
Kinan memperhatikan Wati yang saat ini sedang melamun.
''Mba,apa manisannya ada?soalnya ibu lagi nungguin.'' ucap Kinan membuyarkan lamunan Wati
''Haaiiss,, sabar kenapa sih,tunggu sebentar biar ku ambilan dulu!" ucap Wati sambil melangkah masuk menuju dapur.
Tak lama ia kembali sambil menenteng bungkusan yang Kinan yakini adalah manisan salak yang diinginkan bu Retno.
''Ini,'' ucap Wati sambil menyerahkan bungkusan tersebut.
''Terimakasih mba.'' ucap Kinan sambil melangkah menuju pulang.
''Memangnya manisan itu buat ibu ya?tapi waktu aku tawarkan tadi siang ibu bilang gk mau,karna rasanya sepet, sekarang kok berubah pikiran ya?apa mungkin itu untuk Kinan,tapi gk mungkin, ibukan benci sekali sama Kinan.'' monolog Wati berperang dengan pikirannya.
Setelah mendapatkan manisannya Kinan langsung menuju rumahnya.
''Assamu'alaikum, buk ini manisannya.'' ucap Kinan sambil meletakkan manisan tersebut diatas meja.
''Wa'alaikum salam.'' jawab bu Retno.
''Kinan,sepertinya ibu berubah pikiran,ini manisannya buat kamu saja.'' ucap bu Retno sambil menyerahkan manisan ketangan Kinan.
''Beneran buk?'' tanya Kinan berbinar.
''Hem,'' ucap bu Retno,setelah itu ia kembali duduk didepan tv
Sedangkan Kinan langsung menuju dapur untuk menaruh manisan tersebut kedalam mangkuk.Tak lama Kinan kembali lagi membawanya kedepan,ia duduk tak jauh dari bu Retno.
''Ini manisannya bu, ibu mau?'' tanya Kinan sambil meletakan mangkuk manisan beserta dua piring kecil diatas meja.
''Kamu makan aja!" ucap bu Retno sambil matanya fokus pada layar tv.
Sedangkan Kinan mulai memasukan manisan tersebut kedalam piring dengan tidak sabar ia langsung menyeruput kuah manisan tersebut.
Sluuuurrpp...
''Hm, segar sekali rasanya,bu ini enak beneran ibu gk mau?'' tanya Kinan lagi sambil memasukan manisan salak kedalam mulutnya.
Bu Retno melirik pada menantunya yang saat ini begitu lahap memakan manisan tersebut, ia menelan ludahnya,dan sesekali meringis seperti menahan rasa sepet dimulutnya.
''Wanita ini lahap sekali memakan buah itu,emangnya gk sepet apa?tapi kok lihat dia makan aku juga pengen ya?
Batin bu Retno, yang kembali menelan ludahnya sendiri.
''Eeh, Kinan kamu jangan kebanyakan makan itu,nanti sakit perut, saya tidak mau ya sampai direpotkan sama kamu.'' seru bu Retno.
''Iya buk,habis ini juga udahan, ibu gk mau ini enak loh.'' ucap Kinan, ia tersenyum pada ibu mertuanya itu, ada sedikit kelegaan dalam hatinya, karna secara tidak langsung ibu mertuanya itu perduli padanya walau pun cara penyampaiannya seperti itu.
Dan karna bu Retno melihat Kinan sangat menikmati manisan tersebut, akhirnya bu Retno pun mengambil piring yang tersisa lalu menyendok satu buah manisan salak kedalam piringnya.
Dengan sedikit ragu akhirnya ia memasukan manisan buah tersebut kedalam mulutnya.
''Hhmm,,rasanya lumayan gk seperti yang aku banyangi.
Batin bu Retno sambil terus mengunyah manisannya.
''Enak kan buk? seger lagi.'' ucap Kinan yang kembali melahap sisa manisan dipiringnya.
Terlihat Aldi keluar dari kamar,matanya langsung tertuju pada pemandangan yang membuat dahinya sedikit berkerut.Sejenak ia menatap ibu dan istrinya itu yang sedang menikmati sesuatu yang entah apa Aldi tidak tau,yang pasti baru kali ini ibu dan istrinya itu duduk santai hanya berdua tanpa ada orang ketiga, yang ia tau biasanya ibunya itu tidak akan mau kalau hanya duduk berdua dengan Kinan apa lagi ngobrol,kalau tidak ada kepentingan yang benar-benar mendesak.
