Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Ikut Ke Klinik


__ADS_3

Saat ini Wati sedang berada diteras rumah ibu mertuanya,rasanya dirinya tak ingin melihat suaminya saat ini dirumah,makanya Wati memutuskan untuk duduk diteras rumah mertuanya.


Kinan yang saat itu hendak menutup tirai jendela melihat Wati yang sedang duduk diteras sambil menangis.


''Mba Wati nangis,apa bang Toni menyakitinya lagi.'' gumam Kinan


Kinan memutuskan keluar untuk melihat keadaan Wati saat ini, ia berpikir mungkin Wati butuh teman untuk berbagi masalah.


''Mba,'' sapa Kinan sambil duduk didepan kakak iparnya tersebut.


Wati yang saat itu sedang menangis cepat-cepat menghapus air matanya,walau pun percuma,karna Kinan juga sudah melihatnya.


''Mba kenapa nangis?apa bang Toni nyakiti mba Wati lagi?'' tanya Kinan hati-hati agar Wati tak tersinggung.


''Kinan,apa menurutmu ini adalah karma ku,karna dulu aku sering mencoba menjodohkan Fitri dengan Aldi, sedangkan jelas-jelas kalau saat itu Aldi sudah menikah.Kau tau Kinan? aku merasa saat ini Tuhan sedang menghukum ku atas semua perbuatanku pada mu dulu yang selalu jahat padamu.'' ucap Wati


''Mba,sudahlah, jangan bahas itu lagi! aku juga sudah lama melupakannya,aku hanya menganngap semua itu adalah ujian hidupku yang Tuhan kasih, agar aku bisa menjadi perempuan yang lebih baik lagi. Dan mungkin sekarang ujian itu mba yang merasakannya,dan aku harap mba Wati bisa bertahan.'' jelas Kinan


''Tapi bang Toni bilang kalau dia mau menikahi perempuan itu Kinan, dan mba gk tau harus berbuat apa,walaupun mba sudah mengancam bang Toni,tapi mba yakin bang Toni akan tetap melakukannya.'' ucap nya


Kinan menatap wajah kakak iparnya yang putus asa,selama ini yang Kinan lihat selalu Wati yang kuat,dan tidak mau mengalah,tapi sekarang Wati yang ada dihadapan nya ini seolah seorang istri yang sedang berjuang untuk mempertahankan rumah tangga nya.


''Mba Wati tenang saja,aku akan pikirin bagai mana caranya agar bang Aldi tidak jadi menikahi perempuan itu.'' ucap Kinan


''Bagai mana caranya Kinan??


''Sudahlah,mba gk usah mikirin hal itu! yang penting sekarang mba harus bangkit,tunjukan pada mereka kalau mba bukan wanita lemah.'' ucap Kinan


''Makasih ya Kinan,rasanya mba malu sekali padamu, walaupun mba sering sekali menyakiti hati mu, tapi kamu masih mau membantu mba, mba benar-benar minta maaf atas semua perlakuan buruk yang dulu sering mba lakukan padamu.'' ucap Wati tulus.


''Iya mba, aku sudah lama maafin mba Wati.'' jawabnya sambil tersenyum.


Tanpa keduanya sadari bu Retno sejak tadi mendengaran ucapan mereka dari awal.


''Bu,ibu sedang apa?'' tanya pak Pardi saat melihat istrinya berada dibalik jendela.


''Oh, ibu hanya mau menutup tirai gorden saja yah.'' jawabnya berbohong


''Yasudah kita kedalam saja yuk, ibu sudah mengantuk.'' ucap bu Retno sambil menggiring suaminya menuju kamar.


Namun saat hendak masuk, tiba-tiba suara Aldi, menghentikan langkah keduanya.


''Bu ibu lihat Kinan gk? tanya Aldi yang baru keluar dari kamarnya


''Kinan sedang ngobrol sama Wati diluar.'' jawab bu Retno.


''Loh,mereka sedang ada diluar toh bu,kenapa gk diduruh ngobrol didalam saja ini sudah malam!" ucap pak Pardi.


''Biar aku yang bilang yah.'' potong Aldi,sambil melangkah menuju pintu depan,sedangkan bu Retno dan suaminya masuk kedalam kamar.


