Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Ayah Salah Paham


__ADS_3

Saat ini Aldi sedang berada disebuah cakruk yang ada dipersimpangan jalan,cakruk adalah gubuk kecil untuk orang beristirahat sejenak untuk melepas penat,atau tempat yang biasanya dijadikan pos ronda oleh orang kampung.Saat ia sedang melamun disana tiba-tiba ada mobil honda brio yang berhendi didepannya.


''Bang Aldi,ternyata benar ini kamu,ngapain abang disini,sebentar lagi magrib lho,''ucap seorang perempuan yang ternyata adalah Lia


Aldi tidak menjawab,namun ia menatap perempuan tersebut seolah mengatakan apakah wanita ini yang sedang dicemburuin oleh istrinya saat ini


''Bang Al,kok diam saja?abang ngapain duduk gisini?''tanya Lia lagi, yang masih berada dalam mobil miliknya.


''Ah, iya abang akan pulang.''jawab Aldi sambil bangkit dari duduknya.


''Bang! apa abang sedang ada masalah?sepertinya ku lihat abang seperti orang yang sedang punya masalah.''ucap Lia,sambil menatap lekat pada Aldi


''Emangnya kelihatan sekali ya?memang abang punya sedikit masalah sih,tapi akan secepatnya abang selesaikan kok,yasudah kalau gitu abang pulang dulu ya,kamu juga sebaiknya pulang.''ucap Aldi sambil berlalu tanpa menunggu jawaban Lia


Lia terus menatap punggung Aldi hingga naik keatas motornya,entah apa yang dipikirkan wanita itu saat ini,yang jelas pandangan matanya tak lepas dari sosok Aldi


Setelah Aldi menghilang dari pandangannya Lia pun segera masuk kedalam mobil dan pergi dari sana.


Sementara itu dikediamannya bu Retno sedang menemani pak Pardi makan malam.


''Aldi dan Kinan krmana buk,kok gk kelihatan?apa mereka sudah makan malam?''tanya suami dari bu Retno itu


''Kalau Aldi sejak tadi sore pergi dan belum pulang sampai sekarang,tapi kalau Kinan mungkin masih dikamarnya.''jawab bu Retno


''Apa dia sudah makan?''


''Ya mana ibu tau yah,sudahlah biarin saja,dia kan sudah dewasa kalau lapar pasti dia makan.''jawab bu Retno


''Buk,walau bagai mana pun Kinan itu menantu kita, walau pun ibu tidak menyukainya, ayah harap ibu bisa memperlakukan nya dengan baik.''ucap pak Pardi


''Iya-iya ibu akan kekamarnya.''jawab bu Retno yang tak ingin suaminya semakin menceramahinya.


''Dasar,punya menantu merepotkan saja.''gumam bu Retno,sambil melangkahkan kakinya menuju kamar menantunya itu.


Kinan! Kinan apa kamu didalam?cepat keluar!" panggil bu Retno,tak lama pintu kamarpun terbuka.


''Iya buk,''jawab Kinan.


Bu Retno memperhatikan wajah Kinan,mata yang sembab,dengan hidung yang masih memerah akibat menangis.

__ADS_1


''Kamu habis nangis?''tanya bu Retno


Namun Kinan hanya dia,tak menjawab.


''Dengar ya Kinan,itu ayah sudah pulang,dan sekarang dia meminta saya untuk memanggilmu,saya tidak mau ayah sampai tau tentang masalah tadi,jadi saya minta kamu jangan cerita apapun padanya,apa kamu mengerti?''tanya bu Retno.


''Iya bu,aku mengerti.''jawab nya.


Setelah mengatakan itu,bu Retno langsung kembali menuju meja makan.


''Mana Kinannya buk?''tanya pak Pardi karna tak melihat istrinya bersama Kinan


Namun saat bu Retno hendak menjawab Kinan lebih dulu datang.


''Ayah,''sapa Kinan,pada ayah mertuanya.


''Tadi ayah yang suruh ibu panggil kamu,, oya Kinan,apa kamu sudah makan?''tanya pak Pardi


''Sudah yah,''jawab Kinan singkat.