Aldi tersenyum tipis,tipis sekali hingga tak kan ada yang menyadari senyumnya tersebut.
''Aldi kemarilah!" ucap bu Retno saat melihat Aldi keluar dari kamar.
''Iya, ada apa buk?'' tanya Aldi sambil melirik kearah istrinya yang terlihat sedang asik menikmati manisan tersebut.
''Ini ada manisan salak apa kamu mau?
''Gk bu,'' jawabnya matanya terus melirik pada sang istri yang hanya tersenyum sambil menatapnya.
Namun Aldi hanya menatapnya datar,membuat Kinan menghela nafas.
Aldi beranjak menuju pintu hendak keluar dari rumah,namun sebelum keluar bu Retno memanggilnya.
''Kamu mau kemana Al sudah malam begini?'' tanya sang ibu
__ADS_1
''Mau cari angain bu aku bosen dirumah.'' jawab Aldi matanya kembali melirik pada Kinan.
''Apa aku alasanmu tidak betah dirumah bang?
Batin Kinan yang tiba-tiba merasa sesak.
''Heh,kamu kenapa muka ditekuk kayak gitu, apa karna putraku tidak mengajakmu?makanya muka dilipat begitu?'' ucap bu Retno dengan mulut cabenya.
''Bu Aku kekamar dulu ya?.'' ucap Kinan segera beranjak dari duduknya,tanpa ingin menjawab ledekan sang ibu mertua yang bermulut pedas tersebut.
''Memang ya,menantu gk ada tata krama, ditanya malah ngoloyor pergi aja.'' gerutu bu Retno.
Saat ini Aldi mengendarai motornya meyusuri jalan perkampungan,saat melewati sebuah gerobak sate matanya menangkap sosok yang ia kenal.Aldi pun langsung menepikan motornya tak jauh dari gerobak tersebut.
''Bang,'' sapa Aldi pada orang tersebut yang ternyata adalah Toni abangnya sendiri.
''A-aldi kamu disini?'' tanya Toni sedikit terkejut.
''Iya kenapa abang kaget begitu?''
''Oh,gk gk apa-apa kamu ngapain sendiri aja?'' tanya Toni untuk menghilangkan kegugupannya.
''Iya,bosen dirumah makanya keluar.'' jawab Aldi
''Ooh,,'' jawab Toni singkat.
''Bang Toni kenapa kok kayak gelisah gitu?lagi nunggu seseorang ya?'' tanaya Aldi penasaran karna ia melihat Toni sejak tadi terus gelisah sambil memandang kiri dan kanan seperti mencari seseorang.
''Gk abang hanya....-'' belum sempat Toni melanjutkan ucapan nya seseorang lebih dulu memanggilnya.
''Bang Toni sudah belum satenya?'' tanya orang tersebut yang tak lain adalah Fitri.
''Fitri,'' panggil Aldi,membuat wanita itu seketika terkejut melihat keberadaan Aldi disana.
''Bang Al-di.'' gumam Fitri pelan.
''Kalian kesini bersama?'' tanya Aldi langsung sambil menatap keduanya secara bergantian.
''Hah?? i-itu tadi....-''
''Ah, i-ya gitu ceritanya,'' jawab Fitri sedikit gugup.
''Memangnya motormu kemana?'' tanya Aldi lagi
''I-itu tadi bannya bocor,makanya aku cari ojek didepan tapi gk ada mungkin karna sudah malam kali ya.'' jawabnya lagi beralasan.
''Yasudah kami diluan dulu ya Al, oya tolong kamu jangan bilang sama mba mu ya takutnya nanti dia salah paham lagi.'' peringat Toni.
Aldi menatap motor Toni yang mulai menjauh dari keramaian,ia menangkap gagat aneh dari keduanya.
''Apa mereka memiliki suatu hubungan?
Gumam hati Aldi, tak mau ambil pusing akhirnya Aldi pun langsung memesan sate miliknya.
''Bang satenya sepuluh tusuk ya?pake bumbu kacang aja.'' ucap Aldi
''Iya bang ditunggu sebentar ya!" jawab si bapak tukang sate tersebut.
