
Saat Fitri sedang asik berganti pakaian,diruangan lain Toni sedang bingung mencari letak kamar mandi.
''Dimana ya kamar mandinya?sebaiknya aku tanya kan Fitri,'' gumam Toni sambil menuju kamar Fitri dengan kaki yang sedikit pincang.
Namun alangkah terkejutnya Toni saat berada didepan pintu kamar Fitri yang saat ini terbuka lebar,Toni melihat wanita itu sedang berada didepan cermin sambil memperhatikan kemolekan tubuhnya sendiri.
Bagai ada bongkahan kerikil ditenggorokannya,hingga Toni merasa sangat kesusahan menelan salivanya, seketika jantungnya berdetak dengan kencang,setelah ia melihat wanita itu hanya memakai dala*mannya saja.
Toni langsung kembali ketempat semua dan membatalkan niatnya untuk bertanya pada Fitri,walaupun rasa sesak masih menderanya. Sedangkan dikamarnya setelah berganti pakaian Fitri langsung keluar menuju dimana saat ini suami dari temannya itu berada.
''Bang,kenapa tidak istirahat saja,apa abang merasa tidak nyaman berbaring disini?atau mau pindah dikamarku saja?'' ucap Fitri menawarkan,entah sadar atau tidak pakaian yang ia kenakan saat ini membuat payu*daranya terpampang jelas saat ini karna baju yang ia gunakan mempunyai dada rendah sehingga jika ia membungkuk sedikit saja payu*daranya akan terlihat dengan jelas.
Toni merasa tubuhnya panas dingin,karna jujur saja,selain istrinya, ia belum pernah melihat wanita lain berpenampilan menggoda didepannya.Apa lagi dengan jarak yang begitu dekat.
''Bang Toni kenapa keringatan kayak gitu?apa abang sakit?'' tanya Fitri yang terlihat khawatir.
''Tidak,oya Fit kamar mandinya disebelah mana ya?soalnya sejak tadi abang ingin buang air.'' jelasnya sedikit malu
''Oh,jadi abang keringatan gini karna nahan kencing ya?'' ucap Fitri sambil terkekeh pelan.
''Yuk biar aku anterin,'' ucapnya sambil mencoba memapah Toni
''Gk usah Fit,abang bisa sendiri kok,kamu tunjukin aja dimana letak kamar mandinya.'' ucap Toni
''Itu kamar mandinya berada disamping kamarku.'' jelas Fitri sambil menunjukan letak kamar mandinya.
Setelah itu Toni pun melangkah menuju kamar mandi tersebut dengan kaki yang sedikit tertatih saat berjalan.Fitri terus memperhatikan tubuh Toni dari belakang,tiba-tiba senyumnya terbit,entah apa yang dipikirkannya saat ini.
DITEMPAT LAIN..
''Mba May,Fitri belum datang juga?'' tanya Aldi saat melihat Maya seperti kewalahan melayani orang yang ingin berobat,karna kebetulan hari ini entah kenapa yang ingin berobat para lansia semua,belum lagi yang minta ditemanni hingga cucunya datang menjemput,ada juga yang mau minta diantar kekamar mandi,membuat Maya sedikit kewalahan
''Belum bang,mungkin hari ini dia tidak datang,soalnya kalau dia datang pasti sudah sejak tadi.'' jelas Maya
''Saya juga tau itu, maksud ku apa dia tidak ada memgubungimu dan mengatakan dia datang terlambat?karna sepertinya hari ini kita akan sedikit sibuk.'' jelas Aldi
__ADS_1
''Sepertinya tidak ada bang.'' jawab Maya
''Yasudah kamu temani saja opung itu,sampai cucunya datang, kakek mari saya periksa didalam!" ucap Aldi pada pasien yang ingin berobat.
***
''Fitri sebaiknya abang pulang saja ya,gak enak rasanya kita cuma berdua disini.'' ucap Toni
''Memangnya kenapa bang?toh kiya gk melakukan apa-apa juga,lagi pula penghuni kos disini gk perduli satu sama lain, bahkan mereka juga gk pernah melarang penghuni kos lain membawa pasangannya kesini.'' jelas Fitri
''Sebaiknya abang istirahat saja dulu, nanti agak siangan baru balik.'' ucap nya
''Beneran gpp?'' tanya Toni memastikan
''Iya bang,tenang aja.'' jawabnya yakin
''Ayo,sebaiknya istirahat saja dikamarku,biar abang lebih enakan badannya,kalau dikursi nanti sakit.'' ucap Fitri
''Ta-tapi.....
