
Pagi ini terlihat sangat cerah,matahari juga sudah mulai menyinari bumi,pagi ini kesibukan terjadi didapur milik bu Retno,wanita paruh baya itu sedang memetik sayuran yang tadi baru ia ambil dari kebun belakang
''Bu kenapa banyak sekali sayurannya,'' ucap Kinan yang baru masuk kedapur,ia melihat sang ibu mertua sedang mencuci beberapa sayuran, ikan ,dan juga ayam.
''Sudah jangan banyak tanya,kalau mau bantuin bantuin saja,gk usah tanya-tanya yang gk penting.''ucap bu Retno,membuat Kinan menghela nafas.
Bu Retno melirik pada Kinan.
''Hari ini rencananya ibu mengundang Lia makan siang.Ini kan hari minggu jarang-jarang bisa kumpul bersama.''ucap bu Retno
''Kumpul bersama?sejak kapan kita biasa kumpul bersama Lia.''
Batin Kinan, sedikit kesal.
Jam sudah menunjukan pukul sebelas siang,acara masak memasak juga sudah selesai,peralatan dapur yang kotor juga sudah selesai dibersihkan.
Sedangkan diperjalanan,didalam sebuah mobil ada seorang gadis cantik yang tak lain adalah Lia, saat ini Lia sedang dalam perjalan menuju kediaman bu Retno,ia tak sendiri tapi bersama dengan Rendy,tadi pagi saat Kia memberitahunya akan berkunjung kerumah bu Retno,tiba-tiba Rendy memutuskan untuk ikut.
Flash back..
Saat ini Rendy sedang duduk bersantai didepan tv,tak lama Lia menghampirinya lalu memakan keripik kentang yang ada ditangannya.
''Kebiasaan main comot aja.'' gerutu Rendy sambil menggelengkan kepalanya melihat kebiasaan buruk adik sepupunya itu.
''Cuma keripik juga dipermasalahin.'' jawab Lia yang kembali akan mengambil snack yang ada ditangan Rendy,namun dengan cepat Rendy nenjauhkan snack tersebut dari jangkauan Lia,membuat gadis itu mendengus kesal.
''Pelit.'' ucap Lia
''Biarin,kalau mau ambil sendiri di kulkas.'' jawab Rendy.
Weekend ini mau jalan kemana bang?'' tanya Lia sambil mengganti saluran acara tv yang ditonton Rendy.
''Gk kemana-mana,mau dirumah aja,kesiniin remotnya Li,ganggu aja kamu.'' gerutu Rendy yang kembali merebut remot dari tangan Lia.
''Dari pada dirumah mendingan abang ikut aku.
''Gk ah,kalau mau pergi,pergi aja sana,lebih baik gk ada yang gangguin abang dirumah.'' ucap Rendy
''Yakin gk mau ikut? acara makan-makan lho.'' jelas Lia lagi
''Emang kamu pikir abang kalau pergi itu mau cari makanan gitu?'' dengus Rendy
''Udah sana-sana mending kamu cabut,dari paa ganggu abang disini.'' sambung nya lagi.
__ADS_1
''Yauah deh,kalau gitu aku mau siap-siap dulu,pasti bu Retno udah masak yang enak-enak dirumahnya.''ucap Lia yang sudah melangkahkan kakinya menuju kamar.
''Bu Retno?apa Lia mau kerumah bu Retno.'' gumam Rendy.
lima belas menit kemudian Lia keluar dari kamarnya,ia akan bersiap menuju kediaman bu Retno.Namun keningnya berkerut saat mendapati abang sepupunya sudah berpenampilan rapi,padahal sebelum ia masuk kedalam kamar abangnya itu masih memakai pakaian santai.
''Abang mau kemana udah rapi gitu?'' tanya Lia heran.
''Mau ngapel.'' jawab Rendy asal
''Waah,,ada kemajuan kayaknya,jadi yang ku dengar waktu itu benar adanya,kalau abang memang udah punya pasangan?'' tanya Lia antusias
''Kamu ini gimana sih Li,bukannya kamu tadi yang ngajak abang,nah sekarang abang udah siap malah ditanya lagi.'' ucap Rendy kesal
''Loh,bukannya tadi waktu aku ajak abang bilang gk mau ya?kirain mau ngapelin gebetan baru, ternyata mau ikut,tumben mau kerumah bang Aldi serapi ini,biasanya penampilannya biasa-biasa aja.''sindir Lia
''Banyak omong kamu,yuk udah siang juga kan.''
