Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Cantik Diluar Belum Tentu Cantik Didalam


__ADS_3

Keesokan harinya,Kinan yang merasa bosan dirumah memilih untuk ikut bersama dengan ibu mertuanya untuk memanen sayuran dikebun belakang rumah membantu sang ayah,sedangkan Ningsih yang biasanya juga ikut saat memanen, namun saat ini dirinya tak bisa dikarenakan Rara sedang demam,jadi dia harus menjaga dan merawat putri kesayangannya itu.


''Sudah saya bilang kamu dirumah saja,jaga rumah! ngapain coba pakai acara ikut segala.''ucap bu Retno,yang terkesan sangat memperhatikan menantunya yang tak ingin kelelahan karna ikut membantu ke kebun.Untuk pertama kalinya Kinan merasa diperhatikan oleh sang ibu mertua,namun siapa sangka kalau itu hanya agar bu Retno tak diejek oleh bu Uci,karna memang bu Retno tau setiap harinya bu Uci selalu membantu suaminya yang juga menanam sayuran dikebun belakang,walau pun tidak sebanyak kebun milik mereka.


Kinan dan ibu mertuanya saat ini sedang menuju ladang dimana kebun ayah mertuanya berada,namun saat diperjalanan bu Retno dan Kinan bertemu dengan bu Uci dan temannya,orang yang selalu ingin tau urusan orang lain.


''Eh ada bu Retno,mau keladang sayur juga ya bu?sama menatunya ya?''ucap bu Uci sambil melirik kearah Kinan.


''Iya buk,pengen bantuin ayah manen sayuran dikebun.''jawab Kinan,karna ia melihat ibu mertuanya itu seperti enggan menjawab.


Sedangkan bu Retno masih terlihat diam,seperti males untuk meladeni ucapan bu Uci.


''Bu Uci hanya mendengus kesal,saat ucapannya tidak dihiraukan oleh bu Retno.


''Bu Retno sangat beruntung ya punya menantu seperti nak Kinan,yang mau membantu mertuanya diladang sama seperti Ningsih,menantu pertamanya.''ucap ibu yang satunya,yang bernama bu Berta


''Apa benar bu Berta?''karna setau saya bu Retno ia kan ingin sekali memiliki menantu seorang perawat,jadi menurut bu Berta apa mungkin bu Retno ini bersyukur dapat menantu seperti Kinan,yang kita tau hanya anak penjual kue.''sarkas bu Uci.


''Bu Uci kenapa bilang seperti itu?tidak enak kan dengan bu Retno,''ucap bu Berta pelan.


''Biarin saja bu Berta,bu Uci ini kan mulutnya memang pedas,yang kerjanya tiap hari hanya menceritakan keburukan orang lain.''jawab bu Retno yang akhirnya mengeluarkan ucapan yang tak kalah pedas dari bu Uci.


''Loh,kok bu Retno jadi menyalahkan saya,bukannya memang benar ya?kan waktu itu bu Retno sendiri yang mengatakan kalau menantu terakhir bu Retno harus seorang bidan ya?atau perawat gitu,dan siapa sangka akhirnya dapatnya malah seorang anak pedagang kue dipasar.''ejek bu Uci,sambil tersenyum sinis.


Bu Retno meresa sangat kesal dan juga marah dengan ucapan yang dilontarkan oleh bu Uci,namun saat dia hendak menjawab ucapan bu Uci,Kinan lebih dulu menyelanya.


''Buk, memangnya kenapa kalau saya anak penjual kue?toh yang penting bukan seorang pencurikan?dan walaupun saya hanya orang miskin dan emak saya hanya seorang penjual kue dipasar tapi saya bangga pada beliau,dan emak saya selalu mengajarkan saya untuk selalu menghargai orang lain,dan tidak menilai orang dari penampilannya saja, bisa saja kan orang yang terlihat cantik atau pun bagus diluar tapi ternyata hatinya busuk, dan begitu juga sebaliknya, orang yang luarannya apa adanya,atau terlihat buruk,bisa jadi dia lah yang nanti akan membawa keluarganya dari keterpurukan. jadi jangan lah pernah menilai orang dari luarnya saja bu Uci.'' ucap Kinan,yang juga merasa tak suka dengan ucapan tetangga dari ibu mertuanya itu.

