
Keesokan harinya,seperti biasa Kinan selalu menyiapkan sarapan pagi untuk seluruh anggota keluarganya.Tepat jam tujuh pagi ia sudah selesai dengan urusan dapurnya hanya tingga membangunkan sang suami yang ia yakini setelah sholat shubuh tadi pasti tidur lagi.
Setelah membuka pintu kamar Kinan langsung mengedarkan pandangannya mencari sosok sang suami,namun matanya tak menagkap adanya sosok tersebut.
''Kemana dia?apa dikamar mandi kali ya.''gumam Kinan sambil menutup pintu kamar,setelah itu ia segera melangkahkan kakinya menuju tempat tidur.
Tak lama munculah Aldi dari balik pintu kamar mandi,saat ini ia hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya,dan entah kenapa pemandangan itu sangat menggoda dimata Kinan.
''Dek,kamu ngapain berdiri disitu?bengong lagi.''ucap Aldi
''Ah,gk kok bang,''ucapnya sambil mendekat pada suaminya.
''Bang,''aku sayang banget sama abang.''ucapnya sambil memeluk suaminya dari belakang.
Aldi membalikan tubuhnya menghadap sang istri,kemudian membelai surai hitam miliknya
''Abang juga sayang sama adek,''jawab Aldi kemudian mencium kening Kinan.
Tok-tok-tok
''Al,kamu masih didalam ya?''panggil bu Retno sambil mengetuk pintu
''Iya buk,jawab Aldi yang sudah melerai pelukannya dengan Kinan,kemudian beranjak menuju pintu untuk membukanya.
''Iya buk,ada apa?''tanya Aldi setelah membukakan pintu untuk sang ibu
''Tidak,ibu hanya ingin mengajak mu sarapan.''jawab bu Retno,sambil matanya melirik kearah Kinan yang saat itu juga sedang menatap kearahnya.
''Baiklah ayo buk!" ajak Aldi,dan disusul oleh bu Retno bersama Kinan dibelakangnya.
__ADS_1
***
''Gimana,apa kamu sudah menceritakan keinginanmu sama Aldi?''tanya bu Retno
''Maaf bu,tapi itu bukan keinginan ku tapi keinginan ibu.''jawab Kinan seadanya.
''Oo,,sekarang kamu sudah berani menjawab ibu ya?bagus, sepertinya kamu sudah mulai memperlihatkan sifat asli kamu rupanya.''ucap bu Retno sinis
''Bu,bisakah sekali ini ibu tidak mencampuri urusan rumah tangga ku dan bang Aldi? lagi pula tadi malam aku sudah bilang padanya tentang kemauan ibu yang ingin bamg Al menikah lagi,tapi dia menolaknya,bahkan dia juga bilang pada ku agar aku tidak membicarakan masalah ini lagi.''ucap Kinan yang akhirnya berani menyuarakan isi hatinya.
''Kau! berani sekali kau melawan pada ibu mertuamu,apa begini cara ibumu mendidikmu,oh ya saya lupa bagai mana bisa kamu tau caranya menghormati orang yang lebih tua,sedangkan kamu sendiri pun tidak pernah diajarkan oleh ibumu.''ucap bu Retno sarkas.
''Bu aku minta maaf kalau ibu merasa tersinggung,tapi aku tidak akan berkata seperti ini jika ibu tidak terus mendesak ku,untuk meminta suamiku sendiri menikah lagi,dan satu lagi, aku memang tidak mempunyai gelar,dan aku juga tidak bersekolah tinggi, tapi emak selalu mengajarkan ku untuk menghormati orang yang lebih tua dariku, selama ini ibu terus menghinaku dan juga ibu tidak pernah mau menganggapku sebagai menantu ibu,tapi aku diam, dan diam ku itu adalah bentuk rasa hormatku pada ibu,karna ibu adalah orang tua bang Aldi,dan juga sudah ku anggap seperti orang tuaku sendiri tapi itu tidak berarti ibu juga harus mengatur kehifupan rumah tanggaku sama bang Aldi.''jawab Kinan,yang membuat bu Retno seketika terdiam.
