
Saat ini Kinan sedang berada didalam kamarnya,ia masih memikirkan ucapan sang ibu mertua yang menginginkan untuk Aldi menikah lagi kalau dalam jangka waktu lima bulan lagi dirinya belum bisa hamil.Terpukul dan sakit hati,itulah yang dirasakan Kinan saat ibu mertuanya itu meminta suaminya untuk menikah lagi,namun Kinan sama sekali belum menjawab permintaan sang ibu mertuanya tersebut.
''Kenapa ibu memintaku untuk bang Aldi menikah lagi,apa ibu tidak memikirkan perasaanku saat ia mengucapkan itu.''gumam Kinan,sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.
Sedangkan dikamar yang tak jauh dari kamar milik Kinan,sang ibu mertua sedang duduk bersandar di kursi yang ada disudut dekat dengan jendela,sudut bibirnya sedikit terangkat,menandakan kalau ia sedang bahagia, entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini.
***
Jam sudah menunjukan pukul satu siang,saat ini Aldi,Fitri dan Maya sedang makan siang disebuah warung nasi yang tak jauh dari tempat kerja mereka.
''Aku laper banget,hari ini yang datang berobat lumayan banyak.''ucap Maya
''Masih jam segini May,belum lagi sore harinya,biasanya nanti sore akan lebih banyak lagi yang datang.''ucap Fitri
''Kok bisa? apa yang datang berobat dari luar kampung juga?''ucap Maya lagi
''Iya,kan lebih murah biayanya ketimbang mereka harus kerumah sakit,lagi pula klinik kita kan hanya satu-satunya dikampung ini.''jelas Fitri
''Yee,,itu juga aku tau Fit, yang aku herankan itu,kenapa setiap hari orang sakit semangkin bertambah ya?''ucap Maya sambil menopang tangan didagu sambil jari-jari tangannya mengetuk meja.
''Sudahlah,sebaiknya kalian makan saja dulu!" ucap Aldi setelah makanan datang.
''Oya bang Al,Kinan gimana apa sudah isi?''tanya Maya tiba-tiba,yang seketika membuat Aldi menghentikan makannya.
''Kamu orang ke empat yang bertanya padaku tentang hal ini May,''ucap Aldi
''Hah,emangnya siapa sebelum aku?''tanya Maya bingung.
''Sudahlah May,sebaiknya kamu jangan tanyai bang Aldi lagi mengenai keturunan,kamu doa kan saja agar istrinya itu secepatnya bisa hamil! bener gk bang?''ucap Fitri.
__ADS_1
''I-iya kalian doa kan saja.''sambung Aldi.
Sebenarnya Aldi masih sangat canggung berdekatan dengan Fitri setelah kejadian itu,namun Fitri waktu itu memohon padanya agar Aldi tidak memecatnya atau pun menjauhinya,dan Fitri juga berjanji waktu itu pada Aldi kalau dia tidak akan mengulanginya lagi.
Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan,tak terasa sudah lima bulan berlalu,semenjak waktu yang telah ditentukan oleh sang ibu mertua kini bu Retno kembali bertanya padanya.
''Jadi gimana apa sudah hamil?atau masih belum hamil juga?''tanya bu Retno
Kinan hanya diam sambil menunduk,Kinan pikir ibu mertuanya itu tidak akan nengungkit kembali tentang masalah itu tapi ternyata sekarang ia kembali bertanya mengenai hal tersebut.
