
Hampir disepanjang perjalanan bu Uci selalu berceloteh,dengan orang asing tersebut,seperti orang yang sudah lama saling mengenal,hingga sampai bapak-bapak tersebut turun dari angkot barulah bu Uci mengistirahatkan mulutnya,itu pun hanya sebentar saja.
''Saya gk nyangka, kalau istri bapak itu tadi berselingkuh dengan teman nya sendiri,kalau saya jadi bapak itu, saya cekik leher keduanya sampai mati.''ucap bu Uci berapi-api.
Sedangkan bu Retno dan bu Berta hanya menggelengkan kepala,melihat sifat bu Uci yang selalu ingin tau kehidupan pribadi orang lain.
''Bu Uci saya mau tanya, apa sejak tadi bu Uci ngobrol sedekat itu sama dia sudah tidak merasa bau lagi?''tanya bu Retno yang diangguki oleh bu Berta
''Hehe,sebenarnya sih bau, tapi mau bagai mana lagi,habisnya cerita bapak itu seru sih,''jawabnya
''Bu Uci ini,padahal gk kenal,tapi kok bisa seakrab itu sama orang asing.''ucap bu Berta
''Ya namanya majalah gosip bu Berta,jadi haru update terus dong,tidak perduli rintangannya apa,bahkan bau ketek sekali pun.''sindir bu Retno
Namun bu Uci seolah memekakan telinganya,tak perduli dengan ucapan bu Retno.Tak lama angkot yang mereka tumpangi sampai di pasar tujuan,setelah turun dan membayar,ketiga wanita paruh baya itu langsung menuju tempat untuk mereka berbelanja,setelah berkeliling selama hampir satu jam,dan hampir semua barang sudah mereka beli,kini saatnya ketiga ibu tersebut mengisi perut yang sudah mulai berdemo,karna jam juga sudah menunjukan pukul sepuluh pagi.
''Gimana kalau kita makan bakso saja,saya laper sekali lho, tadi pagi hanya minum teh sama kue saja.''ucap bu Uci
''Sama, saya juga yasudah yuk kita makan diwarung itu saja!" ucap bu Berta sambil menunjuk warung bakso yang ada dipinggir jalan.
***
Tok-tok-tok
''Assalamu'alaikum,''terdengar suara dari luar
''Wa'alaikum salam,''jawab seseorang dari dalam rumah.
Tak lama terdengar suara pintu dibuka dari dalam.
''Bang Rendy,''ucap Kinan setelah membukakan pintu rumah.
''Hai Kinan,apa kabar?''tanya Rendy
''Aku baik bang,apa abang kesini mau ketemu bang Al ya?tapi bang Alnya sudah berangkat kerja sejak tadi.''jelas Kinan
__ADS_1
''Benarkah? sayang sekali ya,terus ayah ada gk?''tanya Rendi lagi
''Ayah ada,mau aku panggilin?''tanya Kinan
''Boleh,''jawabnya
''Yasudah tunggu sebentar ya bang,silahkan duduk dulu bang! biar aku panggil ayah didalam." ucap Kinan sambil berlalu.
''Siapa laki-laki itu?kenapa terlihat akrab sama Kinan?apa dia temannya Aldi,tapi kenapa bisa sedekat itu dengan Kinan?''gumam Wati,sambil terus memperhatikan sosok laki-laki tampan yang sedang duduk di kursi teras rumah.
Wati memang tidak mengenal Rendy,karna memang Rendy tidak pernah datang kerumah ini,semenjak Toni menikah dengan Wati.
Wati yang merasa penasaran terus memperhatikan Rendy dari balik kaca jendela rumahnya,tak lama Wati melihat ayah mertuanya keluar dari dalam rumah disusul oleh Kinan sambil membawa minuman.
''Kalau itu teman Kinan,kenapa ayah bisa mengenalnya juga,terlihat dekat lagi,mungkin benar sepertinya dia temannya Aldi.''gumam Wati lagi
Wati yang sangat merasa penasaran akhirnya membawa Kevin menuju kerumah mertuanya tersebut,sekalian ia ingin tau siapa sosok laki-laki tersebut.
''Ayah ibu ada?''tanya Wati setelah sampai dirumah ayah mertuanya,yang hanya berjarak beberapa meter.
