Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Masih Mencari Bu Retno


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul dua belas siang,namun Kinan belum melihat tanda-tanda Aldi dan yang lainnya akan pulang,


''Sudah jam dua belas, kenapa mereka lama sekali, apa ibu belum ketemu?''gumam Kinan


Tak lama terdengar suara motor memasuki halaman rumah,Kinan mengira itu adalah Aldi,namun ternyata itu adalah orang lain.


''Maaf mba mau tanya,apa ini rumahnya bang Tejo?''tanya seorang pria muda


''Rumahnya yang itu bang,ada perlu apa ya?''tanya Kinan


''Saya mau servis motor,apa bang Tejonya ada?soalnya saya lihat bengkelnya belum buka.''jelas pemuda itu lagi


''Maaf bang,sepertinya bang Tejonya hari ini gk buka bengkel,karna dia sedang ada urusan.''ucap Kinan


''Oh gitu ya,yasudah terimakasih mba.''


''Iya sama-sama.''jawab Kinan


Setelah pemuda tersebut pergi,tak lama Aldi pulang bersama yang lainnya


''Bang,apa ibu sudah ketemu?''tanya Kinan pada Aldi


''Belum dek,''jawabnya lesu


''Kami langsung pulang dulu,nanti setelah makan siang kita cari ibu lagi!" ucap Tejo yang diangguki oleh yang lainnya


''Ayah mana bang?kok gk ikut pulang?


''Katanya mau coba cari ibu ditempat wak jojon yang ada dikampung sebelah,kata ayah man tau ibu kesana.''


Kinan hanya mengangguk tanda mengerti


*

__ADS_1


*


''Bu,ini aku bawakan makan siang untuk ibu.''ucap Lia yang baru sampai


''Terimakasih nak Lia,maaf merepotkan kamu.''ucap bu Retno


''Tidak apa-apa buk''jawabnya


''Sekali lagi terima kasih ya sudah mau menampung ibu disini, kamu baik sekali,andai kamu jadi mantu ibu,pasti ibu akan sangat bahagia.''ucap bu Retno


''Emangnya ibu masih punya anak laki-laki lagi yang belum menikah?''goda Lia,karna dia tau kalau Aldi adalah anak bungsu dirumah itu.


''Maksud ibu Aldi,kamu tau sudah satu tahun Aldi menikah dengan Kinan tapi dia masih belum bisa hamil juga,padahal Aldi sudah pengen sekali mempunyai anak.''jelas bu Retno yang terlihat kesal saat mengatakannya.


''Mungkin belum rejekinya buk,lagi pula pernikahan merekan kan baru satu tahun bu,teman ku juga banyak yang belum punya anak,bahkan diusia pernikahan yang sudah lima tahun juga ada.''jelas Lia


''Ya tetap saja,ibu hanya kasihan dengan Aldi karna sepertinya dia sudah sangat ingin mempunyai anak.''sambung bu Retno lagi entah apa maksud dari ucapannya itu,Lia hanya tersenyum menanggapi ucapan bu Retno.


''Mmm,,buk,apa ibu gk mau pulang saja?aku rasa pasti bang Aldi dan yang lainnya sangat khawatir sama ibu,dan juga pasti saat ini mereka semua tengah sibuk mencari keberadaan ibu.''ucap Lia pelan,agar bu Retno tidak merasa tersinggung.


Malam itu Lia memang membawa bu Retno dikos-kosan milik temannya,karna tidak mungkin ia membawa bu Retno pulang kerumahnya,lagi pula kosan tersebut juga tidak ada yang menempati,jadi untuk sementara Lia menempatkan bu Retno di kosan tersebut.


Setelah mengantarkan makan siang,dan sedikit mengobrol dengan bu Retno,Lia kembali meninggal kan kosan tersebut untuk kembali menuju rumah sakit tempat ia bekerja.Saat di perjalanan Lia tak sengaja melihat Aldi yang sedang berdiri dipinggir jalan yang tak jauh dari pasar,akhirnya Lia pun menepikan mobilnya berniat untuk menyapa temannya itu.


