
Setelah makan malam,kini semua anggota keluarga sedang berada diruang tamu.
''Ra,emak dan ayahmu kemana?''tanya Aldi pada ponakannya.
''Kondangan om,tadi sore perginya,barengan sama om Toni dan tante Wati.''jelas Rara.
''Oh, terus kenapa kamu gk ikut?''tanya Aldi lagi.
''Gk dikasih ikut sama emak,katanya motornya gk muat.''jawab Rara polos.
Aldi dan yang lainnya terlihat mengulum senyum mendengar jawaban Rara.
''Al,gimana tadi pekerjaanmu banyak pasiennya?''tanya bu Retno
''Alhamdulillah bu lumayan.''jawabnya
***
Saat ini Aldi dan Kinan sudah berada didalam kamar mereka,terlihat Kinan sedang bersandar didada polos suaminya,setelah tadi mereka sempat melakukan kegiatan panas diatas ranjang.
''Bang menurut abang gimana kalau aku jualan kue didepan,sepertinya disamping bengkelnya bang Tejo ada warung kosong, tempat nya juga bagus lho bang,untuk buka usaha,lagi pula aku bosen,kalau tidak ada kegiatan''jelas Kinan
''Sepertinya tidak untuk sekarang ini dek,nanti apa kata orang coba,?mereka pikir abang gk sanggup nafkahin kamu lagi.Makanya kamu berjualan kue.''ucap Aldi yang tak mau dianggap remeh oleh orang lain.
''Pokoknya sekarang ini, abang mau kamu dirumah aja,jagain ayah sam ibu! abang gk mau kalau kamu capek-capek kerja.''jelas Aldi lagi,dan akhirnya terpaksa Kinan menuruti permintaan suaminya,yang tidak mengijinkan dirinya untuk berjualan.
''Dek lagi yuk! punya abang tegang lagi ini,''ucap Aldi dan Kinan pun dengan senang hati mengiyakan permintaan suaminya karna ia juga menginginkan hal yang sama.
Dan akhirnya malam panjang yang penuh keringat kembali terulang untuk yang kesekian kalinya
Keesokan harinya..
Jam sudah menunjukan pukul setengah lima pagi,Kinan yang memang sudah bangun segera membangunkan suaminya karna sebentar lagi waktunya shubuh.
__ADS_1
''Bang! bang Al bangun bang! bentar lagi shubuh.''ucap Kinan sambil menggoyangkan tubuh suaminya.
Tak lama Aldi pun bangun.
''Bang ayo mandi sebentar lagi waktu shubuh tiba.''ucap Kinan lagi.
''Iya,ini abang juga udah bangun.''ucap Aldi yang kini sudah duduk bersandar dikepala tempat tidur.
Setelah mandi dan menunaikan ibadah sebagai umat muslim,Aldi kembali,merangkak keatas tempat tidur, setelah menunaikan sholat shubuh tadi entah kenapa tiba-tiba rasa kantuk kembali menyerangnya.Sedangkan Kinan langsung menuju dapur untuk mulai beraktivitas.
Sedangkan bu Retno juga sudah terbangun dari tidurnya.
''Kamu ngapain?''tanya Bu Retno,saat melihat Kinan berada didapur.
''Aku mau masak nasi bu,oya mumpung ibu ada disini kira-kira sarapan kita pagi ini apa ya bu?
''Saya mau sarapan pakai teri sambel,campur pete,itu ada kangkung kamu masak itu saja sama goreng ayam tepung.''ucap bu Reyno setelah itu ia berlalu kekamar mandi.
Jam sudah menunjukan pukul tujuh pagi,setelah menyelesaikan pekerjaannya Kinan kembali menuju kamar untuk membangunkan sang suami,karna setelah sholat shubuh tadi ia kembali tidur.
''Hm,''jawan Aldi tanpa membuka mata.
''Ayo bangun! ini sudah jam tujuh lho,emang abang gk kerja?''ucap Kinan.
''Iya,abang bangun.''jawabnya lagi sambil beranjang dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi yang ada didalam kamar mereka.
***
Kini mereka sedang berada dimeja makan.
