
Aldi terus memperhatikan apa yang Rendy perbuat pada istrinya, kalau dilihat tak ada yang salah memang,yang Aldi lihat hanyalah Rendy yang membantu Kinan mengobati lukanya, namun yang menjadi masalahnya kenapa harus Rendy? tak bisakah orang lain saja!
''Kalian sedang apa??'' tanya Aldi tiba-tiba,membuat keduanya terkejut,terlebih Kinan, perempuan itu langsung berdiri tanpa memikirkan lukanya.
''Bang Aldi, bang ini gk seperti yang abang pikirkan bang,tadi bang Rendy....-''
''Iya,abang lihat! dia tadi hanya membantu untuk mengobati luka mu iya kan?'' potong Aldi sambil terus melangkah kearah istrinya.
Sedangkan Rendy hanya diam,tanpa bicara sepatah kata pun.
''Mari biar abang bantu,kita kemabali keklinik sekarang! oya aku ucapkan terimakasih padamu karna sudah menolong istri ku.'' ucap Aldi pada Rendy, setelah itu mereka kembali melanjutkan langkahnya menuju klinik.
Kinan terus memperhatikan wajah suaminya yang terlihat tenang.
''Kenapa liatin abang terus?'' tanya Aldi tanpa melihat Kinan.
''Hah?? i-itu..,, apa abang gk marah karna tadi liat aku sama bang...-''
''Tidak! buat apa abang marah, toh yang abang lihat dia cuma bantuin ngobati luka kamu aja kan?!" potong Aldi lagi yang kini sudah menatap wajah istrinya.
''I-iya sih, tadi kukira abang marah.'' ucap Kinan pelan diakhir kalimatnya.
''Abang hanya bersikap rasional, mungkin jika abang melihat orang lain terluka seperti itu, abang juga akan melakukan hal yang sama dengannya.Tapi ngomong-ngmong kenapa kamu bisa luka seperti ini?'' ucap Aldi sambil menunjuk luka pada kaki Kinan.
''Jatuh,tersandung batu tadi waktu hendak ketaman itu.'' jawab Kinan
''Makanya lain kali hati-hati, lagian kamu kenapa keluar gk bilang sama abang? abang dan mba Maya sampai panik nyariin kamu.'' jelas Aldi.
''Benarkah? maaf, tadi kan banyak yang ingin berobat, aku takut ganggu abang,makanya aku gk ijin sama abang.'' ucapnya.
''Dasar kamu ya, ngingkari janji nanti akan abang akan hukum kamu setelah kita sampai dirumah!" ucap Aldi, dan Kinan hanya mendengus saat mendengar kata hukuman.
DITEMPAT LAIN..
Saat ini Rendy sedang melajukan mobil miliknya menuju rumah sakit,tepatnya mobil adik sepupunya, karna motor miliknya sedang berada dibengkel makanya ia memakai mobil milik Lia.
''Sepertinya Aldi sudah mulai bisa mengendalikan emosinya,bagus lah jadi Kinan pasti akan baik-baik saja bersamanya.'' monolognya
PROV ALDI..
Aku sangat panik saat melihat Kinan tidak ada di dalam klinik tempat ku bekerja, aku mencari kesetiap sudut ruangan namun sama sekali tak menemukannya, hingga aku minta bantuan mba Maya untuk mencari keberadaan istriku,aku takut terjadi sesuatu padanya dan juga bayi yang dia kandung.Mba Maya bilang kalau dia juga tak bisa menemukan istriku mba Maya menyuruhku untuk menghubungi ponsel milik nya, namun ponsel Kinan berada didalam ruanganku,ia sama sekali tak membawa ponselnya, itulah yang membuatku semangkin panik, karna tak bisa menghubunginya sama sekali.
Aku memutuskan untuk mencari diluar, mataku terus menyapu keseluruh tempat yang ada disekitarku,hingga mataku melihat sebuah mobil yang aku kenali dan itu adalah mobil milik Lia, setelah kudekati, ternyata tidak ada orang sama sekali,namun samar-samar aku seperti mendengar suara orang berbicara,karna penasaran akhirnya aku mencoba mencari asal suara itu,hingga mataku membulat sempurna saat aku melihat istriku sedang bersama rivalku.
