Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Kinan Hamil


__ADS_3

Happy Reading..


Jam sudah menunjukan pukul satu dini hari,namun Kinan sama sekali belum bisa memejamkan matanya,ia terus merasa gelisah karna hasrat yang belum terpenuhi,ingin sekali rasanya Kinan membangunkan suaminya namun ia takut kalau Aldi marah,tapi rasanya ia sudah tak bisa lagi menahan lama keinginannya untuk segera melampiaskan hasrat yang semangkin menjadi.


Dipandangnya suami yang saat itu masih tertidur dengan lelap,Kinan mencoba mendekati suaminya kemudian ia lalu memeluk tubuh Aldi dari samping,namun sepertinya belum ada tanda-tanda kalau Aldi akan bangun.


Kinan yang tak bisa menahan lebih lama lagi, bertindak agresif dan mengesampingkan urat malunya,karna hasrat yang kian menggebu.


Kinan mengecup wajah suaminya,sambil tangannya mera*ba bagian sensitif Aldi.


Aldi yang merasa terganggu langsung membuka matanya,ia sedikit terkejut saat melihat Kinan sudah bermain dengan adik kecilnya yang kini sudah menegang akibat perbuatan sang istri.


''Eeuuhh....'' lenguh Aldi, saat merasakan batangannya disedot oleh Kinan


''Kenapa Kinan sangat mahir sekali,bahkan terkesan sangat angresif.Selama ini tidak pernah ia melakukannya sebelum aku yang memintanya dulu, dan sekarang dia malah menikmati nya dibawah sana.


Batin Aldi sambil terus memperhatikan, kegiatan istrinya, pikiran kotor langsung berkecamuk dibenaknya,berpikir yang tidak-tidak,bahkah Aldi sempat berpikir kalau ada yang mengajarkan istrinya tersebut,hingga bisa semahir itu dibawah sana.


''A-abang sudah bangun,'' ucap Kinan ter bata,namun masih melanjutkan aksinya dibawah sana.


Seharusnya Aldi senang karna sekarang Kinan sudah mahir,dan pandai menyenangkan hatinya,namun tidak dengan hal nya Aldi, pria itu malah berpikir kepandaian yang sekarang Kinan dapatkan adalah karna pria lain.


Pikiran Aldi sangat kacau,ia marah, dan ingin sekali berteriak,,namun rasa nikmat yang diberikan istrinya seolah membuat suaranya tercekat.


Kini Kinan sudah polos,ia juga sudah berhasil membuka sebagian pakaian suaminya,dalam*an Aldi juga sudah berhasil Kinan lepaskan hingga terpampang lah senjata Aldi yang siap tempur,mata Kinan berbinar melihat benda yang ada didepan matanya, yang memang sudah ia nantikan sejak beberapa hari ini,,tak ingin menyia-nyiakan waktu lebih lama lagi Kinan langsung naik keatas tubuh suaminya,namun saat Kinan hendak memasukan miliknya pada milik Aldi dengan cepat suaminya itu mencegahnya.


''Ada apa lagi bang,aku sudah gk tahan.'' ucap Kinan memelas,dengan mata yang sayu karna sudah terlalu bergairah.


''Biar aku yang melakukannya.'' ucap Aldi dengan ekpresi datar, namun Kinan tak


memperdulikannya wanita yang sudah berhasrat tinggi itu langsung mengambil posisi yang diinginkannya.


Aldi melepas sisa kain yang masih menempel ditubuhnya,setelahnya ia mulai memasukan senjatanya kedalam goa kenikmatan milik istrinya.


Dengan sekali hentakan milik Aldi langsung amblas kedalam sana,Kinan sempat tersentak karna perlakuan Aldi yang sedikit kasar, tak seperti biasanya,biasanya suaminya itu akan terlebih dahulu mencumbunya atau pun bermain-main dengan anak gunung miliknya,namun kali ini tidak. Aldi terus menghentakkan pinggulnya dengan sedikit kasar,membuat Kinan meringis disela-sela permaian mereka, Aldi semangkin mempercepat permainannya,tanpa memperdulikan apa yang dirasakan oleh Kinan,wanita itu merasa kalau suaminya itu sangat kasar,Kinan yang tadinya berhasrat tinggi kini tiba-tiba tak bernafsu akibar rasa sakit yang dirasakannya dibawah sana.


