
DUKUNG TERUS KARYA AUTHOR YA
HAPPY READING...
♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧
PROV WATI..
Setelah mendengar pembicaraan ibu dan juga bang Toni mengenai perselingkuhannya dengan Wati saat itu,,jujur aku tidak percaya, dan aku berharap semua ini hanya mimpi, tidak mungkin rasanya suamiku berselingkuh, karna selama ini hubungan kami juga baik-baik saja tidak pernah bermasalah.
Namun setelah mendengar ungkapan hatinya, barulah aku yakin kalau dia benar-benar sudah berkhianat pada ku, hancur,itu yang pertama kurasakan saat mulutnya mengatakan cinta pada wanita lain, hatiku bertanya-tanya,kenapa mereka melakukan itu padaku, apa ini karma untukku karna aku selalu berniat memisahkan Kinan dan Aldi dan untuk menggantikan posisinya dengan sahabatku Wati.
Tapi sekarang,semua yang kurencanakan malah berbalik padaku, perempuan yang ku pilih untuk menggeser Kinan dari hidup Aldi,sekarang malah mencoba menggeser aku dari hidup suamiku sendiri,sungguh miris sekali nasip ku. ternyata malah aku yang merasakan penderitaan yang aku ciptakan untuk Kinan.Tuhan memang adil..
***
Terlihat Toni baru saja turun dari motornya, Tejo yang melihatnya langsung berjalan menuju rumahnya.
Toni yang baru saja hendak memarkirkan motornya tiba-tiba
Buuugg...
Satu pukulan mendarat indah diwajah tampan Toni, sudut bibirnya mengeluarkan darah, namun Toni sama sekali tidak melawan atau pun membalasnya, setelah tau ternyata yang memukulnya adalah Tejo
''Kau tau kenapa abang memukulmu kan?? kau tau kan,?? walau seberapa gigih usaha Fitri untuk menakhlukan hati Aldi tapi dia sama sekali tidak terpengaruh, dan kita sama-sama tau kalau ibu dan juga istrimu selalu berusaha menjodohkan Fitri dengan Aldi, tapi karna kita yakin Aldi laki-laki yang setia makanya kita tidak khawatir. Tapi sekarang, kenapa jadi kamu yang menjalin hubungan terlarang itu dengannya? apa kau sudah tidak mencintai Wati lagi? iya? kalau iya sebaiknya kau pulangkan saja Wati kepada orang tuanya, tapi setelah itu jangan harap kau bisa menemui anak dan istrimu lagi.'' jelas Tejo
Toni hanya diam sambil mencerna kata-kata yang Tejo ucapkan padanya.
Dari teras rumah Wati mendengar semua yang diucapkan Tejo pada adiknya Toni,begitupun diteras bu Retno, wanita paruh baya itu juga mendengar setiap kata demi kata yang diucapkan oleh Tejo.
''Jadi selama ini Tejo dan Toni sudah tau, dan mereka hanya berpura tidak perduli dengan yang kami lakukan, karna mereka memang sudah yakin jika Aldi tidak akan berkhianat pada Kinan.
Batin bu Retno
''Bang tapi aku tidak mau kalau harus pisah sama Fitri,karna...
__ADS_1
''Karna apa hah??'' potong Tejo
''Karna aku dan Fitri sudah...
''Oh,ternyata benar dugaanku, baiklah sekarang apa keputusanmu?? abang minta secepatnya kamu harus mengambil keputusan yang tepat,dan harus dipikirkan masak-masak,, jangan karna kesenangan sesaat kau menyia-nyiakan orang yang paling berharga dihidupmu,, ingat ya Ton, abang gk mau ya gara-gara kamu ayah kembali sakit!" ucap Tejo mengingatkan, karna pak Pardi mempunyai penyakit jantung.
Setelah mrngatakan itu,Tejo langsung meninggalkan Toni yang masih berdiri disana.
''Bu, ibu ngapain disini?'' tanya Tejo sambil mendekati ibunya.
''Enggak,ibu hanya baru sadar kalau selama ini ternyata kamu sangat perduli dengan keluarga.'' ucap bu Retno.
''Buk, ibu kan tau aku irangnya cuek,, dan aku memang bukan tipe orang yang suka ikut campur dengan urusan orang lain,tapi bukan berarti juga aku gk perduli.'' jelas Tejo
''Yasudah kalu gitu aku pulang dulu.'' sambungnya lagi sambil melangkahkan kakinya menuju kediamannya.
