
Aldi menatap Kinan yang masih tertunduk,ia sangat menyesali kata-katanya pada sang istri.Namun saat Aldi hendak bicara Kinan lebih dulu pergi dari sana,diiringi isak tangisnya.
Sedangkan Wati yang saat itu sedang berada dihalaman rumah nya samar-samar mendengar pertengkaran dirumah mertuanya itu,Wati yang penasaran langsung saja ingin tau apa yang terjadi,namun saat ia hendak melangkah tiba-tiba Toni memanggilnya.
''Mau kemana kamu dek?''
''Mau kerumah ibu bang,tadi sepertinya aku dengar suara ribut-ribut dirumah ibu.''jelas Wati
''Kamu yakin,itu dari rumah ibu?''tanya Toni,karna ia tak mendengar suara apapun tadi.
''Iya bang aku yakin,yaudah yuk kita kesana takutnya ada apa-apa nanti.''ucap Wati,yang diangguki oleh Toni.
Sementara didalam rumah,tepatnya didapur Aldi masih menyesali kata-katanya pada Kinan.
''Sudahlah Al,kamu jangan terlalu merasa bersalah,yang kamu lakukan juga gk sepenuhnya salah kok,lagi pula tadi kan kamu hanya membela ibu mu.''ucap bu Retno yang mencoba membuat Aldi tenang
''Tapi tetap aja buk,gk seharusnya aku ngomong kayak gitu sama Kinan.''sesal Aldi
''Aku akan bicara dengannya.''ucapnya lagi sambil bangkit dari duduknya,namun saat hendak melangkah bu Retno kembali mencegahnya.
''Al al al,,tunggu dulu! dengarkan ibu! kalau kamu bicara dengan Kinan sekarang,yang ada nanti kalian malah semangkin ribut, ibu yakin sekarang ini Kinan pasti masih marah,jadi ibu saranin sebaiknya nanti saja kamu bicaranya,tunggu sampai ia tenang dulu.''ucap bu Retno
''Kalau memang begitu baiklah, sebaiknya aku keluar dulu bu.''ucap Aldi yang sudah melangkah menuju pintu depan.
''Al,ini sudah mau magrib lho,kamu mau kemana?''tanya bu Retno
''Sebentar aja buk.''jawabnya tanpa mengatakan hendak kemana
Sedangkan didalam kamarnya Kinan samar-samar mendengar ucapan bu Retno pada Aldi agar jangan terlalu malam saat kembali kerumah.Mendengar itu Kinan semangkin sedih, karna pikiran Kinan Aldi memang sama sekali sudah tidak perduli lagi padanya.
Hiks..hiks..hiks..
__ADS_1
''Kamu berubah bang,dulu kamu gk pernah bisa tahan melihat air mataku jika aku menangis,kamu pasti berusaha keras menghiburku,tapi sekarang jangankan menghibur,justru kamu malah menghindar,kamu tidak mengejarku,kamu tidak mau membujukku seperti yang sering kamu lakukan dulu,Ya Tuhan..sampai kapan aku harus bertahan,rasanya hati ini semangkin sakit.''gumam Kinan yang masih terus menangisi nasip nya.Dulu Kinan masih sanggup bertahan,walaupun sang ibu mertua tidak pernah menyukainya tapi Kinan masih terus berjuang untuk menakhlukan hatinya,karna Aldi selalu menyemangatinya tapi sekarang bagai mana jika suaminya itu sudah tidak memperdulikan nya sama sekali,apakah Kinan masih akan terus berharap agar ibu mertuanya itu bisa menyayanginya,entahlah,,yang pasti saat ini Kinan tidak bisa berpikiran jernih,yang pasti Kinan sangat kecewa oleh sikap suaminya.
''Al,tadi mba denger seperti ada suara ribut-ribut dirumah,ada apa?''tanya Wati,yang saat itu berpapasan dengan Aldi yang hendak keluar
''Gk ada apa-apa kok mba,kalau gitu aku pergi dulu sebentar,bang aku pergi dulu.''ucap Aldi pamitan pada Toni
''Hem,'' ucap Toni tanpa ingin menjawab.
