
Lia tak habis pikir dengan kakak sepupunya itu,kenapa dia bisa menyukai Kinan.
''Bang Rendy ada-ada saja,kalau begini mana mungkin cintanya akan terbalas,bahkan untuk berharap saja mungkin dia juga gk bisa,kenapa nasip kami bisa sama seperti ini,malang sekali.''
Ucap batin Lia, lesu
Sedangkan Rendy, dalam benaknya berkeinginan untuk mengungkapkan isi hatinya pada Kinan jika ada kesempatan,Rendy tak ingin berharap, dan dia juga tak meminta cintanya terbalaskan, tapi setidaknya dengan mengungkapkan isi hatinya pada Kinan,perasaannya bisa sedikit lega.
Lain Rendy,lain pula dengan halnya Kinan,saat ini wanita itu masih berada dikediaman Tejo dan Ningsih,walaupun Aldi sudah membujuknya untuk pulang,namun wanita itu masih keukeh untuk tetap berada disana.
''Sudahlah Al,biarin aja dia disini dulu,nanti mbamu akan bicara padanya pelan-pelan, sebaiknya kamu pulang saja dulu!" ucap Tejo
''Aku akan tetap disini sampai Kinan mau pulang bersamaku bang.'' jawab Aldi
''Terserah lah..'' sambung Tejo lagi
''Kinan,Aldi masih diluar lho,kamu yakin gk mau pulang sama dia?kasian lho,sebenarnya masalah kalian apa sih?tidak mungkin kan hanya karna kedatangan Fitri saja kamu sampai ngambek kayak gini?.'' ucap Ningsih penasaran
''Ck,sebenarnya sih tadi....,,tapi janji dulu mba gk akan menertawakanku jika aku cerita?'' ucap Kinan
''Iya,cepetan bilang! apa emang masalahnya??'' tanya Ningsih yang sudah tidak sabaran.
''Sebenarnya,tadi aku minta jatah sama bang Al,tapi dia malah menolak dengan alasan badannya bau,kan gk masuk akal,bikin aku sebel.'' jelas Kinan dengan bibir yang mengerucut saat menjelaskan
Jujur saja,tawa Ningsih hampir saja pecah,saat mendengar cerita adik iparnya itu,bagai mana tidak,dengan gamblangnya Kinan bisa bercerita masalah ranjang dengan orang lain sebegitu gampangnya,dan tidak ada malu-malunya saat bercerita,mungkin jika Ningsih tidak akan semudah itu,karna pasti ia akan malu sekali untuk menceritakannya apa lagi saat Kinan mengatakan bahwa dirinya lah yang meminta diluan.
''Seriusan kamu minta duluan sama Aldi Kin?
''Iya mba,udah gitu ditolak lagi,kasian sekali kan aku, hilang sudah harga diriku.'' sambunya lagi dengan wajah lesu.
''Mau mba kasih saran gk?'' ucap Ningsih, sambil tersenyum misterius.
''Apa??'' tanya Kinan penasaran
''Sini biar mba bisikin, agar readers gk bisa dengar.'' sambungnya lagi
♡♡♡
''Mba aku pulang dulu ya,makasih makanannya.'' ucap Kinan yang sengaja menguatkan suaranya.
''Tuh,binikmu sudah mau pulang.'' ucap Tejo
''Bang Tejo aku pulang dulu ya?!" ucap Kinan sambil melangkah menuju luar
''Iya,hati-hati ya?awas nyasar.'' goda Tejo
''Loh,dek abang kok ditinggal?'' ucap Aldi saat melihat istrinya melewatinya begitu saja.
Sedangkah Tejo terkekeh melihat sebetapa bucinnya adik bungsunya itu pada istrinya.
Setelah masuk kekamar Kinan langsung menuju lemari untuk mengambil pakaian tidurnya,setelah itu ia masuk kedalam kamar mandi untuk menggantinya.
Tak lama pintu terbuka,terlihat Aldi yang masuk kedalam kamar,matanya menyapu seluruh ruangan yanga terdapat dikamar tersebut.
''Kemana dia?'' gumam Aldi saat tak mendapati istrinya tak ada didalam kamar,namun tak berapa lama Aldi mendengar suara gemercik air didalam kamar mandi, ia pun langsung mendekati pintu kamar mandi tersebut.