''Wah,bisa tambah gemuk nih ayah kalau makan enak tiap hari.''ucap pak Pardi,saat melihat menu kesukaannya ada dimeja,yaitu ayam goreng, ternyata bukan hanya anak kecil yang suka makan ayam goreng, ternyata seorang kakekpun antusias saat ada menu kesukaannya diatas meja makan.Kinan tersenyum geli saat melihat reaksi berlebihan yang ditunjukan oleh ayah mertuanya tersebut.
''Biasa aja kenapa sih yah,''ucap sang istri
__ADS_1
''Kinan nanti bisa tidak kamu buatkan ayah kue putu ayu,ayah pengen makan kue itu,sudah lama rasanya ayah gk makan kue itu.''ucap Pardi.
''Baru juga satu minggu yah,udah nanti biar ibu belikan dipasar sekalian belanja untuk bahan dapur.''ucap bu Retno
''Tidak apa-apa kok buk,nanti biar aku yang buatkan kuenya untuk ayah.''jawab Kinan.
''Iya buk,biar Kinan saja yang buat,oya nanti kalau ibu mau belanja dipasar ajak aja Kinan sekalian untuk bantuin ibu bawa belanjaan,kamu bisa kan dek?''tanya Aldi pada istrinya.
''Iya bisa kok bang.''jawabnya sambil terseyum.
Bu Retno hanya diam tak ingin merespon ucapan Kinan.Aldi menyadari kalau ibunya itu sepertinya belum sepenuhnya menerima kehadiran Kinan dirumah ini,tapi dia tetap berharap semoga sedikit demi sedikit sang ibu akan luluh dengan perhatian yang istrinya itu berikan,karna Aldi tau seberapa keras sang istri berusaha untuk menakhlukan hati sang ibu mertua.
Setelah kepergian Aldi bu Retno memutuskan untuk berbelanja keperluan bulanan dipasar.
''Sudah saya katakan saya bisa sendiri,kamu gk usah repot-repot untuk ikut.''jelas bu Retno yang tak ingin menantunya itu ikut dengannya.
''Tapi pasti nanti barang yang ibu bawa banyak,jadi pasti ibu kesusahan bawanya,jadi aku ikut aja gpp ya bu?''bujuk Kinan.
''Terserahlah.''ucap bu Retno sambil berlalu meninggalkan Kinan.
Setelah mengunci pintu,Kinan segera menyusul ibu mertuanya itu,sedangkan pak Pardi sudah pergi kekebun sejak tadi untuk menyemprot kan racun ulat pada tanamannya.
Kinan dan bu Diah kepasar menggunakan becak mesin,selama dalam perjalanan mereka hanya saling diam,apa lagi bu Retno ia sama sekali tak ingin bersuara sedikit pun.Setelah dua puluh menit akhirnya mereka pun sampai di pasar tradisional,saat melewati warung tempat emaknya biasa berjualan kue dipasar, dahi Kinan berkerut saat melihat warung tersebut kosong,yang menandakan kalau emak Lasmi tidak berjualan hari ini.Saat bu Retno sedang asik berbelanja kebutuhan dapur,Kinan memilih untuk bertanya pada warung yang tak jauh dari tempat mak Lasmi biasanya berjualan kue.
''Pak Sapri maaf,emak hari ini tidak jualan ya?''tanya Kinan pada orang yang memang sudah ia kenal.
''Eh Kinan,iya emak Lasmi sudah dua hari ini tidak jualan dipasar kira-kira kenapa ya?apa kamu tau?soalnya banyak langganan yang tanya dari kemarin.''ucap pak Sapri tersebut.
''Dua hari? kenapa ya??aku juga belum tau pak,soalnya aku belum ada kerumah emak.''jawab Kinan.
''Coba nanti kamu lihat emak kamu Kin,mungkin dia sedang sakit kali,makanya tidak jualan.''jelas pak Sapri.
''Iya pak,nanti aku kesana! yasudah ya pak terimakasih,kalau gitu aku permisi dulu.''ucap Kinan yang diangguki oleh pak Sapri.
__ADS_1
Sedangkan diseberang pasar,bu Retno terus saja menggerutu,pasalnya saat dirinya hendak menitipkan belanjaan yang ia beli pada Kinan,tapi menantunya itu malah ngilang entah kemana.
NEXT