
Saat ini Ayah,ibu dan Aldi sedang duduk diruang tamu,Aldi seperti tersangka yang diintrogasi oleh polisi,ekor matanya selalu melirik pada sang ibu,karna ulah ibunya sekarang Aldi jadi sasaran kemarahan sang ayah,namun itu belum seberapa, mungkin jika ayahnya tau penyebab kesedihan Kinan yang sebenarnya, mungkin ayahnya itu akan lebih marah lagi.
''Sebaiknya besok kamu antarkan Kinan kerumah orangtuanya!" ucap pak Pardi pada sang anak
''Loh pak,tapi kan besok Aldi kerja,biarin aja Kinan kerumah emaknya sendiri.''potong bu Retno
''Sebaiknya ibu diam saja! pokoknya keputusan ayah tidak bisa ditolak,kamu mengertikan Aldi? emangkan kamu tega membiarkan istrimu pergi sendirian?enggak kan?jadi sebaiknya kamu antar dia besok!''ucap pak Pardi lagi.
''Iya yah, besok aku akan mengantarkan Kinan kerumah emak.''jawab Aldi,ia pasrah dimarahi oleh ayahnya.
Sementara dikamarnya Kinan juga mendengar ucapan ayah mertuanya yang menasehati suaminya.
''Kalau gitu aku kekamar dulu yah,buk.''ucap Aldi yang diangguki oleh keduanya.
Kinan yang mendengar Aldi ingin kembali kekamar langsung bergegas masuk kedalam kamar.Tak lama pintu terbuka terlihat Aldi masuk kedalam,matanya menyapu seluruh ruangan namun ia tak menemukan sosok Kinan disana.
''Kemana dia?apa sedang dikamar mandi?''
Ucap batin Aldi sambil melangkah menuju kamar mandi.
''Dek,apa kamu ada didalam?''tanya Aldi sambil nengetuk pintu kamar mandi tersebut.
Tak lama keluarlah Kinan dari dalam,ia melangkah menuju tempat tidur tanpa melihat kearah Aldi,dan Aldi yang merasa Kinan masih marah padanya hanya mengikuti langkah sang istri yang saat itu menuju tempat tidur.
''Dek,''panggil Aldi lagi
''Bang besok aku mau kerumah emak,''ucap Kinan tiba-tiba,membuat Aldi menatap lekat padanya
''Kinan mau kerumah emak,apa dia mau menceritakan tentang semua kejadian ini pada emak.''
__ADS_1
Ucap batin Aldi.
''Mau apa kamu kesana dek?''tanya Aldi,membuat Kinan yang tadinya menunduk,kini menatap kearahnya sambil mengerutkan dahi.
''Kenapa abang bertanya seperti itu?memangnya aku gk boleh kesana? harus punya alasan gitu,,untuk bertemu dengan orangtuaku sendiri?''tanya Kinan,matanya kini sudah kembali berkaca-kaca saat menanyakan hal itu pada Aldi
''Bu-bukan kayak gitu maksud abang dek,tapi.....
''Tapi abang takut, kalau nanti aku ngadu sama emak,karna telah buat anaknya menangis gitu?kalau soal itu abang gk usah khawatir,aku gk akan bilang apa-apa sama emak kok,karna aku juga gk ingin emak berpikiran kalau hubungan kita sedang bermasalah,walau kenyataannya hubungan kita memang ada masalah.''ucap Kinan sendu
''Dek,abang minta maaf karna sudah buat kamu sampai nangis seperti ini,abang menyesal,mungkin kata-kata abang tadi sudah menyakitimu,abang benar-benar khilaf,abang tidak bisa jika ada orang yang berkata buruk sama ibu makanya abang spontan ngebentak kamu,maaf ya sayang?!" sesal Aldi
''Abang selalau memperdulikan perasaan ibu,,sementara perasaanku apa abang tidak perduli?,abang tau apa yang aku rasakan saat abang bentak aku?sakit bang,emak aja yang melahirkan ku tidak pernah berkata kasar sama aku,lalu abang yang mestinya melindungiku,kenapa justru abang yang melukaiku perasaanku,aku tidak masalah jika perkataan itu keluar dari mulut ibu,karna memang aku sudah terlalu sering mendengarnya,tapi aku sakit karna itu keluar dari mulut abang suamiku sendiri,jelas Kinan yang mengeluarkan isi hatinya,tanpa terasa air matanya kembali mengalir begitu saja.
