MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Taktik Jonathan


__ADS_3

1 bulan kemudian


"Ada apa sayang?" tanya Mahfud kepada sang istri.


"Tidak apa-apa Mas, Cuma badanku capek aja atau mau beristirahat sebentar." jawab Aisyah.


"Apakah kamu sudah ke dokter untuk periksa?" tanya Mahfud kepada sang istri. Aisyah menggelengkan kepalanya.


"Jangan khawatir Mas, aku tidak apa-apa. hanya saja Hari ini aku datang bulan, karena itu badanku terasa capek." jawab Aisyah.


"Kamu harus jaga diri baik-baik loh.." ucap Mahfud yang kemudian mencium kening sang istri.


Tak lama kemudian terlihat seorang pria yang sudah lama tidak pernah menampakan batang hidungnya. Siapa lagi kalau bukan Jonathan, tiba-tiba pria itu mendatangi rumah sakit tempat Mahfud dan Aisyah berada.


"Hai Aisyah!" seru Mahfud kepada Aisyah. sepasang suami istri itu saling menatap satu sama lain.


"Mas Nathan." ucap Aisyah.


Jonathan tersenyum sembari menatap wajah Aisyah yang semakin hari semakin cantik, bahkan semakin dewasa. tentu saja karena Aisyah selalu bahagia bersama dengan Mahfud,


Sudah 3 bulan pernikahan mereka berjalan, hingga membuat pasangan suami istri itu selalu terlihat begitu serasi, walaupun Entah berapa banyak orang yang tidak menyukai mereka berdua.


"Mau apa kau kemari?" tanya Mahfud pada Jonathan.


"Aku hanya ingin menemui Aisyah." jawab Jonathan.


"Sekarang Aisyah sudah menjadi isteriku, jadi aku berhak untuk melarangnya untuk menemui seorang pria." jawab Mahfud.


"Aku hanya mau bertemu dengannya." ucap Jonathan.


"Tapi dia bukan wanita lajang, sekarang dia sudah bersuami. tidak baik kau melakukan itu." jawab Mahfud.

__ADS_1


"Kalau aku memberontak, pasti aku akan buang dia ke jurang." ucap Jonathan dalam hati.


Ternyata Jonathan masih tetap membenci Mahfud, pria itu merencanakan untuk merebut Aisyah dari Mahfud.


"Kalau kau ingin berbicara denganku, lebih baik mas Nathan bicara di depan suamiku." ucap Aisyah.


Begitu kesal perasaan Jonathan saat dia mendengar perkataan Aisyah.


"Ada apa?" tanya Aisyah.


"Bolehkah aku berbicara denganmu?" tanya Jonathan kepada Aisyah.


"Memangnya kau ingin berbicara apa? Silakan berbicara di depan suamiku." jawab Aisyah.


"Kalau begitu aku akan berbicara di depan suamimu, namun aku minta padamu untuk kau bersedia kembali bekerja di perusahaanku." pinta Jonathan kepada Aisyah. sebuah senyum terukir dari Aisyah untuk Jonathan.


"AKU sudah menikah Mas, dan maafkan aku jika harus menolak permintaanmu." terlihat disana tatapan mata Aisyah menatap seorang wanita yang selalu mengekor dibelakang Jonathan.


"Lebih baik kau segera berbicara karena aku harus membawa istriku untuk memeriksa beberapa berkas rumah sakit." terlihat jelas Mahfud tidak menyukai kedatangan Jonathan. karena pria itu pasti sedang memikirkan suatu rencana untuk menghancurkan hubungan mereka.


Akhirnya Jonathan berbicara dengan Aisyah, arah pembicaraan itu terlihat begitu tidak jelas dan tidak bermanfaat. akhirnya Mahfud mengajak sang istri untuk kembali ke kantor mereka. Jonathan pergi dengan wajah yang begitu kesal.


Kepergian Jonathan membuat Aisyah melihat seorang wanita yang dari tadi terus bersembunyi di suatu tempat yang ada di rumah sakit. langkah kaki Aisyah mendekati Lia yang sedang bersembunyi.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Aisyah kepada Lia.


Betapa terkejutnya Lia, saat dirinya sudah tertangkap oleh Aisyah. salah satu tangan Aisyah memegang tangan Lia dan mengajak wanita itu berbicara.


"Sebaiknya Mas pergi dulu, aku akan berbicara dengan temanku ini." ucap Aisyah yang meminta sang suami untuk masuk ke rumah sakit terlebih dahulu.


"Bolehkah kita berbicara?" tanya Aisyah kepada Lia.

__ADS_1


"Memangnya kau mau berbicara apa?" tanya Lia kepada Aisyah.


Akhirnya Aisyah berbicara dengan segitu terbukanya.


"Aku tahu kalau kamu mencintai Mas Nathan, dan aku tahu kalau cintamu itu begitu besar padanya." ucap Aisyah.


"Maksudmu apa?" tanya Lia.


Terlihat wanita itu antara marah dan kaget


"Dengarkan aku baik-baik, sebaiknya Kau jaga Mas Nathan baik-baik, jangan sampai dia terus mendekatiku.. aku sudah menikah sekarang dan aku tidak ada perasaan apapun padanya, jadi aku hanya meminta tolong padamu agar kau membuat Mas Nathan menjadi milikmu seutuhnya, Aku tidak tahu bagaimana caramu untuk mendapatkannya. aku hanya minta buat dia tidak selalu menggangguku." terlihat Aisyah sudah kehilangan akalnya apalagi wanita itu tahu kalau Lia benar-benar mencintai Jonathan.


"Lalu, Mengapa kau mengatakan hal itu. Apakah kau yakin jika kau tidak mencintai Mas Jonathan?" tanya Lia kepada Aisyah.


"Aku benar-benar tidak menyukainya dan aku tidak ada perasaan apapun padanya." jawab Aisyah dengan penuh ketegasan.


"Kalau aku mendekatinya, lalu Apakah kau tidak akan mengganggu hubungan kami?" tanya Lia kepada Aisyah.


"Mengapa aku harus mengganggu hubungan kalian? sekarang aku sudah bahagia, sekarang giliranmu adalah merebut perhatian Mas Nathan agar dia benar-benar jatuh cinta padamu." jawab Aisyah yang membuat Lia langsung tersenyum.


Lia menarik salah satu tangan Aisyah, wanita itu tersenyum sembari menundukkan kepalanya.


"Maafkan jika selama ini aku telah membuat hidupmu mengalami banyak kesulitan." ucap Lia yang kemudian terus meremas tangan Aisyah.


"Sudahlah, kita lupakan masalah ini. Mulai sekarang carilah cara untuk membuat Mas Nathan jatuh cinta padamu, rubahlah penampilanmu Dan rubahlah cara merias dirimu itu. mungkin dengan begitu sedikit demi sedikit mas Nathan akan melirikmu." Aisyah berusaha untuk meyakinkan Lia supaya dirinya tidak terlalu berdandan menor.


"Apakah kau yakin?" tanya Lia.


Aisyah menganggukkan kepalanya nya.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2