
Aldi masih didepan pintu,mendengarkan ucapan kakak iparnya yang sedang meminta tolong padanya untuk memasangkan bola lampu dikamar mandi miliknya.
''Ada apa Al?siapa yang datang?''tanya bu Retno yang tiba-tiba datang dari dalam.
''Loh Wati, kamu rupanya ada apa? kenapa gk langsung masuk aja?''tanya bu Retno.
''Begini bu,aku hanya minta tolong sama Aldi agar menggantikan lampu dikamar mandi,karna bola lampunya putus,sementara aku takut,lagi pula tinggi buk,mana aku sampai gantinya.''jelas Wati
''Yasudah biar Aldi saja yang gantinya,sana Al,bantu Wati!''ucap sang ibu
''Baiklah tapi aku harus bilang dulu sama Kinan,nanti dia nyariin lagi.''ucap Aldi sambil melangkahkan kakinya kedalam rumah,namun baru dua langkah bu Retno langsung memanggilnya.
''Sudah kamu pergi saja nanti biar ibu yang bilang sama Kinan.''ucap bu Retno
''Baiklah,''jawab Aldi pasrah
''Yasudah yuk Al!" ajak Wati,sambil melangkahkan kakinya menuju rumahnya.
Sementara didalam rumah Kinan sedang menunggu Aldi dimeja makan,bersama ayah mertuanya.
''Memangnya siapa yang datang tadi nak?kok mereka lama sekali diluar?''tanya pak Pardi.
''Aku juga gk tau yah,biar ku lihat dulu.''ucap Kinan sambil beranjak dari duduknya,namun belum sempat ia melangah bu Retno sudah lebih dulu berbicara yang membuat Kinan kembali duduk.
''Aldi sedang ada dirumah Wati sekarang untuk membantunya memasangkan bola lampu yang putus.''ucap bu Retno yang mengerti arti tatapan menantu dan juga suaminya tersebut.
''Bang Al,ada dirumah mba Wati,tumben dia gk pamit kayak biasanya.''gumam Kinan pelan.
''Kenapa kamu melamun?cepat makan makananmu itu!" ucap bu Retno ketus.
''Ibu! jangan berbicara seperti itu pada Kinan!" ucap pak Pardi,yang tidak suka dengan nada sang istri saat berbicara pada menantunya.
Bu Retno hanya memberengut kesal saat mendengar ucapan suaminya, sedangkan Kinan,tanpa menjawab ia pun akhirnya melanjutkan acara makannya.
Sedangkan dikediaman Wati.
''Al, ini bola lampunya,dan itu kursinya.''ucap Wati sambil menunjuk kursi yang ia ketakkan tadi disamping pintu kamar mandi.
Beberapa saat kemudian,terlihat Aldi telah selesai mengganti bola lampu tersebut,saat akan keluar dari kamar mandi tak sengaja ia berpapasan dengan Fitri yang saat itu hendak menuju kamar mandi,saat itu Fitri hanya menggunakan handuk pendek yang mampu menututupi sebagian asetnya saja,bahkan gumpalan daging miliknya pun terlihat menyembul karna sangkin pendeknya handuk tersebut.Aldi yang kaget langsung membalikan tubuhnya
__ADS_1
''Bang Aldi,''ucap Fitri sambil menutupi aset bagian atasnya.
''Maaf Fit,saya gk sengaja,''ucap Aldi yang masih tetap membelakangi Fitri
''Iya bang gk apa-apa.''jawab Fitri
''Kalau gitu abang akan keluar.''ucapnya lagi sambil melangkah tanpa melihat Fitri sedikitpun.Namun entah kenapa tiba-tiba kakinya bisa terpeleset,spontan Fitri meraih tangan Aldi untuk membantunya ,namun naas keduanya malah terjatuh kelantai,dengan posisi Fitri yang ada diatas Aldi,dan yang lebih membuat Aldi syok ia melihat tubuh telanj*ang Fitri karna handuk yang ia pakai sempat terbuka.
Aldi menelan salivanya dengan sudah payah,sebelum syaiton menguasai hati dan pikirannya Aldi cepat-cepat bangkit hingga ia tak perduli pada Fitri yang saat itu terjungkal dibuatnya.
''Maaf Fit,saya tidak sengaja.''ucap Aldi yang kini sudah berdiri membelakangi Fitri.
''Iya bang,''jawabnya sambil memakai handuknya kembali
''Kalau gitu saya keluar dulu.''ucap Aldi berlalu tanpa menunggu jawaban Fitri.
