
Setelah menerima rujak dari tangan Rara,Kinan langsung memakannya dengan lahap.
''Iihh,,rakus banget sih,kayak gk pernah makan rujak saja,'' ucap wanita yang saat ini masih berdiri disamping Rendy
''Lusi jaga bicaramu!" ucap Rendy yang tak suka mendengar ucapan wanita yang bernama Lusi tersebut.
''Rara sebaiknya kita pergi dari sini,banyak pengganggu disini.'' ucap Kinan yang tak menghiraukan ucapan wanita tersebut.
Wanita yang bernama Lusi itu hanya mendengus kesal sambil menatap kepergian Kinan dan juga Rara.
''Tante bukannya itu om Rendy ya?temannya om Aldi yang sering kerumah kita?'' tanya Rara yang memang juga mengenal Rendy
''Iya,tapi tante minta tolong ya sama kamu,jangan bilang sama siapa-siapa ya kalau hari ini kita ketemu sama om Rendy?'' ucap Kinan
''Kenapa tan?'' tanya Rara yang memang tak tau permasalahan diantara mereka.
''Ya pokoknya kamu jangan kasih tau siapapun ya?'' ucap Kinan lagi.
''Baiklah.'' jawab Rara.
Sesampainya dirumah Kinan sudah disambut oleh bu Retno dan juga Wati,namun bukan sambutan hangat yang ia terima,melainkan tatapan penuh curiga dan juga intimisadi.
''Nenek kok liatinya gitu sih? nenek marah ya sama Rara dan tante Kinan hanya karna pergi ketaman?'' tanya Rara karna sempat melihat wajah marah dari neneknya.
''Rara,siapa yang marah?nenek gk marah kok,tadi ada orang gila yang mau masuk rumah kita,naah,,nenek marahi dia.'' ucap bu Retno berbohong
''Kinan sebaiknya kamu cepat masak buat makan malam,sebentar lagi Aldi pulangkan?.'' ucap bu Retno
''Baik buk.'' jawab nya sambil melangkah masuk kedalam rumah.
''Rara sayang kalian habis dari mana saja?'' tanya Wati pada Rara,namun masih terdengar oleh Kinan
''Cuma beli makanan dan juga jalan-jalan aja kok tante.'' jawab Rara.
''Ooh,, cuma itu ya?'' tanya Wati lagi meyakinkan.
''Iya tante hanya itu.'' jawab Rara
Kinan yang memang masih mendengarkan percakapan mereka bernafas lega,karna Rara tidak memberitahukan pada ibu dan Wati kalau mereka sempat bertemu dengan Rendy tadi ditaman.
Jam sudah menunjukan pukul tujuh malam, namun belum ada tanda-tanda Aldi akan pulang kerumah.
Berbeda dengan halnya Fitri,saat ini wanita itu sedang menyambut kedatangan Toni yang bari pulang dari kerjaannya,sudah seperti pasangan suami istri saja.
''Bang,'' sapa Fitri menyambut kedatangan suami dari temannya itu.
Abang mau makan atau mandi dulu?''tanya Fitri
''Abang langsung mandi saja,rasanya gerah sekali.'' jawab Toni
Setelah lima belas menit Toni pun selesai dengan ritual mandinya.
''Makan dulu bang,sudah aku siapin makanan nya.'' ucap Fitri
''Iya,'' jawab Toni sambil melangkah menuju tempat dimana saat ini Fitri sedang menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.
Tepat pukul delapan malam Aldi pulang,namun Aldi tak langsung menuju rumah,namun ia menuju kediaman Tejo yang saat itu sedang duduk bersantai bersama putrinya Rara.
''Loh,Al kamu baru pulang?'' tanya Tejo yang melihat adiknya itu masih memakai pakaian kerja
''Ia bang,habis dari kampung sebelah nyunatin salah satu anak dari warga sana.'' jawab Aldi sambil mendudukan boko*ngnya diatas kursi yang da disebelah Tejo.
''Kusut amat tuh muka kenapa?" tanya Tejo lagi, sambil memasukan pisang goreng kedalam mulutnya.
" Capek bang, laper juga." jawab Aldi sambil mengambil pisang goreng yang ada diatas meja.
