Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Calon Pelakor


__ADS_3

Keesokan harinya,jam sudah menunjukan pukul lima pagi,setelah menunaikan ibadah sholat subuh Kinan langsung menuju dapur.Sedangkan Aldi sedang berada dalam kamar mandi untuk mengambil wudhu,setelah selesai Aldi langsung kembali kekamar,tadinya ia ingin mengajak Kinan untuk sholat berjama'ah namun sepertinya istrinya itu masih marah padanya.Akhirnya mau tak mau Aldi pun akhirnya sholat sendirian.


Jam sudah menunjukan pukul enam pagi,Aldi yang baru keluar dari kamarnya langsung menuju dapur untuk mencari keberadaan istrinya,namun anehnya Aldi tak menemukan sang istri disana.


''Kemana dia?kok gk ada,''gumam Aldi sambil terus mencari keberadaan Kinan.


Namun samar-samar Aldi mendengar suara orang berbicara dari luar,dan suara itu sangat ia kenali.


''Kinan, itu suara Kinan kan?dengan siapa dia berbicara.''gumam Aldi sambil melangkahkan kakinya,untuk mencari keberadaan asal suara tersebut.


Sedangkan diluar rumah,Kinan sedang berbincang dengan Ningsih dihalaman rumahnya.


''Mba Ning,aku boleh tanya gk?''


''Mau tanya apa emang kayak nya serius amat?''tanya Ningsih


''Emangnya ibu itu dari dulu pengennya bang Aldi nikahnya sama perawat ya?''tanya Kinan,walau pun sebenarnya dia sudah tau tapi Kinan ingin lebih memastikannya lagi.


''Sebenarnya sih iya,ibu tuh terobsesi banget,dan dia pingin sekali mempunyai menantu yang memiliki gelar perawat atau pun bidan,''ucap Ningsih,sambil melihat raut wajah Kinan yang mulai berubah sendu


''Tapi kamu jangan berkecil hati dong Kin,nih ya kalau menurut aku,kamu itu rajin, pintar masak lagi.Dan menurutku kamu gk kalah dari menantu idaman ibu,lagi pula ya,mereka boleh aja punya gelar,tapi belum tentu mereka itu seperti kamu.Sudahlah jangan dipikirin lagi,yang terpenting sekarang adalah kamu harus tetap berusaha membuat ibu itu luluh hati sama kamu!" ucap Ningsih,dan Kinan hanya menanggapinya dengan senyuman.


Tanpa mereka sadari ternyata Aldi mendengarkan obrolan mereka.


''Ternyata Kinan masih memikirkan masalah itu,aku semangkin merasa bersalah karna berkata seperti itu tadi malam.''gumam Aldi


''Mba aku pulang dulu ya,aku mau lihat bang Al dulu.''ucap Kinan.


''Baiklah.''jawab Ningsih

__ADS_1


Aldi yang mendengar Kinan akan pulang,kemudian cepat-cepat masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya.


Cklek,terdengar suara pintu dibuka dan munculah Kinan dari balik pintu kamar tersebut,Kinan mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan kamar,dan mendapati sang suami yang sedang duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya


''Bang,aku sudah siapin sarapan buat abang,''ucap Kinan yang masih berada didepan pintu kamar.


Terlihat Aldi menoleh,kemudian ia berkata pada sang istri


''Apa kamu masih marah dek sama abang?''tanya Aldi sambil menatap Kinan yang masih setia berdiri ditempatnya.


Terlihat Kinan menutup pintu kamar,kemudian melangkahkan kakinya menuju suaminya berada sekarang.


''Aku tidak marah sama abang, aku hanya marah pada diriku sendiri,aku marah kenapa aku gk bisa jadi menantu yang seperti ibu mau,aku juga merasa cemburu kalau ibu lebih perhatian pada orang lain dari pada aku,tapi aku bisa apa bang?aku hanya bisa pasrah dan berdoa saja,aku berharap suatu saat nanti ibu bisa memperhatikanku,dan menyayangiku seperti mba Ningsih dan mba Wati.''ucap Kinan


''Kemarilah!" ucap Aldi sambil menarik tangan istrinya menuju tempat tidur.


