MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Aisyah yang pemaaf


__ADS_3

Fatma melihat Aisyah, wanita itu benar-benar melihat Aisyah dengan Tatapan yang begitu penasaran. Fatma mengajak suaminya untuk ke kantin Rumah Sakit, wanita itu menatap suaminya sembari tersenyum.


"Kau tau Mas..aku benar-benar sangat kagum dengan Aisyah karena dia mampu memaafkan." ucap Fatma.


"Wanita itu benar-benar sangat luar biasa istriku, Bahkan dia mampu untuk memaafkan ku yang telah menyakitinya dengan begitu keji." jawab Iqbal. terlihat pria itu menundukkan kepalanya, dia meremas kedua tangannya saat dia mulai mengingat semua perlakuannya kepada Aisyah.


"Kau harus bersyukur mas, karena kau telah mengenal wanita seperti dia. kau juga harus bersyukur karena dia pernah ada di kehidupanmu." jawab Fatma.


"Kalau kenangan itu kenangan indah mungkin aku sangat bersyukur sayang, namun kenangan itu adalah kenangan pahit yang tidak akan bisa membuatku merasakan rasa syukur. Bahkan aku benar-benar menyesal telah menyakitinya. Tuhan memberikanku istri ke-2 yang begitu baik namun aku menyia-nyiakannya." jawab Iqbal.


"Lalu apakah Mas masih mempunyai perasaan pada Aisyah?" tanya Fatma. Iqbal menggelengkan kepalanya, pria itu memegang tangan istrinya.


"Aisyah selalu mengatakan satu perkataan padaku, Dia meminta untuk selalu membahagiakanmu dan tidak boleh menyakitimu." jawab Iqbal.


Fatma benar-benar tidak pernah berfikir akan bertemu dengan wanita yang sehebat Aisyah, dia telah memaafkan orang-orang yang telah menyakitinya. orang-orang yang selalu ingin melukai nya, dengan kelapangan hati yang begitu besar Aisyah mampu menjadi pilar Yang sangat kokoh.

__ADS_1


"Ingin sekali aku aku menjadi wanita seperti dia, Mas. kokoh seperti baja, kuat seperti penopang dan mampu memaafkan seluas samudra." jawab Fatma yang kemudian tersenyum kepada suaminya.


"Aku ingin dekat dengan Aisyah bolehkan Mas?" tanya Fatma kepada Iqbal.


"Tentu boleh, wanita itu adalah wanita yang mampu memberikanmu pelajaran mengenai hidup, bertahan dan memaafkan. Dia adalah wanita yang benar-benar sempurna." jawab Iqbal. Fatma menghela nafasnya, sesaat kemudian wanita itu mengajak suaminya untuk berpamitan kepada Aisyah yang masih berada di rumah ruangan Brian.


Ceklek


Terlihat Fatma memasuki kamar tempat Brian, wanita itu berpamitan kepada Aisyah untuk segera kembali ke pesantren karena Wanita itu harus mengajar di sana. sedangkan Iqbal harus mengajar di sekolah rumah sakit.


"Bukannya besok Mila libur?" tanya Aisyah.


"Oh iya.. maaf aku lupa, kalau besok dia libur kalau begitu lebih baik aku mengajaknya untuk berjalan-jalan ke sekitar tempat ini setelah menjenguk Paman Brian." jawab Yusuf.


Ternyata Mama sangat hafal sama jadwal piket para dokter ya?" tanya Emilia kepada Mamanya.

__ADS_1


"Tentu saja sangat hafal sayang, bahkan para Dokter magang itu selalu absen di ruangan Mama." jawab Aisyah sambil tersenyum.


"Di sana banyak Dokter tampan tidak Mam?" tanya Emilia.


"Memangnya Restu kurang tampan ya?* tanya Malik.


"Tentu saja tampan, tapi mungkin saja ada yang lebih tampan dari Restu." canda Emilia yang membuat Malik memukul saudara kembarnya itu.


"Kau ini jadi wanita jangan mata keranjang nanti ditinggal sama pacarmu dan gak laku!!" seru Malik yang membuat Emilia sangat marah kepada saudara kembarnya itu.


"Berani sekali kau menyumpahi ku, Awas ya kalau kau ditinggal kekasihmu." jawab Emilia yang kemudian mengajak Syahila keluar dari ruangan tersebut.


Di ruangan itu terdengar suara bising.. terlihat tubuh Brian sedikit demi sedikit merasakan sentuhan yang diberikan Aisyah dan anak-anaknya, bahkan terlihat gerakan yang samar dari tangan Bryan saat dia merasakan dan mendengar suara cara Aisyah dan anak-anaknya.


Mungkin terasa berat mata Brian untuk terbuka karena kondisinya yang masih sangat lemah.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2