Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Rencana Yang Gagal


__ADS_3

Kinan menatap heran pada suaminya, dalam hati ia bertanya,kenapa Aldi bisa berkata seperti itu padanya.


''Bang,sebenarnya abang kenapa sih?aku kan cuma tanya aja,bukannya berarti aku tidak percaya sama ibu.''jelas Kinan


''Semua yang diucapkan ibu itu benar,abang hanya membantu mba Wati untuk menggantikan bola lampu yang putus.''jawab Aldi.


Setelah selesai makan,Aldi langsung memilih untuk kembali kekamar,sedangkan Kinan lebih memilih membersihkan piring kotor terlebih dahulu.Aldi menghempaskan boko*ngnya diatas tempat tidur,sambil meraup wajahnya kasar.


''Ada apa denganku?kenapa aku jadi marah seperti ini pada Kinan,padahal dia hanya bertanya,dan itu sangat wajar,karna memang tadi aku tidak pamit padanya.


Ucap batin Aldi.


Tak lama terdengar suara pintu terbuka,dan terlihatlah Kinan memasuki kamar mereka.


''Dek,kemarilah!" ucap Aldi sambil menepuk sisi sebelahnya duduk.


Kinan mengangguk,sambil melangkahkan kakinya mendekati suaminya.


''Maaf ya tadi abang sempat berkata kasar sama adek.''ucap Aldi


''Tidak apa-apa bang,sudahlah tidak perlu dibahas lagi masalah itu.Sebaiknya abang istirahat saja,sepertinya abang capek,aku juga ingin istirahat.''ucap Kinan sambil mengambil posisi tidurnya kemudian ia segera berbaring.Aldi pun akhirnya ikut berbaring disebelah sang istri,sambil mendekatkan wajahnya di ceruk leher sang istri,menghirup dalam wangi vanila yang lembut,yang selalu menenangkan pikirannya.


***


Keesokan harinya saat ini Aldi tengah bersiap untuk berangkat kerja.


''Apa hari ini Fitri akan ikut denganmu lagi bang?''tanya Kinan sambil menyiapkan tas milik suaminya.


''Kenapa?apa kamu masih marah tentang kejadian kemarin?maafin abang ya,kalau memang kamu tidak suka,lain kali abang tidak akan mengulanginya lagi.''ucap Aldi.


Kini Aldi dan Kinan sudah berada dihalaman rumah,saat Aldi ingin menaiki motor miliknya tiba-tiba Wati memanggilnya.


''Al,bisa tolong kamu antar Fitri sekalian gk kekosannya mba gk ada motor buat anterin dia,bang Toni juga belum pulang.''ucap Wati


''Maaf mba,saya gk bisa.''jawab Aldi


''Kenapa gk bisa Al? lagi pula kalian kan satu kerjaan,apa salahnya kamu ajak dia sekalian.''ucap suara seseorang yang ternyata adalah bu Retno

__ADS_1


''Tapi buk,hari ini ada anak yang akan aku khitan,jadi gk langsung ke klinik.''jelas Aldi


''Kamu bilangkan acara dimulai jam sembilan,ini masih jam delapan jadi masih sempat kan?udah gih sana ajak sekalian si Fitri kasian dia,lagi pula kan dia sudah bersedia menemani Wati tadi malam,memang kamu gk mau menolong Wati juga?cuma mengantarkan Fitri ke kosannya lho Al,atau kamu takut istrimu marah iya?''ucap bu Retno


''Bukan gitu buk,tapi kan...,''


''Kinan,apa kamu keberatan kalau Aldi mengantarkan Fitri ke kosannya?''tanya bu Retno dengan tatapan penuh intimidasi.


''Enggak buk,kalau memang bang Al mau nganterin Fitri yasudah.''jawabnya


''Tukan Al,Kinan saja gk keberatan,udah sana ajak Fitri!" ucap bu Retno


''Yasudah mba,mana Fitrinya?''tanya Aldi


'Sebentar ya biar mba panggilin dulu dia dirumah.''ucap Wati sambil melenggang masuk kedalam rumah.


