Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Periksa Kandungan


__ADS_3

Setelah menjemput Kevin dari rumah ibu mertuanya,Wati langsung pulang kerumah.


Sampai dirumah,Wati belum melihat motor milik suaminya,ia masuk sambil mendengus kesal.


''Benarkan belum pulang! kemana dia coba.'' monolognya


DITEMPAT LAIN..


''Masak apa hari ini dek?'' tanya Aldi yang tiba-tiba memeluk Kinan dari belakang.


''Bang Aldi bikin kaget aja.'' ucap Kinan sambil terus menata makanan diatas meja.


''Aku lagi masak menu kesukaan kamu dan juga ayah,,ada ayam goreng, cah kangkung, balado udang dan juga kentang,perkedel juga ada,,kalau ibu dan aku kan tidak ada makanan pavorit,, karna semua makanan kami menyukai nya,, sekarang sudah selesai, tinggal panggil ayah dan ibu untuk makan malam.'' ucapnya sambil melangkah menuju kamar mertuanya.


''Loh dek, kok abang ditinggal sih.''


*


Wati yang baru saja keluar dari kamar mendengar suara motor yang berhenti didepan rumahnya.


''Pasti bang Toni.'' gumamnya, sambil melangkah menuju pintu rumah.


''Assalamu'alaikum..''


Tok-tok-tok..


''Dek! '' panggil Toni dari luar


''Wa'alaikum salam.., iya bentar!'' jawab Wati


Ceklek, suara pintu terbuka


''Baru pulang?lembur lagi??'' tanya Wati mencoba mengendalikan emosinya


''Sebenarnya gk lembur,tapi tadi teman ngajak nongkrong sebentar,makanya pulangnya telat.'' jawab Toni


''Benarkah??aku jadi penasaran sama teman abang itu,sesekali ajak dong main kerumah!" seru Wati,namun mengandung sindiran.


''Lain kali akan abang ajak.'' jawab Toni,sambil memasukan motornya kedalam rumah.


Wati terus memperhatikan penampilan suaminya yang agak berbeda.


''Abang pakai baju siapa?perasaan ini bukan baju yang abang pakai tadi pagi.''


''Baju teman, tadi baju abang ketumpahan air makanya pinjam punya teman.'' jawab Toni berbohong


Dalam hati Wati terus mengumpat suaminya,ingin sekali dia berteriak'' kamu pasti bohong...'' namun ia masih mencoba untuk tidak melakukannya,Wati ingin melakukan pengintaian tanpa dicurigai oleh Toni,setelah Wati berlagak tak perduli, ia yakin Toni akan lengah.


''Tumben Wati gk marah-marah kayak kemarin,mungkin dia mulai sadar kali ya,kalau aku memang tidak berselingkuh dimatanya.


Batin Toni


''Abang gk mandi? sebaiknya abang mandi! biar aku siapkan makan malam buat abang!'' ucap Wati


''Hah?i-itu....


''Kayaknya aku harus mandi lagi nih,gk mungkin kan aku bilang tadi padanya kalau aku sudah mandi tadi dikosan teman,bisa curiga lagi nanti dia.


''Iya ini abang mau mandi kok.''


Setelah mengatakan itu Toni langsung menuju kamar mandi,namun sebelum itu ia meletakan handponenya diatas lemari disamping tv.


''Ini dia yang aku cari.'' gumam Wati mengambil handpone milik Toni, setelah suaminya itu masuk kekamar mandi.


Wati membuka kontak masuk chat, ia melihat satu persatu setiap chat yang ada disana,namun tak ada yang mencurigakan. Wati juga membuka kontak dibagian panggilan terakhir yang dihubungi Toni namun ia juga tak menemukan hal yang mencurigakan, Wati hanya menemukan nama Fitri disana.


'' Ternyata gk ada,cuma hanya nama Fitri saja disini.'' gumamnya.


''Tunggu-tunggu, Fitri? tidak mungkin kan perempuan itu Fitri? ah iya mana mungkin Fitri,, dia kan menyukai Aldi,,rasanya sudah lama juga aku gk bertukar kabar dengannya,sepertinya besok aku akan kerumahnya kangen juga sama dia.


Batin Wati.


KEESOKAN HARINYA...


''Dek, nanti setelah makan siang kamu siap-siap ya,kita akan kerumah sakit untuk mengecek kandunganmu.'' jelas Aldi.


''Buat apa kerumah sakit bang? emangnnya abang aja yang bisa ya memeriksanya?''


