
Didalam bengkel Tejo masih memikirkan ucapan Aril,yang menyuruhnya untuk mencari cara bagai mana agar bengkel mereka bisa menarik pelanggan dengan cara mempromosikan bengkel tersebut, tapi apa bangai mana caranya??
''Kenapa melamun bang?''tanya Ningsih yang tiba-tiba datang,
''Kamu dek,ngagetin aja,untung jantung abang kuat,coba kalau gk,udah jadi janda kamu.''ucap Tejo asal
''Huus,abang ini kalau ngomong suka ngaco deh,lagian kenapa tengahari gini melamun?entar bisa kesambet loh.
''Ya habisnya gk ada yang bisa abang kerjain,jadi yasudah melamun aja,siapa tau ada bidadari jatoh.''sambung Tejo lagi
Ningsih hanya menggelengkan kepalanya mendengar candaan suaminya tersebut.
''Aril mana bang?''tanya Ningsih saat tak melihat mekanik suaminya tersebut tak ada ditempatnya.
''Lagi makan siang dia diwarung depan sana.''jawab Tejo
''Ini makan siang punya abang,''ucap Ningsih sambil meletakkan kotak nasi diatas meja
''Kok sepi sekali bang,udah kayak dikuburan aja.''seloroh Ningsih
''Tukan,udah pintar ngejek sekarang kamu ya dek.''dengus Tejo saat sang istri membalas candaannya.
Sedangkan Ningsih hanya nyengir meperlihatkan giginya yang putih dan rapi.
''Tapi bener,kok bengkel abang sepi amat sih bang,abang bilang kemarin udah mulai rame lagi.''ucap Ningsih
''Entahlah dek,sepertinya kita harus melakukan promosi untuk bengkel kita ini''ucap Tejo lesu
''Promosi? promosi gimana maksud abang?lagian kenapa kita harus melakukan itu?itu kan butuh biaya,sementara uang kita sudah menipis.''jelas Ningsih.
''Iya abang tau,itulah yang abang pikirkan,gimana caranya ya agar bengkel kita ini kembali ramai seperti dulu.''ucap Tejo pelan.
''Nanti saja dipikirkan,sekarang abang makan aja dulu! habis itu baru mikir lagi,kalau perut kenyang baru bisa mikir.''ucap Ningsih,membuat Tejo tersenyum tipis mendengar ucapan sang istri.
''Rara belum pulang sekolah?''tanya Tejo sambil menyendok nasi keatas piring miliknya
''Belum,biasanya kan jam satu dia pulang.''jawab Ningsih.
Saat Tejo dan Ningsih sedang makan siang bersama tiba-tiba Aril datang dengan tergesa-gesa,membuat sepasang suami istri tersebut menatapnya heran.
''Kenapa Aril tergesa kayak gitu bang,seperti dikejar setan aja.''ucap Ningsih,namun Tejo hanya mengangkat bahu sebagai jawaban ia juga tidak tau.
__ADS_1
''Hah hah hah...terdengar nafas Aril ngos-ngosan setelah sampai didepan Tejo dan Ningsih.
''Kamu kenapa Ril?kok kayak dikejar setan gitu?''tanya Ningsih.
''Itu kak,bengkel yang ada disana itu anu..''ucap Aril dengan nafas yang masih ngos-ngosan akibat berlari.
''Itu anu apa??''tanya Tejo heran.
''Nih kamu minum dulu biar fokus.''ucap Ningsih
Kemudian pemuda delapan belas tahun itu pun langsung mangambil air yang diberikan oleh Ningsih,lalu meneguknya hingga tandas.
''Haus sekali ya Ril?''tanya Tejo
''Hehe iya bang,habisnya lari dari sana sih.''jawabnya sambil menunjuk warung nasi yang ada diujung jalan.
''Ya siapa suruh kamu lari-lari gitu.''jawab Ningsih lagi.
''Aku tuh lari-lari mau nyampai kan berita hot.''ucap Aril membuat sepasang suami istri tersebut seketika saling pandang.
''Hot??maksudnya??''ucap Tejo dan Ningsih secara bersamaan.
''Yailah satu hati kami kan saling cinta yakan bang?''ucap Ningsih sambil menatap suaminya penuh cinta.
''Pastinya dong sayang.''jawab Tejo
Aril yang mendengar memutar bola matanya malas.
