
Lia sadar,walau pun ia masih menyukai Aldi,namun tak mungkin baginya untuk menjadi istri kedua untuk Aldi,dirinya juga seorang perempuan,bagai mana bisa ia mengambil suami dari wanita lain,lagi pula Aldi dan Kinan saling mencintai jika ia memaksa masuk didalam kehidupan mereka maka itu hanya akan menyakiti perasaannya sendiri.
''Maaf bu,aku gk bisa kalau pun aku menikah dengan seorang laki-laki dia harus single tidak suami orang,''jawab Lia
Ucapan yang keluar dari mulut Lia seolah menyentil hati bu Retno,bagai mana mungkin ia ingin menjodohkan anaknya yang jelas-jelas sudah memiliki istri.
***
''Kamu yakin ini rumah yang ditempati ibumu selama dua hari ini Al?'' tanya pak Pardi setelah mereka semua sampai didepan pagar kosan tersebut
''Iya,ini rumahnya yah.'' jawab Aldi,matanya menatap mobil yang sedang terparkir dihalaman kosan dimana ibunya saat ini tinggal.
''Kayak pernah lihat mobilnya deh,tapi dimana ya?aku lupa.''ucap seseorang yang ternyata adalah Wati.
''Bukannya ini mobil adik sepupunya Rendy ya Al?'' ucap Tejo,sambil memperhatikan mobil tetsebut.
''Abang tau kalau ini mobil Lia?'' tanya Aldi langsung,membuat Kinan menatap suaminya.
''Iya,abang kenal mobil ini platnya sama,, waktu kemarin ban mobilnya kempes,lalu isi anginnya dibengkel abang.'' jelas Tejo
''Maksud kalian sepupunya Rendy ini yang telah menyembunyikan ibu kalian selama dia hari ini? begitu kah?'' tanya pak Pardi
''Tepatnya aku tidak tau yah,tapi yang pasti ada kemungkinan Lia terlibat dengan kaburnya ibu.'' ucap Aldi,pandangannya lurus kedepan,ada sedikit kemarahan yang terlihat disana.
''Assalamu'alaikum.'' ucap seseorang yang suaranya sangat dikenali oleh bu Retno,padahal ia sama sekali belum melihatnya.
''Wa'alaikum salam..'' jawab keduanya dari dalam.
''Ayah,'' ucap bu Retno,matanya berkaca-kaca melihat orang yang disayanginya ada didepan matanya sekarang.
''Buk,'' panggil pak Pardi
''Selama dua hari ini ibu tinggal disini,apa ibu sama sekali tidak memikirkan kami?kami yang selalu menyayangimu??'' sambungnya lagi.
__ADS_1
''Maafkan ibu pak,tapi ibu akan pulang kalau Aldi mau menikah dengan gadis pilihan ibu nantinya.'' ucap bu Retno yang memang sangat keras kepala.
Lia yang mendengar ucapan bu Retno hanya bisa menghela nafas,saat mengetahui kalau wanita paruh baya yang ada didepannya saat ini masih sangat lah keras kepala,opsesinya sangat besar untuk mendapatkan seorang menantu yang memiliki gelar,tanpa memikirkan perasaan anaknya yang akan terluka karna keegoisannya itu.
Saat ia melihat kearah bu Retno,tak sengaja pandangannya bertemu dengan Aldi,laki-laki itu seolah mengatakan ''kenapa kamu berbohong padaku dari awal??'' begitulah kira-kira yang bisa ditangkap Lia dari tatapan mata Aldi.
Lia yang paham,langsung keluar menuju sebuah bangku yang ada didepan, namun sebelum itu ia sempat berkata pada Aldi dan Kinan.
''Sebaiknya kita bicara disana,biar ku jelaskan.'' ucapnya kemudian kembali melangkahkan kakinya keluar menuju kursi yang tak jauh dari kosan.
''Kenapa kamu tidak bilang sama abang,kalau ibu ada sama kamu Lia?'' tanya Aldi to the point.
''Sebelumnya aku minta maaf karna merahasiakan ini dari abang,aku hanya sudah terlanjur berjanji pada ibu,tapi percayalah,aku juga selalu membujuk ibu agar mau pulang kerumah,tapi ibu selalu menolaknya.'' jelas Kinan
''Tapi tak seharusnya kau menutupinya dari abang,kau tau bagai mana khawatirnya kami semua??'' sambung Aldi lagi, ia terlihat begitu kesal pada wanita yang berprofesi sebagai suster tersebut.
