Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Alasan Kinan Bertahan


__ADS_3

Saat ini Kinan duduk berhadapan dengan Rendy,sedangkan Lia sedang memesan makanan didepan.


''Apa kabar Kinan?lama tidak bertemu? kamu makin cantik saja!" sambungnya dan tentu saja itu hanya diucapkannya dalam hati.


''Alhamdulillah sehat.'' jawab Kinan,jujur saja ia merasa canggung saat berada dekat dengan Rendy


''Kalau dia sehat juga kan?'' tanya Rendy lagi.


''Dia? dia siapa?'' tanya Kinan dengan dahi yang mengkerut


''Kandunganmu!'' ucap Rendy,sambil menatap Kinan lekat


''K-kandunganku???


''Dari mana dia tau kalau aku sedang mengandung?tidak mungkin kan bang Aldi yang memberitahukannya,itu tidak mungkin.


Batin Kinan, merasa bingung sendiri


''Gk usah bingung abang tau dari mana, abang harap dia juga baik-baik saja didalam sana.'' sambung Rendy


Tak lama Lia datang sambil membawa pesanan mereka.


''Loh Lia kenapa malah kamu yang bawa pesanannya,oh sekarang profesimu sudah berganti jadi pelayan bakso ya?'' ejek Rendy, Lia hanya mendengus menanggapi candaan abang sepupunya itu.


''Maaf merepotkanmu.'' ucap Kinan merasa tak enak hati


''Santai saja, silankan dimakan!" sambung Lia lagi.


Saat ini ketiga nya sedang menikmati bakso,sesekali mereka juga terlihat ngobrol bersama,namun Kinan lebih banyak mendengarkan hanya sesekali saja dia bicara itupun kalau ditanya oleh Lia.


''Kinan maaf itu ada saos yang nempel di situ,'' ucap Rendy sambil menunjuk bibir Kinan.


''Hah?dimana?'' ucapnya sambil mengelap mulutnya sembarangan.


''Biar abang bantu.'' ucap Rendy, sambil menyentuh sisi bibir Kinan dengan jempolnya,seketika jantung Kinan berdebar merasakan sentuhan tangan Rendy.


Namun tiba-tiba


Prok..prok..prok.


Terdengar suara tepuk tangan dari seseorang, membuat Rendy langsung menurunkan tangannya dari bibir Kinan.


''Bagus-bagus, enak sekali kalian disini mesra-mesraan ya? dan kau Kinan, harus berapa kali kukatakan sama kamu,agar jangan pernah lagi menemui pria ini, dan sekarang apa yang kulihat,,kau membiarkan tangannya menyentuh bibirmu itu,dan kau malah mendiamkannya.Aku tidak habis pikir kenapa masih saja kamu menemuinya dibelakangku hah??'' maki Aldi dengan suara yang menggelegar,membuat pengunjung yang ada disana menatap kearah mereka.


''Aldi apa begini kamu bicara pada istrimu, dia tidak salah, kami hanya tidak sengaja bertemu disini.'' bela Rendy.


''Waahh,,apa benar hanya ketidak sengajaan saja? tapi kenapa terlalu sering kalian bertemu tanpa sengaja ya? mungkin kalian berdua memang jodoh.'' ucap Aldi yang mengandung nada ejekan.


''Bang Aldi,kamu itu salah paham,lagi pula yang kamu lihat kan mereka gk hanya berdua ada aku disini, emangnya bang Aldi gk anggap aku ada ya?'' ucap Lia terdengar kesal karna Aldi asal menuduh tanpa bukti yang jelas.


''Lia,seharusnya kamu sebagai adiknya menasehatinya, bukannya malah mendukung perbuatannya yang buruk ini.'' tuduh Aldi


'' Bang, aku gk belain bang Rendy, aku akui dia memang salah karna sudah menyukai Kinan, tapi pertemuan ini emang gk disengaja,bang Aldi sekarang kok banyak berubah ya,gk kayak bang Aldi yang aku kenal dulu.''


''Ya,kau benar,aku bukanlah Aldi yang dulu,Aldi yang dulu sudah mati, karna penghianatan seseorang.'' jelas Aldi sambil melirik pada Kinan.


''Kinan kamu sudah selesai kan? sebaiknya kita pulang sekarang!" ucap Aldi sambil mencoba menarik pergelangan tangan istrinya.