*
''Apa kurangnya aku bang?kenapa kau bersikeras mempertahankan wanita itu,apa kau berniat ingin menikahinya,apa kau ingin menjadikannya maduku?
DITEMPAT LAIN..
''Wati sialan,bisa-bisanya dia membuat wajahku babak belur kayak gini, cakaran kukunya tajam banget lagi,duuhh... jadi cacat deh muka aku, liat aja nanti kamu Wati,aku gk akan biarin hidup kamu tenang, akan ku buat bang Toni tidak bisa hidup tanpa aku. Dan aku yakin bang Toni akan menikahiku'' gumamnya dengan percaya diri.
''Sepertinya besok masih belum bisa pergi ketempat kerja deh, lukanya masih belum kering gini, semua gara-gara Wati.'' gerutu Fitri
***
Toni terus memikirkan ucapan Tejo,walau bagai man pun Tejo ada benarnya,ia tak mungkin terus-terusan seperti ini.
Sedangkan didalam rumah Wati sedang duduk bersama putranya Kevin.Tak lama Toni masuk kedalam rumah,matanya melirik pada Wati yang saat itu sedang bermain bersama anak mereka.
''Maafkan abang Wati,karna telah melukai hatimu,abang gk pernah berpikir akan mengkhianati pernikahan kita,namun abang juga gk bisa memutuskan hubungan kami,abang sudah berjanji pada Fitri akan segera menikahinya.
Batin Toni
__ADS_1
Wati melirik suaminya yang sedang berdiri sambil menatap mereka.
''Sayang,kita kekamar yuk! mamak sudah ngantuk.'' ucapnya sambil membawa Kevin kekamar.
Namun saat Wati hendak masuk kedalam tiba-tiba Toni menghentikan langkahnya.
''Wati,abang mau bicara sama kamu sebentar bisakan?'' tanya Toni
''Sebentar aku antar Kevin dulu kekamar.'' jawab Wati sambil membuka pintu kamar lalu masuk bersama Kevin.
Setelah Wati masuk,Toni melangkahkan kakinya menuju kursi, hari ini Toni berniat akan mengatakan pada Wati bahwa dirinya akan menikahi Fitri.
''Kamu mau bicara apa? oh aku tau pasti kamu mau bilang kan kalau kamu gk bisa ninggalin jala*ng itu.'' ucap Wati,sambil menekankan kata jala*ng.
''Abang sudah mengambil keputusan mengenai masalah kita.'' ucap Toni
''Oya? lalu apa keputusan yang abang ambil??
Toni menarik nafas dalam,kemudian membuangnya perlahan,
''Abang sudah memutuskan kalau abang akan segera menikahi Fitri, abang harap kamu bisa menerimanya.'' ucap Toni mantap.
DUUAARRR..
Bagai disambar petir disiang bolong, tak pernah terpikirkan oleh Wati, kalau suaminya itu akan mengatakan hal yang membuat nya hancur,rasa sesak dan juga kecewa bercampur jadi satu,nasip pernikahannya kini sedang dipertaruhkan,kini suaminya secara terang-terangan meminta dirinya untuk menerima keputusan yang telah ia buat untuk menikahi Fitri.
Tangis Wati yang sejak tadi coba ia tahan akhirnya tumpah juga, bahkan air mata sialan itu mengalir semangkin deras,tanpa bisa dicegah.Wati menghapus air matanya dengan kasar, kemudian menatap kearah suaminya yang saat itu juga menatap kearahnya
''Kau ingin menikahi jala*ng itu kan? baiklah kau boleh menikahinya, tapi sebelumnya langkahi dulu mayatku.Karna sampai kapan pun aku tidak akan sudi membagi suamiku dengan perempuan lain, ingat itu, tidak akan pernah!!.'' ucapnya
''Wati tolong mengertilah Fitri dan ab.....
''Fitri.. fitri.. fitri... terus yang ada diotak kamu bang,memangnya kamu gk pernah mikirin perasaan aku apa? kenapa kamu setega ini sama aku, apa kamu sudah gak perduli lagi sama anak kita iya??
BERSAMBUNG..
__ADS_1