" Ya kalau capek istirahat, kalau laper makan, gitu aja kok repot, sana cari didapur minta sama mba Ningsih nasi dan lauknya.
__ADS_1
"Emang mba Ning masak apa bang?" tanya Aldi yang memasukan sisa pisang goreng kedalam mulutnya.
"Sayur asem, tempe bacem sama ikan pepes." jawab Tejo
" Enak lho om, masakan emak, gk kalah deh sama tante Kinan." sambung Rara yang saat itu terlihat sedang mengerjakan tugas sekolahnya.
" Iya, bentar lagi om makan kok Ra, kamu lagi ngapain?
"Lagi ngerjakan tugas sekolah, tadi sore gk sempat" jawab Rara
" Gk sempat kenapa? pasti kamu main aja ya dari tadi siang, makanya PR nya gk selesai." tuduh Aldi
Dia kan habis jalan-jalan sore tadi sama istrimu." kali ini Tejo yang menjawabnya.
"Oya, memangnya kalian jalan kemana Ra?"
" Cuma ketaman aja om,sekalian cari manisan mangga untuk tante Kinan." jawabnya
" Manisan mangga? tumben, terus ada manisannya?
"Ada dong, kan semua pedagang mangkalnya ditaman om kalau sore- sore."
" Terus beli apa lagi kalian?" tanya Aldi lagi
" Kalau Rara hanya beli jajanan aja om, tapi kalai tante Kinan beli manisan sama rujak uleg." jawab Rara
" Rujak??" ucap Aldi dan Tejo secara bersamaan.
"Waahh,, jangan- jangan istri kamu ngidam lagi Al." ucap Tejo
" Masa sih? nanti biar kutanyakan pada Kinan." ucap Aldi tenang, namun dalam hati tersenyum senang.
" Terus habis itu kemana lagi kalian??" tanya Aldi, entah kenapa rasa ingin tahunya begitu besar, ia tidak ingin merasa kecolongan lagi untuk yang kesekian kalinya.
"Habis beli makanan kami langsung pulang, tadi sempat duduk sebentar dibangku taman." jawab Rara yang sudah memasukan buku tulisnya kedalam tas.
"Hanya berdua??" tanya Aldi, membuat Tejo mengerutkan dahi karna pertanyaan Aldi yang gk penting sejak tadi.
"Gk juga bang, aku hanya bertanya saja." jawab Aldi ngeles.
"Tadi kami hanya berdua,terus aku tinggalin tante Kinan sendirian, eehh waktu habis balik dari beli rujak aku liat tante sama om Rendy lagi ngobrol ditaman." jawab Rara tanpa sadar mengingkari janjinya sama Kinan.
"Hah?? Rendy? apa tantemu Kinan bertemu dengan Rendy ditaman? jawab Rara!!'' ucap Aldi
"Duuhh,,Rara keceplosan nih, tante Kinan marah gk ya?
Batin Rara
"Rara kenapa diam? memangnya ditaman tadi kamu lihat Kinan sedang bersama laki- laki itu?? " tanya Aldi yang terhat sedang menahan emosinya.
I-iya om, tapi jangan bilang tante Kinan ya om, kalau Rara yang kasih tau tentang ini sama om?
"Kenapa??'' tanya Aldi bingung
Soalnya tadi sore tante Kinan meminta Rara berjanji kalau tidak akan kasih tau siapa pun kalau tante Rara ketemu sama om Rendy, emangnya kenapa sih om? kok tante main rahasia-rahasiaan? ucap Rara bingung
"Sepandai-pandainya kamu menyimpan bangkai pasti akan tetcium juga bau busuknya, kamu lihat Kinan setelah ini apa yang akan kulakukan padamu.
Batin Aldi, yang diselimuti kemarahan.
''Bang aku pulang dulu.'' ucap Aldi yang sudah berdiri dari duduknya.
''Loh, Al,katanya laper gk makan dulu kamu?'' ucap Tejo memcoba menahan Aldi,karna Tejo yakin adiknya itu emosinya sedang memuncak.
''Sudah tidak laper bang,kalau gitu aku pulang sekarang.'' ucapnya lagi sambil melangkah keluar dari kediaman Tejo.
