
''Dia siapa?''tanya pak Pardi saat melihat Rendy.
''Loh,dia kan nak Rendy yah,teman sekolahnya Aldi,benarkan?''tanya bu Retno.
''Iya buk,benar sekali,tapi sayang ayah sudah melupakanku.''ucapnya drama
''Hahaha,,maaf soalnya ayah kan sudah tua jadi sudah mulai pikun.''ucap pak Pardi asal.
''Ayah bisa aja,tapi semangkin tua semangkin matang lho yah..!" jawab Rendy sambil terkekeh pelan
''Iya-iya terserah kamu aja lah,oya acaranya kemarin,, tapi kenapa baru datang sekarang?''sambung ayah
''Baru taunya tadi malam yah,itu pun karna teman yang ngomong,''ucap Rendy sambil melirik Aldi.
Yang dilirik hanya menggelengkan kepala,sambul tersenyum simpul.
''Yasudah kalian lanjutin aja ngobrolnya,ayah mau kedalam dulu,''ucap ayah
''Iya yah..''jawab mereka bersamaan
'Ayo Kinan,''ajak bu Retno
''Iya bu,''jawannya sambil masuk mengikuti langkah ibu mertuanya.
***
Sedangkan dirumah Wati,kini sudah ada Fitri,ia datang sepuluh menit yang lalu.
''Wat,tadi didepan rumah Aldi aku liat ada cowok cakep siapa sih?''tanya Fitri sedikit penasaran
''Cowok cakep?siapa?aku juga gk tau.''jawab Wati
''Emang dia sendiri?''tanya Wati lagi
__ADS_1
''Gk sih,dia lagi ngobrol sama Aldi,sangkin asiknya mereka ngobrol sampe aku lewat aja mereka gk liat.''ucap Fitri terlihat kesal
''Sudahlah,gk usah dipikirin! sekarang ini yang terpenting kamu harus deketin terus ibu mertua aku,mumpung dia masih sangat kesal sama Kinan,kini saatnya kamu beraksi,gimana kalau sekarang kita kerumah ibu?''tanya Wati
''Baiklah yuk!" jawab Fitri
Saat ini mereka sudah berada diteras rumah bu Retno.
''Mana cowok yang kamu bilang tadi Fit?''tanya Wati karna tidak melihat siapa-siapa disana.
''Tadi ada, waktu aku datang kerumah kamu,mereka ngobrol diteras.''jawab Fitri
''Mungkin sudah pulang kali.''ucap Wati
''Yasudahlah,kamu duduk aja disini biar aku panggilin ibu dulu.''ucap Wati sambil berlalu masuk kedalam rumah,setelah sebelumnya ia mengucapkan salam tadi.
Namun saat masuk ia berpapasan dengan Kinan yang saat itu baru keluar dari kamarnya.
''Mba Wati,''sapa Kinan sambil tersenyum.namun hanya ditanggapi dengan senyum paksa oleh Wati.
''Ada dikamar,kalau ayah sepertinya lagi dikebun.''jawab Kinan.
''Aku tanya nya ibu,bukan ayah.''ucap Wati sambil melenggang pergi menuju kamar sang ibu mertua.
Kinan hanya menggelengkan kepalanya melihat sifat kakak iparnya yang satu ini berbeda sekali dengan Ningsih,kakak ipar yang pertama.Saat Wati hendak menuju kamar sang ibu mertua,bu Retno kebetulan juga baru keluar dari kamarnya.
''Ibu,baru saja aku mau kekamar ibu.''jelasnya.
''Wati,ada apa emangnya?''tanya bu Retno
''Diluar ada Fitri bu,dia datang ingin menemui ibu katanya.''jelas Wati lagi
''Yasudah yuk kita kesana.''ajak bu Retno sambil menuju pintu depan.
__ADS_1
''Fitri,''sapa bu Retno
''Eh ibu,apa kabar?''tanya Fitri sambil mencium tangan bu Retno
''Baik,sudah lama datangnya?''tanya bu Retno sambil menarik kursi disisi Fitri.
''Barusan bu,oya bu maaf ya kemarin gk bisa datang,karna motorku tiba-tiba mogok,padahal sudah dijalan waktu itu.''sesal Fitri.
''Gpp kok,yasudah tidak usah bahas itu lagi,mending kita bahas yang lain.''pinta bu Retno.