''Kok diam?oh,,ibu tau sekarang,pasti kamu belum bisa hamil kan sampai sekarang?''ucap bu Retno
''Baiklah,seperti janji yang sudah kita buat,kalau kamu akan mengijinkan Aldi untuk menikah lagi kalau sampai dalam waktu lima bulan kamu belum bisa mengandung.''ucap bu Retno
''Tapi buk,aku tidak pernah bilang akan mengijinkan bang Al untuk menikah lagi buk.''jawab Kinan
''Loh,kamu ini gimana sih,kita kan sudah sepakat lima bulan yang lalu,''ucap bu Retno
''Ya siapa suruh kamu gk bilang apa-apa, kemarin diam kamu itu saya anggap kalau kamu setuju.''ucap bu Retno
''Tapi buk,aku gk bisa,''jawab Kinan
''Dengar Kinan! kamu itu jadi perempuan jangan egois,Aldi itu sudah sangat menginginkan keturunan,hanya saja dia tak ingin mengatakannya sama kamu,karna dia tidak ingin kamu tersinggung dan juga merasa terbebani.Seharusnya kamu sadar.''ucap bu Retno,sang ibu mertuanya itu terus mendesak agar Kinan mau melakukan apa yang dia inginkan,yaitu mengijinkan jika suaminya menikah lagi,tentunya dengan alasan keturunan.
''Baiklah,ibu akan kasih kamu waktu sampai besok pagi,dan setelah itu ibu mau jawabannya sudah ada.''ucap bu Retno sambil melangkah meninggalkan Kinan yang masih termenung sambil menatap punggung sang ibu mertua yang kian menjauh.
''Ya Allah apa yang harus ku lakukan,apa aku harus menyetujui ucapan ibu,tapi rasanya aku tidak sanggup.''gumam Kinan,dada nya kembali terasa sesak saat mengingat kembali ucapan sang ibu mertua yang menginginkannya berbagi suami dengan wanita lain dengan alasan keturunan.
Aldi melihat Kinan melamun sambil berdiri didekat jendela,bahkan Kinan sama sekali belum menyadari kehadiran suaminya yang saat itu sudah berdiri didekatnya,sampai ia mencium wangi parfum yang biasa dipakai sang suami memenuhi indra penciumannya barulah ia tersadar.
__ADS_1
''Bang,sejak kapan abang berdiri disitu?''tanya Kinan
''Sejak tadi,''jawab Aldi singkat
Kamu kenapa melamun hem?''tanya Aldi
''Melamun?aku gk melamun kok bang,''elak Kinan
''Jangan bohong sama abang,sebenarnya kamu lagi mikirin apa sih?''tanya Aldi
''Sebenarnya aku hanya mikir kenapa sampai sekarang aku masih belum hamil juga,padahal kita sudah lama menikah.''ucap Kinan sendu.
''Sayang dengerin abang baik-baik ya! kita itu menikah belum ada dua tahun,jadi kamu tidak usah terlalu memikirkan itu,nanti kamu stres lho.''ucap Aldi
''Bang,aku tau bukan hanya aku yang menginginkan seorang bayi tapi abang juga kan?''ucap Kinan
''Dengar abang tidak pernah menuntut kamu untuk segera cepat-cepat punya anak,sebaiknya kita serahkan saja semuanya sama yang Maha Kuasa.''ucap Aldi lagi
''Bang,gimana kalau bang Al menikah lagi?''ucap Kinan,sungguh saat ia mengatakan itu Kinan sambil menahan nafasnya beberapa detik.
Aldi yang mendengar sang istri mengatakan itu langsung menatap tajam kearahnya
''Apa yang barusan kamu bilang hah?kamu pikir abang menikahimu hanya untuk mencari keturunan? begitukah?abang sama sekali tidak menyangka kamu bisa mempunyai pikiran seperti itu Kinan.''ucap Aldi,ia merasa kecewa dengan ucapan istrinya yang menawarkannya untuk menikah lagi.
''Bang aku hanya ingin supaya abang tidak merasa kesepian,dan juga...,''
''Sudah hentikan! abang gk mau denger kamu mengatakan hal ini lagi.Sekarang abang tanya sama kamu,apa kamu mau melihat abang menikah dengan wanita lain?dan apa kamu juga rela melihat abang sekamar dengar wanita lain?iya?''tanya Aldi
''Gak bang! aku gk akan sanggup.''ucap Kinan sambil menabrakkan tubuhnya pada sang suami,Aldi memeluk Kinan dengan erat sambil mengecup pucuk kepala istrinya.
__ADS_1
NEXT