Sedangkan Kinan lebih memilih masuk kedalam rumah dari pada melihat suaminya berboncengan dengan wanita lain


Dikamarnya Kinan duduk sambil menatap kearah jendela,dengan rasa penasaran akhirnya Kinan mengintip suaminya yang saat itu tengah berboncengan dengan wanita lain,sesak, dan juga sakit, itulah gambaran hati Kinan saat ini,ingin rasanya ia berteriak saat ini juga untuk memanggil suaminya.


***


Mampir yuk bang,''ucap Fitri


''Numpang kamar kecil boleh kan?''tanya Aldi yang memang tidak tahan lagi,karna sejak tadi ia menahan rasa sesak dibawah sana.


Sedangkan Fitri terlihat sangat senang mendengarnya,tadinya ia merasa tidak mungkin Aldi akan mau mampir kekosan miliknya,tapi ternyata Aldi mampir juga,ya walaupun hanya sekedar buang air.


''Dimana kamar mandinya Fit?''tanya Aldi setelah masuk ke kosan milik Fitri


''Itu bang,disebelah kiri.''jawab Fitri


Tak lama setelah Aldi selesai,terdengar suara teriakan dari dalam kamar.


''Fitri kenapa dia,''gumam Aldi


Tok-tok-tok

__ADS_1


''Fit! Fitri! kamu kenapa? Fitri! kamu gpp kan?''tanya Aldi sambil terus mengetuk pintu kamar tersebut,karna takut terjadi sesuatu didalam.


Tak lama pintu terbuka,memperlihatkan sosok Fitri dengan hanya memakai bra dan juga celana legging,membuat Aldi tercengang dibuatnya.


''Fitri,kenapa kamu berpenampilan seperti itu!" ucap Aldi sambil membuang pandangannya.


''Maaf bang,tapi tadi ada kecoa,aku kaget,jadi belum sempat pakai baju.''jawab Fitri,


''Cepatlah pakai bajumu! saya tunggu diluar.''ucap Aldi,namun saat Aldi hendak beranjak tiba-tiba tangannya ditarik kedalam oleh Fitri, kemudian dengan cepat Fitri mencium bibir Aldi.


Mata Aldi membola saat mendapat serangan mendadak dari Fitri,dan dengan cepat Aldi melepaskan ciu*man tersebut.


Fitri apa-apaan kamu!" sentak Aldi,setelah bibir mereka terlepas.


''Bang,abang kan tau kalau aku sudah lama suka sama kamu,ku mohon abang mau ya terima aku,jadi istri kedua pun aku rela asalkan sama kamu.''ucap Fitri penuh harap


''Fitri kamu tau saya sudah menikah dan saya juga tidak akan mungkin menduakan Kinan,sebaiknya kamu cari laki-laki lain saja.''ucap Aldi yang masih membelakangi Fitri


''Gk bang! aku gk mau! aku maunya cuma sama bang Aldi! ucap Fitri yang tiba-tiba kembali menyerang Aldi.


Fitri kembali melu*mat bibir Aldi dengan rakus hingga membuat Aldi kewalahan,bahkan dengan berani Fitri memegang batangan milik Aldi,membuat Aldi terpekik kaget.


''Gila nih perempuan,kenapa bisa senekat ini.''


Ucap batin Aldi,sambil terus berusaha melepaskan pelukan Fitri.


''Fitri! jadi wanita itu jangan terlalu murah,kamu bisa cari laki-laki lain diluaran sana yang lebih baik dari saya.''sentak Aldi yang merasa geram dengan kelakuan Fitri


''Tapi aku maunya hanya sama abang,bang ku mohon tolong berikan aku kesempatan,aku akan melakukan apa saja yang abang mau,asalkan abang mau terima cinta ku,''ucap Fitri memelas


''Maaf saya tidak bisa!" ucap Aldi sambil meninggalkan Fitri.


''Bang Aldi! tolong terima cintaku bang! bang Al.''teriak Fitri Frustasi.


Sepanjang jalan Aldi terus merutuki kebodohannya sendiri,ia sangat menyesal karna tadi sudah mampir ke kosan Fitri.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2