''Bang,gimana nih bang Aldi liat kita tadi?'' tanya Fitri yang merasa sedikit was-was
''Sudahlah gpp,Aldi gk akan bilang sama Wati,percaya sama abang!" jelas Toni meyakinkan selingkuhannya itu.
Sedangkan didalam kamar Kinan sedang duduk di tepi tempat tidur,sambil memikirkan suaminya Aldi
''Sudah jam sembilang,bang Aldi kenapa belum pulang juga ya?'' gumamnya
Tak lama terdengar suara motor didepan rumah.
''Sepertinya itu bang Aldi.'' gumam Kinan sambil melangkah keluar dari kamar.
''Bang, abang sudah pulang.'' ucap Kinan
''Hm,'' hanya itu yang keluar dari mulut suaminya itu.
Aldi meletakan bungkusan kecil diatas meja,kemudian duduk dikursi ruang tamu.
__ADS_1
''Ini sate,apa kamu mau?'' tanya Aldi,sambil membuka bungkusan diatas meja.
''Enggak bang,aku masih kenyang.'' jawab Kinan.
Sedangkan dikediaman rumah Wati,Toni baru saja sampai dikediamannya.Namun belum lagi Toni mengetuk pintu Wati lebih dulu membukanya dari dalam.
''Ooh,,hebat ya kamu bang,pulang sesuka hatimu aja,aku dan anak mu sudah gk kau anggap lagi ya?!" ucap Wati sambil berkacak pinggang,matanya melotot menatap suaminya yang masih berdiri didepan pintu.
''Kamu ini apa-apaan sih dek,malu-maluin aja,udah malam gini mengomel,dengar orang kan malu.'' tegur Toni.
''Tau malu juga ternyata ya abang, tapi kenapa sesukamu aja pulang kerumah?gk mikir apa aku dan Kevin dirumah?'' omel Wati lagi.
''Jangan lebay deh kamu,biasanya kalau aku kerja kalian juga kutinggal.'' jawab Toni
''Awas,abang mau masukin motor!" ucap Toni sambil mendorong motornya masuk kedalam rumah.
''Kamu punya perempuan simpanan ya bang?'' selidik Wati
''Ck, kamu ini ngomong apa sih? jangan asal nuduh kamu!" seru Toni tak terima.
''Aku gk asal nuduh bang,aku merasa berapa minggu terakhir kamu berubah,bahkan minta jatah sama aku aja, abang udah hampir gk pernah lagi.'' ucap Wati terus terang.
''Apa karna abang sudah jarang minta hak ku sama kamu, kamu berpikir abang punya selingkuhan? begitu?'' tanya Toni
''Yaialah, abang pernah bilang sama aku kalau abang gk bisa tanpa milikku yang tembem ini,tapi kenyataannya apa? jangankan seminggu lima kali,seminggu sekali saja sudah hampir gk pernah.'' jelas Wati tanpa malu mengatakannya.
''Apa sekarang abang sudah punya yang lebih tembem dari punya ku? iya?'' sarkas Wati.
''Kamu ini ngomongnya sudah mulai ngelantur,aku capek kerja dek, jadi rasanya kalau sudah capek jadinya malas.'' jawab Toni beralasan.
Wati tak lagi menjawab,ia hanya menatap suaminya tajam,setelah itu ia segera kembali kekamarnya.
''Huff! punya istri kok garang kayak macan.'' gumam Toni.
*
*
*
Jam baru menunjukan pukul dua pagi, namun Aldi sudah terbangun dari tidurnya bukan karna lapar atau pun ingin kekamar mandi, namun tiba-tiba saja hasratnya muncul, karna memang pada dasarnya seorang pria hormonnya akan meninggi jika dipagi hari.
Aldi merasa gelisah, apa lagi ketika melihat Kinan tidur dengan pakaian yang cukup terbuka dibagian depan.
''Ck,kenapa tiba-tiba saja gairahku memuncak saat melihatnya,gimana ini.'' gumam Aldi pelan,ingin sekali rasanya Aldi melahap tubuh istrinya,namun karna beberapa minggu ini hubungan mereka sedang tidak baik ia menjadi ragu, apa lagi kemarin beberapa kali ia sempat menolak sang istri saat ia meminta haknya.