''Dengar kan abang baik-baik! abang yakin suatu saat nanti ibu pasti akan merubah sikapnya sama kamu, tapi abang mohon agar kamu bisa bersabar,ibu hanya butuh waktu,lambat laun ibu akan menyadari kalau menantunya yang satu ini sangat berarti dirumah ini.''ucap Aldi ambil membelai wajah istrinya.Kinan hanya mengangguk pasrah tanpa ingin menjawabnya


Dimeja makan sudah ada pak Pardi dan bu Retno yang sudah menunggu mereka.


''Ngapain sih dikamar lama sekali.''gerutu bu Retno


''Maaf bu lama,''ucap Aldi sedangkan Kinan hanya diam.


***


Saat ini di klinik sudah ada Fitri yang memang sengaja datang pagi-pagi,tak lama ia mendengar suara motor berhenti didepan klinik.


''Sepertinya bang Aldi sudah datang.''ucap Fitri sambil melangkah kan kakinya menuju pintu depan dengan semangat.Sepanjang jalan menuju pintu Fitri terus mengembangkan senyum,namun seketika senyumnya surut kala melihat seseorang yang saat ini sedang berdiri didepannya,dan orang itu tersenyum sinis pada Fitri.

__ADS_1


''Kenapa?kecewa?karna yang datang gak sesuai harapan?''tanya orang tersebut yang tak lain adalah Maya.


Maya yakin kalau saat ini Fitri sedang menunghu kedatangan Aldi, dan Maya juga tau kalau Fitri sangat menyukai Aldi dari dulu,namun Maya juga sering menasehati Fitri agar lebih baik teman satu kerjaannya itu mencari pria lain,karna saat itu mereka juga tau kalau Aldi sudah memiliki pacar saat itu.Namun Fitri tak menghiraukan itu, Fitri berkata pada Maya saat itu selama janur kuning belum melengkung,ia akan tetap mengejar cintanya Aldi,namun sekarang apa?bahkan janur kuning sudah berkibar dari satu tahun yang lalu,apakah Fitri masih ingin mengejar Aldi.''pikir Maya


''Apaan sih May,''jawab Fitri sambil cemberut


''Ya habisnya kamu kok kayaknya semangat sekali tadi,dan sekarang tiba-tiba jadi lemas gitu.''sindir Maya


''Udah deh,jangan mulai! terus sejak kapan kamu mulai balik kerja lagi?ku pikir kamu tidak akan kerja disini lagi.''ucap Fitri


''Baru kemarin, oya Fit apa kamu masih memperjuangkan cintanya Aldi ya?''tanya Maya lagi karna masih merasa penasaran.


''Iya, lagi pula asal kamu tau ya May,ibunya bang Aldi itu gk suka sama istrinya bang Al,makanya aku akan terus mengambil kesempatan ini.''ucap Fitri


''Waduh,calon pelakor nih kayaknya.''ucap Maya.


''Ck,apaan sih kamu,''ucap Fitri yang tak suka dengan ucapan Maya.


''Loh,emang benar kan.''jawab Maya lagi,sedangkan Fitri hanya mendengus kesal


DITEMPAT LAIN


Setelah Aldi dan pak Pardi berangkat kerja,bu Retno langsung memanggil Kinan keruang tamu.


''Iya bu,ada apa?''tanya Kinan setelah duduk didepan sang ibu mertua


''Kinan,kalian kan sudah satu tahun menikah,tapi sampai saat ini kamu belum hamil juga,apa kamu gk kasihan sama Aldi? dia itu sudah pengen sekali lho punya anak,soalnya kemarin waktu ibu tanya dia bilang kalau dia sudah sangat kepengen punya anak,kasian Aldi.''ucap bu Retno yang mencoba membujuk Kinan.


''Ya terus aku harus gimana bu,yang Maha Kuasa mungkin belum memberi kepercayaan padaku untuk menjadi seorang ibu.Lagi pula bang Al juga tidak ada kok membicarakan masalah anak pada ku.''jawab Kinan

__ADS_1


''Mungkin dia hanya tidak enak sama kamu,makanya dia diam.''jawab bu Retno lagi.


NEXT


__ADS_2