
Tepat jam delapan malam mereka pulang dari kediaman mak Lasmi,setelah berpamitan dengan mak Lasmi, Aldi langsung menaiki motornya bersama sang istri.Selama diperjalanan Kinan hanya diam,namun tangan dan tubuhnya melekat erat ditubuh suaminya,Aldi tersenyum kala menyadari hal itu,walaupun tak ada kata yang terucap dari bibir keduanya namun bahasa tubuh mereka sudah bisa membuktikan kalau mereka memang saling membutuhkan dan juga saling menyayangi.
Hampir satu jam mereka mengendarai motor, tak terasa kini mereka sudah sampai dihalaman rumah kedua orang tua Aldi,jam baru menunjukan pukul sembilan malam,namun suasana ditempat itu sudah sangat sunyi.Bahkan lampu didalam rumah kedua abangnya juga terlihat sudah mati.
''Kenapa sunyi sekali bang,rumah mba Wati dan mba Ning juga sudah gelap,tidak mungkin kan mereka sudah pada tidur dijam segini.''ucap Kinan yang merasa aneh
''Sudahlah gk usah dipikirin,lagi pula ini kan malam jumat tentu saja mereka cepat mematikan lampu.''jawab Aldi asal
''Maksud abang apa sih,aku gk ngerti? lagi pula apa hubungannya malam jumat dengan hidup atau matinya lampu.''ucap Kinan lagi,merasa heran.
''Ya tentu saja ada lah dek,bahkan bentar lagi kita juga akan melakukan hal yang sama.''ucapnya lagi yang membuat Kinan semakin merasa penasaran.
''Maksud abang,kita juga akan matikan lampu? gitu?ya iyalah,kan gk mungkin lampu dibiarkan menyala semuanya kalau tidur.''ucap Kinan,yang masih belum paham.
Melihat istrikan merasa penasaran Aldi pun akhirnya membisikan sesuatu ditelinga Kinan,bahkan Aldi sengaja men-jilat cuping sang istri,yang membuat Kinan kegelian
''Udah ngertikan maksudnya?''tanya Aldi
Kinan tidak menjawab,namun langsung berlalu menuju teras rumah dengan wajah yang bersemu, meninggalkan Aldi sendiri yang masih berada dihalaman rumah.
''Assalamu'alaikum.''ucap Kinan,setrlah berada didepan pintu.
''Buk,assalamu'alikum.''ucap Kinan lagi,namun sepertinya tidak ada tanda-tanda kehidupan didalam rumah tersebut.
__ADS_1
''Kenapa dek?apa pintunya belum dibukakan sama ibu?''tanya Aldi setelah berdiri disamping Kinan
''Belum bang,sejak tadi aku panggilin ibu gk bukain,jangan-jangan mereka tidak ada dirumah kali ya bang?''
''Gk mungkin dek,kalau pun mereka keluar pasti sudah kembali jam segini,biar abang yang coba panggil.''ucap Aldi sambil mengetuk pintu rumah.
Tok-tok-tok..
''Assalamu'alaikum,buk!''panggil Aldi sambil mengucapkan salam.
''Wa'alaikum salam.''jawab seseorang dari dalam rumah.
Terlihat lampu tengah menyala,tak lama pintu depan pun terbuka dan muncullah sosok ibu mertua dengan memakai baju daster dengan berbahan batik,lengkap dengan hijab instan yang menutupi rambutnya.
Setelah mengatakan itu bu Retno langsung masuk kembali kedalam rumah,Kinan dan Aldi saling pandang merasa tak enak hati,karna mereka berdua benar-benar lupa memberi kabar pada orang rumah,apa lagi Aldi,ia merutuki kebodohannya sendiri,karna sampai lupa mengabari sang ibu.
''Jelaskan pada ibu,kenap kalian sampai tidak memberi kabar pada ibu?apa kamu tau Al,gimana kawatirnya ibu karna kamu sama sekali tidak memberi kabar sama ibu.''ucap bu Retno sambil menatap wajah anak dan mantunya itu secara bergantian,namun saat matanya menatap pada Kinan wajahnya berubah seperti menatap penuh dengan kebencian.