''Aww,,'' ringis Kinan saat tangannya ditarik dengan kuat oleh Aldi,tanpa memperdulikan Lia dan Rendy yang masih ada disana.


''Bang Aldi kok kasar sekali sama istri nya ya bang,sangat jauh berubah dari yang dulu.'' jelas Lia sambil memperhatikan punggung keduanya yang kian menjauh.


''Apa selama ini Aldi memperlakukanmu seperti itu Kinan?.''


Batin Rendy,saat melihat perlakuan Aldi yang menurutnya sangat kasar pada Kinan.


''Bang kenapa melamun?gk rela kalau pujaan hati dibawa laki-laki lain?'' ejek Lia,membuat Rendy mendengus kesal


Sedangkan dalam perjalanan pulang,Aldi dan Kinan hanya saling diam,hingga mereka sampai Aldi masih tetap diam.


''Loh Al,bukannya kamu tadi antar Lina pulang ya?kok sekarang bisa sama Kinan?'' tanya bu Retno heran.

__ADS_1


''Kebetulan ketemu buk.'' jawab Aldi kemudian langsung masuk kedalam rumah meninggalkan Kinan begitu saja.


''Buk, aku....


''Aduuhh..kenapa panas sekali ya diluar.'' ucap bu Retno sambil melangkah masuk tanpa mau mendengarkan ucapan Kinan.


''Huuff,,demi kamu nak,ibu akan tetap bertahan sampai waktunya tiba.'' gumam Kinan.


Sedangkan didalam kamar,Aldi duduk bersandar disandaran tempat tidur,matanya terpejam,ia memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.


Tiba-tiba ia merasakan tangan lembut yang menyentuh keningnya memijat kepalanya dengan lembut.


''Bang aku minta maaf,tadi aku benar-benar tidak sengaja bertemu mereka disana.'' ucap Kinan kembali mencoba memberi penjelasan pada Aldi.


Namun Aldi hanya diam,sambil menikmati pijatan tangan istrinya yang lembut,sudah lama rasanya ia tak merasakan sentuhan tangan sang istri.Bukan karna Kinan yang tidak mau,namun karna Aldi sendirilah yang tak menginginkannya,setiap kali Kinan mendekat,Aldi selalu menghindar dari nya,dan begitulah seterusnya.


Ingin sekali Kinan bermanja pada suaminya,namun ia tak berani,takut kalau Aldi kembali marah padanya.


''Bang,apa abang....'' Kinan tak lagi melanjutkan ucapannya, karna mendengar dengkuran halus yang keluar dari mulut Aldi,,menandakan kalau suaminya itu sudah tertidur dengan pulas.


Setelah Kinan membenarkan posisi tidur suaminya,Kinan pun segera merebahkan tubuhnya disamping Aldi.


DITEMPAT LAIN..


Saat ini Toni sedang berdiri didepan cermin sambil menyisir rambutnya yang sudah mulai sedikit panjang.


''Abang mau kemana bang?'' tanya Wati sambil memperhatikan suaminya.


''Mau kerumah teman.'' jawab nya


''Belakangan ini kok perasaan, abang sering sekali ya main kerumah teman abang?biasanya gk pernah.'' sambung Wati lagi


''Kamu ini aneh ya lama-lama, dulu aku dirumah aja kamu merepet, dan selalu menyuruhku untuk pergi kerumah temanku,dan sekarang setelah aku menuruti saran dari mu kamu nya protes gimana sih.'' ucap Toni sambil meletakkan sisir dengan kasar.


''Kamu itu aneh sekarang bang,apa jangan-jangan kamu punya selingkuhan ya diluar sana?'' tanya Wati penuh selidik.


''Wati! kamu itu jangan asal nuduh sembarangan ya! jadi istri kok bawaannya curigaan mulu, udah ah, abang pergi saja.'' sambung Toni sambil melangkah keluar rumah.


''Awas saja kalau sempat aku tau kamu ada main dibelakang ya bang,akan kupotong burungmu itu.'' gumamnya geram.


''Bang,'' sapa seorang wanita yang sedang berdiri didepan pintu.


''Kamu nungguin abang?'' tanya orang yang disapa wanita tadi yang tak lain adalah Toni dan Fitri


''Iya,habisnya kangen sih,'' jawab wanita tersebut.


