Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Bertemu Di Rumah Sakit


__ADS_3

Dikediaman rumah keluarga pak Pardi saat ini sedang kedatangan pakde dan bukde nya Aldi,rencananya mereka akan menghadiri acara pernikahan besan mereka yang rumahnya tak jauh dari kediaman abang mereka yaitu pak Pardi


''Kok siang sekali datangnya?kami saja baru pulang,'' ucap bu Retno


''Iya mba,motor kami mogok dijalan terpaksa nunggu dibenerin dulu, dan sekarang malahan bajuku terkena cipratan air got dipinggir jalan akibat ada mobil yang lewat tadi gk kira-kira,udah tau dikampung kok ngebut amat dijalan,jadinya baju ku kotor gini,'' gurutu bukdenya Aldi.


''Yasudah,ayo biar tak pinjemin baju,masa besannya pesta datangnya sorean gini.'' protes bu Retno


''Ya gimana lagi mba,namanya musibah.'' jawabnya sambil mengikuti kakak iparnya menuju kamar.


***


''Bang Toni,tadi aku habis dari bengkel dia bilang katanya motor bang Toni nanti sore baru selesai gimana dong?kalau gk abang pulangnya naik motorku saja,nanti biar aku yang ambil motor abang dari bengkel.'' ucap Fitri memberi saran.


''Atau kalau abang merasa belum kuat biar kuantar pulang.'' sambungnya lagi.


Tidak usah Fit,abang naik ojek saja pulangnya.'' jawab nya,jujur Toni masih merasa canggung saat berhadapan dengan Fitri, karna kejadian tadi pagi,berbeda dengan halnya Fitri yang terlihat biasa saja,seolah tak terjadi apa-apa.


''Baiklah kalau gitu biar aku panggilkan ojek dulu ya.'' ucap Fitri sambil berlalu menuju pangkalan ojek yang tak jauh dari kosan miliknya.


***


''Bukde,'' sapa Kinan saat berpapasan dengan adik dari ayah mertuanya itu


Namun hanya ditanggapi dengan senyum simpul olehnya.


''Mba,aku dan mas Burhan pergi dulu ya,nanti kalau sempat kami mampir pulangnya.'' ucap adik iparnya itu yang bernama Mimin.


Setelah kepergian adik iparnya bu Retno kembali masuk kedalam rumah.


''Kinan, apa kamu jadi kerumah ibumu hari ini nak?'' tanya pak Pardi.


''Iya,tadi aku juga sudah bilang sama bang Aldi yah,'' jawab Kinan


''Naik apa kamu kesana?


''Naik ojek yah,'' jawab Kinan


''Kamu gk sedang membohongi kami kan?'' tanya bu Retno yang tiba-tiba menyela ucapan Kinan


''Ibu,kenapa berkata seperti itu?jelas-jelas tadi ibu dengar sendiri kalau yang nelpon orangtuanya.'' ucap pak Pardi yang tidak habis pikir dengan istrinya yang selalu berpikiran buruk pada Kinan.


''Ya siapa yang tau yah,bisa saja kan dia bilangnya mau kerumah emaknya,tapi nyatanya enggak.'' ucap bu Retno lagi,yang memang selalu menaruh curiga pada menantunya yang satu ini.


''Bu aku beneran mau kerumah emak,hari ini mba Isah lahiran dan rencananya kami akan menjenguknya dirumah sakit.'' jelas Kinan


''Yasudah sebaiknya kamu pergi saja,jangan dengerin omongan ibumu ini.'' ucap pak Pardi,


''Iya yah,kalau gitu aku pergi dulu buk, yah.'' pamit Kinan.


BEBERAPA SAAT KEMUDIAN..