Sedangkan Kinan yang baru keluar dari dapur merasa heran karna rumah terasa sepi,padahal kalau ada Wati pasti rumah rame,dalam arti suaranya yang cempreng itu pasti terdengar sampai dapur,tapi ini kok bisa tiba-tiba senyap pikirnya.Namun tiba-tiba saat Kinan hendak masuk kekamarnya ia mendengar suara orang tertawa dari arah teras rumah,karna merasa penasaran akhirnya Kinan pun berniat untuk melihatnya,Kinan menyingkap sedikit gorden yang ada di jendela depan, matanya dedikit memanas saat melihat sang ibu mertua begitu akrab dengan seorang gadis yang ia tau adalah Fitri,seorang perawat yang bekerja diklinik suaminya.
''Kenapa ibu sangat akrab dengannya,bahkan tertawa bersamanya,sedangkan bersamaku jangankan teryawa seperti itu tersenyum saja tidak pernah,apa sebegitu inginnya ibu mempunyai menantu seorang perawat.''
Gumam hati Kinan.
''Sayang kamu ngapain?''ucap Aldi yang seketika membuat Kinan terkejut.
''Gpp kok bang,yasudah yuk kita kekamar lagi aku ngantuk pengen istirahat.''ucap Kinan sambil melangkahkan kakinya mendahuluin Aldi.
Aldi melihat ada yang aneh dengan sikap istrinya.Karna penasaran Aldi pun mencoba untuk melihat dari jendela kaca,yang sejak tadi dilihat sang istri.Terlihat Aldi menatap datar pada mereka yang saat ini sedang duduk diteras rumah sambil tertawa bersama.Aldi menghela nafas kasar,kemudian segera menyusul sang istri yang Aldi tau kalau suasana hatinya sedang tidak baik saat ini.
Ceklek
Pintu dibuka dari luar oleh Aldi,ia melihat sang istri tengah berbaring ditempat tidur sambil meringkuk.Dada Aldi sesak rasanya melihat sang istri seperti itu,ia merasa benar-benar tidak tega.Setelah menutup pintu Aldi segera naik keatas tempat tidur,kemudian memeluk sang istri dari belakang.Kinan yang merasakan pelukan suaminya,segera memutar tubuhnya untuk memeluk sang suami,mencari kenyamanan baginya untuk menghilangkan semua rasa kegundahan hatinya.Aldi yang mengerti langsung membalas pelukan sang istri dengan erat sambil membelai surai panjang milik Kinan.
Sedangkan diluar bu Retno terlihat sangat senang berbicara dengan Fitri,namun ia sedikit tak suka saat Fitri mengatakan kalau misalkan nanti dia menikah ia memilih untuk tinggal dirumah mereka sendiri dibandingkan harus tinggal bersama orang tua.Namun untuk saat ini bu Retno sama sekali tidak mempermasalahkannya,mungkin pikirnya nantikan masih bisa dibicarakan lagi yang terpenting baginya sekarang adalah bagai mana caranya ia membujuk Aldi agar mau menikah dengan Fitri.
Ya,bu Retno memang mempunyai rencana untuk menjodohkan Fitri dengan Aldi yang jelas-jelas sudah memiliki istri,yang baru sebulan ini ia nikahi,,karna sangkin terobsesinya bu Retno membunyai menantu seorang perawat atau pun bidan,hingga membuat matanya buta,tidak bisa melihat kebaikan yang ada dalam diri Kinan selama ini.
***
''Wati kamu tau,hari ini aku sangat senang sekali,akhirnya sebentar lagi impianku untuk menjadi istrinya Aldi akan menjadi kenyataan,ku kira tadi ibunya Aldi tidak akan mau kalau putranya memiliki dua istri,ternyata dugaanku salah.''ucap Fitri dengan senyum yang terus mengembang.
__ADS_1
''Sebenarnya aku juga sudah menduga nya dari awal Fit,ibu mertuaku itu ingin sekali punya menantu seorang bidan tau pun perawat,dia pernah cerita sih dulu kalau ia punya anak perempuan akan ia sekolahkan dijurusan tersebut.tapi kamu kan tau anaknya semua laki-laki, makanya itu ia ingin dapat menantu seorang perawat ataupun bidan.