''Dek,'' panggil Aldi setelah membuka pintu


Sontak kedua perempuan yang ada diteras menatap kearah sumber suara.


''Bang Aldi, ada apa?


''Sebaiknya kalian ngobrol didalam saja, ini sudah malam, gk baik buat kandungan kamu kalau berlama-lama duduk diluar.'' jelas Aldi.


''Iya Kinan suamimu benar, yasudah kalau gitu mba pulang ya lagian mba takut nanti Kevin kebangun dan nagis lagi karna gk ada mba disana.'' ucap nya


''Baiklah mba.'' jawab Kinan


''Ngobrol apa kalian dek?'' tanya Aldi setelah kepergian Wati


''Aku hanya mencoba memberikan semangat pada mba Wati,agar dia gk boleh menyerah,dan juga kalah dari pelakor itu, dan bagai mana pun caranya aku akan buat bang Toni merubah keputusannya untuk menikahi pelakor itu.'' ucap Kinan sedikit emosi saat menyinggung tentang pelakor.


''Memangnya bang Toni berniat untuk menikahi Fitri?'' ucap Aldi


''Mba Wati bilangnya sih gitu, aku kasian sekali sama mba Wati, dan aku juga sudah berjanji pada nya bahwa aku akan membantunya untuk masalah ini.


''Serius mba Wati mau kamu masuk dalam urusan rumah tangganya?'' tanya Aldi


''Iyalah, kenapa? abang gk percaya? ya udah kalau gk percaya, awas ah,aku mau masuk, udah ngantuk.'' ucap Kinan terdengar kesal.

__ADS_1


''Tukaan...ngambek lagi.'' gumam Aldi sambil menyusul istrinya masuk kedalam rumah.


Sedangkan dikamarnya bu Retno sedang duduk menyandar ditempat tidur sambil melamun.Bu Rerno teringat kembali percakapan Kinan dan Wati beberapa saat yang lalu.


''Apa mungkin Kinan lah yang terbaik untuk anakku,ternyata yang dikatakan Lia kemarin benar,bahwa gelar tidak menjamin mereka akan lebih baik dari orang yang tidak memiliki gelar, dan Kinan sepertinya memang jauh lebih baik dari wanita mana pun,dan yang terpenting Aldi sangat mencintainya.


Ucap batin bu Retno.


''Bu, kenapa melamun?ibu lagi mikirin apa?'' tanya pak Pardi yang baru keluar dari kamar mandi


''Tidak yah, ibu hanya berpikir bagai mana nasib Wati dan anaknya jika Toni memutuskan untuk menikahi perempuan itu.'' ucap bu Retno.


''Jadi maksud ibu Toni ingin menikahi perempuan yang telah menghancurkan rumah tangga mereka gitu?'' ucap pak Pardi sedikit emosi.


''Ayah-ayah jangan emosi, ingat ayah punya menyakit jantung, jadi tahan emosi ayah ya?!


''Ayah tidak sangka Toni akan menikahi perempuan itu, tadinya ayah berpikir mungkin Toni hanya khilaf,, dalam arti belum melakukan apapun pada perempuan itu,, tapi kalau ibu bilang dia ingin menikahinya berarti hubungan mereka sudah sangat intim begitukah buk?'' ucap pak Pardi memastikan.


''Ibu juga tidak tau yah,tadi ibu hanya mendengar percakapan antara Toni dan juga Tejo diluar.'' jelas bu Retno


Sedangkan dikamarnya saat ini Kinan sedang berpikir bagai mana caranya agar abang iparnya tersebut berubah pikiran dan tidak lagi berniat menikahi selingkuhannya.


''Kamu mikirin apa sih dari tadi?'' ucap Aldi sambil duduk disamping sang istri yang sedang bersandar ditempat tidur.


''Aku lagi mikir gimana caranya agar bang Toni gk jadi menikahi Fitri,wanita itu sangat berbahaya kalau sampai masuk kedalam keluarga kita bang, bisa saja kan setelah dia berhasil mendapatkan bang Toni, dia malah berniat lagi mendekati bang Tejo atau abang! .'' ucap Kinan sambil menggelengkan kepalanya


''Kamu ini kebanyakan nonton sinetron, lagi pula belum tentukan bang Toni akan benar-benar menikahi Fitri. Sudahlah sebaiknya kita tidur sudah malam.