''Bu,maaf kami gk bermaksud untuk membuat ibu dan ayah kawatir,sekali lagi aku dan bang Al minta maaf.''ucap Kinan
''Iya bu,jangan marah ya,aku dan Kinan benar-benar lupa untuk memberikabar pada ibu dan juga ayah.''jelas Aldi
''Kamu dan Kinan boleh lupa,tapi apa mertuamu juga sama sekali tidak mengingatkan kalian untuk memberi kabar?apa mungkin mertua mu itu sudah pikun kali ya, atau mertuamu itu memang sengaja melakukannya,oh,,iya,, saya lupa, sebagai orang yang tak berpendidikan mana mungkin ia mengingatkan anak dan mantunya untuk memberi kabar pada kami.''ucap bu Retno dengan kata-kata pedasnya.
__ADS_1
Saat mendengar ucapan ibu mertuanya itu darah Kinan rasanya berdesir,menahan amarah,rasanya ia sangat tidak terima dengan kata-kata mertuanya itu yang berkata buruk tentang emaknya,apa lagi ia berkata didepannya langsung,namun saat Kinan hendak menjawab perkataan bu Retno ternyata diluar dugaan,Aldi yang biasanya tidak pernah melawan atau membantah pada ibunya kini ia menjawab perkataan ibunya tersebut,karna menurutnya perkataan ibunya itu sudah melukai hati istrinya,dan sebagai suami Aldi tidak bisa membuat sang istri terus-menerus disakiti.
''Bu, aku harap ibu tidak akan pernah lagi berkata buruk tengtang emaknya Kinan,walau bagai mana pun yang ibu jelek-jelekan itu adalah mertuaku yang dudah pasti perkataan ibu itu telah melukai perasaan Kinan istriku,dan aku tidak mau itu kembali terulang,aku akui aku dan Kinan memang salah karna lupa mengabari ibu,tapi bukan berarti ibu bisa berkata buruk pada mak Lasmi,dia tidak salah disini,dan aku harap ibu mengerti ucapanku,dan ibu juga harus menghormati mak Lasmi sebagai mertuaku''jelas Aldi,yang disetiap ucapannya penuh dengan ketegasan.
Bu Retno yang mendengar ucapan Aldi barusan benar-benar terlihat syok,hingga tidak bisa berkata apapun,begitu pula dengan Kinan,ia juga tidak menyangka kalau suaminya itu akan berkata seperti itu pada ibunya.
''Kalau memang sudah tidak ada lagi yang mau ibu ucapakan,, aku dan Kinan kekamar dulu,ayo dek!" ajak Aldi sambil menarik tangan Kinan menuju kamar.
Bu Retno menatap nanar pada pada punggung anak dan mantunya itu,hingga hilang dibalik pintu kamar.
''Bang,apa tidak apa-apa abang bicara seperti itu?sepertinya ibu terlihat sangat syok tadi.''ucap Kinan.
''Abang tau,sebenarnya abang juga tidak tega,dan abang juga merasa bersalah karna sudah berkata seperti itu sama ibu,tapi abang juga tidak bisa melihat istri abang merasa terluka oleh ucapan ibu abang sendiri.''ucap Aldi
Walaupun Aldi melihat Kinan hanya diam saat ibunya berkata buruk mengenai emaknya,namun ia tau betul kalau hati istrinya itu pasti sangat terluka,apa lagi yang mengatakan hal buruk tersebut adalah ibu mertuanya sendiri.
''Sudahlah jangan dipikirkan lagi,sebaiknya kamu ganti pakaianmu,kita istirahat!'' ucap Aldi yang diangguki oleh Kinan.
Sedangkan diluar kamar Kinan dan Aldi,tepatnya diruang tamu bu Retno masih terduduk diatas sofa,ucapan Aldi masih terngiang-ngiang ditelinganya,tentang dirinya yang harus menghormati mertua dari putranya itu.
''Aldi,kamu menyuruh ibu untuk menghormati mertuamu,kamu pikir ibu akan melakukannya,apa lagi setelah anaknya Kinan sudah berhasil mencuci otakmu yang kini membuatmu membangkang sama ibu,kamu lihat saja Kinan apa yang akan saya lakukan setelah ini.
Ucap batin bu Retno
__ADS_1
TBC