggukkan kepalanya.
"Kau ini tidak membuatku tenang malah membuatku kebingungan!" seru Kikan yang kemudian memukul pundak suaminya.
"Jika para wanita hamil akan bertemu denganmu dan jika mereka bertemu denganmu mereka akan selalu menghindari mu seperti bertemu dengan setan. Karena semua kata-katamu itu akan membuat perkembangan bayi mereka tidak terkendali" guman Firdaus dalam hati yang kemudian mengajak istrinya untuk memasuki kamar Aisyah.
Terlihat disana Aisyah sedang memakan sesuatu sambil menonton televisi yang ada di kamarnya.
"Hai sayang!" seru Kikan dan Firdaus.
"Hai mas, mbak." jawab Aisyah.
"Kau sedang apa?" tanya Firdaus lagi.
"Suamimu tadi nakan apa?" tanya Firdaus.
"Makan mangga yang masih kecil banget." jawab Aisyah sambil menutup mulutnya agar tidak ngeces terus.
"Ihhh.... pasti asem banget!" seru Kikan yang kemudian mencari air minum agar dia tidak terus ngeces( ngiler) seperti Aisyah.
"Bagaimana kondisi kehamilanmu?" tanya Firdaus.
"Alhamdulillah Mas, baik." jawab Aisyah.
"Oh ya, usia kandungan mu kan sudah memasuki 4 bulan. Jadi kau harus berhati-hati, apalagi usia kandungan itu masih rentan lo." ucap Firdaus yang kemudian duduk di samping Aisyah sembari ikut memakan kue yang dibawa oleh wanita itu.
"Mas lagi ngapain?" tanya Aisyah kepada Firdaus.
__ADS_1
"Lagi makan." jawab Firdaus.
"Makan apa?" tanya Aisyah.
"Tentu saja makan kue yang ada di piring ini." jawab Firdaus yang kemudian menghentikan gerakan tangannya. karena terlihat Aisyah tidak menyukai saat kue yang dia makan langsung dihabiskan oleh Firdaus.
"Maafkan mas ya...habis Mas tadi kelaparan, Mbak mu itu tidak membuatkan aku makanan. setelah dari rumah sakit dia langsung mengajakku kemari." jawab Mahfud yang kemudian membuat ekspresi yang begitu melas hingga membuat Aisyah menghela nafasnya begitu kasar.
"Minta sama Mbak Kikan untuk belajar masak dong Mas." ucap Aisyah yang membuat Kikan senyum-senyum sendiri.
"Tuh bilang sendiri sama orangnya!" seru Firdaus yang kemudian menunjuk istrinya.
"Mau ke mana Sayang!" seru Kikan.
"Mau keluar cari angin sama Mahfud." jawab Firdaus.
Terlihat sekali kalau sepasang suami istri itu sedang menikmati masa ngidam mereka masing-masing. Mahfud yang begitu suka makan yang asem-asem, sedangkan Aisyah Wanita itu sangat suka makan kue tapi sangat benci saat melihat suaminya makan asam.
"Aisyah, Apakah kamu sudah USG?" tanya Kikan.
"Sudah Mbak." Jawab Aisyah.
"Kalau begitu Apakah kau tahu berapa anakmu?" tanya Kikan kembali.
Aisyah menggelengkan kepalanya.
"Katanya kau Sudah USG, lalu Mengapa kau tidak lihat dia itu cowok cewek dan jumlahnya ada berapa?!" seru Kikan kembal.
"Memangnya kenapa sih Mbak?" tanya Aisyah.
"Kan suamimu itu kembar, mungkin saja kau akan mempunyai anak kembar, kembar 2, 3 atau berapa gitu?!" seru Kikan kembali.
"Nggak ah Mbak, males. ini kan masih 4 bulan Mbak Jadi nggak terlalu kelihatan sempurna gitu." jawab Aisyah.
"Males ngomong sama kamu." jawab Aisyah yang membuat Kikan yang kemudian pergi meninggalkan Aisyah dan ketempat Firdaus.
__ADS_1
Hari-hari yang dilalui Aisyah di masa ngidam memang selalu membuatnya berbeda pemikiran dengan sang suami.
*** bersambung **