''Rara salah ngomong ya yah,kok kayaknya om Aldi marah.'' ucap Rara
__ADS_1
''Entahlah nak,tapi ayah harap hubungan om Aldi dan tante Kinan kamu baik-baik saja.'' ucap Tejo.
*
''Aldi kamu baru pulang?'' tanya bu Retno
''Iya buk, Kinan mana buk?'' tanya Aldi, datar
''Kamu kenapa Al?apa ada masalah?'' ucap bu Retno yang merasa khawatir dengan Aldi
''Aku gpp,kalau gitu aku kekamar dulu.'' ucap nya sambil melangkah masuk kedalam kamar.
Ceklek..
Terdengar suara pintu terbuka,Kinan yang saat itu sedang duduk ditepi ranjang langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu yang terbuka,senyumnya seketika mengembang, saat mengetahui kalau ternyata suaminya sudah pulang.
''Abang sudah pulang? abang mau langsung makan atau mandi dulu biar aku siapkan air hangatnya.'' ucap Kinan yang hendak bangkit dari duduknya namun Aldi langsung mencegahnya.
''Tidak usah siapin air hangat,biar mandi air dingin saja.'' ucap Aldi langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
''Sebaiknya aku siapin baju ganti untuk bang Aldi.'' gumam Kinan sambil membuka lemari untuk mengambilkan pakaian ganti untuk suaminya.
Setelah lima belas menit Aldi keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang dililitkan dipinggang,memperlihatkan dada bidang nya yang terlihat sek* si dimata Kinan.
Aldi membuka lemari untuk mengambil pakaian gantinya.
''Bang ini sudah aku ambilkan baju ganti buat abang.'' ucap Kinan
Namun Aldi tak menghiraukan nya,ia tetap membuka lemari dan mengambil pakaian ganti dari dalam.
''Bang, apa ada masalah?'' tanya Kinan sambil mendekati Aldi sang saat ini sedang memakai pakaian didepannya.
''Bang, abang marah sama aku?'' tanya Kinan lagi karna belum mendapat jawaban dari Aldi
''Tadi sore kamu kemana?'' tanya Aldi yang kini sudah selesai memakai pakaiannya.
''A-aku sama Rara jalan-jalan ketaman bang?'' jelas Kinan
''Berdua aja?'' tanya Aldi lagi
''Iya hanya berdua dengan Rara, ada apa bang?''
''Apa kamu bertemu dengan seseorang disana?'' tanya Aldi sambil menatap mata Kinan dengan tajam.
''Kok bang Aldi bisa bertanya seperti itu ya,apa jangan-jangan dia tau kalau tadi aku bertemu dengan bang Rendy
Batin Kinan.
''Kenapa diam? abang tanya apa tadi ditaman kamu bertemu dengan seseorang?'' ulang Aldi
''Mmm,,aku gk ada ketemu siapa pun ditaman bang,'' jawab Kinan bohong
''Kenapa kamu berbohong denganku Kinan,apa sekarang kamu sudah benar-benar jatuh cinta dengan pria itu.
Batin Aldi kecewa
''Maaf kan aku bang,aku terpaksa bohong aku gk mau buat kamu sedih lagi.
Batin Kinan.
''Bang, a-aku kangen sama kamu,'' ucap Kinan sambil meraih tangan Aldi kemudian mengecup telapak tangannya.
Kinan mendekatkan wajahnya pada wajah Aldi,kemudian ia langsung mencium bibir bervolume milik suaminya itu.Awalnya Aldi membalasnya namun sedetik kemudian ia langsung melepaskan oangutan bibir mereka.
''K-kenapa bang?'' ucap Kinan merasa kaget karna Aldi tiba-tiba melepas paksa ciu*man mereka.
''Aku capek pengen istirahat.'' ucap Aldi yang langsung naik keatas tempat tidur dan langsung menarik selimutnya.
__ADS_1
Kinan hanya bisa menatap sendu suaminya,entah kenapa tiba-tiba dadanya terasa sesak,saat suaminya menolaknya.Tanpa bertanya lagi Kinan akhirnya ikut naik ditempat tidur.
BERSAMBUNG..