''Berbaring,dan istirahatlah,aku tinggal dulu ya mau buat makan siang.'' ucap Fitri,yang diangguki Toni
Selama hampir satu jam Toni berada didalam kamar Fitri, namun bukannya tidur,ia malah asik memperhatikan ruangan kamar tersebut yang menurutnya bersih dan wangi.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka,Toni yang saat itu masih berbaring cepat-cepat memejamkan matanya berpura tidur,
''Masih tidur rupanya.''ucap Fitri pelan kemudian langsung menuju kamar mandi,setelah sebelumnya mengambil pakaian ganti.
Setelah Fitri masuk kekamar mandi,Toni kembali membuka matanya,
''Huuff!! untung gk ketahuan gumamnya,namun ia kembali menutup mata karna mendengar suara pintu kembali terbuka.
Suara langkah kaki semangkin mendekat kearah tempat tidur membuat jantung Toni berdetak semangkin kencang.Ingin sekali rasanya ia membuka matanya,namun pasti akan ketahuan kalau sebenarnya tadi ia hanya berpura-pura tidur.
Fitri duduk disisi tempat tidur tepat disamping Toni berbaring,wanita yang berprofesi sebagai perawat itu terus memperhatikan wajah Toni dengan rahang yang ditumbuhi bulu-bulu halus,tiba-tiba Fitri mengulurkan tangannya untuk membelai rahang tersebut,hingga berakhir dibibir tebal agak kehitaman milik Toni
__ADS_1
''Apa yang Fitri lakukan,
Gumam batin Toni merasa gelisah.
''Kalau di cicipi sedikit gpp kali ya.'' gumam Fitri pelan.
Tanpa ragu,Fitri menempelkan bibirnya diatas bibir Toni,lidahnya menjilat seluruh permukaan bibir tersebut,sedangkan Toni, merasa benar-benar kaget,saat merasakan benda kenyal dan hangat menempel dibibirnya,ia juga merasakan lidah Fitri menjilati seluruh permukaan bibirnya,jantungnya berdebar tidak karuan saat ini,ia benar-benar tidak tau apa yang harus dilakukannya,namun karna Fitri terus melu*mat bibirnya tentu saja membuat gairah kelelakiannya terpancing,dan dengan otomatis membalas cumbuan yang diberikan wanita itu.
Fitri tersenyum disela-sela ciumannya ia tau dari awal kalau Toni hanya berpura tidur.
''Tidak dapat adiknya,abangnya pun jadi.
Ucap hati Fitri.
''Abang sudah bangun.'' ucap Fitri setelah melepaskan ciuman mereka.
''Maaf karna sudah berani mencium abang.'' ucap nya.
''Ah, iya abang juga minta maaf karna sempat membalasnya.'' jawab Toni merasa tidak enak,ia kini sudah duduk bersandar dikepala ranjang.
''Abang tau,Wati sangat beruntung mempunyai suami seperti bang Toni,sudah baik, ganteng,perkasa pula diatas ranjang.'' ucap Fitri tanpa tau malunya mengucapkan itu
Toni sempat terkejut dengan ucapan terakhir yang Fitri katakan,namun sebisa mungin ia tetap bersikap biasa
''Apa Wati sering cerita tentang hal ini?'' tanya Toni merasa penasaran sejauh mana istrinya itu berbagi cerita ranjang dengan wanita yang ada dihadapnnya saat ini
''Tidak banyak sih,namun dia selalu bilang kalau bercinta dengan abang ia selalu merasa terpuaskan karna bisa keluar berkali-kali.'' jawab Fitri dengan wajah memerah karna malu mengatakannya.
Toni pun sama,ia juga merasa malu mendengar ucapan yang keluar dari bibir Fitri,namu ada kebanggaan tersendiri dihatinya,karna secara tak langsung Fitri tau kalu dirinya adalah lelaki perkasa.
''Wati ada-ada saja,'' ucap Toni sambil menggelenkan kepalanya.
''Oya bang,aku sudah masak gimana kalu kita makan dulu? nanti kita lanjutkan lagi ngobrolnya.''
NEXT
__ADS_1