Jantungku berdetak lebih cepat dari sebelumnya, cemburu? pasti,, bahkan darahku mendesir saat aku melihat pria itu menyentuh istriku,namun aku mencoba sebisa mungkin untuk mengendalikan emosi dan perasaanku,aku terus memperhatikan mantan sahabatku itu yang ternyata sedang mengobati luka dikaki istriku.
Cukup lama aku berdiri disana,, aku meyakinkan hatiku berkali-kali,untuk tetap mempercayai Kinan,bahwa ia tak mungkin mengkhianatiku, hingga sedikit demi sedikit emosi dihatiku mulai berkurang,bagiku sekarang yang terpenting adalah keadaan istriku, aku tak ingin terlalu gegabah mengambil keputusan hanya karna cemburu buta,bisa-bisa aku kehilangan Kinan.
Setelah aku merasa benar-benar meyakinkan hatiku,baru lah aku melangkah menuju dimana saat ini istriku berada.
***
Kini Aldi dan Kinan sedang berada disalah satu warung bakso.
''Eh eh eh,,jangan banyak-banyak sambalnya dek,nanti kamu sakit perut.'' ucap Aldi mengingatkan
''Ya tapi kan kalau gk gini gk enak bang, makan bakso tanpa sambal itu ibarat makan sayur tanpa garam.'' jelas Kinan.
''Ya ampun dek, pakai diibaratin segala, abang itu gk ngelarang kamu makan bakso pakai sambal, boleh, tapi hanya sedikit ok.Ingat kamu ini lagi hamil jangan makan makanan yang membuat kamu sakit perut!" ucap Aldi membuat Kinan mengerucutkan bibir nya sebagai tanda protes.
''Udaah, jangan cemberut gitu! emangnya kamu mau dedeknya juga sakit perut karna ulah ibunya?'' ucap Aldi menakuti sang istri yang menurutnya masih bandel.
''Iyaiya, aku makan pakai sambal nya dikit nih.'' jawab Kinan sambil memperlihatkan sambal takaran sendok cabe yang akan ia masukan kedalam mangkuk baksonya, namun diam-diam Kinan kembali memasukan dua sendok penuh sambal cabe kedalam mangkuknya tanpa sepengetahuan Aldi.
Aldi mengerenyit bingung saat melihat wajah Kinan yang memerah,seperti orang yang lagi menahan pedas pada makanannya.
''Kamu kenapa dek? kepedasan ya?'' tanya Aldi heran.
''Hah? enggak kok bang,'' kilah nya
''Tapi wajah kamu kok merah?'' tanya Aldi menyelidik.
__ADS_1
Karna penasaran akhirnya Aldi mencoba kuah bakso milik Kinan daan.....
''Adek ini pedas sekali?bukannya tadi kamu hanya ambil sambalnya sedikit ya? kok tiba-tiba bisa pedas seperti ini?'' tanya Aldi
Namun sang istri hanya nyengir kuda, melihat itu Aldi tau kalau istrinya itu sudah memasukan sambel kedalam mangkuknya lagi tanpa sepengetahuan nya.
''Abang ingatin ya, nanti kalau kamu sakit perut karna ini, abang gk perduli.'' ucap Aldi kesal, karna memang sang istri tidak bisa di bilangi.
''Abang tenang saja,aku kan sudah biasa makan kayak gini, jadi gk akan ada masalah.'' jawabnya yakin
Aldi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya.
Setelah selesai mereka langsung pulang kerumah,karna memang jam sudah menunjukan pukul enam sore.
Namun saat diperjalanan Kinan merasakan sakit dibagian perutnya,namun ia coba untuk tetap menahannya.
''Duuh,kok perut aku tiba-tiba sakit begini ya?apa karna sambal yang ku makan tadi terlalu banyak, kalau tau bang Aldi pasti dia marah,sebaiknya aku gk usah bilang deh sama dia.
Batin Kinan sambil menahan rasa sakit diperutnya.
Kini motor yang mereka tumpangi telah sampai didepan rumah,Kinan turun perlahan dari motor lalu berdiri menunggu suaminya.
''Duuh,kenapa nih perut semangkin sakit ya.
Batin Kinan
''Dek kamu kenapa masih berdiri disitu ayo masuk!"
''I-iya bang.'' jawabnya sambil melangkah menuju rumah.