''Mak maaf lama nunggu,'' ucap Kinan yang baru sampai dikediaman mak Lasmi


''Iya,yasudah yuk kita berangkat!" ucap wak Jojon yang memang menjadi supir saat itu,


Isah adalah anak dari adiknya wak Jojon yang tinggal di kampung sebelah,kabarnya tadi pagi Isah telah melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin laki-laki,awalnya Isah ingin melahirkan secara normal,namun karna keadaan bayinya yang ternyata sungsang,akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk membawanya kerumah sakit untuk dioprasi secara Caesar.


Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dirumah sakit Medistra.Setelah memarkirkan mobil yang mereka sewa,Kinan dan keluarga segera berjalan menuju ruangan dimana saat ini Isah dirawat bersama bayinya.


''Sepertinya ini ruangannya,'' ucap wak Jon sambil mengetuk pintu ruangan tersebut.


Tak lama munculah bik Tiwi dari dalam.

__ADS_1


''Wi,gimana keadaan Isah?''tanya wak Imah pada adik iparnya tersebut.


''Kondisinya sudah lebih baik mba,tapi masih di infus soalnya dokter bilang kondisinya masih lemah.'' jelas Tiwi lagi


Tak lama dokterpun datang untuk memeriksa keadaan Isah.


''Apa yang mba Isah rasakan saat ini?'' tanya dokter tersebut sambil mengecek tekanan darah pasiennya.


''Sudah agak mendingan dok,'' jawab Isah matanya terus menatap dokter yang saat ini masih memeriksanya


''Sepertinya semua juga sudah stabil,dua atau tiga hari lagi mba sudah bisa pulang.'' jelas dokter.


''Waah,,dokternya ganteng amat ya,masih muda lagi,mba yakin pasti dia belum menikah.'' bisik wak Imah pada mak Lasmi.


''Suutt,,mba ini! kalau kedengaran bang Jon baru tau.'' ucap mak Lasmi memperingati kakaknya yang memang asal ngomong tidak tau tempat.


''Baik kalau gitu saya permisi dulu.'' ucap dokter tersebut.


Namun saat ia membuka pintu tak sengaja ia bertabrakan dengan Kinan yang saat itu sedang memainkan ponselnya,beruntung ponsel yang ia pegang tidak jatuh kelantai.


''Maaf,maaf dok saya tidak sengaja.'' ucap Kinan tanpa melihat siapa yang ia tabrak.


''Kinan.'' panggi dokter tersebut membuat semua orang yang berada disana menatap kearah nya termasuk Kinan,kini wajahnya mendongak untuk melihat siapa dokter tersebut.


''Bang Rendy,'' ucap Kinan pelan.


*


*


*


Saat ini Kinan sedang duduk dikantin rumah sakit untuk membeli makanan,karna memang ia belum sempat makan siang dirumah tadi


''Silahkan bang,'' jawab Kinan sambil tersenyum.


Pasien yang ada diruangan melati saudaramu?'' tanya Rendy


''Iya,dia koponakan uwak Imah,'' jelas Kinan


Entah kenapa lagi-lagi jantung Kinan kembali berdetak dengan kencang.


''Kenapa lagi dengan jantungku,kenapa setiap aku berdekatan dengan bang Rendy selalu berdebar begini,huuh...kayaknya aku harus diperiksa juga nih.


Batin Kinan.


''Kamu gk pesan dek?'' tanya Rendy membuat Kinan tersedak air liurnya sendiri saat mendengar ucapan Rendy


Dengan cepat Rendy memberi gelas berisi air minum pada Kinan,dan Kinan langsung meneguknya hingga tandas


''Kamu gpp kan?''


''Gk apa-apa bang,'' jawabnya cepat.


''Duuhh,kenapa denganku,bang Rendy kan hanya panggil adek,kok aku jadi grogi gini ya,,gak-gak-gak sepertinya otakku mulai gk waras nih,kenapa perasaanku jadi gk karuan begini.


Batin Kinan


''Kinan,apa kamu sakit?


