Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Situasi Yang Menegangkan


__ADS_3

Rendy tersenyum kecut saat mendengar ucapan Aldi,semua orang pastilah berpikir seperti itu,kecuali bu Retno yang memang menyadari kalau memang Rendy memiliki rasa pada menantunya itu, dari awal sampai detik ini tanpa Rendy sadari bu Rerno selalu memperhatikan Rendy mau pun Kinan,walaupun Kinan terlihat seperti menghindar ,namun bu Retno bisa menangkap sikap Rendy yang terkesan menaruh perhatian pada Kinan,bukan sebagai seorang teman, melainkan sebagai seorang pria,terbukti beberapa kali bu Reyno mendapati Rendy memandang Kinan penuh damba.


''Aldi misalnya kau menyukai seorang wanita,apa yang akan kau lakukan?'' tanya Rendy,sekilas matanya melirik pada Kinan


Mendengar pertanyaan yang ditujukan Rendy pada Aldi,membuat semua orang menatap kearah Rendy.


''Kamu ini aneh Ren, ya kalau misal aku jadi kamu ya pasti aku akan mengatakan cinta lah sama wanita itu, apa lagi!" jelas Aldi


''Dan misalkan wanita itu sudah memiliki suami yang seperti ibumu bilang tadi bagai mana?'' tanya Rendy lagi serius.


Semua orang yang ada disana terlihat tegang,kecuali Lia yang tak mengerti apa pun,hanya saja Lia merasa heran kenapa sejak tadi bu Retno dan Wati selalu berusaha memojokan abang sepupunya.


''Jika aku jadi kamu ya akan tetap kunperjuangkan walau pun dia istri orang.''


Semua orang yang ada disana melotot tak percaya dengan jawaban Aldi termasuk Kinan yang tak habis pikir dengan cara berpikir suaminya.


''Heeii...,,kenapa wajah kalian tegang seperti itu?aku hanya bercanda,lagi pula mana mungkin Rendy menyukai istri orang ya gk Ren?kayak gk ada cewek lain aja.'' ucap Aldi dibarengi dengan kekehan kecil.


''Abang ih,kok gitu sih, becandanya kaget aku.'' ucap Kinan sambil menghela nafas lega


Aldi sempat melirik pada Rendy,yang saat itu hanya diam.


''Apa semua itu benar Ren?'' tanya Aldi yang kini sudah menatap serius pada Rendy


''Benar apanya Al?''


''Apa kau menyukai istri orang?'' tanya Aldi lagi.


Suasana yang tadinya sudah tenang kini kembali menegang,karna pertanyaan yang dilontarkan Aldi pada Rendy.


''Saranku sebaiknya lebih baik kau pendam saja perasaan yang tak pantas seperti itu!" ucap Aldi,entah kenapa dirinya merasa terancam oleh Rendy


''Kenapa? bukannya cinta harus diperjuangkan ya?'' tanya balik Rendy


''Benar,namun berbeda ceritanya kalau yang kau cintai itu adalah istri orang,memangnya kau tidak mikir gimana perasaan suaminya nanti.'' ucap Aldi,entah kenapa tiba-tiba ia merasa kesal dengan Rendy.


''Ada apa dengan bang Rendy,kenapa dia bertanya seperti itu pada bang Aldi,sebenarnya siapa wanita yang dimaksudkan olehnya.''

__ADS_1


Ucap batin Kinan,sebenarnya hatinya saat ini tidak tenang,karna ia sempat berpikir kalau wanita yang dimaksud itu adalah dirinya,namun ia juga tak ingin berspekulasi karna memang belum tentu kebenarannya.


Lain dengan halnya Lia, gadis itu melihat suasana saat ini begitu tegang, tidak seperti tadi yang santai dan juga penuh dengan canda.


"Sebenarnya apa yang sedang terjadi disini?kenapa situasinya jadi menegangkan seperti ini.


Ucap batin Lia


"Buk, apa sebaiknya kita bongkar saja tentang perselingkuhan Rendy dan Kinan sekarang?" bisik Wati yang merasa sudah tidak sabar.


"Jangan dulu,karna yang ibu lihat, sepertinya Aldi juga sudah mulai menyadarinya, lagi pula apa kamu lupa? kalau ayah melarang ibu mengatakannya pada Aldi." ucap bu Retno pelan, saat mengingat kan pada Wati.