Setelah masuk kedalam kamar,Kinan langsung melangkah menuju laci untuk mrngambil minyak angin, setelah menemukannya Kinan langsung mengoleskannya diperutnya yang sakit.
Tak lama Aldi masuk, keningnya berkerut, saat bau minyak angin menyeruak di indra penciumannya.
''Kok seperti bau minya angin ya, apa Kinan lagi gk enak badan?
Batin Aldi sambil mencari keberadaan istrinya yang tidak ia lihat saat masuk kedalam kamar.
''Iya bang, sebentar!" jawab Kinan dari dalam kamar mandi.
Tak lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, dan keluarlah Kinan dengan keadaan wajah yang terlihat pucat.
''Kamu kenapa dek?kok muka nya pucat sekali?'' tanya Aldi sambil memperhatikan wajah istrinya.
''Gpp bang, perutku hanya mules.'' jawabnya sambil melangkah menuju tempat tidur,diikuti dari belakang oleh suaminya.
''Kamu yakin? ini muka kamu pucat sekali loh dek,pasti karna kamu kebanyakan makan sambel diwarung bakso tadi iya kan?'' desak Aldi.
''Enggak kok bang,hanya mules biasa aja.'' jawab Kinan pelan sambil menahan rasa sakit diperutnya,Kinan takut kalau ia mengatakan yang sebenarnya pada Aldi,pasti suaminya itu akan memarahinya.
''Tunggu sebentar!" ucap Aldi sambil melangkah menuju lemari kemudian membuka tas kerjanya untuk mengambil sesuatu.
''Bang untuk apa Stetoskop itu?'' tanya Kinan dengan dahi berkerut
''Untuk main dokter-dokteran,'' jawab Aldi asal
''Hah? maksudnya?'' tanya Kinan seperti orang be*go
''Ya tentu saja untuk memeriksa keadaan kamu, dan abang harap tidak terjadi sesuatu sama dia karna ulah ibunya yang bandel ini.'' ucap Aldi, sambil menyingkap sedikit baju bawah Kinan.
''Tukan, pencernaanmu ini sedang bermasalah,dibilangin sih ngeyel, sudah abang bilang juga jangan makan sambel terlalu banyak,malah gk mau denger.'' omel Aldi.
''Kamu istirahat saja,abang keluar sebentar.'' ucap Aldi dan langsung melangkah menuju pintu kamar.
''Huuff,maaf kan ibu ya nak, ibu bandel gk mau dengerin kata ayah,akhirnya kita menderita begini.'' gumam Kinan.
'Kamu sedang apa Al?'' tanya bu Retno yang melihat Aldi sedang menyeduh minuman jahe ysng sudah ia masukan kedalam sebuah cangkir.
''Jahe? memang siapa yang sakit?'' tanya bu Retno
''Kinan buk, pencernaannya sedang tidak sehat.'' jawab Aldi setelah itu ia membawa minuman tersebut dari dapur, meninggalkan bu Retno yang masih menatap punggungnya,hingga mrnghilang dibalik pintu.
__ADS_1
Ceklek.
Terdengar suara pintu terbuka,Kinan yang saat itu sedang memainkan ponselnya langsung menatap kearah pintu yang terbuka.
''Apa itu bang?'' tanya Kinan saat melihat Aldi membawa sesuatu ditangannya.
''Ini teh jahe, kamu minum ya biar pencernaanmu cepat sembuh.'' ucap Aldi.
Kinan menerima minuman yang Aldi berikan padanya, dengan mata berkaca-kaca.
''Kamu kenapa nagis?apa masih sakit perutnya?'' tanya Aldi mulai panik.
Kinan menggeleng cepat.
''Maaf bang,karna sudah membuatmu cemas.'' jawab Kinan.
''Sudah! yang penting kamu jangan ulangi lagi ya?sekarang minum teh jahenya!" ucap Aldi, yang diangguki oleh Kinan.
DITEMPAT LAIN..
''Duuh, kok bang Toni lama sekali datangnya,katanya udah dijalan,tapi sampai sekarang belum sampai juga.'' gerutu Fitri.
Tak lama terdengar pintu diketuk oleh seseorang,Fitri yang mendengar sangat senang,karna ia mengira itu adalah Toni, dengan cepat ia langsung menuju pintu untuk membukanya, namun matanya melebar saat yang datang tak sesuai dengan yang ia harapkan.
