
Setelah acara makan-makan selesai,mereka kembali bercengkrama diruang tamu,sedangkan Kinan memilih untuk membersihkan sisa makanan dan juga piring yang kotor,karna ia malas kalau sampai ibu dan kakak iparnya itu kembali memojokannya lagi.
''Kinan.'' panggil seseorang yang membuat Kinan terkejut.
''Bang Rendy,'' ucapnya pelan.
''Abang mau numpang kamar mandi.'' ucap Rendy
''S-silahkan bang.'' jawab Kinan sedikit gugup,entah kenapa perasaannya jadi tidak karuan setiap kali berhadapan dengan Rendy.
Beberapa saat kemudian Rendy keluar dari kamar mandi.
''Kin,apa kamu yang membersihkan semua itu?'' tanya Rendy,membuat Kinan kembali merasa terkejut
''Iya bang,abang sudah selesai? sebaiknya bang Rendy didepan saja,mungkin bang Aldi sudah menunggu abang.'' usir Kinan dengan halus
''Hmm,,'' ucap Rendy tersenyum tipis kemudian kembali kedepan
''Huuff!! kenapa jantungku deg-degan terus kalau berhadapan dengan bang Rendy.'' gumamnya yang sedikit merasa lega karna Rendy sudah menjauh darinya.
Sedangkan didepan bu Retno saat ini sedang duduk bersama Lia,Wati dan juga Aldi sedangkan Tejo dan Ningsih memilih pulang kerumah karna sebentar lagi mereka akan pergi kesuatu tempat.
''Dek abang pulang dulu ya,soalnya abang ngantuk sekali.'' ucap Toni
''Buk,aku pulang ya, Lia lain kali mampir kerumah.'' ucap Toni berbasa-basi.
''Iya bang,'' jawab Lia
Wati memilih tinggal karna permintaan bu Retno.
''Oya Lia,Rendy itu sudah punya pacar belum?'' tanya Wati
''Kurang tau mba,tapi kayaknya belakangan ini dia lagi dekat sama cewe deh,tapi aku sendiri juga kurang yakin sih,soalnya belum pernah liat juga.'' jawab Lia sambil terkekeh pelan merasa lucu dengan jawabannya sendiri
''Lagi ngomongin apa?seru sekali?'' tanya Rendy tiba-tiba datang dari arah belakang
''Lama amat bang kekamar mandi doang?'' tanya Lia.
''Pacaran dulu kali,'' ucap Wati, sambil terkejeh pelan,,membuat semua yang ada disana menatap kearah nya,termasuk Rendy
''Kok pada liatin aku,kan aku hanya becanda tadi.'' sambungnya lagi
''Kamu ini Wat,becanda nya yang aneh-aneh saja,lagi pula dibelakang kan hanya ada Kinan, masa iya Rendy pacaran sama Kinan.'' ucap bu Retno yang memang punya maksud tertentu berkata seperti itu,walau terdengar seperti candaan.
__ADS_1
''Kalian ini bicara apa sih?kalau becanda itu pada tempatnya!'' ucap Aldi merasa tak suka dengan candaan ibu dan juga kakak iparnya yang selalu terlihat kompak belakangan ini.
''Ya ampun Al,kamu gitu aja udah cemburu,gimana kalau sampai beneran.'' ucap Wati semangkin memanas-manasin Aldi.
Sedangkan Rendy hanya tersenyum tipis menaggapi candaan mereka.
''Sepertinya Aldi sangat mencintai Kinan ya bu,'' ucap Lia bersuara
''Cinta buta Li,hingga tak bisa lagi membedakan mana yang baik dan buruk.'' tambah bu Retno.
''Bu,kalian ini kenapa sih? jadi menurut ibu dan mba Wati Kinan itu tidak baik,git.'' dengus Aldi
''Bukan menjelekan Al,tapi biasanya kebanyakan orang yang kayak gitu,kalau udah bucin lupa segalanya.'' sindir bu Retno
Lia dan Rendy saling pandang,saat mendengar perdebatan kecil antara ibu dan anak itu,namun mereka hanya memilih diam tanpa ingin berniat ikut campur.
Tak lama Kinan datang,dengan membawa potongan buah pir dan juga apel yang sudah dikupas, buah yang dibawa oleh Lia dan Rendy tadi,,lalu meletakan diatas meja.
''Waah,seger nih,'' ucap Wati sambil meraih potongan buat pir lalu melahapnya tanpa ragu.
''Abang mau?'' tanya Kinan sambil menatap suaminya.