''Memang sedikit banyaknya abang ngerti,,tapi abang kan bukan dokter,,abang hanya mantri desa,, lagi pula kitakan juga perlu USG untuk mengetahui perkembangan janinnya, kamu tau kan diklinik mana ada peralatan itu,lagi pula kalau diperiksa oleh dokter kandungan langsung kan lebih baik.'' tutur Aldi,


Dalam hati Kinan ingin sekali berkata '' apa tidak apa-apa? dirumah sakit kan dokter kandungannya bang Rendy.'' namun lidahnya seakan tak mampu untuk mengeluarkan kalimat itu, mereka baru berbaikan, dan ia tak ingin hanya karna satu nama itu Kinan dan suaminya kembali bertengkar.Maka itu Kinan lebih memilih diam.


Beberapa jam kemudian..


Tak terasa waktu makan siang pun tiba,saat ini Kinan sedang makan siang sendirian dirumah,karna kedua mertuanya sedang pergi keacara syukuran keluarga yang ada dikampung sebelah.

__ADS_1


Entah kenapa perasaannya hari ini begitu gelisah,makan pun ia tak berselera.


''Huuff! apa yang terjadi pada ku? kenapa perasaanku aneh begini.'' gumam Kinan


Saat Kinan sibuk dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba terdengar suara seseorang dari depan,namun Kinan masih tak menyadarinya.


''Loh dek,ternyata kamu ada disini, abang kira rumah kosong.'' ucap seseorang yang ternyata adalah Aldi


''Bang Aldi,kapan datang?kok bisa tiba-tiba ada disini?'' tanya Kinan heran


''Dari tadi abang panggilin emang kamu gk dengar? abang juga memberi salam,namun gk ada yang jawab dari dalam,abang kira semua orang pada gk ada dirumah,terus waktu abang cek,pintunya gk terkunci,yaudah abang masuk aja.'' jelas Aldi.


''Kamu melamun? sampe gk dengar abang datang?terus itu kenapa nasinya gk dimakan?'' tanya Aldi


''Gk selera bang.'' jawab Kinan


''Jadi kamu mau makan apa hem? kamu itu harus makan! ingat ada anak kita didalam perutmu itu yang harus dijaga.'' ucap Aldi


''Memangnya abang sudah makan?''


''Sudah tadi diluar,'' jawab Aldi membuat Kinan mengerucutkan bibirnya.


''Kenapa gitu wajahnya?bikin abang gemas aja.'' ucap Aldi sambil menarik hidung istrinya.


''Aww,,sakit bang ih kebiasaan deh.'' ucap Kinan kesal.


''Habiskan gemes.'' sambung Aldi sambil tertawa.


Kinan tersenyum melihat suaminya itu tertawa karnanya,rasanya sudah lama sekali Kinan tak melihat tawa itu.


''Ibu sama ayah udah pergi?


''Udah pulangnya agak sorean katanya'' jawab Kinan


''Yasudah yuk bersiap,abang udah buat janji dengan dokter disana,dan makannya nanti saja setelah kita USG gpp kan? soalnya abang baru ingat, kalau mau USG biasanya dianjurkan agar perutnya kosong ,agar lebih jelas saat melihat dilayar monitor nanti,, sebenarnya tadi nya abang maunya pagi, tapi abang ada janji sama pasien yang mau kontrol gula darah makanya abang siang baru bisa temani kamu .'' jelas Aldi.


''Iya gk apa-apa kok bang, yasudah yuk berangkat!" ajak Kinan.


*


Saat ini Aldi dan Kinan sudah sampai dirumah sakit Medistra,rumah sakit terbesar dan satu-satunya yang ada di sana.


Kinan menelan ludahnya kasar,entah kenapa rasanya kakinya berat untuk melangkah masuk kedalam.


Dengan sedikit ragu Kinan pun melangkah mengikuti suaminya.


Setelah memasuki rumah sakit Aldi dan Kinan langsung menuju tempat resepsionis.


''Permisi mba, nama saya Aldi, saya sudah membuat janji dengan dokter Rezki apa beliau ada?'' tanya Aldi pada seorang wanita yang bertugas sebagai resepsionis tersebut.


