Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Berburu Perhiasan


__ADS_3

Saat ini Aldi dan Kinan sedang sarapan bersama kedua orangtuanya.


''Nak,kamu jadi hari ini kerumah ibumu?''tanya pak Pardi disela-sela makannya.


''Jadi yah,''jawab Kinan singkat.


''Al,jangan lupa kamu anterin Kinan kerumah orangtuanya.''ucap sang ayah mengingatkan.


''Iya yah,aku ingat kok.''jawabnya


Sedangkan bu Retno hanya diam tak ingin terlibat dalam pembicaraan mereka


Setelah selesai sarapan,Aldi dan Kinan pamit pergi,disepanjang jalan Kinan hanya diam, Aldi melirik dari kaca spion motornya,saat ini istrinya sedang terlihat sibuk bermain dengan ponselnya.


''Lagi chatingan sama siapa?''tanya Aldi sedikit mengeraskan suaranya karna saat ini mereka diatas motor.


''Sama Arul,''jawab Kinan singkat


''Emangnya kalian lagi bahas apa?''tanya Aldi lagi


''Aku hanya tanya apa emak dirumah atau dipasar,terus dia bilang emak lagi dirumah.''jawab Kinan


Setelah mendengar jawaban Kinan,Aldi tak bertanya lagi,tak lama kendaraan yang mereka tumpangi akhirnya sampai dikediaman mak Lasmi.


Setelan turun dari motor,Kinan langsung menuju kediaman orangtuanya tanpa menunggu suaminya,entah kenapa walaupun Aldi sudah meminta maaf namun Kinan masih ada perasaan dongkol dihatinya jika kembali mengingat kejadian kemarin.


Setelah memarkirkan motornya,Aldi langsung mengikuti Kinan menuju teras rumah.


''Assalamu'alaikum...''ucap Kinan,sambil mengetuk pintu rumah mak Lasmi


''Wa'alaikum salam..''jawab seseorang dari dalam rumah


''Kinan,Aldi,tegur mak Lasmi saat mengetahui siapa yang datang.


''Mak,''sapa Kinan sambil salim pada mak Lasmi,yang disusul oleh Aldi


''Apa kabar mak?''tanya Aldi


''Sehat,kalian sendiri sehatkan?''tanya mak Lasmi balik.


''Alhamdulillah sehat mak.''jawab Aldi


Tumben sepagi ini datangnya,emangnya kamu tidak kerja Al?''tanya mak Lasmi


''Kerja buk,ini aku hanya mengantarkan Kinan saja,setelah itu aku akan berangkat kerja.''jawab Aldi


''Oh gitu,''ucap mak Lasmi sambil menganggukan kepalanya

__ADS_1


''Yasudah mak,kalau gitu aku berangkat sekarang ya.Dek abang berangkat kerja dulu ya.''ucap Aldi


''Iya,hati-hati bang ''ucap Kinan


''Iya dek,jawab Aldi setelah itu ia langsung berangkat menuju tempat kerjanya.


*


*


*


Bang Ren aku ikut abang ya perginya,soalnya mobilku sedang masuk bengkel.''ucap Lia


''Yasudah yuk kita berangkat sekarang!''ajak Rendy,yang diangguki oleh Rendy


Sementara dikediaman orangtua Aldi,saat ini bu Retno sedang bermain bersama Kevin diteras rumah.


''Loh,ada cucu kakek disini,mana emaknya buk?''tanya pak Pardi karna tak melihat Wati disana


''Kepasar pak,takutnya Kevin rewel disana makanya Wati nitipkan Kevin sama ibu.''jelas bu Retno.


''Buk,sebenarnya apa yang terjadi pada Kinan dan Aldi,kenapa sepertinya sikap mereka aneh?sepertinya masalah mereka bukan hanya karna keinginan Kinan untuk berkunjung kerumah orangtuanya deh.. ''ucap pak Pardi.


Seketika wajah bu Retno berubah jadi tegang,ia takut kalau suaminya itu akan menyadari kalau anak mantunya itu sedang ada masalah,dan itu pun terjadi karna dirinya,pasti suaminya itu akan menceramahinya habis-habisan.