Toni melihat kegelisahan dimata Aldi,sepertinya memang ada masalah yang terjadi,tapi kenapa Aldi tidak cerita apa-apa,apa mungkin ini masalah rumah tangganya.''pikir Toni,yang masih menatap kepergian Aldi dengan motornya
''Tukan bang,kayaknya memang sedang lagi ada masalah deh,buktinya Aldi mukanya gk enak banget di lihat.''ucap Wati
Toni yang mendengar ucapan istrinya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
''Sebaiknya kita tanya sama ibu yuk bang,''ajak Wati sambil melangkah masuk kedalam rumah.
''Pada kemana orang nya,kok gk ada.''gumam Wati sambil melangkah menuju dapur,sedangkan Toni memilih untuk duduk diruang tamu.
''Eh, Wati sama siapa?''tanya bu Retno sambil menata masakan diatas meja,lalu menutupnya dengan tudung saji
''Sama bang Toni,oya buk ayah masih belum pulang ya dari rumah uwak?''tanya Wati sambil mendudukan bo*kongnya diatas kursi
''Belum,mungkin bentar lagi.''jawab bu Retno
Pak Pardi memang belum mengetahui tentang keributan yang terjadi dirumah,karna sejak tadi pagi ia pergi kekampung sebelah,kerumah kerabat karna ada acara syukuran rumah baru,tadinya bu Retno mau ikut,namun entah kenapa tiba-tiba ia berubah pikiran.
''Oya buk,tadi aku sempat dengar kayak ada suara ribut-ribut dirumah sebenarnya ada apa buk?''tanya Wati sambil menatap sang ibu mertua
''Tidak ada apa-apa, mungkin kamu hanya salah dengar saja tadi,,oya mana Kevin,kenapa tidak dibawa?''tanya bu Retno,mengalihkan pembicaraan
''Tadi sama Rara,''jawab Wati
__ADS_1
''Rara sudah pulang?diantar sama kakeknya kan?''
''Tadi sepertinya iya bu,''jawab Wati lagi.
Sebenarnya Wati sedikit heran dengan ibu mertuanya hari ini,ia merasa ibu mertuanya itu sedang menyembunyikan sesuatu darinya,jelas-jelas tadi ia mendengar suara ribut,tapi ibu mertuanya bilang bahwa ia hanya salah dengar.
''Masa ia aku salah dengar,jelas-jelas tadi aku dengar suara ribut kok dirumah ini,tapi kenapa ibu tidak mau cerita sama aku, tidak seperti biasanya.''
Ucap batin Wati,dan ia sangat yakin pasti ada yang disembunyikan oleh mertuanya tersebut.
Tak lama Toni datang dari ruang tamu.
''Dek pulang yuk,udah magrib ini abang mau sholat dulu,sekalian bawa pulang kevin,dia kan belum makan.''ucap Toni
''Iya, bang,buk kalau gitu kami pulang dulu ya?.''ucap Toni
''Yasudah,ini sekalian bawa ikan dan juga ayam gorengnya, ini sudah ibu bungkusin!" ucap bu Retno.
''Iya buk,terimakasih.''ucap Wati
Setelah kepulangan Wati dan Toni, terdengar bu Retno menghela nafas berat,ia kembali teringat dengan kata-kata Kinan beberapa waktu yang lalu.
''Apa aku sudah sangat keterlaluan karna sudah menanyakan hal seperti itu padanya? sepertinya dia sangat sedih,apa lagi saat Aldi memarahinya tadi,tapi itukan salah dia sendiri,kenapa dia harus berkata kasar sama ibu mertuanya sendiri,jadi wajar jika Aldi marah dengannya.''
Batin Retno,hari ini ia memang sengaga tak nemberitahu Wati tentang masalah keributan tadi,
Sedangkan dikamarnya,setelah mekaksanaksn sholat magrib, Kinan langsung melangkahkan kakinya menuju pintu,rasanya ia sangat lapar,padahal biasanya setiap bertengkar dengan Aldi Kinan selalu tal berselera makan,tapi sekarang rasanya perutnya begitu perih.
Kinan melihat seluruh ruangan yang terlihat sangat sunyi saat ini,kemudian Kinan kembali melangkahkan kakinya menuju dapur,untuk mengisi perutnya yang sudah terasa lapar.
TBC
__ADS_1