
Saat uwak dan ponakan sedang asik-asiknya membahas tentang masalah ranjang,tiba-tiba ada suara yang mengagetkan keduanya.
''Apanya yang lecet??''ulang suara yang sama yang ternyata adalah suara mak Lasmi.
''Biasa kue apem yang baru mateng.''ucap uwak Imah sambil melirik kearah Kinan,sedangkan yang dilirik terlihat salah tingkah.
''Suami kamu sudah bangun Kin?''tanya mak Lasmi,mengalihkan pembicaraan tentang kue apem.
''Udah mak,bang Al sedang mandi.''jawab Kinan.
''Itu sayur tumis kacangnya sudah emak panasin, ayam semur nya juga masih ada didalam lemari makan.''ucap mak Lasmi.
''Iya mak,kalau gitu aku kekamar dulu ya mau panggil bang Al dulu.''ucap Kinan sambil melangkahkan kakinya menuju kamar.
''Oya mba,tadi kata bang jon,mba Imah disuruh ambil motornya dirumah mang parjo,katanya ban motornya sudah selesai ditambal.''ucap mak Lasmi.
''Kok mba yang disuruh ngambil?emang abangmu kemana?''tanya wak Imah.
''Bang Jon lagi bantuin yang lainnya dibelakang.''jawab mak Lasmi.
Sedangkan dikamar milik Kinan,terlihat Aldi sudah selesai mandi,dan sekarang sedang memakai pakaiannya.
''Bang,''sapa Kinan setelah memasuki kamar.Aldi hanya tersenyum kemudian ia melanjutkan kegiatannya.
''Sudah?yuk makan aku udah siapain dimeja makan.''ucap Kinan yang diangguki oleh Aldi.
''Emak mana dek?kok gk kelihatan?''tanya Aldi setelah duduk dikursi meja makan.
''Ada dibelakan sama wak Imah,sedang buat bubur untuk dibagiin sama tetangga.''jelas Kinan.
Didesa tempat tinggal Kinan, memang punya tradisi,,setiap kali ada yang mengadakan hajatan,keesokannya harinya atau kalau sudah acara selesai tuan rumah wajib membuat bubur,yang nantinya akan dibagikan pada tetangga dekat, dalam artian bubur tersebut sebagai upah capek para tetangga yang ikut berpasitipasi di dalam hajatan tersebut.
Terlihat Kinan mengambilkan nasi serta teman-temannya untuk menu makan sang suami,setelah itu ia mengambil untuk dirinya sendiri.
''Oya dek,lusa kita pindah ya kerumah ibu.''ucap Aldi di sela-sela makannya.
Sejenak Kinan menghentikan aktivitas makannya,lalu menatap suaminya.Aldi yang melihat Kinan menatapnya langsung menghentikan kegiatan makannya.
''Adek keberatan kalau kita tinggal dirumah ibu abang?''tanya Aldi.
''Oh,bukan gitu maksud aku bang,aku tidak masalah kalau harus tinggal dimana saja,asalkan itu sama abang.''jelas Kinan.
''Aku hanya memikirkan emak,nanti jika aku pindah bagai mana dengan emak?''ucapnya sendu.
__ADS_1
''Emak gpp kok,kamu jangan terlalu khwatir sama emak.''ucap mak Lasmi yang entah kapan tiba-tiba ada disana.
''Emak,''ucap Kinan.
''Kinan,sekarang kamu sudah menjadi seorang istri,jadi kamu harus ikut kemanapun suamimu pergi,dan mengenai emak,kamu jangan khwatir,wak Imah dan suaminya kan ada,jadi jangan terlalu mikirin emak ya!" ucap mak Lasmi,setenang mungkin,padahal sebenarnya hatinya juga merasa sedih jika mengingat ia akan melepaskan putri satu-satunya itu.Namun mak Lasmi tidak ingin Kinan tau,agar Kinan tak merasa berat meninggalkannya.
''Tempat tinggal kita sama emak nanti kan tidak terlalu jauh dek,jika kamu kangen sama emak, abang bisa mengantarmu.''ucap Aldi,agar istrinya tidak terlalu sedih.
''Iya benar yang Aldi bilang,atau nanti biar emak saja yang kesana kalau waktu senggang.''ucap mak Lasmi.