''Aaww,, bang sakit, bisakah pelan sedikit.'' ucap Kinan terbata


''Bukankah ini yang kau inginkan hah?? aku akan memberi kepuasan padamu malam ini, seperti dia yang sudah memuaskanmu .'' ucap Aldi sambil terus menghentakkan miliknya kedalam dinding rahim milik sang istri dengan kasar


Kinan merasakan perih dibagian sensitifnya, bahkan ia sampai meneteskan air mata karna rasa sakitnya, namun bukan hanya fisiknya saja yang terasa sakit dan perih,namun hati nya juga terasa nyeri akibat perkataan yang terlontar dari bibir suaminya.


Disaat Kinan tersiksa dengan fisik dan batinnya Aldi mengerang karna telah mencapai kenikmatannya,setelah itu ia merebahkan diri disamping sang istri tanpa memperdulikan perasaan Kinan.


Kinan yang melihat suaminya bersikap acuh tak acuh pada nya semangkin membuat hati nya terasa semangkin teriris,dengan sisa tenaganya Kinan bangkit dari tempat tidur, Kinan berjalan menuju kamar mandi dengan sedikit tertatih karna menahan sakit dan perih dibagian intinya karna perlakuan kasar dari suaminya Aldi.


Aldi menatap punggung Kinan yang kian menjauh,kemudian hilang dibalik pintu kamar mandi.


''Maaf kan aku Kinan, aku melakukan ini karna kau sendiri yang memulainya.'' gumam Aldi


Sedangkan didalam kamar mandi Kinan tak kuasa menahan air matanya lebih lama lagi,ia menghidupkan kran air, agar tangisannya tak didengar oleh Aldi.


''Kenapa kamu masih saja menuduhku bang?kenapa kamu tidak mempercayaiku?


Hiks..hiks...


Kinan terus menangis meluapkan rasa sakit dihatinya. Sudah hampir dua puluh menit Kinan berada dalam kamar mandi, namun belum terlihat tanda-tanda ia akan keluar dari sana, membuat Aldi sedikit khawatir.Tak lama pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Kinan dari kamar mandi.


Diam-diam Aldi memperhatikan langkah Kinan yang sedikit tertatih karna perbuatannya,ingin rasanya ia datang dan minta maaf,namun rasa sakit dihati dan juga rasa kecewanya karna telah merasa dibohongi oleh istrinya membuat Aldi enggan.


''Kenapa lama sekali dikamar mandi?kamu tidur ya disana?'' ucap Aldi ketus kemudian melangkah menuju kamar mandi,sedangkan Kinan hanya menatap sendu pada suaminya yang mulai bersikap dingin padanya.


''Sabar Kinan,kamu pasti kuat.


Pagi menjelang, dirumah kediaman bu Retno saat ini sudah kedatangan tamu yang tak diundang dan dia adalah bu Uci,tetangga yang selalu gemar membuat gosip.


''Ada apa dia pagi-pagi begini sudah bertamu kerumah orang?pasti ingin menyebarkan gosip lagi.'' gerutu bu Retno sambil melangkahkan kakinya menuju teras rumah.


''Bu Retno,apa kabar lama gk ketemu?.'' ucap bu Uci.

__ADS_1


''Baik,tumben bertamu sepagi ini ada apa?'' tanya bu Retno to the point.


''Bu Retno kok gitu sih,kita ini kn tetanggaan jadi harus saling terlihat akur dong.'' ucap bu Uci lagi


Bu Retno memutar bola matanya jengah saaf mendengar ucapan basa-basi dari tetangga nya itu, bu Retno sangat yakin kalau kedatangan bu Uci kerumahnya tersebut ada maksud tertentu.


Begini bu Retno,saya mau tanya apa tadi malam si Toni pulang kerumah? maksud saya apa putra bu Retno itu sedang ada masalah dengan istrinya?'' tanya bu Uci yang terlihat serius.


''Maksud bu Uci apa? tentu saja hubungan rumah tangga anak saya baik-baik saja,,apa kedatangan bu Uci kesini itu hanya ingin tau urusan rumah tangga orang saja ya?'' ucap bu Retno kesal.


