
Kinan terus berjalan,tanpa memperdulikan teriakan suaminya.
''Sayang hei tunggu dulu!" ucap Aldi yang kini sudah bisa mengejar sang istri.
''Apaan sih bang! sebaiknya kamu kembali pada perempuan itu! sepertinya dia sakit parah.'' ucap Kinan menyindir.
''Dek kamu salah paham, Fuji datang kesini tu ingi--- ,''
''Oh, jadi nama perempuan itu Fuji,orangnya cantik ya?!'' ucap Kinan,memotong ucapan suaminya.
''Kamu cemburu?'' tanya Aldi sambil terus memperhatikan wajah istrinya yang terlihat bette.
''Buat apa aku cemburu, sudalah bang,aku mau pulang saja, sebaiknya kamu kembali!" sambungnya lagi,setelah itu Kinan kembali melangkahkan kakinya.
''Kinan! sayang dengerin abang bicara dulu!" ucap Aldi sambil meraih tangan sang istri
''Apaan lagi sih bang?'' tanya Kinan malas
''Abang itu gk ada hubungan sama dia, tadi itu dia datang keklinik hanya ingin mastiin kalau besok keponakannya itu akan disunat,hanya itu aja kok.'' jelas Aldi
Kinan hanya mengangguk namun dengan bibir yang maju kedepan beberapa senti.
''Sayang kok manyun gitu sih,nanti abang cium nih disini mau hem?'' goda Aldi
''Tau ah,'' jawab Kinan sambil melangkahkan kembali kaki diiringi hentakan kaki.
''Loh-loh,kok ngambek lagi sih.'' ucap Aldi sambil menarik tangan Kinan sedikit kencang,hingga membuat tubuh Kinan menabrak tubuh suaminya.
''Abang ih,apaan sih,main tarik aja.'' protesnya
''Ya habisnya kamu gk mau dengerin abang sih.''
''Gimana mau dengerin,tadi aku nungguin abang selama setengah jam, terus begitu keluar malah liat pemandangan indah didepan mata.'' sindir Kinan
__ADS_1
''Tadi itu tidak sengaja dek,dia mau jatuh,dan abang hanya mencoba membantunya.'' jelas Aldi.
''Udah yuk, sebaiknya kita kembali keklinik! abang laper belum makan.'' ucap Aldi
''Loh, bukannya tadi baru dari luar ya,memangnya bukan untuk makan?'' tanya Kinan.
''Gk,abang belum makan tadi,yasudah yuk!" ajak Aldi sambil menggandeng tangan istrinya menuju klinik.
*
*
*
Saat ini Wati sedang mondar-mandir di teras rumahnya dengan hati yang berkecamuk, bibirnya terus saja mengumpat nama Fitri dan juga suaminya.
''Tega sekali kamu bang,aku gk pernah nyangka kalau kamu bisa sebejat ini.'' gumamnya terlihat emosi
SATU JAM YANG LALU..
Wati yang yang mendengar pun langsung masuk kedalam rumah untuk mempertanyakan perihal kebenaran atas kehamilan Fitri,dan akhirnya bu Retno pun menceritakan semua nya pada Wati tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Terlihat Wati mengepalkan tangannya, ia menggeram, bahkan tak habis pikir dengan suaminya Toni, kenapa bisa-bisanya dia melakukan itu, kenapa tega sekali menyakiti hatinya.Namun ia juga tak mungkin meluapkan kemarahan nya didepan kedua mertuanya, walau bagai mana pun mereka juga tidak tau apa-apa.Tanpa berkata apapun Wati langsung keluar bersama anaknya yang saat itu sedang bermain didepan tv.
***
"Apa yang harus ku lakukan sekarang? tidak mungkin aku membiarkan suamiku menikahi wanita lain." gumam Wati
Jam sudah menunjukan pukul enam sore, saat ini Aldi sedang dalam perjalanan pulang,sedangkan sedangkan Kinan,setelah menemani suaminya makan siang,ia langsung pulang.