''Joni,'' gumam Fitri sambil menatap wajah seorang pemuda yang saat ini sedang berdiri didepannya.
''Hai Fit, lama gk bertemu, boleh aku masuk?'' tanya pemuda yang bernama Joni tersebut.
Melihat Fitri yang hanya diam, Joni langsung menerobos tanpa disuruh.
"Hei siapa yang menyuruhmu masuk." ucapnya geram.
''Aku kangen sayang.'' ucapnya sambil memeluk Fitri dari belakang.
''Joni lepas! kamu ngapain lagi kesini? sebaiknya kamu cepat pergi! aku gk mau liat kamu ada disini.'' usir Fitri
''Sayang,kamu kok gitu sih?kamu ingat kan didalam sini ada buah hati kita, kamu tidak lupa kan?!" ucap Joni
''Diam kamu Joni! bukannya kamu yang gk menginginkannya sejak awal hingga aku harus mencari pria lain untuk menjadi bapak dari bayi yang ku kandung ini,namun setelah aku mendapatkannya kenapa kamu harus datang lagi kekehidupanku.'' ucap Fitri jengah.
Joni adalah kekasih Fitri sebelum Toni, saat Fitri merasa putus asa tak bisa mendapatkan cinta Aldi, Joni datang dihidupnya mengisi kekosongan hatinya,namun cinta sesaat itu ternyata membuahkan hasil dirahim Fitri, setelah Fitri memberitahukan kabar tersebut pada Joni,pria itu malah menolak untuk bertanggung jawab dengan alasan belum siap.
Fitri merasa putus asa,ia berpikir kalau tak mungkin dirinya melahirkan anak tanpa suami,dan Fitri juga tak ingin menggugurkan bayinya,, jika ibu dan ayahnya tau,pasti kedua orang tuanya itu akan marah besar padanya, dan buruknya lagi mungkin dirinya akan dicoret dari nama keluarga.Dan disitulah Fitri merencanakan untuk menjerat Toni dalam perangkap cintanya,karna Fitri yakin kalau suami dari temannya itu akan bertanggung jawab jika sampai ia mengatakan telah mengandung anaknya.
''Fitri aku menyesal,sekarang aku ingin bertanggung jawab atas anak itu,dan aku juga ingin kita menikah secepatnya.'' jelas Joni.
''Maaf Jon,aku gk bisa! lagi pula aku sudah menemukan orang yang akan menerima aku dan juga anakku.'' ucap Fitri
''Siapa dia? dengar Fitri! aku tidak akan membiarkan anakku diasuh oleh orang lain,karna akulah ayahnya.'' ucap Joni tak terima, jika ada orang lain yang nanti mengasuhnya.
''Apa?anakmu kau bilang?lalu kemana kemarin saat aku minta pertanggung jawaban darimu?kau bilang kau belum siap dan malah menyuruhku untuk menggugurkan bayi ini.'' ucap Fitri emosi.
''Maka dari itu aku minta maaf,aku menyesal telah mengatakan itu padamu kemarin, dan sekarang aku akan bertanggung jawab atas kamu dan juga bayi yang ada dalam kandunganmu saat ini.'' ucap Joni lagi
''Sudah ku bilang, semua sudah terlambat aku sudah menemukan ayah untuk bayiku ini,sebaiknya sekarang kau keluar dari sini,dan jangan pernah datang lagi!" ucap Fitri sambil mendorong Joni keluar dari rumahnya.
Braak!!!
Fitri menutup pintu kosannya dengan keras.
''Kira-kira siapa pria yang dimaksud Fitri?aku harus menyelidikinya, aku tidak mau kalau sampai Fitri dan calon anakku hidup bersama pria lain.'' monolog Joni
Sedangkan dijalan tak jauh dari rumahnya terlihat Toni sedang mencoba terus menyalakan mesin motornya yang tak bisa menyala sejak tadi alias mogok
''Sial,'' sepertinya memang mogok,dasar motor butut.'' maki Toni kesal
''Ada apa Ton,motormu mogok?'' tanya seseorang yang ternyata adalah Tejo
''Bang Tejo, iya bang motorku gk mau nyala sejak tadi.'' jelas Toni
''Memangnya kamu mau kemana malam-malam begini??
__ADS_1
BERSAMBUNG..