''Lagi belanja dipasar,ayah juga gk tau kenapa belum pulang sampai sekarang.''jawab pak Pardi
''Tidak, katanya tadi sama bu Berta,Kevin sini sayang sama kakek.''ucap pak Pardi sambil mengambil Kevin dari gendongan emaknya.
''Dia siapa yah?''tanya Wati akhirnya,kembali pada tujuan awalnya yang ingin mengetahui sosok Rendy
''Oh iya, ayah sampai lupa, ini Rendy teman nya Aldi,nak Rendy ini Wati istrinya Toni.''jelas pak Pardi.
''Perkenal kan aku Wati istrinya Toni,''jelas Wati,sambil mengulurkan tangan.
''Saya Rendy mba,''ucap Rendy sambil membalas uluran tangan Wati.
''Udah punya pacar?''tanya Wati tanpa basa-basi membuat semua orang yang ada disana menatap kearahnya termasuk Kinan.
''Eh,maksud ku apa Rendy ini sudah menikah, hehe, iya menikah.''sambungnya lagi karna menyadari telah salah bicara
__ADS_1
''Oh,belum mba,saya belum menikah.''jawabnya sambil melirik Kinan yang berdiri disamping sang ayah mertua.
''Loh,kenapa belum Ren?padahal kamu gateng lho,pasti kamu nya ya? yang terlalu milih-milih?oya kalau boleh tau pekerjaanmu apa sih?''tanya Wati kepo.
''Wati,kenapa bertanya seperti itu pada nak Rendy,tidak sopan namanya .''ucap pak Pardi
''Kan nanya doang yah.''jawab Wati.
''Gpp kok yah,kalau ditanya masalah pekerjaan saya adalah seorang dokter kandungan dirumah sakit medistra mba,tapi kalau ditanya kenapa saya belum menikah, mungkin karna belum ada yang cocok.''jawab Rendy,dan lagi-lagi ia melirik kearah Kinan.Namun Kinan tak menyadarinya sama sekali.
''Waaahh,,sudah ganteng,mapan lagi,beruntung sekali perempuan yang jadi istri kamu nanti.''ucap Wati,dan hanya ditanggapi dengan senyuman oleh Rendy.
Sedangkan pak Pardi hanya menatap tak enak pada Rendy,karna menantunya itu telah bertanya yang menurutnya tidak seharusnya ditanyakan.
''Eemm, yah,sini Kevin biar sama aku aja main didalam,gpp kan mba?''tanya Kinan pada Wati.
''Iya,tapi jangan kamu kasih dia makanan yang manis ya Kin,soalnya gusi Kevin bengkak itu,''jelas Wati.
''Iya mba,''jawab Kinan
''Sudah dikompres dengan air hangat mba? biasanya kalau gusi bengkak harus dikompres dengan es batu pada gusinya, tapi karna Kevin masih batita, sebaiknya kompres dengan air hangat saja.''ucap Rendy.
''Tadi sih cuma ku kasih dia obat pereda nyeri saja,habisnya dia nangis terus sih,mungkin karna gusinya itu.''jelas Wati lagi.
SEDANGKAN DITEMPAT LAIN
Setelah selesai makan diwarung bakso,bu Retno dan yang lainnya segera beranjak dari warung tersebut.
''Kenyang juga,''ucap bu Uci,sambil mengelus perutnya yang buncit,mungkin kebanyakan lemak.
''Ya tentu saja kenyang,kan bu Uci makannya dua mangkuk bakso,super jumbo lagi.''sindir bu Retno.Saat bu Retno dan bu Uci asik beradu mulut,bu Berta tengah memperhatikan warung yang ada disebrang jalan.
''Eh bu Retno,bukannya itu besannya bu Retno ya?,itu yang jualan kue disebrang jalan.''ucap bu Berta sambil menunjuk warung yang masih ramai oleh pembeli.
''Masa sih bu Berta mana-mana?''tanya bu Uci antusias,sedangkan bu Retno hanya diam sambil memperhatikan warung yang ada disebrang jalan itu.
__ADS_1
''Waah bener,itu besannya bu Retno ternyata laris juga ya bu jualan besannya bu Retno,gimana kalau kita samperin besan bu Retno?''tanya bu Uci,yang sengaja membuat nya semangkin kesal.
NEXT