__ADS_1


''Sudahlah Kinan! untuk apa kamu pakai jelasin segala padanya,dia tak akan mengerti,lebih baik kita pergi dari sini.''ucap bu Retno sambil melanjutkan perjalanannya menuju kebun milik suaminya,yang diikuti oleh Kinan dibelakangnya.


''Saya bilang juga apa,ngapain kamu pakai acara ikut segala,mereka jadi menghina saya kan.''ucap bu Retno yang malah semakin menyalahkan Kinan.


''Maafkan aku bu,''ucap Kinan hanya itu yang bisa ia ucapkan.


Kini mereka sudah sampai dikebun milik ayah mertuanya,terlihat saat ini pak Pardi sedang memanen tomat.


''Ayah,panggil bu Retno pada suaminya.


''Eh,kalian sudah datang,yuk tolong cepat bantuin ayah,karna sebentar lagi pak Indra mau datang ambil sayurannya.''ucap pak Pardi.


''Tumben cepat yah,biasanya agak sorean.''ucap bu Retno.


''Katanya mau dibawa keluar kota ada yang pesan disana.''jelas ayah.


''Akhirnya selesai juga,''ucap bu Retno setelah mereka selesai memanen sayur dan juga buah tomat dan beberapa sayuran lainnya.


''Pak Indarnya belum nyampek yah?''tanya bu Retno lagi.


''Belum, tapi katanya sudah dijalan mereka.''jawab pak Pardi.


''Kalau gitu kami pulang dulu ya yah.''ucap bu Retno yang diangguki oleh pak Pardi.


''Jang lupa itu sayurannya dibawa pulang!'' ucap pak Pardi lagi.


''Iya yah,''jawab Kinan sambil membawa sayuran yang ada dalam keranjang kecil untuk dibawa pulang.

__ADS_1


Saat mereka sampai dirumah,ternyata sudah ada Fitri dan juga Wati yang saat ini sedang duduk diteras rumah.


''Loh,kalian disini.''ucap bu Retno sambil melangkah kan kakinya menuju teras rumah.


''Iya bu,ibu dari kebun ya?pantas sejak tadi kami panggil tidak ada yang bukain,ternyata orangnya sedang ada dikebun.''ucap Fitri


''Iya,ibu bantu ayah tadi,''jawab bu Retno


''Buk,aku kedalam dulu ya,mau simpan sayurannya dulu.''ucap Kinan


''Hm,''jawab bu Retno tanpa ingin mengeluarkan suaranya.


''Kini mereka bertiga sudah duduk diteras rumah,sambil ditemani teh hangat yang dibuat oleh Kinan,tentunya atas suruhan bu Retno.


''Hari ini kamu gk ke klinik Fit?''tanya bu Retno karna melihat Fitri bertamu dijam seperti ini.


''Tidak buk,soalnya papa,mama aku datang,makanya aku ambil cuti satu hari, lagi pula kedua orangtua ku hanya mampir sebentar di kosan,makanya aku memilih ambil cuti''jelas Fitri


Fitri memang tinggal sendiri,karna rumah kedua orang tuanya berada jauh dari tempatnya bekerja sekarang ini, makanya ia lebih memilih untuk kos, yang memang tempatnya tidak jauh dari klinik tempatnya bekerja.


Saat mereka asik mengobrol,tak lama terlihat Aldi pulang dengan mengendarai motor Nmaax miliknya.Setelah memarkirkan motornya Aldi langsung berjalan mendekati yang dimana saat ini ibunya berada.


''Buk,''sapa Aldi sambil mencium takzim tangan bu Retno.


''Haii Al,''sapa Fitri pada Aldi


''Fitri,kamu bilang cuti karna orangtuamu datang,tapi kenapa kamu bisa ada disini sekarang?''tanya Aldi heran,apa mungkin Fitri hanya membohonginya saja tadi.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2