Melihat keadaan yang sedikit tegang membuat Kinan yang awalnya hanya diam berinisiatif, agar situasinya lebih mencair.
''Mmm,,mba Lia,kami mengucapkan terimakasih karna selama dua hari ini mba Lia mau menjaga ibu kami,dan maaf atas sikap suami saya,mungkin karna dia masih kesal karna belum bisa membujuk ibu untuk pulang.'' jelas Kinan
''Sebenarnya Kinan wanita yang baik,tapi kenapa bu Retno tidak bisa menerimanya,apa hanya karna sebuah gelar saja.''
Gumam batin Lia.
''Dek,sebaiknya kita kembali,mungkin ayah sudah berhasil membujuk ibu untuk pulang bersama kita.'' jelas Aldi sambil melangkahkan kakinya menuju dimana ayah dan ibunya berada.
''Ayah,'' panggil Aldi pada sang ayah.
''Aldi,lihatlah ibu mu ini begitu keras kepala,dia tak mau pulang bersama kita,'' ucap pak Pardi mengadu pada sang anak
''Buk,kenapa ibu begitu keras kepala? ayolah buk, pulanglah bersama kami!" bujuk Aldi
Tejo yang awalnya diam langsung ikut bersuara,karna sang ibu yang sangat susah dibujuk.
__ADS_1
''Ibu ini kayak Rara saja sih,masa harus dibujuk dulu,sudahlah bu ayo pulang! ibu pikir ibu ini tidak merepotkan Lia apa? dia itu sibuk buk,masa ibu harus membuatnya bolak balik hanya untuk mengurusin ibu sih.'' ucap Tejo yang terdengar pedas,ia sengaja membuat sang ibu agar merasa tak enak hati pada Lia,agar lebih mudah baginya untuk membawa ibunya yang keras kepala itu pulang.
''Kamu ini bicara apa Jo,mana mungkin nak Lia keberatan kalau ibu disini,bahkan dia bilang dia senang kalau ibu ada disini, yakan nak Lia?'' tanya bu Retno smbil tersenyum pada Lia
''I-itu,,mmmm,,gimana ya bu,aku...,,''
''Tukan bu,Lia itu banyak kegiatan,ia hanya merasa tidak enak pada ibu,makanya dia bilang begitu.'' jelas Tejo sambil melirik Lia,padahal mereka memang sudah sepakat bekerja sama.
''Apa benar yang dikatakan Tejo nak Lia?'' tanya bu Retno dengan wajah yang mulai suram.
''Hah? i-itu....,,'' Lia melirik Tejo dengan ekor matanya,untuk meminta jawaban atas pertanyaan bu Retno
''Maaf ya bu,tapi semua yang dikatakan bang Tejo benar,akhir-akhir ini aku sangat sibuk dirumah sakit,dan mungkin untuk beberapa hari kedepan aku gk bisa menemui ibu kalau ibu masih disini.''ucap Lia merasa tak enak hati.
''Ibu sudah dengar sendirikan?sebaiknya ayo kita pulang!" ucap Tejo lagi
''Tapi Aldi harus berjanji dulu,kalau dia harus mau ibu jodohkan.''
''Astaga ibu,,,sudah berapa kali aku bilang,kalau....,,''
''Iya bu,bang Aldi akan menuruti kemauan ibu,asal ibu bahagia.'' ucap Kinan tiba-tiba memotong ucapan Aldi,,membuat semua orang menatap kearahnya.
''Kinan! kamu ini apa-apaan sih,kenapa kamu berkata seperti itu? aku tidak ak.....''
''Akhirnya,,sebentar lagi impian ibu akan terwujud,'' ucap bu Retno yang kembali memotong ucapan Aldi
''Ta-tapi....,,''
''Aldi, sudahlah yang penting sekarang ibu pulang dulu,yang lainnya bisa kita bicarakan nanti setelah dirumah!" sambung pak Pardi memotong ucapan Aldi.
Skipp
''Dek,kenapa kamu bicara begitu pada ibu tadi?gimana kalau ibu nanti menuntut ucapan kamu?'' ucap Aldi yang merasa tidak tenang dengan ucapan Kinan kepada ibunya tadi
__ADS_1
''Mau bagai mana lagi bang,hanya itu satu-satunya cara agar ibu mau pulang bersama kita.'' jawab Kinan tanpa menatap Aldi,pandangannya lurus kedepan entah apa yang sedang dipikirkannya saat ini.
NEXT