Karna sudah tidak tahan ,Aldi pun akhirnya memutuskan untuk meminta haknya pada Kinan, dengan sedikit ragu Aldi mulai mendekat pada tubuh istrinya.Aldi menatap wajah Kinan yang selalu terlihat cantik, walau di saat tidur sekali pun, Kinan masih bisa membuat Aldi terpesona.
Aldi kengecup lembut kening Kinan,kemudian turun kehidung dan terakhir bibir tipis yang selalu membuat nya candu, Aldi menatap danging kenyal milik Kinan,yang sedikit menyembul keluar, merasa tak tahan Aldi mulai mera*ba daging kenyal tersebut,dan mengeluarkannya perlahan.Karna Kinan tak pernah menggunakan br*a saat tidur membuat Aldi lebih leluasa mengeluarkan kedua gundukan daging tersebut.
Aldi memilin puti*ng merah kecoklatan milik Kinan membuat wanita itu melenguh saat merasakan geli dibagian payu *daranya,, walau dengan mata yang masih terpejam.
Aldi melahap dengan rakus daging kenyal tersebut secara bergantian, Kinan yang merasa seperti ada yang menyentuh miliknya langsung membuka mata, Kinan sempat terpekik, dan hampir saja berteriak, namun setelah ia tau bahwa suaminya lah yang melakukannya akhirnya tak jadi ia lakukan, jujur inilah yang Kinan inginkan saat ini, menikmati permainan yang diberikan suaminya.
Aldi menjilat gundukan anak gunung yang sudah basah, ia menghirup dalam-dalam aroma yang selalu memabukan gairahnya itu.
Aldi menatap milik Kinan yang sudah botak dan bersih tanpa bulu. Aldi tersenyum tipis dan mengecupnya berulang kali.
''Aku sangat merindukanmu sayang.'' gumam Aldi pelan,bicara pada kerang milik sang istri seolah milik Kinan itu bisa mendengarnya. Kemudian Aldi kembali mencium dan menghirup dalam aroma yang di miliki oleh kerang tersebut.
Aldi menjulurkan lidahnya lalu menelusupkan dibelahan tengah kerang tersebut, ia memainkan benjolan kecil yang terdapat dibagian tengah kerang milik Kinan dengan lidahnya, membuat Kinan menggelinjang merasakan nikmat yang sudah lama tak ia rasakan, semenjak hamil nafsu Kinan sangat tinggi, setiap saat ia ingin sekali ada yang menggaulinya, dan tentu saja ia hanya berharap pada Aldi seorang.
Aldi terus bermain dibawah sana, sesekali tangannya juga mere*mas daging kenyal dibagian atas secara bergantian.
''Bang,enak sekali bang,aahh..'' racau Kinan merasakan kenikmatan yang diciptakan oleh Aldi.
Hampir sepuluh menit Aldi bermain disana,Kinan yang sudah tak tahan lagi tiba-tiba tubuhnya menegang,kerang miliknya juga terasa berkedut, menandakan ia akan mencapai puncaknya.Dan benar saja tak lama Aldi merasakan cairan hangat yang keluar dari lubang yang terlihat masih sempit itu mengalir,cairan kental berwarna putih itu langsung ia sedot dan tanpa rasa jijik dan ditelan oleh Aldi.
Jujur Kinan sangat puas melihatnya, ia suka perlakuan suaminya itu.Setelah menjilat habis cairan tersebut Aldi langsung memposisikan batangannya kearah kerang sang istri.
Sekali sorong milik Aldi langsung amblas didalam kerang milik Kinan.
Sebelum Aldi menggoyang,Kinan lebih dulu memberi peringatan pada sang suami agar jangan terlalu kasar,karna ada bayi dalam rahimnya.
Aldi hanya mengangguk,kemudian langsung melancarkan aksinya.Berbagai gaya mereka lakukan hampir dua jam mereka bertempur diatas kasur, Kinan juga sudah tiga kali mencapai kenikmatannya, sedangkan Aldi baru sekali. Aldi terus menghantamkan miliknya kedalam lubang terdalam sang istri hingga berapa saat kemudian ia mengerang panjang karna sudah mendapatkan puncaknya...
__ADS_1
NEXT