''Gk bang,aku gk apa-apa kok,aku pergi dulu ya,kebetulan aku sudah selesai makannya.'' ucap Kinan segera berlalu tanpa menunggu jawaban Rendy


''Huuff,,sepertinya dia mulai menghindariku.'' gumam Rendy

__ADS_1


''Ini gila,kenapa aku selalu berdebar saat berdekatan dengan dia,apa itu artinya aku menyukainya,tidak mungkin,cintaku hanya milik bang Aldi dari dulu hingga sekarang,perasaan tadi pasti salah,iya pasti salah.


Ucap batin Kinan meyakinkan hatinya.


KEESOKAN HARINYA..


Hari ini Toni memutuskan tidak masuk kerja,ia juga sudah minta ijin untuk cuti beberapa hari pada mandor dimana tempat ia bekerja,Toni juga sudah menjelaskan alasannya kenapa tidak masuk kerja.


''Makanya kalau naik motor itu hati-hati jangan suka melamun, gini kan jadinya.'' omel Wati


''Kamu ini dek,suami sakit bukannya diperhatiin malah diomelin.''protes Toni


''Asslmu'alaikum''


''Wa'alaikum salam.'' Eh ibu,ucap Wati saat melihat ibu mertuanya datang.


''Apa itu buk?'' tanya Wati saat melihat bu Retno membawa bungkusan ditangannya.


''Makanan buat Toni,mana dia katanya dia jatuh dari motor,'' ucap bu Retno sambil melangkahkan kakinya menuju ruang tamu.


''Gimana ceritanya kamu bisa jatuh dari motor Ton?'' tanya bu Retno sambil meletakan bungkusan yang ia bawa diatas meja.


''Gk tau buk,remnya blong,padahal baru diservis kemarin sama bang Tejo.'' ucap Toni


''Jadi maksudmu Tejo lalai saat bekerja?'' ucap bu Retno penuh tanya


''Aku juga gk bilang begitu buk,tapi kenyataannya remnya memang blong.'' jawab Toni


''Apa mungkin bang Tejo gk periksa semua nya saat itu bang?'' sambung Wati


''Kurang tau juga dek,'' jawab Toni lagi


''Tapi kan servisnya sudah seminggu yang lalu,seharusnya kalau memang dia lalai pasti sudah dari kemarin motornya rusak kan kenapa baru sekarang?'' ucap bu Retno yang terdengar membela Tejo.


''Loh ibu kok ngomongnya seolah-olah kami yang salah sih,'' ucap Wati tak suka.


''Sudahlah, kalian ini,aku lagi sakit jangan ditambah pusing dong.'' ucap Toni, tiba-tiba saja kepalanya berdenyut.


''Yasudah kalau gitu ibu pulang dulu,ini makanan buat kamu,jangan lupa obatnya itu diminum biar cepat sembuh.'' ucap bu Retno.


''Iya buk,'' jawab Toni


Waktu berjalan begitu cepat,jam juga sudah menunjukan pukul enam sore,waktunya Aldi,Fitri dan Maya untuk pulang kerumah masing-masing.


''Gimana keadaan bang Toni bang?'' tanya Fitri pada Aldi


''Tadi pagi aku sempat melihat keadaannya sepertinya luka ditangannya sudah mulai agak mengering,hanya tingga dibagian kaki saja.'' jawab Aldi


''Eemm,,apa aku boleh ikut abang pulang?maksudku aku ingin menjenguk bang Toni,aku merasa gk enak kalau gk datang.'' ucap Fitri beralasan


''Tapikan sudah sore,'' ucap Aldi


''Besok-besok kan kerja bang,mana sempat lagi.'' jawab Fitri


''Emangnya kamu gk bawa motor sendiri?


''Enggak,motorku bannya bocor tadi pagi,jadi berangkat kerjanya naik ojek deh.'' jawabnya lagi


''Pulangnya nanti gimana?'' tanya Aldi lagi


''Itu urusan gampang,yaudah yuk,nanti kemalaman lagi dijalan!" ucap Fitri.


Dan akhirnya mau tak mau aldi mengijinkan Fitri untuknikut bersamanya.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2