''Dek,kayaknya setelah ini kita jangan sering-sering ketemu,soalnya Wati sudah mulai curiga sama abang,apa lagi saat abang gk pulang semalam.'' jelas Toni


''Iya gpp, tadi Wati juga baru chat aku dia menyuruhku untuk datang kerumah,katanya mau curhat, terus kubilang aja kalau sekarang aku sedang berada dirumah ibu dan besok baru bisa pulang.'' jelas Fitri


''Yasudah sebaiknya kita masuk,aku tadi buat pisang goreng buat abang mumpung masih hangat.'' ucap Fitri sambil melangkah masuk kedalam sambil menggandeng lengan Toni.


Jam sudah menunjukan pukul lima sore,Kinan terbangun dari tidurnya,saat menoleh kesamping ia tak lagi melihat suaminya disana.


''Kamu kemana lagi bang,kenapa rasanya begitu sulit untuk bicara denganmu.'' gumam Kinan,setelah itu ia segera beranjak dari tempat tidur.


Namun saat Kinan hendak keluar dari kamar,tiba-tiba asa suara yang mengagetkannya


''Mau kemana kamu?'' tanya Aldi yang baru keluar dari kamar mandi.


''Bang, sudah sore aku mau menyiapkan makan malam,, tadi ku kira abang ada diluar ternyata dikamar mandi.'' ucap Kinan.


''Hmm,'' ucap Aldi


''Apa abang ingin mengatakan sesuatu?'' tanya Kinan yang sangat berharap mereka bisa bicara dari hati kehati


''Tidak keluarlah!'' jawab Aldi sambil melangkah menuju tempat tidur lalu mengambil ponselnya yang terletap diatas nakas.


Dengan langkah gontai Kinan segera keluar dari kamar dan langsung menuju dapur, untuk menyiapkan menu makan malam


''Ayah sedang apa?'' tanya Kinan saat melihat sang ayah mertua yang berada didapur.

__ADS_1


''Oh,ayah sedang membuat kopi.'' jawab pak Pardi


''Biar aku saja yang bikin buat ayah,sebaiknya ayah duduk saja didepan nanti aku antar.'' ucap Kinan


Pak pardi tersenyum sambil terus memperhatikan menantunya yang sedang membuatkan kopi untuknya.Pak Pardi merasa sangat bersyukur mempunyai menantu seperti Kinan,yang tidak pernah menuntut apa pun pada suaminya, selalu sabar dan tidak pernah mengeluh walau pun istrinya selalu memperlakukan nya dengan buruk.


''Loh yah,kenapa masih disini?'' tanya Kinan saat melihat sang ayah mertua yang belum beranjak dari tempatnya.


''Nak ayah ingin bicara denganmu,duduklah!"


''Ada apa yah?ayah ingin bicara apa denganku?'' tanya kinan sambil mendudukannya boko*ngnya dikursi tak jauh dari pak Pardi


''Nak terimakasih sampai saat ini kamu masih mau jadi menantu ayah,ayah tau selama kamu menjadi istri Aldi,istri ayah tidak pernah memperlakukanmu dengan baik,bahkan sampai sekarang kamu sudah mengandung cucunya pun ibu masih saja memperlakukanmu dengan buruk,dan maaf ayah masih belum bisa berbuat apa pun, rasanya sebagai suami ayah sudah gagal mendidik istri ayah,,dan ayah juga tidak bisa membuat ibu merubah perlakuannya padamu maafkan ayah.Apa lagi sekarang Aldi juga sudah mulai mengikuti jejak ibunya,ayah merasa tidak ada kehangatan lagi dirumah ini ,ayah merasa tinggal bersama orang asing sekarang.'' ucap pak Pardi merasa sedih saat mengeluarkan isi hatinya yang selama ini ia pendam.