***
Hanya membutuhkan waktu lima belas menit untuk mereka sampai dirumah bu Retno,kini mobil milik Lia sudah memasuki halaman rumah kediaman Aldi dan keluarga.
Tin-tin..
''Itu sepertinya Lia sudah datang.'' gumam bu Retno yang pada saat itu masih berada didapur menata makanan diatas meja.
Dengan senyum lebar bu Retno segera melangkahkan kakinya menuju pintu depan untuk menyambut kedatangan Lia.
Sedangkan didalam kamar saat ini Kinan dan Aldi sedang rebahan diatas kasur.
''Itu sepertinya yang ditunggu-tunggu ibu sejak tadi sudah datang bang.'' ucap Kinan yang sengaja menyindir bu Retno didepan anaknya.
''Kamu cemburu sayang hmm?'' goda Aldi
''Buat apa aku cemburu,kalau memang abang suka yasudah sana gih sama dia!" ucap Kinan yang tiba-tiba merasa kesal.
''Sayang kok gitu sih ngomongnya,abang kan cintanya cuma sama adek seorang.'' ucap Aldi.
''Heem,,gombal.Udah ah!" ucap Kinan malas
''Loh,kok jadi ngambek sih dek,abang cium nih!'' ucap Aldi gemas.
''Bodo amat.'' jawab Kinan acuh
__ADS_1
Namun saat Aldi hendak memeluk Kinan tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
Tok-tok-tok
''Siapa?'' yanya Aldi malas
''Ini ibu Al,diluar ada Lia dan Rendy cepat keluar!" ucap bu Retno,lalu kembali menuju depan.
''Keluar yuk dek,ada Rendy.'' ucap Aldi
''Abang aja lah,aku dikamar aja,lagi males keluar.'' jawab Kinan
''Loh,kok gitu sih dek,gak enak loh sama mereka nanti katanya sombong lagi,yuk ah! abang diluan nanti kamu nyusul ya!'' ucap Aldi sambil melangkah menuju pintu kamar.
''Ck, ngapain sih bang Rendy mesti datang,,keluar gk ya, nanti kalau ibu mikir yang aneh-aneh lagi gimana?tapi kalau gk keluar nanti bang Aldi marah lagi.'' monolog Kinan yang merasa serba salah.
Sedangkan bu Retno sedang duduk diruang tamu bersama Lia dan juga Rendy,matanya terus memindai penampilan pemuda itu.
''Tampan sih,,mapan dan kaya lagi,,tapi kenapa harus berselingkuh dengan menatuku,emangnya tidak ada gadis lain apa,emangnya apa istimewanya Kinan,dia kan hanya gadis tidak berpendidikan beda sekali dengan Lia.''
Ucap batin bu Retno, yang merasa bahwa Kinan memang tak pantas untuk siapapun,,
''Perasaan bu Retno sejak tadi memperhatikanku terus,ada apa ya?apa ada yang aneh dengan penampilanku,tapi kok perasaan ibunya Aldi sepertinya tidak suka melihat kedatanganku disini ya?atau hanya perasaanku saja.
Batin Rendy, ia merasa risih karna sejak tadi terus diperhatikan oleh ibu dari temannya itu.
''Hai Ren,hai Lia,'' sapa Aldi yang baru keluar dari kamarnya.
''Hai bang Aldi,'' sapa balik Lia,namun Rendy hanya tersenyum menjawab sapaan Aldi.
''Kinan nya mana bang?kok gk keluar?lagi gk ada dirumah ya?'' tanya Lia
''Ada,sebentar lagi juga keluar kok.'' jawab Aldi
''Ayah mana bu?kok gk kelihatan?'' tanya Rendy, yang mencoba mencairkan suasana antara mereka.
''Lagi undangan dikampung sebelah.'' jawab bu Retno datar tanpa ekpresi,membuat Lia dan Rendy saling pandang.
Lia menaikan alisnya,sambil mengangkat dagunya menatap kearah abang sepupunya itu seolah bertanya ''Ada apa dengan bu Retno?''
Namun Rendy hanya mengankat bahunya bertanda bahwa ia juga tidak tau.
TBC
__ADS_1