''Dek kamu didalam?'' tanya Aldi,namun tak kunjung ada jawaban dari dalam
__ADS_1
''Dek! Kinan kamu dida.....''belum sempat Aldi melanjutkan ucapannya tiba-tiba pintu dibuka dari dalam
Mata Aldi melebar saat melihat penampilan istrinya yang luar biasa sek*si dimatanya,matanya terus mengikuti langkah istrinya yang menuju tempat tidur,jakun nya naik turun dengan susah payah, hanya untuk menelan air liur yang tak kunjung ia dapatkan, rasanya tenggorokannya saat ini sangat kering.
Bagai mana tidak,saat ini Kinan memakai lingerie tali spagetti tanpa dala*man sama sekali hingga Aldi bisa dengan jelas melihat pucuk gunung istrinya itu,belum lagi bawahan yang dikenakan Kinan hanya mampu menutupi bagian intinya saja dibagian depan,sedangkan belahan pan*tat nya dapat terlihat dengan jelas oleh mata Aldi
''Dek,kamu baju baru ya?kok abang gk pernah liat sih?'' tanya Aldi berusaha mencairkan suasana.
Namun Kinan masih diam seribu bahasa,ia sama sekali tak menghiraukan ucapan suaminya itu, ia malah menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya hingga sebatas leher.
''Duuh,kayaknya istriku ini mau balas dendam,karna tadi aku sempat menolaknya,kenapa coba tadi kamu buat dia kesal Aldi,terakhir kamukan yang menderita sendiri saat gk bisa menyentuhnya karna ngambek, dasar bodoh.
Batin Aldi merutuki kebodohannya sendiri.
Sedangkan Kinan yang berpura tidur tersenyum puas,saat melihat kegelisahan suaminya itu, Aldi juga tersiksa karna merasa dicueki.
''Rasain,siapa suruh sok jual mahal,tersiksakan gk bisa nyentuh aku,aku mau liat seberapa keras usaha kamu untuk bisa meluluhkanku.
Batin Kinan tersenyum smriik
''Dek,kamu udah tidur belum?hari ini adek capek gk mau abang pijitin kakinya hem?? abang pijit ya,biar badan adek enakan.'' ucap Aldi berusaha mencari perhatian Kinan
Dalam hati Kinan tertawa,suaminya ini memang sungguh pintar merayu,jika ada maunya.
''Bang aku ngantuk,sebaiknya abang tidur saja,gk usah pijat aku!" ucap Kinan saat merasakan kakinya mulai dipijat oleh Aldi.
''Gpp, kamu tidur saja, kalau abang belum ngantuk,jadi biar abang pijat aja tubuh adek ya?!" ucap Aldi lagi sambil kembali memijat kaki sang istri.
Melihat Kinan yang tak menolak,Aldi mulai berani menarik selimut yang dikenakan sang istri.
''Apaan sih bang? kok selimutku ditarik.'' ucap Kinan yang seolah merajuk,padahal dalam hatinya senang.
''Kerja?maksud abang?''
''M-maksud abang biar abang pijat adek tidur aja!" ucap Aldi,yang hampir ketahuan niat mesumnya.
Dan akhirnya Kinan pun membiarkan Aldi menarik selimut tebal yang menutupi tubuhnya.
''Gimana dek,enakkan pijatan abang?'' ucap Aldi sambil terus memijat kaki istrinya dengan lembut.
''Hmm,,'' ucap Kinan tanpa ingin menjawab ucapan suaminya
Mungkin karna memang sudah mengantuk atau memang karna pijatan Aldi yang membuatnya nyaman akhirnya Kinan pun terlelap.
''Dek,yang mana lagi yang adek rasa pegal?'' tanya Aldi yang belum mengetahui kalai sang istri sudah tertidur.
''Dek! dek!" panggil Aldi lagi.
''Pantesan gk nyahut ternyata dia tidur.'' gumam Aldi.Seketika senyumnya terbit
''Tidurlah yang nyenyak honey abang akan membawamu terbang keawan.
Ucap batin Aldi
Sedangkan dikediaman rumah Wati dan Tejo,saat ini mereka sedang berbincang diruang tamu dengan Fitri yang memutuskan untuk menginap dirumah Wati dan juga Toni.