''Udah dong, gk kasian apa sama aku yang jomblo ini.''ucap Aril merasa ngenes akan nasip jomblonya.
''Yasudah sekarang coba ceritakan apa berita hotnya!" ucap Tejo
Dan akhirnya Aril pun menceritakan semua yang ia dengar diwarung makan tadi,hingga ia pun sampai mencaritahu sendiri kebenaran dari berita tersebut.
''Ah yang betul kamu Ril,masa hanya kedok?''ucap Tejo
''Iya bang,aku lihat sendiri dibengkel tersebut banyak polisinya katanya lagi, bengkel itu mau disegel.''jelas Aril lagi
''Pantas saja bengkel tersebut tidak pernah sepi,sampai malam juga masih terlihat ramai ternyata hanya kedok.''gumam Tejo
PLASH BACK
__ADS_1
Saat Aril makan diwarung,tanpa sengaja ia mendengar percakapan dua orang pria yang baru masuk kedalam warung tersebut,yang mungkin hendak memesan makan siang.
''Pastesan aja bengkelnya gk pernah sepi ya,ternyata hanya kedok agar usaha yang sebenarnya tidak tercium.''ucap pria satu
''Iya kau benar,selain montir bohai,ternyata didalam bengkel tersebut teransaksi narkoba dan judi online.''sambung pria dua
Aril pun setelah mendengar berita tersebut langsung menyudahi acara makannya,setelah membayar ia langsung menuju TKP untuk mencaritau kebenarannya.
AND
''Alhamdulillah kalau gitu,pantesan aja rame ternyata sambil menunggu servis motornya selesai mereka juga bermain judi online.''ucap Ningsih.
''Pasti bang setelah penggrebekan ini mereka akan kembali kehabitatnya,karna yang aku dengar, sebenarnya pelayanan bengkelnya tidak memuaskan,hanya saja karna servisan pemandangannya saja makanya semua orang menservis motornya kesana khususnya laki-laki.''jelas Aril
''Servis pemandangan?maksudnya?''tanya Ningsih bingung
''Montirnya kan cewek seksi kak,montok sekali bodynya kalau kerja pakaiannya beuh,,, se*ksi nya minta ampun.''jelasnya lagi.
''Oh,gitu ternyata,oya bang aku punya ide sekarang untuk menarik perhatian pelanggan kebengkel abang.
''Yang bener kak,?gimana caranya tanya Aril antusias
''Cara nya dengan aku berpenampilan se*ksi juga,pasti semua pelanggan pada datang kebengkel abang.''ucap Ningsih,sambil membayangkan bengkel suaminya yang kembali ramai.
Aril melirik wajah bosnya yang mulai berubah,sangat terlihat wajah yang mulai menyeramkan.
''Oo,,jadi adek mau ikut jadi montir juga?gitu,emang kamu bisa?''tanya Tejo,sambil menahan rasa geram
''Kenapa enggak,kan aku bisa belajar dari Aril,yang kan Ril?''tanya Ningsih sambil melihat kearah pemuda tersebut,namun bukannya menjawab,Aril malah menatap pada bosnya yang terlihat masih nencoba menahan emosinya karna ucapan sang istri
''Wah,gawat nih,sepertinya akan ada perang sebentar lagi,''
Gumam batin Aril sambil menelan saliva nya dengan susah payah.
Ningsih yang melihat Aril tak merepon ucapannya langsung mengikuti arah pandang pemuda itu,dan Ningsih terjengkit kaget saat melihat wajah suaminya terlihat menyeramkan seperti hendak memakannya hidup-hidup,Ningsih lupa kalau Tejo,suaminya itu sangat cemburuan orangnya,jika kalau sudah ngambek,sangat susah untuk dibujuk bahkan melebihi Rara putri mereka.
''Hehe,bang tadi aku hanya becanda kok,jangan marah ya,''ucap Ningsih sambil mencoba meraih tangan suaminya tersebut.
Namun Tejo hanya diam,sikapnya langsung berubah dingin pada Ningsih, sang istri yang melihat suaminya diam langsung saja ekor matanya melirik pada Aril dengan arti meminta bantuan pada pemuda tersebut,namun Aril terlihat menggelengkan kepalanya bertanda tak ingin ikut campur masalah diantara istri bosnya tersebut dengan sang suami.
BERSAMBUNG
__ADS_1