Dada Aldi terasa sesak saat mendengar ucapan Kinan,ia tidak menyangka kalau ucapannya tadi sore bisa melukai sang istri sampai seperti ini.
''Sudahlah bang,abang tidak usah merasa bersalah,mungkin abang benar,jika aku ada diposisi yang sama aku akan melakukan hal yang sama seperti abang, mana mungkin aku akan terima jika ada seseorang yang menyakiti hati ibuku sekalipun itu adalah menantunya sendiri,iya kan bang?.''sindir Kinan sambil menatap suaminya.
Ucapan Kinan sangat menohok,membuat Aldi benar-benar semangkin merasa bersalah.
Sementara Kinan,ia mencoba untuk menahan rasa sesak dihatinya,sebenarnya ia tidak tega melihat suaminya merasa bersalah seperti itu,namun Kinan juga ingin Aldi tau,kalau ia juga merasa tersakiti disini, bukan hanya ibunya saja.
***
Sementara ditempat lain,saat ini didalam sebuah rumah terlihat seorang pemuda sedang bercengkrama bersama paman dan bibi nya diruang tamu,dan dia adalah Rendy yang sedang ngobrol bersama dengan kedua orang tua Lia.
''Ren,jadi gimana mau gk bibi kenalin kamu sama anak teman bibi,dia seorang bidan loh,udah cantik pintar masak lagi, pokoknya istri idaman banget deh.''ucap istri dari pamannya tersebut yang bernama Susi,sedangkan pamannya bernama Rusli,paman Rendy adalah mandor disalah satu pabrik terbesar yang ada disebrang desa,sedangkan istrinya adalah ibu rumah tangga.
Rencananya Susi ingin menjodohkan keponakannya itu dengan anak temannya yang seorang bidan,semenjak Rendy memutuskan untuk tinggal dirumah pamannya banyak ibu-ibu yang ingin menjodohkan anaknya dengan Rendy,namun Rendy tidak pernah menanggapinya.
__ADS_1
''Bik,aku kan sudah bilang kalau aku belum mau menikah.''jawab Rendy dengan nada malas,karna setiap kali ngobrol dengan bibinya itu selalu membahas pernikahan.
''Ya tapikan Ren....,,''
''Buk,sudahlah! Rendy kan bilang dia belum mau menikah,jadi ibu gk usah lagi jodoh-jodohin Rendy lagi.''sambung Rusli
''Ck,sayang lho Ren,kalau sampai kamu nolak.''ucap Susi lagi
Sedangkan Rendy hanya tersenyum paksa saat menanggapi ucapan bibinya itu.
''Oya buk, Lia belum keluar juga dari kamar?''tanya pak Rusli
''Belum pak,sejak makan malam tadi dia gk ada keluar lagi,mungkin sudah tidur kali.''jawab Susi lagi,sedangkan pak Rusli hanya mengangguk tanda mengerti
''Oya Ren,gimana kabar Aldi?sudah lama paman gk ketemu sama dia,Lia bilang kalau rumahnya dekat dari sini,apa itu benar?''tanya pak Rusli
''Iya,rumahnya dekat bengkel yang gk jauh dari persimpangan jalan itu paman.''jelas Rendy.
''Udah satu tahun tinggal disini,kok gk tau ya,''ucap pak Rusli.
Pak Rusli dan keluarga memang baru satu tahun menempati rumah yang sekarang mereka tinggali, karna rumah yang lama yang berada dikampung sebelah terkena bencana longsor satu tahun yang lalu,makanya mereka semua memutuskan pindah dan membeli rumah dikampung yang sama dengan Aldi,namun mereka tidak tau kalau rumah Aldi ternyata tak jauh dari kediaman mereka.
TBC
**MAAF YA GUYS BELAKANGAN INI AUTHOR UP NYA SERING MALAM, KARNA ADA KESIBUKAN YANG GK BISA AUTHOR TINGGAL, TAPI AUTHOR USAHAKAN BAKAL UP TIAP HARI KOK 😊
GK TERASA BESOK UDAH LEBARAN, AUTHOR DAN KELUARGA INGIN MENGUCAPKAN MINAL AIDIN WALFAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 🤗
JANGAN LUPA SELALU TINGGALKAN JEJAK KALIAN DISETIAP EPISODENYA YA...🤗😘**
__ADS_1