''Hooaaammm....,ngantuk banget ya rasanya sudah jam berapa sih?'' ucap Wati sambil merentangkan otot-ototnya.
__ADS_1
''Baru jam sembilan lho,masa sudah ngantuk sih Wat?'' ucap Fitri
''Iya nih,rasanya mataku udah gk sanggup Fit.'' sambungnya lagi
''Jadi mau tidur nih ceritanya?yaahh..padahal masih mau ngobrol sama kamu, lagi pula aku masih belum ngantuk.'' ucap Fitri
''Yasudah kalau gitu biar bang Toni saja yang nemani kamu ngobrol,gpp kan bang kalau abang aja yang temani Fitri?soalnya aku ngantuk banget.'' ucap Wati
''Hhmm,'' ucap Toni yang saat itu masih bermain game di ponselnya.
''Bang! abang ini kebiasaan,kalau sudah main game pasti susah diajak bicara.'' ucap Wati kesal.
''Iya-iya abang dengar kok,yasudah kalau kamu mau tidur,biar abang yang temani Fitri.'' ucap Toni yang sudah menutup ponselnya.
''Yaudah Fit,aku kekamar dulu ya,kamar sebelah udah aku beresin, kalau butuh selimut ambil saja didalam lemari.'' ucap Wati
''Iya-iya aku tau kok...''jawab Fitri
Kini tinggalah Fitri dan Toni diruangan tersebut,seketika suasana menjadi canggung.
''Mm,,bang,gimana kakinya udah mendingan?'' tanya Fitri memulai pembicaraan
''Sudah agak lumayan kok,untung ada kamu waktu itu,sekali lagi makasih ya Fit karna sudah nolongin abang waktu itu.'' ucap Toni
''Iya bang,oya bang,apa Wati memang tidak tau kalau kemarin itu yang nolongi abang itu aku?
''Gk,abang memang sengaja gk kasih tau dia,abang hanya bilang kalau abang ditolongi sama warga,kamu gk keberatan kan kalau abang bilang seperti itu? abang hanya gk mau aja terlalu banyak pertanyaan nantinya yang ditanyakan istri abang.'' jelas Toni
''Iya bang gpp,aku ngerti kok.''ucap Fitri
''Oya Fit,boleh abang tanya sesuatu?
''Boleh,emang mau tanya apa bang?
''Wati bilang kamu masih sangat berharap dengan Aldi apa itu benar?'' tanya Toni sambil menatap wajah Fitri
''Tadinya sih iya,tapi sekarang sudah gk terlalu bang,karna yang ku lihat bang Aldi terlalu cinta dengan istrinya,lagi pula sepertinya dia tidak tertarik sama sekali dengan ku bang.'' ucap Fitri yang tiba-tiba tak bersemangat.
''Aldi memang terlalu bucin sama istrinya,tapi kan masih banyak laki-laki lain,kamu berhak dapat yang lebih baik Fit,kamu itu cantik dan juga menarik, kamu bisa cari laki-laki yang masih lajang,,ngapain kamu mendekati pria beristri? yang jelas-jelas istrinya akan menjadi penghalang buat kamu nantinya,dan itu juga tidak akan membuatmu bahagia.''jelas Toni menasehati
''Ya namanya perasaan kan gk bisa dipaksakan bang,harus dengan siapa dia menaruh hati.'' ucap Fitri.
''Kamu tau,Aldi juga tadi mengatakan hal yang sama denganmu.'' ucap Toni sambil terkekeh pelan.
''Kenapa abang tertawa?kan yang dikatakan baang Aldi memang benar?'' ucap Fitri sambil mengerucutkan bibirnya.
''Iya-iya,kalian benar.'' jawab Toni mengalah.
''Sekarang aku tanya sama abang,emangnya aku ini menarik ya?''
''Emang ada ya yang bilang kalau kamu itu tidak menarik? siapa?abang ingin tau laki-laki mana yang bilang kalau kamu tidak menarik.'' ucap Toni.
''Ya gk ada,tapi buktinya bang Aldi tidak mau melirikku sama sekali,mungkin bang Toni juga sepertinya tidak tertarik sama aku iya kan bang?'' pancing Fitri
NEXT
JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN YA GUYS
__ADS_1
AUTHOR KASIH DURASI YANG PANJANG HARI INI..