Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Mulai Perhatian


__ADS_3

Tejo yang saat itu baru pulang dari warung, tiba-tiba melihat Toni yang sedang mengotak-atik motornya.


''Kenapa motor tuh anak?'' gumam Tejo sambil melangkah menuju dimana saat ini Toni berada.


''Ada apa Ton,motormu mogok?


''Bang Tejo,iya bang motorku gk mau nyala sejak tadi.'' jawabnya


''Memangnya kamu mau kemana malam-malam begini?'' tanya Tejo menyelidik.


''Itu bang,tadi aku mau kerumah teman sih, bang kira-kira kenapa motor ku ini bang?'' tanya Toni.


''Oh,itu gpp kok Ton,hanya saja...


''Hanya saja apa bang?'' tanya Toni karna penasaran dengan ucapan Tejo yang digantung


''Hanya saja sepertinya motor kamu itu sudah tua dan minta diganti.'' jawab Tejo sambil terkekeh.


''Kalau itu aku juga tau kali bang.'' dengus Toni


''Sudahlah,sebaiknya kamu pulang ini sudah malam, ingat istri dan anak dirumah, jangan keliaran terus.'' sindir Tejo.


Dan akhirnya mau tak mau Toni pulang kerumahnya,namun saat masih sampai dihalaman rumah ponsel yang berada di saku celananya tiba-tiba bergetar.


Drreett-dreett..


''Fitri, huuff, pasti dia marah nih kalau aku gk jadi datang.'' gumam Toni


Dan benar saja Toni baru saja menggeser tombol hijau, sudah terdengar suara orang disebarang sana.


''Bang kok lama amat sih nyampenya?aku sudah nungguin setengah jam loh tapi abang masih belum nyampe juga.'' protes Fitri


''Maaf Fit,kayaknya abang gk jadi datang malam ini,karna motor abang tiba-tiba mogok tadi saat sudah dijalan.'' jawabnya


''Loh, jadi batal nih abang datangnya? padahal anak kita sudah kangen sama ayahnya.'' ucap Fitri beralasan.


Fitri memang sudah memberitahukan tentang berita kehamilannya pada Toni, dan yang Toni tau itu adalah anaknya.Makanya Toni ngotot akan menikahi Fitri sebagai bentuk tanggung jawabnya,walau pun nanti keluarganya akan menentang nya,,namun ia juga tak ingin berpisah dari Wati, terdengar egois bukan?, tapi itulah salah satu sifat buruk manusia yang bisa dikatakan serakah.


''Abang minta maaf ya,malam ini abang memang gk bisa datang.'' ucap Toni lagi


''Ck,yasudah lah kalau gitu.''


KLIIK...

__ADS_1


Fitri mematikan ponselnya sehara sepihak


''Aku harus secepatnya mendesak bang Toni untuk menikahiku, ataaauu...aku bilang saja ya sama keluarga mereka kalau aku sedang mengandung anak bang Toni,agar mereka mau secepatnya menikahkan kami,tapi bagai mana kalau keluarga nya menolak? haduuh pusing sekali rasanya memikirkan ini semua.'' monolognya.


Sedangkan Toni langsung menuju kediamannya,Wati yang kebetulan saat itu sedang duduk diteras merasa heran melihat suaminya kembali dengan keadaan mendorong motornya.


Kenapa kembali?gk dibukakan pintu sama pelakor itu?'' sindir Wati sambil memakan pisang goreng buatannya.


''Motornya mogok,lagian kan sudah abang bilang tadi, kalau abang mau kerumah teman abang,bukannya mau ketempat Fitri.'' kilah Toni


''Emangnya tadi aku bilang nama Fitri ya? aku kan cuma sebut PELAKOR.'' ucap Wati sambil menekankan kata pelakor.


''Sudahlah dek,jangan cari gara-gara! abang tidak ingin bertengkar.'' ucap Toni sambil mendorong masuk motornya yang mogok kedalam rumah.


''Pembohong, kamu pikir aku perempuan bodoh,kamu lihat saja bang,apa yang akan kulakukan sama selingkuhamu itu,kalau sampai aku melihatnya lagi.'' gumamnya, sambil menahan emosi.


DITEMPAT LAIN..


Saat ini terlihat Aldi sedang duduk disisi ranjang sambil memperhatikan wajah istrinya yang sedang tidur.Aldi membelai lembut wajah istrinya.