Terlihat Aldi keluar dari rumah Wati dengan langkah yang tergesa-gesa,membuat Wati yang saat itu berada diruang tv menatapnya heran.
''Ada apa sama Aldi?kenapa dia terburu-buru seperti itu?''gumam Wati bertanya-tanya.
Sedangkan didalam kamar mandi Fitri menggerutu kesal,karna rencananya menakhlukan Aldi gagal.
Flash back
''Kenapa Fit?''tanya Wati yang tiba-tiba datang.
''Ini lampu kamar mandinya gk bisa nyala Wat,sepertinya bola lampunya putus deh.''sambungnya lagi.
Wati mencoba mengotak atik tombol lampu dan memang lampu dikamar mandi teesebut tidak bisa menyala.
''Sepertinya memang putus,gimana nih?aku gk nyampe lagi masangnya.''ucapnya kesal
''Eh Wat,gimana kalau kamu suruh saja bang Aldi diakan tinggi pasti nyampe.''ucap Fitri memberi usul.
''Kamu benar,aku akan suruh dia buat menggantinya, heemm...,sepertinya ada udang dibalik bakwan nih.''ucap Wati sambil tersenyum penuh selidik.
''Aji mumpung,aku akan menggunakan waktu sebaik-baik nya.''jawab Fitri lagi.
''Yasudah kalau gitu aku panggil Aldi dulu dirumah ibu.''ucap Wati sambil berlalu.
__ADS_1
Flash back and
''Kenapa sih susah sekali bikin Aldi berpaling padaku, aku juga sengaja memakai handuk dari kamar,agar bang Al bisa melihat keindahan tubuhku,,tapi dia sama sekali tidak tergoda,,padahal kan dilihat dari segi tubuh aku kan lebih menggoda dari pada istrinya itu,apa lagi tadi dia sempat melihat tubuh polosku,masa iya dia gk tergoda.''gumam Fitri frustasi.
Sedangkan Aldi saat ini sedang berada dikamarnya,jantungnya masih saja berdetak dengan kencang,perasaannya campur aduk,dan entah kenapa dikepalanya saat ini terus terbayang tubuh polos Fitri yang tadi tak sengaja ia lihat.
''Sepertinya aku sudah tidak waras.''gumam Aldi sambil menggelengkan kepalanya cepat,agar bayangan itu menghilang dari kepalanya.
Sedangkan didapur,Kinan terus kepikiran dengan suaminya,hingga sampai-sampai tangannya terkena kompor panas karna melamun
''Aaw,,pekiknya saat tangannya tak sengaja terkena kompor.
''Makanya kalau lagi masak air itu jangan melamun,untung hanya kompor,coba kalau air panasnya tadi yang tumpah, bisa cacat kamu.''ucap bu Retno dengan ucapan yang selalu pedas pada menantunya.
Sang ibu mertua seperti sama sekali tidak ada rasa sayang atau pun perduli sedikitpun pada Kinan.
''Loh Al,kok kamu tiba-tiba udah dikamar aja?''tanya bu Retno yang melihat Aldi baru keluar dari kamarnya.
''Kamu udah lama dikamar?''tanya bu Retno lagi.
''Sudah setengah jam bu,''jawab Aldi
Kinan yang penasaran pun keluar dari dapur untuk melihat suaminya tersebut.
''Kok abang gk bilang kalau sudah pulang?oya abang sudah makan,tunggu ya biar kuambilkan makan buat abang.''ucap Kinan sambil berlalu
Aldi pun mengikuti Kinan dari belakang.Kini mereka sudah duduk dikursi meja makan,Kinan terus memperhatikan suaminya yang sedang makan, sambil menopang dagunya dengan tangan.
''Kamu kenapa liatin abang makan?memangnya kamu tidak makan?''tanya Aldi
''Aku sudah makan, oya bang,tadi abang ngapain kerumah mba Wati?''tanya Kinan,ia ingin tau dari mulut suaminya sendiri walaupun tadi sang ibu mertua sudah memberitahukannya.
''Memangnya ibu gk ngasih tau kamu kalau aku kerumah mba Wati untuk mengganti bola lampu?''tanya balik Aldi.
''Bilang sih,tapi kan aku mau tau dari mulut abang juga.''jawab Kinan
''Apa itu artinya kamu tidak percaya dengan ucapan ibu? begitukah?''tanya Aldi sambil menatap wajah istrinya
NEXT
__ADS_1