"Oya bang Rendy, aku ingat hari ini mau anterin ibu kerumah temannya, sebaiknya kami pulang sekarang saja ,bu Retno, bang Aldi,Kinan dan mba Wati, kami pulang dulu ya dan terimakasih atas makan siangnya." ucap Lia


" Ah iya nak Lia, lain kali datang lagi ya? nak Rendy juga!" ucap bu Retno.


*


*


*


"Abang juga gak tau, sepertinya Kinan juga terlihat menghindar." ucapnya pelan diakhir kalimat.


"Kinan? ada apa dengan Kinan?" tanya Lia sambil menatap Rendy yang saat ini sedang mengemudikan mobilnya.


" Tidak ada, sudah lah lupakan!


DITEMPAT LAIN..


Saat ini Aldi sedang duduk menyendarkan tubuhnya dikepala tempat tidur,ia masih memikirkan pertanyaan yang ucapkan Rendy tadi padanya.


Ceklek


Terdengar pintu kamar terbuka, dan munculah Kinan dari balik pintu tersebut.


" Bang, abang kenapa melamun?" tanya Kinan yang baru saja masuk kedalam kamar mereka.

__ADS_1


"Gak ada, kemarilah!" pinta Aldi sambil menepuk sisi tempat tidur yang ada disebelahnya.


Kinan segera naik keatas tempat tidur lalu duduk menyandar disamping suaminya.


"Mmm.. dek, apa menurut adek Rendy lagi suka sama istri orang ya?" tanya Aldi, namun tatapannya masih lurus kedepan.


Kinan yang mendengar ucapan suaminya hampir saja tersedak ludahnya sendiri.


" Kenapa abang menanyakan hal tersebut sama aku? ya akukan gk tau." jawab Kinan


" Kok abang merasa kalau perempuan yang dia maksud itu adalah....


"Sudahlah lupakan!" sambungnya lagi, yang tak jadi mengatakan apa yang ada dipikirannya saat ini.


Sedangkan Kinan, rasanya tubuhnya sudah panas dingin,takut kalau suaminya itu berpikiran kalau dialah perempuan itu.Sebenarnya ia ingin sekali menceritakan apa yang terjadi kemarin, namun ia takut Aldi akan semangkin salah paham, selain pecemburu suaminya itu tidak akan berpikiran waras jika sudah terbawa emosi.Makanya ia memilih menyembunyikannya saat ini.


"Buk kayaknya rencana kita gagal ya?." ucap Wati terlihat lesu.


"Siapa bilang kita gagal, asal kamu tau Wati, ibu yakin saat ini Aldi pasti memikirkan ucapan Rendy tadi siang." ucap bu Retno


"Ibu yakin?


"Yakin sekali, pokoknya kamu tenang saja, setelah ini Aldi akan sedikit mengawasi istrinya." ucapnya, sambil tersenyum miring.


Tak terasa waktu berjalan dengan cepat, setelah makan malam Rendy langsung masuk kekamarnya, rasanya ia sangat lelah, ingin cepat- cepat tidur.


Dalam tidurnya Rendy merasa ada sesuatu yang menyentuh permukaan kulitnya, merasa terganggu akhirnya Rendi pun membuka matanya, namun alangkah terkejutnya Rendy saat dirinya mendapati seseorang yang saat ini sedang bermain dengan adik kecilnya.


" Kinan," gumamnya pelan.


"Abang sudah bangun," ucapnya tersenyum


Rendy memperhatikan wajah Kinan yang sangat cantik, Rendy menelah salivanya dengan susah payah saat melihat penampilan Kinan yang saat ini begitu sek*si, wanita itu hanya menggunakan br*a dan juga cd saja yang menutupi asetnya hingga Rendy dapat melihat betapa mulus dan putihnya kulit istri dari sahabatnya itu.


"Kenapa menatap ku seperti itu hem? kayak baru pertama kali aja melihatnya." ucap Kinan, membuat kening Rendy berkerut


"Emangnya sebelumnya abang pernah ya lihat kamu seperti ini?" ucap Rendy

__ADS_1


"Tentu,waktu kita malam pertama waktu itu," jawab nya sambil naik diatas pangkuan Rendy membuat pemuda itu memejamkan matanya.


NEXT


__ADS_2