*


*


*


DITEMPAT LAIN..


Saat ini Rendy sedang berkumpul bersama teman2 sekolahnya dulu termasuk teman sekolah Aldi.


''Gimana kabar mu Ren apa masih betah sendiri?'' tanya pemuda yang bernama danil


''Ya gimana lagi,,nama nya belum ada yang mau sama saya.'' ucap Rendy merendah.


''Wiihh,,gaya kau belum ada yang mau, kamu nya aja yang terlalu milih, emangnya perempuan yang kayak mana yang bisa menggetarkan hati mu bro?'' tanya Paiz lagi


''Entahlah.'' jawab nya


''Kalau Aldi gimana ya kabar anak itu,udah lama juga gk ketemu, hampir satu tahun aku gk jumpa tuh anak.'' jelas Danil


''Aku baru ketemu sama tuh anak kemarin,sama bini nya juga, kalian tau? bini nya si Aldi beehhh...cakep banget bro, kayak artis korea, udah cantik, putih, mulus lagi bro, si Aldi kelihatannya cinta banget sama bininya, terang aja sih aku juga klu punya bini kayak gitu bakalan ku kurung seharian dalam kamar.'' ucap Paiz.


'' Ngapain kamu kurung Iz?'' tanya Danil


''Kelonan lah..hahaha....'' kelakar Paiz


''Dasar kau itu,pikirannya ngeres bener.'' ucap Danil lagi.


Sedangkan Rendy hanya diam, saat teman-temannya membicarakan tentang Aldi dan juga Kinan.Jujur saja sampai saat ini Rendy masih menyimpan rasa pada istri dari mantan sahabatnya itu,sebenarnya Rendy juga sudah berusaha mengubur perasaannya terhadap Kinan, namun tetap saja tidak bisa,mungkin karna perasaan yang dimilikinya terlalu besar pada Kinan makanya dirinya merasa susah untuk melupakannya, terlebih hampir setiap malam dirinya selalu bermimpi tentang wanita pujaan hatinya itu, mungkin kah Rendy terlalu merindukan Kinan hingga membuatnya sampai terbawa kedalam mimpi.


Pagi menjelang..


Saat ini Kinan dan keluarga nya sedang sarapan pagi,seperti biasa semuanya makan dalam hening.


''Bang, hari ini aku boleh ikut gk?'' tanya Kinan,setelah selesai makan


''Maksud kamu ikut Aldi kerja?'' sambung bu Retno.


''I-iya bu, entah kenapa rasanya aku ingin ikut keklinik, lagi pula bosan dirumah terus.'' jelasnya.


''Ya tapi disana lebih bosan dek,karna gk ada yang bisa dilihat, lagian disana sepi, kalau ada pun orang, paling juga orang yang ingin berobat saja.'' jelas Aldi


''Udahlah Al bawa saja, setelah kamu pulang kan kalian bisa jalan-jalan.'' ucap bu Retno, membuat semua orang yang ada disana menatap kearahnya.


''Tumben ibu ngijinin Kinan ikut suaminya?biasa ibu pasti marah kalau dia merengek untuk ikut.'' sindir pak Pardi

__ADS_1


''Ck, ya tapi ini kan masalahnya beda yah, dia kan lagi hamil,gimana kalau anaknya yang memang ingin ikut ayahnya saat ini bekerja.'' jawab bu Retno memberi alasan.


''Iya-iya yasudah,kamu boleh ikut abang, tapi ingat ya jangan merengek minta pulang nanti kalau merasa bosan disana mengerti kan?!" jelas Aldi.


''Iya bang, abang tenang saja, lagi pula aku gk akan bosan kalau ada abang disana.'' jawab Kinan.


Kinan sangat senang bisa ikut keklinik bersama suaminya,dulu sewaktu tunangan Kinan sering berkunjung ketempat kerja Aldi,namun setelah menikah ia sudah tidak pernah lagi datang, pernah sekali ia hendak ikut suaminya keklinik,namun bu Retno melarangnya dengan alasan bahwa dirinya akan mengganggu pekerjaan Aldi saja nanti, namun sekarang justru dirinya lah yang menyuruh Kinan untuk ikut bersama suaminya.


Tak terasa motor milik Aldi sudah mendarat diteras Klinik tempatnya bekerja.