''Boleh,'' jawabnya
Kinan mengambil beberapa potongan buah lalu menaruhnya diatas piring kecil dan langsung menyerahkannya pada Aldi.
''Aaa...sayang!" ucap Aldi sambil menyodorkan buah kemulut Kinan
Dengan malu-malu Kinan membuka mulutnya hingga buah tersebut masuk kedalam mulutnya.
Perlakuan yang Aldi berika pada Kinan tak luput dari pandangan Rendy,ada rasa sesak didadanya saat melihat kemesraan antara keduanya,karna merasa tak sanggup Rendy membuang pandangannya kesembarang arah.
''Uuhhgg,,rasanya aku kepanasan ini,'' ucap Wati,yang sebenarnya sedang menyindir Rendy
Disisi lain Lia juga memperhatikan kemesraan yang diciptakan oleh Aldi kepada Kinan,bu Retno yang melihat Lia menatap kearah mereka langsung berdehem kuat.
''Eekkhem,,'' deheman bu Retno membuat Lia seketika tersadar.
''Oya bang Al,gimana kerjaannya lancar?'' tanya Lia untuk mengusir rasa canggungnya saat melihat kemesraan merek tadi
''Alhamdulillah lancar, orang yang sebagian berobat juga mengatakan merasa puas dengan pelayanan klinik kami.'' jawab Aldi
''Itu,yang membantu abang diklinik ada berapa orang bang?'' tanya Lia lagi
__ADS_1
''Dua orang perawat,kemarin sih tiga hanya sekarang tinggal dua.'' jelas Aldi
Sedangkan Kinan hanya diam disamping suaminya,mendengarkan percakapan antara Lia dan Aldi
Rendy melirik pada Kinan yang saat itu sedang mendengarkan mereka bicara,namun tiba-tiba Kinan juga menatap kearah Rendy
1detik
2detik
3detik
Jantung Kinan kembali berdetak dengan kencang,saat sepasang netra hitam itu menatap lekat padanya.Kemudian dengan cepat Kinan langsung mengalihkan pandangannya ketempat lain.
''Ada apa denganku,kenapa jantungku rasanya seperti mau copot dari tempatnya,sepertinya ada masalah dengan jantungku ini.
Ucap batin Kinan
Namun ternyata bukan hanya Kinan yang merasakan hal yang sama,Rendy pun demikian,ia juga merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya,setiap kali ia berhadapan dengan Kinan,namun ia sudah menyadari perasaannya pada Kinan,berbeda dengan Kinan,ia beranggapan kalau jantungnya sedang bermasalah saat ini.
''Rendy boleh ibu bertanya sesuatu sama kamu?'' ucap bu Retno tiba-tiba
''Silahkan bu! ibu mau bertanya apa?'' tanya Rendy
''Apa kamu sudah memiliki kekasih?'' tanya bu Retno,yang terlihat serius dimata Rendy,lebih tepatnya Rendy merasa bu Retno seperti sedang mengintrogasinya
''Oh,saya belum punya pasangan bu.'' jawab Rendy sedikit gugup,,nanun ia mencoba tetap tenang.
''Dia itu susah jatuh cinta buk,makanya sekarang masih jomblo,kadang aku juga heran, wajah ok,pekerjaan mapan,tapi kok masalah percintaannya menyedih begini ya.'' sindir Aldi
''Mungkin si Rendy terlalu memilih yang sempurna kali ya Ren?''sambung Wati
''Bukan begitu juga mba,kalau saya tidak memilih pada siapa saya harus jatuh cinta, ya kalau memang sudah cinta pasti akan saya perjuangkan.'' jawab Rendy seadanya.
''Termasuk istri orang??'' sarkas Wati.
Pertanyaan menohok yang di ucapkan Wati membuat Rendy tiba-tiba terdiam.
Bu Retno yang melihat Rendy terdiam langsung bereaksi
''Wati kamu ini apa-apaan sih,kok pertanyaannya aneh-aneh begitu, nak Rendy ini berpendidikan mana mungkin nak Rendy ini suka sama istri orang,ya kan nak Rendy?'' ucap bu Retno yang sebenarnya ingin lebih memastikan.
Pertanyaan yang menyudutkan dari keduanya membuat Rendy berpikir kerasa untuk menjawab mereka, sebenarnya bisa saja Rendy berbohong, dan mengatakan tidak,namun ia tak ingin disebut laki-laki yang munafik.
__ADS_1
''Mba Wati kenapa bertanya seperti itu,mba?mana mungkin Rendy menyukai istri orang,benar gk bro?'' ucap Aldi memastikan.
NEXT