''Janji ya mak! nanti main kesana.''ucap Kinan.
''Iya,mak janji.Yasudah terusin makannya mak mau kebelakang lagi ini.''ucapnya sambil berlalu.
***
Dua hari kemudian..
Hari ini rencananya Kinanti dan Aldi akan pindah kerumah bu Retno,kediaman orangtua suaminya.
''Sudah dimasukin semuanya kan?''tanya Aldi
''Udah bang,palingan tinggal beberapa baju aja dilemari,jadi nanti kalau nginap dirumah emak gk palah bawa baju lagi.''jelas Kinan.
Terlihat mak Lasmi dan wak Imah sudah berada diteras rumah,menunggu anak mantunya itu.
''Mak, wak,kami pergi dulu ya?''pamit Aldi.
''Iya, kalian hati-hati!" ucap wak Imah.
''Mak aku pergi ya,emak jaga kesehatan,dan jangan terlalu capek juga! wak titip emak ya,kalau ada apa-apa kabari aku!"pesan Kinan.
''Iya,kamu gk usah khwatir! uwak akan jaga emakmu ini.''jawab wak Imah.
''Makasih wak.
''Kami pergi dulu.''ucap nya lalu Kinan dan Aldi naik keatas becak mesin yang akan mengantar mereka kerumah yang akan ditempati mereka,yaitu kediaman orangtua Aldi.
Setelah menempuh perjalanan dua puluh lima menit,akhirnya mereka sampai dirumah bu Retno dan pak Pardi.Setelah menurunkan barang-barang milik sang istri,Aldi langsung membayar ongkos becak tersebut.
''Bibi Kinan,''panggil Rara saat melihat Kinan dan Aldi melangkah menuju rumah.
''Halo Rara,lagi ngapain?''tanya Kinan sambil tersenyum kearah keponakan barunya itu.
__ADS_1
''Lagi main sama Kevin dan juga nenek.''jawab Rara.
''Nenek ada dirumah Ra?''tanya Aldi
''Iya om,tapi kalau kakek ada dikebun.''jelas Rara.
Kini keduanya pun mulai melangkahkan kakinya menuju teras rumah.
''Assalamu'alaikum''ucap mereka berdua.
''Wa'alaikum salm,''jawab seseorang dari dalam yang tak lain adalah bu Retno.
''Bu,''sapa Aldi sambil mencium tangan ibunya ,disusul oleh sang istri.
''Naik apa kesini Al?''tanya ibu sambil kembali melangkahkan kakinya menuju dimana Rara dan Kevin berada.
''Naik becak mesin bu,''jawab nya singkat.
''Ayo masuk dek! kenap berdiri saja disitu?''tanya Aldi heran.
''I iya bang.''jawab Kinan kemudian melangkah masuk.
Terlihat bu Retno meliriknya dengan malas.
''Bu aku dan Kinan kekamar dulu ya?mau susun baju-baju miliknya dulu.''ucap Aldi,yang hanya dijawab deheman oleh sang ibu.
''Ini kamar abang?kok banyak banget poto-poto kita?apa lagi poto aku.''ucap Kinan yang merasa takjub,ternyata kekasih halalnya itu begitu mengaguminya sampai-sampai banyak sekali poto dirinya didinding kamar suaminya.
''Itu karna abang cinta mati sama kamu,lagi pula, kalau tidak poto mu yang abang pajang poto siapa dong?emangnya adek mau kalau abang pasang poto cewek lain didinding kamar abang?''goda Aldi.
''Ya jangan dong bang.''ucap Kinan.
''Dek masih sakit gk apemnya?''tanya Aldi yang kini sudah memeluk sang istri dari belakang.
''Sudah agak mendingan sih bang,emangnya kenapa?''tanya Kinan yang kini sudah menghadap suaminya.
''Abang mau...,,''
''Ekhem,''terdengan suara deheman seseorang dari luar kamar,membuat keduanya replek berjauhan.
''Kalau kalian mau bermesraan pintunya itu jangan lupa di tutup! emang kalian mau semua orang dirumah ini melihat kalian bermesraan ?kayak gk ada kerjaan aja.''ucap bu Retno sambil kembali melangkahkan kakinya menuju dapur.
''Kinan,kamu ikut saya!''ucap bu Retno
__ADS_1
NEXT