''Ayah, aku sangat bahagia menjadi bagian dari keluarga ini, dan aku juga sangat bersyukur punya mertua seperti kalian,, walau ibu belum bisa menerimaku sebagai menantunya tidak apa-apa,, aku yakin suatu saat ibu akan sayang dan bisa menerimaku sebagai menantunya. Dan mengenai bang Aldi aku bisa maklum mungin dia masih marah denganku karna mengira aku sudah berselingkuh dengan pria lain, tapi ayah percayakan kalau semua itu tidak benar, alasan kenapa aku masih tetap tinggal disini adalah karna aku ingin membuktikan kalau aku tidak pernah melakukan kesalahan itu, dan aku juga tak ingin lari dari masalah, dengan aku pergi dari sini, secara tidak langsung aku mengakui kalu aku sudah berselingkuh iya kan? makanya aku gk mau sampai itu terjadi yah, aku tidak ingin pergi dari rumah ini, karna kalau aku pergi, berarti ibu dan bang Aldi mengira kalau aku memang sudah berselingkuh.'' jelas Kinan panjang lebar.


Tanpa mereka sadari bu Retno mendengar pembicaraan mereka sejak tadi.


♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧


''Sebenarnya bang Toni kerumah temannya yang mana sih, kok aku jadi penasaran ya,lagi pula belakangan ini bang Toni sudah jarang sekali minta jatah pada ku,padahal biasanya dalam seminggu bisa lima kali dia minta.'' gumam Wati


''Bang sampai kapan kita akan terus menyembunyikan hubungan kita dari Wati? aku mau secepatnya abang nikahi aku,aku gk mau sampai kehilangan kamu bang,aku sangat nyaman bersama abang.'' ucap Fitri sambil menyandarkan kepalanya dibahu Toni


''Entahlah dek,tapi abang harap kamu bersabar, jika waktunya sudah pas abang pasti bicara pada Wati.'' jawab Toni


Sedangkan dirumah kediaman pak Pardi,saat ini terlihat bu Retno sedang duduk diteras rumah sambil bermain dengan cucunya Kevin.


''Buk, ini ada pisang goreng dan juga teh buat ibu.'' ucap Kinan sambil meletakkan pisang tersebut bersama secangkir teh diatas meja.Setelah itu Kinan langsung masuk kedalam rumah karna ia masih menggoreng ikan didapur,namun sebelum ia masuk bu Retno berucap


''Terimakasih.'' ucap bu Retno tanpa melihat pada Kinan.


''Iya buk,sama-sama.'' jawab Kinan sambil tersenyum,untuk pertama kalinya Kinan mendapat ucapan terimakasih pada sang ibu mertua tentu membuatnya merasa senang.


Bu Retno mengambil pisang goreng yang terletak diatas meja,lalu memasukannya kedalam mulutnya.


''Kevin mau pisang sayang?biar nenek tiupin dulu ya,ini masih panas.'' ucap bu Retno sambil meniup pisang goreng lali memberikannya pada Kevin cucunya.


Setelah menunaikan ibadah sholat magrib Kinan dan yang lainnya menuju meja makan untuk makan malam.


Tak ada yang bersuara saat ini,hanya terdengar dentingan sendok dan garpu.


''Aku sudah selesai.'' ucap Aldi sambil beranjak dari duduknya menuju kamar.


''Ibu juga sudah selesai.'' sambung bu Retno sambil menuju ruang tamu.


Hanya tersisa pak Pardi dan Kinan saja di meja makan.


''Kinan tersenyum, untuk meyakinkan pada sang ayah mertua bahwa dia baik-baik saja,saat ayah nya itu menatap tidak enak pada nya atas sikap anak dan juga istrinya.


Setelah membersihkan sisa makan malam Kinan segera menuju kamar,namun sebelum masuk bu Retno memanggilnya.


''Kinan kemari sebentar!" panggil bu Retno.


''Iya bu ada apa?'' tanya Kinan setelah berada didepan bu Retno.


''Tolong mintakan ibu manisan buah salak pada Wati,minta satu bungkus sama dia!" ucap bu Retno dengan nada ketus nya.


''Iya bu,'' jawab Kinan sambil melangkahkan kakinya menuju pintu depan.


''Manisan salak,seger sekali kedengarannya.'' gumam Kinan,sambil terus melangkah menuju rumah Wati.


''Assalamu'alaimum.''


''Wa'alaikum salam...,,Kinan ada apa kemari?'' tanya Wati yang terlihat tidak suka akan kedatangannya.


''Gini mba,tadi ibu menyuruhku untuk ambil manisan salak dirumah mba Wati katanya.'' jelas Kinan.


''Loh, bukannya tadi ibu bilang gk mau ya? kok sekarang diminta lagi?


NEXT

__ADS_1


__ADS_2