''Kita sudah sampai,yuk turun!" ucap Aldi yang diangguki oleh Kinan.


Aldi melangkah menuju ruangannya diikuti Kinan dibelakangnya.


''Pagi bang Al, eh mba Kinan ikut juga ya? sudah lama gk ketemu, mba Kinan kok makin cantik aja sih?'' ucap seorang perempuan yang ternyata adalah Maya


''Duuh, mba Maya bisa aja, kabarku sehat kok kalau mba sendiri?'' tanya Kinan balik.


''Saya juga sehat mba.'' jawab Maya


''Maya apa sudah ada orang yang ingin berobat?'' tanya Aldi


''Ada bang, dua orang, mereka baru saja datang.'' jelas Maya.


''Oh,baiklah langsung saja suruh masuk keruangan ku mba!" ucap Aldi


''Baik bang.'' jawab Maya


Selagi Aldi melakukan pekerjaannya bersama Maya, Kinan melihat-lihat setiap sudut klinik tersebut ysng terdapat banyak tanaman bunga hias dibeberapa tempat, membuatnya terlihat indah dipandang mata.


Kinan melihat taman yang tak jauh dari klinik, tanpa memberitahu pada Aldi,Kinan keluar menuju taman tersebut yang ditumbuhi banyak bungan disekelilingnya.


Kinan melihat kiri dan kanan jalan,untuk melihat apakah ada kendaraan yang lewat, karna terlihat jalanan sepi Kinan pun akhirnya menyeberang jalan,namun saat menyebrang jalan kaki Kinan tiba-tiba tersandung batu hingga membuat nya terjatuh.


''Aaw..'' pekik Kinan,'' untung saja ia sudah menyebrang,karna tak lama Kinan terjatuh ada sebuah mobil yang lewat dijalan tersebut.


Kinan meringis saat merasakan perih di lututnya yang berdarah karna tersandung batu, dengan sedikit tertatih Kinan melangkah menuju kursi yang ada ditaman yang tak djauh dari jalan raya tersebut.


''Duuh, apes banget sih,niat mau lihat taman jadinya malah jatuh kayak gini.'' ucapnya kesal.


''Makanya kalau jalan itu lihat-lihat.'' ucap suara bariton seseorang.


Kinan mengangkatkan wajahnya untuk melihat siapa yang berbicara padanya.Namun matanya langsung melebar saat mengerahui siapa pemilik dari suara tersebut.


''Bang Rendy,'' gumam Kinan.


Rendy melangkah mendekati Kinan kemudian berjongkok hingga tubuhnya sejajar dengan kaki Kinan yang saat itu sedang duduk diatas bangku taman.


''Coba kamu lipat keatas sedikit celana kamu biar abang obati lukanya.'' ucap Rendy


''Hah? gk usah bang, nanti saja aku yang obati.'' tolak Kinan


''Sudah cepat! emangnya kamu mau kalau kaki kamu terkena infeksi?'' ucap Rendy menakuti Kinan.


Saat Kinan terjatuh tadi ternyata Rendy yang memang ingin berangkat kerja tak sengaja melihat Kinan terjatuh dipinggir jalan, untung dimobil Lia selalu tersedia peralatan P3K.


Sedangkan didalam klinik Aldi sedang mencari keberadaan Kinan.


''Sudah ketemu mba Kinannya?'' tanya Aldi


''Belum bang, coba ditelpon saja!" ucap Maya


''Masalahnya ponselnya sama saya mba,duuh...kamu kemana sih dek kenapa buat abang khawatir sih.'' gumam Aldi cemas


Merasa tak tenang akhirnya Aldi pun mencoba mencari Kinan diluar klinik, untung saja pasien yang ingin berobat saat ini sedang tidak ada, sebagian juga sudah selesai diobati dan sudah pulang.


Saat diluar klinik tak sengaja Aldi melihat mobil yang pamiliyar dimatanya.


''Itu kan mobil Lia,sedang apa dia disana.'' gumam Aldi sambil berjalan menuju mobil tersebut


Aldi memperhatikan mobil itu,


''Sepertinya gk ada orangnya,kemana dia?'' monolognya

__ADS_1


Namun tubuhnya mematung,saat matanya menangkap sosok dua orang manusia didepannya.


NEXT


__ADS_2