
"Pergi, pergi, dariku!" seru Aisyah yang terus meronta dan mencoba mendorong tubuh Iqbal yang ingin mendekatinya.
Prang..
sebuah gelas telah terjatuh dan menimbulkan suara.
"Aku tidak akan membiarkanmu untuk lepas dariku, akan ku rebut dirimu dan dijadikan milikku!" seru Iqbal kepada Aisyah.
"Jangan pernah berpikir aku akan mau menjadi milikmu!" seru Aisyah.
Iqbal terus mendekati Aisyah pria itu begitu hina hingga membuat Aisyah terus melakukan perlawanan.
"Ya Tuhan, jangan biarkan pria ini sampai melakukan sesuatu yang hina padaku." ucap Aisyah yang kemudian terus meronta.
Sedangkan Mahfud dan Fahri yang berada di luar kamar itu.. mereka berdua terus mendengarkan asal suara seorang wanita yang terus meronta dan meminta tolong,
"Sebaiknya kita dobrak pintu ini!" seru Mahfud. Fahri menganggukkan kepalanya, kedua pria itu akhirnya terus mencoba mendobrak pintu kamar itu..
Brakkk..
Brakkk..
Betapa terkejut terkejutnya Iqbal saat dia mendengar pintu kamar yang telah dia pakai untuk menodai Aisyah, pintu itu sekarang didobrak oleh seseorang.
"Tolong-tolong!" seru Aisyah.
"Aisyah!" seru Mahfud yang berada di luar kamar tempat Aisyah.
Kedua pria itu sangat terkejut saat mendengar ternyata suara itu adalah suara Aisyah. mereka terus mendobrak hingga membuat pintu itu akhirnya terbuka.
__ADS_1
Betapa terkejutnya Mahfud dan Firdaus saat dia sudah membuka pintu itu, sebuah pemandangan yang begitu menusuk mata. seorang pria yang hanya memakai ****** ***** saja..dia berusaha untuk menodai Aisyah.
"Aisyah!" seru Mahfud.
Aisyah sangat terkejut karena yang mendobrak pintu itu adalah Mahfud. mata Aisyah belum sepenuhnya terbuka, karena Wanita itu masih dalam pengaruh obat tidur dari Iqbal.
"Dasar lelaki sialan, beraninya Kau hendak menodai adikku!!" seru Firdaus yang kemudian memberikan pukulan kepada Iqbal.
Bug..
Firdaus yang memukul Iqbal.
Pria itu sangat marah saat melihat Aisyah hampir ternodai oleh pria Brengsek itu.
"Mas Mahfud." ucap Aisyah yang kemudian mencoba untuk mencari keberadaan Mahfud. kedua tayangan Aisyah terulur untuk mencari pria itu Mahfud langsung berlari mendekati Aisyah pria itu memeluk Aisyah.
Bug..
Bug..
"Ya Allah Aisyah, Ada apa." ucap Mahfud yang kemudian melepaskan pelukannya.
Aisyah menangis, wanita itu menatap sosok pria yang telah menyelamatkannya. walaupun tatapan matanya masih buram.
"Pria itu hampir menodai ku, Mas." jawab Aisyah
Saat mendengar perkataan dari Aisyah, Firdaus dan Mahfud begitu geram dengan pria yang ada di depannya itu. kedua pria itu terus-menerus memberikan pukulan demi pukulan. Iqbal ingin melarikan diri namun yang terjadi malah pria itu terperangkap di tangan kedua pria itu.
"Cari tali untuk mengikat pria ini!" seru Firdaus. tanpa menunggu lama, Mahfud langsung membuka sabuk yang ada di pinggangnya. kita tidak usah mencari tali, ikat saja pakai sabuk ku ini.. sekalian kalau perlu ikat juga lehernya!" seru Mahfud yang ingin melayangkan pukulannya.
__ADS_1
"Cepat kau ambilkan air dan kau berikan sesuatu yang hangat kepada Aisyah, biar dia lebih baik kan." pinta Firdaus kepada Mahfud.
Mahfud mencari air hangat untuk Aisyah di dapur agar kepala pusing wanita itu segera hilang.
Setelah 10 menit kemudian.. Firdaus juga sudah menemukan di mana sang istri, terlihat wanita itu masih tertidur bersama dengan ke-4 model yang lain Firdaus membangunkan istrinya.
Sekitar 10 menit kemudian akhirnya nya Kikan membuka matanya perlahan.
"Sayang!" seru Kikan kepada Firdaus.
"Kapan kau sampai?" tanya Kikan.
"Aku sampai Sudah dari tadi. bahkan aku harus melihat dari salah satu pria Brengsek itu mencoba untuk menodai adikku!" seru Firdaus. Kikan menatap wajah sang suami, kedua alisnya berkerut karena dia sedikit kebingungan .
"Apa maksudmu, sayang?" tanya Kikan kepada sang suami.
"Firdaus dan aku habis menyelamatkan Aisyah karena Iqbaal mencoba untuk menodainya." jawab Mahfud yang baru masuk ke kamar tempat Kikan berada.
Betapa terkejutnya Kikan, wanita itu langsung sadar sepenuhnya dan berlari ke kamar mandi yang ada di kamar itu.
Beberapa saat kemudian
"Di mana Aisyah?!" seru Kikan.
"Aku memintanya istirahat terlebih dahulu di ruang tamu." jawab Mahfud.
Langkah kaki Kikan langsung berlari dengan tergesa-gesa. wanita itu takut kalau terjadi sesuatu dengan Aisyah.
"Aisyah!" seru Kikan yang melihat Aisyah terlihat menutup matanya.
__ADS_1
Aisyah membuka matanya, wanita itu menatap Kikan yang sudah berlari menuju arahnya. wanita itu langsung memeluk Aisyah dan membolak-balik tubuh wanita itu.
** bersambung **