''Masa sih yah?setau ibu sikap mereka biasa aja,mungkin Kinan masih merajuk aja sama Aldi,, karna kan biasanya ayah melihat mereka akur, nah...kalau sekarang ini posisinya Kinan merajuk makanya ayah melihatnya seperti itu.''jelas bu Retno,sambil terus mencari alasan agar hal yang sebenarnya tidak ketahuan oleh suaminya.


*


''Itukan seperti yang dipakai mba Ningsih,cantik sekali.''


Ucap batin Wati.


''Mba yang itu harganya berapa?''tanya Wati sambil menunjuk kalung berbentuk hati yang ada permata putihnya ditengahnya.


''Yang ini ya buk?tunggu ya buk biar saya cek dulu.''ucap penjaga toko tersebut sambil menimbang perhiasan tersebut.


''Oh,ini harganya empat juta lima ratus buk.''ucap penjaga toko tersebut.


''Hah,mahal amat ternyata,,kalau yang itu?''tanya Wati lagi sambil menunjuk kalung dengan mainan seperti kunci.


''Sebentar ya bu,biar saya cek dulu.''ucap penjaga itu lagi sambil menimbang kembali perhiadan tersebut.


''Yang ini harganya empat juta buk.''ucap penjual tersebut.


''Loh,kok mahal?kenapa harganya hampir sama sih?padahal kan kalungnya lebih kecil dari yang tadi.''ucap Wati

__ADS_1


''Iya buk,memang ukurannya yang ini lebih kecil,tapi ini padat bu, pembuatannya pun agak rumit, lagi pula mainan kalungnya yang ini lebih besar makanya harganya hampir sama buk.''jelas nya lagi.


Hampir setengah jam Wati berada ditoko emas tersebut,namun ia masih belum juga mendapatkan yang ia inginkan,bahkan penjual emas tersebut mulai jengah dan bosan melayaninya.


''Kenapa mahal-mahal semua sih,kalau boleh tau pergramnya berapa sih?''tanya Wati


''Pergramnya sembilan ratus lima puluh ribu buk.''jawab pelayan toko tersebut.


''Apa? kok mahal sekali,''ucap Wati setengah kaget saat mengetahui harga emas tersebut


Pelayan toko tersebut hanya tersenyum masam menanggapi ucapan Wati.


''Bagai mana ini,mana cukup duitku.''gumam Wati yang masih bisa didengar pelayan toko tersebut.


Maaf,kalau boleh tau uangnya ibu ada berapa?biar saya carikan yang sesuai bajet ibu.''ucap pelayan toko tersebut.


''Uang ku hanya segini ucap Wati tanpa menyebut kan nominal uangnya


''Ada berapa ini bu?''tanya pelayan toko tersebut.


''Hitung aja!" ucap Wati sambil tersenyum masam


''Baiklah.jawabnya sambil mengambil uang diatas etalase yang diletakan oleh Wati


''Bu total uangnya semua satu juta tujuh ratus.''ucapnya


''Iya,apa menurutmu uang itu cukup untuk membeli kalung?''tanya Wati


''Sebentar ya bu biar saya carikan dulu yang sesuai dengan bajet ibu.''ucap pelayan tersebut sambil melihat-lihat kalung mana yang kira-kira sesuai dengan uang customernya.


Setelah beberapa saat akhirnya pelayan tersebut menemukan kalung yang sesuai dengan uang milik Wati


''Bu yang ini sesuai dengan bajet ibu.''ucap pelayan tersebut sambil menunjukan kalung yang ia pegang pada Wati


''Hah, ini??kamu gk salah?''tanya Wati sambil mengambil kalung yang ada ditangan pelayan toko tersebut.


''Pendek sekali,kecil lagi,kalau ini sih cocoknya untuk Rara,''gumam Wati


"Kirain uang segini bisa dapat kalung seperti mba Ning,ternyata tidak,padahal udah susah payah aku membujuk bang Toni.


Batin Wati,merasa tak bersemangat lagi.


''Kalau gitu gk jadi lah mba.''ucap Wati sambil melangkah keluar dari toko emas tersebut dengan langkah gontai.


Sementara dikediaman emak Lasmi Kinan dan wak Imah sedang duduk bersantai diteras rumah.


''Oya mak,tadi aku sempat chat Arul,katanya emak hari ini gk jualan kue dipasar emangnya kenapa mak?''

__ADS_1


NEXT


AUTHOR SEKELUARGA MENGUCAPKAN MINAL AIDIN WALFAIJIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN


__ADS_2