
Sore menjelang,saat ini Aldi sedang dalam perjalanan menuju tempat tinggalnya.Aldi menambah kecepatan laju motornya rasanya ia sudah tak sabar ingin segera cepat sampai dirumah.
Sesampainya dirumah Aldi langsung disambut dengan ibu dan juga ayahnya.
''Ayah,ibu,'' sapa Aldi setelah sampai didepan kedua orang tuanya.
''Baru pulang Al,'' ucap pak Pardi dan di jawab dengan anggukan oleh sang anak
''Kinan mana yah?''
''Ada didalam,mungkin dikamar.''jawab sang ayah,sedangkan bu Retno hanya diam tanpa ingin menjawab
Setelah Aldi masuk kedalam rumah,pak Pardi kembali menasehati istrinya.
''Dengar ya buk,jangan bilang apa pun pada Aldi mengenai masalah itu,karna itu belum tentu kebenarannya,ayah tidak mau gara-gara ini rumah tangga anak kita jadi hancur,karna itu belum tentu kebenarannya.'' ucap nya lalu beranjak masuk kedalam rumah,sedangkan bu Retno mendengus kesal mendengar ucapan suaminya.
''Bagai mana ini,,bisa gagal rencanaku kalau gini menjodohkan Aldi dengan Lia,gara-gara ayah.'' gumam bu Retno
Flash back
''Assalamu'alaikum.'' ucap pak Pardi yang saat itu baru pulang dari kebun belakang.
''Wa'alaikum salam..'' jawab bu Retno
''Ada apa buk? pulang-pulang kok ayah disambut dengah wajah kayak gitu?kenapa mukanya ibu itu seram sekali?seperti ingin memakan ayah saja.'' seloroh pak Pardi sambil melangkah memasuki rumah.
''Ini semua karna menantu kesayangan ayah,'' ucap bu Retno
''Kenapa lagi dengam Kinan buk?''
''Asal ayah tau,si Kinan itu sudah berselingkuh dengan Rendy.'' ucap bu Retno,membuat suaminya menatapnya dengan kening berkerut.
''Ibu ini kalau ngomong jangan asal nuduh! ayah capek baru pulang,kok ya ibu malah menyampaikan berita yang bikin ayah emosi.'' jawab pak Pardi yang tidak percaya dengan ucapan istrinya.
__ADS_1
''Loh,kok ayah malah gk percaya,ada kok buktinya,'' jelas bu Retno
''Buk,ayah tau kalau ibu itu dari dulu memang gk suka sama Kinan,tapi jangan seperti ini juga caranya,,sudahlah ayah capek,mau mandi dulu." sambungnya berlalu begitu saja meninggalkan sang istri dengan perasaan dongkol
''Si ayah gimana sih,jelas-jelas menantunya itu sudah berselingkuh masih aja dibela,liat aja nanti akan ibu tunjukan buktinya pada ayah,ibu ingin lihat apa ayah masih saja membela perempuan itu setelah melihat buktinya.'' gumam bu Retno tersenyum misteri.
Bu Retno segera kerumah Wati untuk mengambil bukti tersebut,untuk diperlihatkannya pada suaminya.
''Wati! oh Wat!'' panggil bu Retno dari arah luar
''Kemana sih orangnya,pintu gk di tutup orangnya gk ada,kalau masuk maling gimana?dasar ceroboh.'' gumam bu Retno sambil masuk kedalam rumah menantunya.
''Wati!" panggilnya lagi
''Iya buk sebentar,lagi cebokin Kevin ini.'' jawab Wati sambil sedikit berteriak.
Sambil menunggu, bu Retno duduk di kursi ruang tamu,bu Retno memperhatikan ruangan tersebut yang menurutnya sangat berantakan.
''Iya buk,ada apa?'' tanya Wati dari arah belakang.
''Haiiss,,selalu saja begini kalau masuk kerumah,ngomeell melulu.''gumam Wati.
''Kamu ngomong apa barusan Wat?ibu gk dengar.'' tanya bu Retno, yang merasa tadi Wati bicara padanya.
