
Terlihat Jonathan sekarang telah menjalani kehidupan yang baru bersama Lia, seorang gadis yang sudah berusia lebih dari kata matang. Lia dan Jonathan adalah dua manusia yang sekarang merasakan kebahagiaan, malam pertama mereka harus dilalui karena Aisyah dan Mahfud serta Kikan dan Firdaus yang menginap di sana.
Malam pertama mereka harus gagal karena waktu itu.. keempat orang itu membuat Jonathan tidak tidur sampai pagi.
Sudah 1 minggu lamanya Jonathan dan Lia menikah. mereka berdua sama-sama telah merasakan sebuah kebahagiaan, namun juga sebuah permasalahan jika Mahfud dan Aisyah tiba-tiba datang ke tempat mereka.
Tentu saja Mahfud yang kelakuannya seperti bocah kecil itu selalu mengganggu Jonathan Jika dia bersama sang istri. namun sekarang kedua insan itu benar-benar merasakan nafas yang begitu lega karena mereka berdua telah bekerja kembali dan disibukkan oleh permasalahan rumah sakit.
"Sepi juga ya sayang karena tidak ada dua pengganggu itu." ucap Jonathan yang tertawa kepada Lia.
"Tentu saja Mas, Bahkan mereka berdua itu seperti anak TK yang selalu membuat keributan." jawab Lia.
"Entahlah, adikku itu sekarang seperti seorang bayi yang selalu merengek." ucap Jonathan.
"Tentu saja Mas.. itu kan namanya juga ngidam mana mungkin Mahfud mau melakukan hal itu jika Dia tidak sedang ngidam. apalagi mungkin anaknya itu ingin bersenang-senang dengan papanya." jawab Lia.
"Oh ya Sayang, Apa mungkin tidak.. kalau bayi yang dikandung oleh Aisyah itu kembar?" tanya Jonathan.
"Mungkin saja." Jawab Lia.
"Bagaimana kalau kembarnya itu lebih dari 2?" tanya Jonathan.
"Mungkin saja bisa." jawab Lia.
"Lalu bagaimana kalau kembar yang seperti di televisi dan pemberitaan itu, sampai lebih dari 5?" tanya Jonathan kembali.
__ADS_1
Lia menatap sang suami..
"Kasihan Aisyah suamiku, kalau dia melahirkan lebih dari 2. Lihatlah.. Bagaimana kalau lebih dari 5 Apa tidak lebih kasihan lagi." ucap Lia yang kemudian memukul pundak sang suami karena terlalu banyak menghayal.
"Tentu saja kalau anak Aisyah dan Mahfud kembar lebih dari dua.. kita bawa saja satu kemari, buat penghibur kita." ucap Jonathan yang membuat Lia menggelengkan kepalanya.
"Mana mungkin boleh, suamiku. kalau seperti itu bahkan kembar berapa pun tidak mungkin bagi Aisyah dan Mahfud untuk menyerahkan salah satu anaknya itu." ucap Lia yang membuat Jonathan menganggukkan kepalanya.
"Aku ini kan juga pamannya, Kenapa tidak boleh?" tanya Jonathan.
"Kalau aku berbicara denganmu, mungkin aku tidak akan jadi masak karena dari tadi kau mengajakku bertengkar masalah ini." jawab Lia yang kemudian pergi meninggalkan Jonathan ke dapur.
Tentu saja Jonathan masih terus memikirkan kemungkinan besar jumlah anak dari Aisyah, karena Mahfud adalah pria yang terlahir kembar kemungkinan besar anak Aisyah juga akan kembar.
"Kalau begitu segera kemasi barang-barang kita!" jawab Lia.
Akhirnya Jonathan menuruti perkataan sang istri, dia mengemasi seluruh pakaiannya kemudian menghampiri sang istri. hari-hari yang dilalui Jonathan seminggu ini benar-benar begitu membahagiakan, sebagai seorang istri Lia adalah tipikal wanita yang begitu penyabar walaupun terkadang dia marah-marah kepada pria itu.
"Kalau kita kembali kita bawa oleh-oleh apa buat mereka berdua?" tanya Lia.
"Bawakan saja manisan atau acara atau apa yang asam-asam gitu, Mahfud kan selalu mencari itu." jawab Jonathan.
"Apa mungkin kita membawa manisan satu toko dan diberikan kepada Mahfud." ucap Lia.
"Kau ingin adikku itu terkapan masuk rumah sakit." jawab Jonathan.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita memberikan pakaian bayi saja?" tanya Lia.
"Jangan-jangan, kita kan tidak tahu jenis kelaminnya dan ada berapa apa jumlah anak yang dikandung Aisyah." jawab Jonathan.
"kau itu mengharap Aisyah mempunyai anak berapa?!" seru Lia.
"Yang banyak gitu, biar aku bisa meminjam nya 1." jawab Jonathan yang membuat Lia memukul pundak suaminya lagi.
"Memang dasar pria selalu meminta menang sendiri, Kau kira melahirkan itu tidak sulit tidak susah tidak sakit!" seru Lia.
Jonathan menatap istrinya sambil tersenyum.
"Kau itu kan kan belum pernah melahirkan, Bahkan waktu kita melakukan malam pertama kau itu masih gadis. lalu kau mengatakan hal itu Kau tahu dari mana?" tanya Jonathan.
Lia langsung melotot kepada sang suami dan dan memukul pundak suaminya kembali.
"Tentu saja semua wanita mengatakan hal itu, kalau melahirkan itu sakit. kau kira melahirkan itu mudah tidak bertaruh nyawa!" seru Lia yang membuat Jonathan tidak berani melanjutkan perkataannya. karena yang terlihat istrinya itu benar-benar marah karena selalu membicarakan Aisyah yang harus mempunyai anak banyak dan dipinjam oleh Jonathan.
"Kau kira anak itu mainan di pinjam pinjamkan, dasar pria tidak tahu diri. ingin sekali kau ku cincang di sini, laluku aku rebus rebus dan kujadikan bakso!" seru Lia yang membuat Jonatan langsung tertawa di samping sang istri.
"Ha-ha-ha..Apakah kau yakin mau melakukannya, kau tidak sedih kalau aku dicincang-cincang. lalu ngapain juga kau menolongku waktu di Thailand." ucap Jonathan yang membuat Lia menghembuskan nafasnya.
"Entah mengapa aku juga jatuh cinta padamu." jawab Lia yang membuat Jonathan langsung memeluk sang istri dan mendaratkan ciuman di pipi istrinya itu. suara canda gurau di dapur kediaman tempat Lia benar-benar begitu mengharukan, Setelah begitu lama Jonathan menanti kebahagiaan bersama dengan seorang wanita.
** bersambung **
__ADS_1