''Saya bertanya bukan tanpa alasan lho bu Retno,tapi pagi sehabis saya pulang dari pasar bersama suami saya, tak sengaja saya lihat Toni keluar dari rumah kosan,dan yang buat saya penasaran dia keluar bersama dengan seorang perempuan loh,mereka terlihat sangat mesra seperti pasangan gitu bu.'' jelas bu Uci dengan penuh semangat saat bercerita.


''Bu Uci, maksud ibu, anak saya punya selingkuhan gitu?? ibu jangan suka fitnah! dan kalau bicara itu jangan sembarangan ya! anak saya tidak seperti itu,kalau kedatangan bu Uci kesini hanya ingin bergosip sebaiknya ibu pulang saja!" usir bu Retno yang tak terima dengan omongan bu Uci.


''Saya ini bicara sesuai fakta bu Retno bukannya bergosip.Coba saja ibu tanyakan langsung pada menantu bu Retno itu, pasti dia bilang tadi malam si Toni gk pulang, tapi kalau bu Retno gk percaya yasudah'' ucap bu Uci lagi.


''Baiklah bu Retno kebetulah saya masih ada urusan, kalau begitu saya pulang dulu.'' pamit bu Uci.


''Dasar tukang gosip,tiap hari ngegosip mulu kerjaannya.'' gerutu bu Retno sambil kembali masuk kedalam rumah.


Sedangkan Kinan,saat ini wanita itu sedang dikebun bersama pak Pardi.Ia ingin menyibukkan dirinya dengan membantu sang ayah mertua yang sedang memanen sayuran dikebun belakang rumah.


''Nak wajahmu pucat sekali,sepertinya kamu kelelahan,sebaiknya kamu pulang saja dan istirahatlah!" ucap pak Pardi yang melihat anak menatunya dengan wajah yang begitu pucat.


''Ayah gpp kalau aku tinggal,sayurannya masih banyak yang belum dipanen lho yah?'' ucap Kinan yang masih memikirkan ayah mertuanya.


''Gpp,sebentar lagi mang udin datang bantuin ayah,sudah sana pulanglah.'' ucapnya lagi.


Mang udih adalah orang yang selalu membantu pak Pardi memanen sayuran dikebun.


''Baiklah yah,kalau gitu aku pulang dulu.'' ucap Kinan yang memang merasakan pusing dan juga mual.


Sedangkan diklinik saat ini pikiran Aldi sangat tidak tenang,ia selalu mengingat perbuatan kasarnya pada sang istri tadi malam,Aldi merasa menyesal karna sudah memperlakukan Kinan seperti itu.Seharusnya ia bertanya langsung kenapa istrinya itu menyembunyikan pertemuannya dengan Rendy, bukan dengan cara melampiaskan nya dengan cara menyiksanya secara fisik.


Aldi melihat jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukan pukul sepuluh pagi.


''Ada sekitar tiga orang bang,di jam dua siang nanti,memang kenapa bang?'' tanya Fitri


''Gk apa-apa,yasudah nanti kalau ada yang ingin berobat langsung bawa masuk saja! ucapnya sambil melangkah masuk kedalam ruangannya.


***


Didalam sebuah ruangan rumah sakit terlihat saat ini Rendy sedang duduk didepan laptop miliknya,entah apa yang sedang dilakukan pemuda itu,yang pasti saat ini dirinya terlihat sangat serius.


Tok-tok-tok..


''Masuk!" ucap Rendy tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop miliknya.


''Serius amat bang, lagi ngapain sih?'' tanya seseorang yang ternyata adalah Lusi.


''Ada perlu apa kamu kesini?'' tanya Rendy langsung,tanpa menjawab pertanyaan Lusi


Lusi adalah anak dari teman ibunya Lia,yang selalu ingin dijodohkan dengan Rendy,dan kebetulan Lusi juga bekerja dirumah sakit yang sama dengan Rendy,dan dia juga adalah seorang perawat sama seperti Lia.


''Lusi,jika kamu tidak ada keperluan lain sebaiknya kamu keluar,saat ini aku sedang sibuk dan tak ingin diganggu.'' jelas Rendy yang kembali fokus pada layar laptopnya.


''Ck,menyebalkan sekali,kenapa sih dia susah sekali didekati.'' gumam Lusi pelan.


''Baiklah aku akan keluar!" sambungnya lagi dengan mulut yang masih menggerutu.