''Aku tadi bilang ada apa ibu mencariku?'' ucapnya berbohong
''Ooh, ibu hanya mau liat lagi bukti perselingkuhan Kinan dengan Rendy,ibu mau tujukan sama ayah,soalnya ayah gk percaya kalau si Kinan itu sudah selingkuh.'' jelas bu Retno kesal.
''Masa sih bu ayah gk percaya sama omongan ibu?'' tanya Wati yang kini sudah duduk dihadapan ibu mertuanya sambil memangku Kevin
''Maka dari itu ibu mau liatin buktinya sama ayah,apa setelah lihat buktinya ayah masih mau membela Kinan.'' sambungnya lagi
Setelah Wati menyerahkan poto tersebut pada bu Retno,kemudian wanita paruh baya itu pun langsung kembali pulang kerumahnya yang berada disebelah.
__ADS_1
''Yaah! ayaah!" panggil bu Retno membuat Kinan dan pak Pardi keluar secara bersamaan dari kamar yang berbeda.
''Ada apa sih buk,teriak-teriak begitu?'' tanya pak Pardi sambil melangkah menuju bu Retno,sedangkan Kinan yang merasa tidak dibutuhkan langsung membuka pintu kamarnya kembali,namun saat dirinya hendak memasuki kamarnya tiba-tiba bu Retno memanggil namanya.
''Kinan,kok sepertinya kamu santai sekali hah? kayak orang gk punya dosa,kesini kamu! biar ayah tau seberapa busuknya menantunya ini.'' ucap bu Retno sambil menatap penuh kebencian pada Kinan
''Ibu,kenapa ibu masih saja menuduh Kinan buk.'' ucap pak Pardi merasa jengah dengan tuduhan istrinya itu yang menurutnya tidak berdasar.
''Coba lihat ini! ibu rasa itu lebih dari cukup untuk membuktikan kalau menantumu ini sudah berselingkuh.'' ucap bu Retno sambil menyerahkan ponsel yang katanya berisi poto perselingkuhan Kinan dan Rendy
Pak Pardi sempat terkejut saat melihat poto tersebut,ia terus mengamati poto Kinan dan juga Rendy yang ada diponsel tersebut.
''Kinan,apa ini benar?ini potomu kan?'' tanya pak Pardi sambil menatap menantunya menunggu jawaban.
''Itu memang aku yah,tapi percayalah sebenarnya yang terjadi tidak seperti itu,itu hanya kecelakaan.Sebenarnya waktu itu.....,,
''Jadi begitulah cerita yang sebenarnya yah,tapi ibu dan yang lainnya gk percaya.'' jelas Kinan setelah menceritakan kejadian yang sebenarnya.
''Heh Kinan,kamu pikir kami anak kecil yang bisa kamu bodohi,Rara saja akan bilang kalau itu pacar kamu kalau sampai ia melihat poto kalian.
''Yah,setelah pulang Aldi nanti,ibu akan memberitahukan tentang masalah ini padanya.'' ucap bu Retno
''Buk,tolong jangan beritahukan tentang masalah ini sama bang Aldi,ini gk benar,ini hanya kesalah pahaman aja buk.''ucap Kinan memelas.
Pak Pardi merasa tak tega,pada menantunya itu,sebenarnya ia memang tak percaya kalau Kinan sudah berselingkuh,selama satu tahun lebih ia mengenal menantunya tersebut,pak Pardi bisa menilai sifat Kinan yang memang tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh,apa lagi sampai berselingkuh rasanya tidak mungkin.
''Buk,ayah mau masalah ini cukup kita yang tau! ayah percaya sama Kinan, kalau dia tidak mungkin berselingkuh dari Aldi.''jelas pak Pardi,ia bicara dengan bu Retno,namun pandangannya tertuju pada anak mantunya tersebut.
''APA??? ayah ini apa-apaan sih?bagai mana bisa ayah berkata semudah itu?mana mungkun ibu akan biarin wanita ini terus membodohi anak kita.'' ucap bu Retno yang sedikit meninggikan suaranya akibat tak terima dengan ucapan suaminya.
''Bu,tolong hargai keputusan ayah!" sambung pak Pardi lagi yang kini menatap istrinya
''Terimakasih,ayah sudah percaya padaku.'' ucap Kinan,sangat terlihat wajah kelegaan yang terpancar diwajah wanita itu.
__ADS_1
Flash back and