Kini motornya sudah sampai dihalaman rumah tempat tinggalnya,namun pandangannya langsung tertuju pada dua orang yang sedang bertengkar didepan rumah.
''Ada apa ya,kenapa mereka bertengkar?'' gumam Aldi,setelah memarkirkan motornya Aldi langsung melangkahkan kakinya menuju rumah tersebut.
__ADS_1
''Ada apa ini,kenapa kalian bertengkar?'' tanya Aldi, pada sepasang suami istri yang ternyata adalah Wati dan Toni.
''Mba mu ini,abang capek baru pulang kerja bukannya disambut dengan senyuman, dia malah marah-marah gk jelas.'' jelas Toni.
''Kamu itu dasar ya,laki-laki kurang ajar,enak saja menyalahkan aku,seolah kau tak punya salah sama sekali.'' ucap Wati geram
''Maksudmu apa??'' tanya Toni
''Sekarang aku tanya,apa jala*ng itu sekarang sedang mengandung anak mu saat ini?!" tanya Wati,penuh dengan penekanan.
''Kamu sudah tau, sebenarnya iya, Fitri sedang hamil,,dan aku akan segera menikahinya.'' jawab Toni tanpa keraguan.
Wati yang mendengar perkataan Toni semangkin murka.
''Apa sebegiti cintanya kau sama jala*ng itu hingga kau sampai menghamilinya hah?? sadar kurang ajar kalian!! bug-bug-bug...'' Wati menyerang Toni dan terus memukuli tubuh suaminya secara memba*bi buta, hingga membuat Toni jatuh tersungkur.
''Mba,mba Wati sudah,hentikan mba!" ucap Aldi mencoba menarik tubuh kakak iparnya itu agar menjauh dari Toni.
''Lepaskan aku Al,biarin abangmu ini mati sekalian! dia sama sekali gk ada mikirin aku dan juga anaknya, sesuka hatinya pergi kapan pun dari rumah,dia sama sekali sudah gk anggap aku sebagai istrinya lagi,huhuhu...'' Wati meraung menagisi nasipnya.
Aldi begitu iba melihat nasip rumah tangga mereka,namun ia juga tak bisa berbuat apa-apa,karna memang masalahnya sudah gk ada jalan keluar lagi menurutnya.Sedangkan Toni hanya diam sambil terduduk dilantai, melihat Wati menangis seperti ini jujur Toni merasa sesak,namun ia juga tidak bisa berbuat apa-apa, walau bagai mana pun ia harus tetap mempertanggungkan jawabkan perbuatannya,karna sudah menghamili Fitri.
''Ada apa kalian magrib-magrib gini ribut hah? Toni apa tang terjadi?'' tanya bu Retno
''Gk ada apa-apa buk, sudahlah sebaiknya ibu dan kamu Al,sebaiknya pulang, aku juga mau mandi.'' ucap Toni yang tak mau memperpanjang masalah,,ia pun bangkit dari duduknya kemudian langsung masuk kedalam rumah.
Bu Retno melihat wajah Wati yang terlihat prustasi,ia sungguh kasihan melihat menantunya itu, untung saja Aldi dulu tidak sampai terjerat oleh cinta palsunya Fitri,kalau tidak mungkin Kinan akan bernasip sama seperti Wati.
''Wati,sebaiknya kamu masuk, ibu tau kalau ini berat untukmu,tapi ibu mohon sekali sama kamu, kamu jangan seperti ini ya?.''
''Gk bisa buk,aku sudah muak sama semua ini,sekarang wanita itu hamil dan pasti bang Toni akan tetap menikahinya walau pun aku melarangnya,aku sangat putus asa buk hiks..hiks...,'' Wati kembali menangis karna hanya itu yang bisa ia lakukan sekarang,untuk menumpahkan rasa kekecewaannya terhadap suaminya itu.
''Kalau gitu ibu dan Aldi pulang dulu ya.'' ucap bu Retno sambil mengusap lembut pundak menantunya,setelah itu ia segera mengajak Aldi untuk pulang kerumah.
__ADS_1
NEXT