''Hai Lusi,apa bang Rendy ada didalam?'' tanya Lia saat melihat Lusi keluar dari ruangan abang sepupunya itu.


''Ada,tapi sebaiknya kamu tidak usah mengganggunya,atau kamu juga akan diusir sama seperti aku.'' jawab Lusi sambil melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan tersebut.


''Ada apa dengan wanita itu.'' gumam Lia sambil melangkah masuk keruangan Rendy


Setelah mengetuk pintu,Lia langsung membukanya.Ia melihat abang sepupunya itu sedang berkutat dengan laptopnya


''Lagi sibuk bang?'' tanya Lia sambil mendudukan boko*ngnya diatas kursi yang tak jauh dari Rendy

__ADS_1


''Menurutmu??


''Wiihh,,ketus amat,pantas saja Lusi ngedumel tadi saat diluar.'' jelas Lia


''Memangnya dia ngomong apa sama kamu?'' tanya Rendy sambi menutup laptop nya


''Dia bilang,lebih baik katanya aku gk usah masuk kesini,kalau gk mau kena usir kayak dia,memangnya tadi abang ngusir Lusi dari ruangan ini?


''Abang hanya tidak ingin diganggu olehnya,kamu sendiri ada keperluan apa?'' tanya Rendy yang kini sudah duduk disamping Lia.


''Abang hari ini gk ada jadwal oprasi?


''Gk ada,emang kenapa?


''Berarti gk sibuk dong?


''Iya emangnya ada apa sih nanya mulu.'' ucap Rendy kesal


''Gitu aja ngambek, aku tuh cuma mau ngajaki abang jalan-jalan,abang mau gk?bosen banget aku,lagi pula udah lama juga kita gk jalan-jalan.'' ucap Lia


''Makanya cari pacar,biar ada yang bisa diajak jalan,'' sindir Rendy


''Ck,bang kita ini senasip,jadi sesama jomblo jangan saling mengejek!" dengus Lia.


DITEMPAT LAIN...


Setelah mencuci tangan dan kaki Kinan langsung masuk kedalam rumah.Namun tiba-tiba Kinan kembali merasa pusing,namun ia tetap melangkah menuju kamarnya.


''Hei Kinan,kenapa cepat sekali kamu balik?emangnya manennya sudah selesai ya?'' tanya bu Retno saat melihat Kinan yang sudah pulang.


''Belum bu,tadi aku.....


Bruukk....


Belum selesai Kinan bicara,tiba-tiba tubuhnya terjatuh kelantai,beruntung kepalanya tidak terbentur kursi yang ada disampingnya.


''Loh,loh...kok pingsan, Kinan! hei bangun! kenapa malah pingsan disini,gimana ini.'' ucap bu Retno yang sedikit panik.


Satu jam kemudian...


Eeuuhh...'' lenguh Kinan yang mulai tersadar dari pingsannya.


''Kinan kamu sudah sadar.'' ucap suara seorang wanita yang ternyata adalah Ningsih.


Kinan menatap ruangan tersebut,yang ternyata adalah kamarnya sendiri.


''Aku kenapa mba? aah,,,rasanya kepalaku sangat sakit.'' ucap kinan sambil memegangi kepalanya yang terasa berdenyut.


''Sebaiknya kamu istirahat saja,jangan banyak melakukan hal-hal yang berat,kamu harus benar-benar menjaga kesehatanmu Kinan.'' ucap Ni gsih menasehati adik iparnya tersebut.


''Iya mba,terimakasih atas perhatian mba Ningsih.''jawab Kinan sambil tersenyum pada Ningsih.


''Mba kenapa?kok senyum-senyum gitu sih?'' tanya Kinan yang merasa heran dengan Ningsih karna tersenyum sejak tadi.


''Kinan kamu tau gk kalau....


''Gk tau,'' potong Kinan sambil terkekeh.


''Ih kamu ini,orang belum selesai bicara sudah main potong aja.''geruti Ningsih


''Hehe,,iya maaf, emang nya apa coba?'' tanya Kinan


''Kamu hamil!" ucap Ningsih sambil tersenyum.


''HAH??''


''Kok hah sih,kamu itu hamil Kinan, selamat ya....


NEXT

__ADS_1


__ADS_2