''Oh iya,beliau ada langsung saja langsung saja keruangannya pak,disebelah sana...'' tunjuk wanita tersebut


''Oh ya makasih mba,


''Iya, sama-sama pak.'' jawabnya


''Dokternya seorang pria bang?'' tanya Kinan


''Semua dokter kandungan dirumah sakit ini laki-laki dek,termasuk Rendy, tapi kamu tenang saja, karna yang akan memeriksamu nanti adalah dokter Rezki,, atau apa kamu mengingin kan Rendy saja yang memeriksa kandunganmu itu hem?'' ucap Aldi penuh dengan nada ejekan.


''HAH?? ti-tidak mau lah bang, abang ini ada-ada saja.'' gerutu Kinan


Aldi hanya tersenyum simpul melihat ekpresi kaget istrinya itu.


***


Saat Aldi sampai diruangan dokter Rezki,tiba- tiba pintu ruangan tersebut terbuka,dan terlihatlah wajah panik dokter Rezki, membuat Kinan dan Aldi saling pandang.


''Ada apa dokter?kenapa wajahmu kelihatan panik begitu?'' tanya Aldi penasaran,saat melihat wajah sang dokter yang terlihat panik.


''Sebelumnya saya minta maaf pada anda pak Aldi, dan ibu Kinan,,sepertinya saya tidak bisa memeriksa ibu Kinan hari ini ,karna tiba-tiba istri saya mengalami kecelakaan, dan saya harus pergi melihat nya,tapi ibu dan bapak tenang saja, saya sudah menghubungi teman saya untuk menggantikan saya memeriksa istri anda, karna selain saya hanya dia yang masuk hari ini,, beruntung hari ini dia juga tidak ada jadwal padat, hingga dia bisa menggantikan saya.'' jelas dokter tersebut.


''Iya tidak apa-apa dokter namanya juga musibah,saya doakan mudah-mudahan istri anda tidak ada luka serius.


''Aamiin...,terimakasih pak Aldi.'' ucap dokter tersebut.


Anda dan istri silahkan tunggu saja didalam, sebentar lagi dokter pengganti saya akan datang.'' sambung nya lagi.


Setelah kepergian dokter Rezki tak lama dokter penggantinya pun datang.


''Maaf lama menunggu.'' ucap dokter tersebut sambil melangkah mendekati Kinan dan Aldi.


Mendengar suara seseorang, sepasang suami istri tersebut langsung menoleh pada orang tersebut.


Hening...

__ADS_1


Sesaat ketiganya hanya saling diam, namun sedetik kemudian suara deheman terdengar dari mulut Aldi, membuat suasana terasa sedikit canggung bagi Rendy.


''Jadi Kinan yang akan diperiksa kandungannya oleh Rezki.


Batin Rendy


*


''Kenapa harus bang Rendy, gimana ini pasti bang Aldi tidak akan mau,aku disentuh oleh nya.


Batin Kinan.


''Mm..,,begini pak dan ibu, saya adalah dokter yang menggantikan dokter Rezki, baiklah pak,bu, apa yang bisa saya bantu?'' tanya Rendy bersikap profesional.


Saat ini mereka seperti orang asing yang baru pertama kali bertemu.


''Begini dokter,jadi kedatangan kami kesini untuk memeriksakan kandungan istri saya.'' jawab Aldi dengan wajah datarnya.


Kinan sempat tak percaya dengan apa yang diucapkan suaminya, padahal Kinan sempat berpikir tadi kalau suaminya itu pasti akan membawanya pulang,tapi kenyataannya tidak.


''Baiklah, sebelumnya apakah ada keluhan yang ibu rasakan?'' tanya Rendy lagi.


''Jadi selama hamil, saya merasa sering pusing dok,dan juga mual.'' jawab Kinan


Kinan terus menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang ditanya kan oleh Rendy pada nya.


''Memang diusia kandungan yang baru menginjak enam atau delapan minggu, biasanya akan merasakan mual, yang disebabkan oleh peningkatan kadar hormon yang terjadi saat kehamilan, biasanya rasa mual akan mulai hilang setelah usia kandungan menginjak dua belas sampai empat belas minggu.'' jelas Rendy.


''Baiklah bu Kinan, sekarang silahkan berbaring disana kita akan melagukan USG. '' jelas Rendy sambil mengarahkan Kinan kesalah satu bangsal yang tak jauh dari mereka duduk.


Kinan melirik pada Aldi,setelah melihat suaminya mengangguk akhirnya Kinan beranjak dari duduknya bersama Aldi,,mengikuti Rendy yang saat ini telah berada dekat dengan monitor


''Silahkan berbaring disana bu Kinan!"