''Bu,tanpa mengurangi sedikit rasa hormatku pada ibu,ku mohon tolong kali ini saja jangan menyuruhku untuk membagi suamiku dengan perempuan lain bu,karna aku tidak mungkin bisa.''ucap Kinan lirih,saat ini ia sudah tak tau harus berkata apa lagi,yang ia harapkan sekarang adalah keajaiban agar sang ibu mertuanya itu bisa merubah niatnya yang ingin mencarikan istri lagi untuk Aldi suaminya.
***
''Kenapa melamun buk,''ucap pak Pardi yang melihat sang istri duduk sendirian sambil melamun.
''Tidak ada apa-apa yah,''jawab bu Retno
Pak Pardi mengerutkan dahi kala mendengar jawaban istrinya yang tidak biasa, padahal jika pak Pardi bertanya sering kali istrinya itu menjawab dengan pertanyaan juga,atau pun memberi jawaban yang berbelit-belit tapi ini malah singkat sekali membuat sang suami bertanya-tanya dalam hati.
''Yah, apa menurut ayah aku ini sangat kejam sebagai ibu mertua?''tanya bu Retno yang kini nenatap suaminya dengan serius
''Siapa yang bilang ibu itu kejam?apa ketiga menantu ibu itu ada yang mengatakan kalau ibu itu kejam sebagai mertua?''tanya pak Pardi.
''Tidak,hanya saja Kinan,''ucap bu Retno pelan
__ADS_1
''Kinan?ada apa dengan dia buk?tidak mungkin kan Kinan yang bilang kalau ibu itu kejam?karna kalau menurut ayah dia tidak mungkin mengatakan itu.''ucap paka Pardi.
Dia memang tidak mengatakan itu,tapi ibu merasa tersinggung dengan ucapannya tadi.''jawab bu Retno
''Memangnya Kinan bilang apa sama ibu?sehingga ibu merasa tersinggung dengan ucapannya?''tanya pak Pardi
''Dia bilang kalau ibu jangan terlalu ikut campur dengan urusan rumah tangganya dan Aldi,padahal kan Aldi itu anak ibu,kebanggaan ibu,apa pantas dia berkata seperti itu ke ibu.''ucap bu Retno sendu
''Masa sih nak Kinan bisa berkata kayak gitu sama ibu, karna setauku nak Kinan bukanlah orang yang kasar apa lagi pada orang tua,,apa karna ibu mengucapkan sesuatu,yang mengharuskan nak Kinan berkata seperti itu.''
Batin pak Pardi.
''Emangnya kenapa Kinan bisa bilang begitu sama ibu?pasti ada alasannya kan?''tanya pak Pardi
''Ibu hanya minta agar Kinan mengijinkan Aldi untuk menikah lagi,itu saja.''jawab bu Retno tenang,seperti tanpa dosa.
''Astaghfirulloh ibu,,kok bisa-bisanya ibu minta Kinan menyetujui hal gila seperti itu,jangankan Kinan,ayah saja tidak akan setuju dengan permintaan ibu,memangnya apa alasan ibu hingga ibu bisa meminta Kinan untuk membiarkan suaminya menikah lagi?''tanya pak Pardi yang merasa sedikit geram dengan ucapan istrinya.
''Ayah ini gimana sih,Aldi kan sudah kepengen sekali punya anak,sedangkan si Kinan sampai sekarang masih belum bisa hamil,ibu hanya membantunya agar dia bisa secepatnya punya momongan.''jawab bu Retno lagi.
''Ibu tau,sepertinya ucapan yang Kinan tujukan pada ibu itu tidak salah,seharusnya ibu memang tidak perlu ikut campur urusan rumah tangga mereka.''ucap pak Pardi.
''Ayah ini gimana sih,kok malah gitu, sudahlah percuma saja tukar pikiran sama ayah.''ucap bu Retno,sambil berlalu meninggalkan pak Pardi yang masih duduk dikursi teras.
Sedangkan didalam sebuah kamar,terdapat seorang wanita yang sejak tadi terus gelisah,ia merasa bersalah karna sudah berkata kasar pada ibu mertuanya,siapa lagi kalau bukan Kinan.
NEXT
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA..
__ADS_1
SEMOGA MASIH TAHAN YA,, SAMPAI ADZAN MAGRIB BERKUMANDANG
DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA DI SETIAP EPISODENYA 🤗😘