''Abang sangat mencintai kamu Kinan,abang tidak ingin sampai kehilanganmu.'' gumam Aldi,lalu mengecup lembut kening sang istri.


Aldi menarik selimut,untuk menutupi tubuh istrinya sampai sebatas dada,setelahnya ia segera keluar dari kamar.


''Bagai mana keadaan Kinan?'' tanya bu Retno saat melihat Aldi keluar dari kamar.


Bu Retno mengangguk paham.


''Al, kamu harus memperhatikan pola makan istrimu itu, jangan biarkan dia makan makanan sembarangan.'' ucap bu Retno setelah mengucapkan itu ia segera melangkah menuju ruang tamu.


Aldi tersenyum saat mendengar nasehat ibunya,karna secara tidak langsung ibunya itu sudah mulai perduli pada istrinya.


Aldi segera mengikuti langkah ibunya menuju ruang tamu.


''Ayah mana buk?'' tanya Aldi sambil mendudukan boko* ngnya disamping sang ibu.


''Sudah tidur, kecapean habis manen sayur.'' jawab bu Retno.


''Oya buk, Kinan bilang bang Toni ingin menikahi Fitri apa itu benar?


''Ibu juga gk tau Al, tapi tadi ibu sempat mendengar percakapan Toni dan juga Tejo, dan Toni bilang kalau dia akan memang akan menikahi wanita itu.'' jelas bu Retno


''Ibu juga gk tau apa yang membuat Toni berniat menikahi wanita itu?apa segitu cintanya dia?'' gumam bu Retno

__ADS_1


''Terus apa mba Wati sudah tau tentang hal ini,terus apa tanggapannya?'' tanya Aldi lagi


''Ya tentu saja dia tau, dan dia mana mungkun membiarkan suaminya menikahi perempuan lain, kecuali...,-


''Kecuali apa buk?'' potong Aldi


''Kecuali Fitri hamil.'' gumam bu Retno


''Hah?? hamil? gak-gak gak, ini gk boleh sampai terjadi.'' gumam bu Retno lagi merasa kaget dengan ucapannya sendiri.


''Mingkin juga yang ibu katakan ada benarnya bu,kita semua tau,bang Toni termasuk orang yang bertanggung jawab, jika memang Fitri hamil,pasti bang Toni akan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya.'' sambung Aldi


*


*


*


''Bang,kenapa kamu gk bangunin aku?'' ucap Kinan sambil melihat jam didinding kamar yang menunjukan pukul tujuh pagi.


''Memangnya kamu merasa sudah sehat?'' tanya balik Aldi


''Aku kan hanya sakit perut biasa bang,istirahat sebentar saja sudah baikan kok, kalau gini kan aku kesiangan untuk membuatkan sarapan semuanya.'' gerutu Kinan sambil bangkit dari tempat tidur.


''Hei kamu mau kemana?udah disini saja!" pinta Aldi


''Ya tapi aku mau buatin kamu sarapan bang, kan mau kerja.'' jawab Kinan


''Gk usah,ibu udah siapain buat kita,sekarang kamu mandi saja siap-siap untuk sarapan.'' sambung Aldi lagi.


''Serius ibu yang bikin bang?emang gpp ya?


''Kamu ini pertanyaannya aneh-aneh saja, dulu sewaktu kita belum nikah dirumah kan ibu yang nyiapkan sarapan setiap harinya.'' jawab Aldi


Kinan yang mendengar hanya tersenyum paksa, sebenarnya dalam hati ada rasa tidak enak,karna menurutnya ini adalah rutinitas hariannya, karna dirinya bangun kesiangan jadi terpaksa ibu mertuanya yang melakukan pekerjaannya.


Setelah selesai sarapan Kinan mulai membersihkan sisa makanan yang tadi mereka makan.


''Aldi bilang kamu sakit,terus gimana?apa sudah baikan?'' tanya bu Retno


''Sudah buk,'' jawab Kinan


''Makanya kamu itu lain kali kalau makan jangan sembarangan,ingat kamu kan sedang hamil,jadi jangan mengkonsumsi makanan yang bisa mempengaruhi kesehatan janin kamu.'' jelas bu Retno

__ADS_1


''Iya buk,'' jawab Kinan, ia bersyukur karna sedikit demi sedikit ibu mertuanya itu sudah mulai perduli dengannya.


NEXT


__ADS_2