''Bang Aldi,..''panggil Lia saat sudah berada dihadapan Aldi


''Lia,sedang apa kamu disini?''tanya Aldi yang bingung karna tiba-tiba Lia ada didepannya


''Tadi aku lihat abang di sini jadi ya aku samperin deh,kalau abang ngapai berdiri dipinggir jalan?bahaya loh,kalau ada mobil yang lewat.''ucap Lia


''Aku hanya bingung harus cari ibu dimana lagi,kamu tau?ibu ku pergi dari rumah karna ucapanku,aku menyesal sudah melukai hatinya,sehingga ibu mungkin marah lalu meninggalkan kami semua,termasuk ayah.''ucap Aldi dengan suara lirih.


''Kasian bang Aldi,sepertinya ia sangat merasa bersalah,apa aku beritahu saja ya kalau ibunya ada denganku,tapi nanti kalau ku beritau bu Retno bisa marah padaku,karna kemarin aku sudah berjanji tidak akan memberitahu siapapun kalau dia ada bersamaku.

__ADS_1


Ucap batin Lia


''Li,kamu melamun?''tanya Aldi karna sejak tadi Aldi bertanya tak dihiraukan olehnya


''Hah?i-iya ada apa bang?''tanya Lia gugup


''Aku tanya kamu gk balik kerumah sakit?


''Balik kok,sebenarnya tadi aku mau kerumah sakit,tapi karna melihat abang disini makanya aku turun.''jelas Lia


''Yasudah kalau gitu aku balik kerumah sakit dulu ya bang.''sambung nya yang diangguki oleh Aldi


''Oya Lia,kalau misalkan kamu ketemu ibu tolong kabari aku secepatnya ya!" ucap Aldi


''Iya bang.''jawabnya singkat,setelah itu Lia pun segera masuk kedalam mobilnya.


Sepanjang perjalanan Lia terus berpikir,apa tindakannya menyembunyikan ibunya Aldi tidak akan menimbulkan masalah nantinya, ia takut kalau Aldi sampai tau kalau bu Retno ada bersamanya pasti Aldi akan marah besar nantinya,,selain itu Lia juga merasa kasihan melihat Aldi yang merasa bersalah pada sang ibu.


''Sebaiknya nanti aku bicara pada bu Retno,kalau Aldi sangat srdih dan juga merasa bersalah karna kepergiannya.''gumam Lia


Sementara dirumah,Kinan mondar-mandir diteras rumah,sesekali matanya melihat kearah jalan,berharap sang ibu mertua akan pulang.


''Aku gk bisa terus menunggu seperti ini,aku harus ikut mencari keberadaan ibu.''gumam Kinan,saat Kinan hendak menutup pintu tiba- tiba Wati datang.


''Semua orang sibuk mencari ibu,kamu malah enak-enakan duduk santai disini,atau kamu emang senang ya melihat ibu pergi dari rumah,? jangan-jangan kamu emang sudah merencanakan semua ini,iya??.''tuduh Wati sambil menatap Kinan dengan sinis.


''Astaga mba,aku gk pernah berpikiran seperti itu,mba jangan asal nuduh tanpa bukti.''jawab Kinan


''Haalaah,,udah jelas buktinya,ayah dan yang lainnya sibuk nyari keberadaan ibu kamu malah enak-enakan ongkang kaki disini,itu lebih dari cukup sebagai buktinya tau gk.


''Mba,ini aku juga ingin mencari ibu,lagi pula mba denger sendirikan tadi pagi ayah nyuruh aku untuk menunggu dirumah mana kala ibu pulang,jadi aku bisa memberikabar pada yang lain.''ucap Kinan,walaupun sebenarnya ia tidak yakin dengan ucapannya sendiri.


''Kinan-Kinan....,,emangnya kamu gk sadar apa?kalau sebenarnya ayah itu juga marah sama kamu,makanya dia melarang kamu untuk ikut mencari ibu.''jawab Wati sambil menampilkan senyum remehnya pada Kinan.

__ADS_1


Ucapan yang keluar dari mulut Wati sungguh membuat dadanya terasa sesak,bukan karna ucapannya,tapi karna kenyataan yang dikatakan Wati,kalau sesungguhnya ayah mertuanya itu juga marah padanya.


NEXT


__ADS_2