Kinan yang saat itu masih berdiri langsung melangkah menuju tempat yang dimaksud.


''Mmm,,maaf bisa kah ibu menaikan baju sedikit keatas?karna saya akan mengoleskan sedikit gel dipermukaan kulit bu Kinan untuk pemeriksaan.'' jelas Rendy, yang sebenarnya merasa sedikit gugup.


''Jika aku menyikap baju ku,, itu artinya bang Rendy akan melihat perutku dong.


Batin Kinan merasa gugup.


Jujur, saat ini jantung Kinan berdebar dengan kencang,apa lagi setelah Rendy mengoleskan sebuah gel diatas perutnya, dingin, itulah yang ia rasakan saat gel tersebut berada diatas perutnya.


Rendy mulai meletakan alat yang ada ditangannya keatas perut Kinan, membuat Kinan merasa geli,saat benda tersebut menempel dikulit perut nya, dan tanpa sengaja jari tangan Rendy menyentuh perut Kinan.Namun dengan cepat Rendy menarik tangannya


''Maaf,'' ucap Rendy tanpa mengeluarkan suara,dan Kinan mengangguk pelan,kejadian itu tak luput dari pandangan Aldi, namun suami dari Kinan itu tak bereaksi apapun.


Suara detak jantung bayi Kinan sangat terdengar dengan jelas, membuat Rendy tersenyum samar, tanpa diketahui oleh Kinan atau pun Aldi.


''Coba dengar detak jantungnya,,dan lihat lah itu janinnya, karna usianya masih enam minggu jadi belum terlalu kelihatan, tapi tangannya yang itu, terlihat seperti dayung, lucu sekali.'' jelas Rendy tanpa sadar iya tersenyum lebar.


''Benarkah ini detak jantung anakku bang Rendy?? terus yang mana dia??kok aku gk jelas liat nya?'' tanya Kinan sambil terus memperhatikan layar monitor didepannya.


''Yang ini, ini kepala nya, yang itu tangannya dan itu kupingnya yang masih berbentuk seperti cekungan.'' jelas Rendy lagi.


''Ooh,,yang itu ya bang, lucu ya?.'' sambung Kinan sambil tersenyum penuh haru.


Sadar atau tidak, saat ini mereka terlihat sangat akrap, tak ada rasa canggung diantara keduanya.


Tanpa mereka sadari ada hati yang terluka melihat kedekatan mereka.


''Sudah sebegitu dekatnya kah kamu dengan Rendy, kamu terlihat tak ada beban saat berdekatan dengannya, beda sekali saat bersama ku yang selalu memberimu beban hidup.


Batin Aldi, sambil memegangi dada nya yang terasa sesak.


''Apakah itu anak kita sayang,, lucu sekali ya, hasil buah cinta kita.'' ucap Aldi penuh penekanan dan juga sindiran disetiap katanya, secara tidak langsung Aldi menegaskan kalau yang Kinan kandung adalah benih cinta nya.


Kinan yang baru tersadar bahwa dia bersama sang suami langsung merutuki dirinya sendiri,kenapa dirinya bisa sampai melupakan keberadaan suaminya itu.


''Ada apa denganku,kenapa aku malah ngobrol sama bang Rendy,,pasti bang Aldi marah sekali.


Ucap batin Kinan.


Setelah pemeriksaan, Aldi dan Kinan kembali menuju tempat duduknya.


''Saya akan tuliskan resep vitamin buat ibu. Ibu Kinan juga harus minum susu ibu hamil, ada kok susu yang mengurangi rasa mual diperut. Dan saya sarankan agar ibu meminum susu tersebut.'' ucap Rendy.


''Anda tidak perlu khawatir pak dokter,saya sebagai suaminya akan menjaga anak dan istri saya dengan sebaik-baiknya,dan saya juga tidak akan membiarkan istri saya kekurangan apapun dalam masa kehamilannya.'' tekan Aldi,sambil menatap dingin pada Rendy.


''Ah tentu saja pak Aldi, saya senang jika anda sebagai suaminya selalu siaga menjaga istrinya, dan harus benar-benar di jaga.'' jawab Rendy membalas tatapan dingin Aldi


Kinan melihat dua orang pria yang ada didepannya saat ini sudah mulai memancarkan sinyal peperangan, tak ingin terjadi hal-hal yang tak diinginkan Kinan langsung bergegas membawa suaminya untuk segera keluar dari ruangan tersebut.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2