''Aldi kemana,ibu bilang dari sore dia pergi kenapa belum pulang?apa kamu sudah menghubunginya?''tanya sang ayah mertua


Sebaiknya kamu hubungi dia,tanya sedang dimana dia sekarang!'' ucap pak Pardi,namun bukannya menjawab Kinan malah kembali melirik ibu mertuanya


''Oya tadi ibu sudah menghubunginya,katanya sebentar lagi dia pulang yah.''potong bu Retno,dan tentu saja itu adalah suatu kebohongan


Pak Pardi menatap wajah menantunya,ia baru menyadari kalau Kinan seperti baru saja menangis,karna sejak tadi menantunya itu selalu menunduk saat bicara pada nya.


''Kinan,apa kamu habis menangis?''tanya pak Pardi sambil terus memperhatikan wajah menantunya.


''Itu...,,''


Namun belum sempat ia menjawabnya tiba-tiba bu Retno kembali memotong ucapannya.


''Jadi gini yah,katanya Kinan rindu sama emaknya makanya dia nangis,iya kan Kinan?''ucap bu Retno sambil melototkan matanya.


''Kalau rindu kenapa nangis langsung pulang aja,lagi pula bukannya tadi Aldi libur kerja,kenapa tidak minta antar sama dia?apa dia tidak mau mengantarkan kamu makanya kamu sampai nangis seperti ini?''ucap pak Pardi yang akhirnya salah paham


''Ayah bukan begitu juga, sudah lah jangan diperpanjang lagi, dan kamu Kinan kalau kangen sama ibumu sebaiknya besok saja pulangnya,kalau perlu jangan kembali sekalian.''ucap bu Retno dan tentu saja itu hanya berani ia katakan dalam hati.

__ADS_1


Sedangkan disebuah warung,Aldi sedang makan bersama Rendy,saat hendak menuju pulang tadi tiba-tiba Rendy menghubungi Aldi,dan meminta tolong padanya untuk menjemputnya,karna mobilnya tiba-tiba saja mogok,kebetulan saat itu memang posisinya tak jauh dari tempat tinggal Aldi.


''Sebelum ku telpon tadi kamu habis dari mana Al?''tanya Rendy sambil melahap suapan terakhirnya.


''Gk ada,hanya jalan-jalan aja.''jawab Aldi yang juga sudah selesai makan.


''Tumben sendirian,biasanya sama Kinan.''ucap Rendy


''Dia gk mau ikut.''jawabnya lagi


''Yasudah yuk,aku juga tadi bilangnya gk lama sama ibu,takutnya dia khawatir.''ucap Aldi


*


*


*


''Kamu kemana bang? kenapa belum pulang,dan kenapa kamu memilih menghindar dari pada menyelesaikan masalah kita.''gumam Kinan.


Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam,setelah mengantarkan Rendy, Aldi pun langsung pulang kerumah. Saat Aldi hendak membuka pintu,ternyata pintunya lebih dulu dibuka dari dalam oleh seseorang yang ternyata adalah bu Retno


''Al,kok baru pulang dari mana saja kamu?ayah tanyain kamu sejak tadi.''ucap bu Retno


''Ayah sudah pulang?maaf buk tadi waktu mau pulang tiba-tiba Rendy nelpon katanya mobilnya mogok dan dia minta antarin kerumah Lia,karna sekarang Rendy tinggal disana.''jelas Aldi


''Emangnya rumahnya Lia dimana sih Al?''tanya bu Retno penasaran


''Yang ada diujung jalan,yang rumahnya cat warna putih.''jelasnya lagi


''Maksudmu rumah yang paling besar yang ada diujung itu?''tanya bu Retno lagi,yang terdengar sangat bersemangat.


''Iya,''jawab Aldi singkat.


''Kalian ini bukannya masuk,malah ngobrol depan pintu.''ucap suara bariton yang ternyata berasal dari kepala meluarga dirumah tersebut,siapa lagi kalau bukan pak Pardi.


''Aldi dari mana saja kamu?jam segini baru pulang,apa kamu sudah mulai melupakn istrimu,dan tadi ayah sempat liat dia habis menangis katanya ia merindukan emaknya,kenapa kamu tidak mengantarkan istrimu kerumah orangtuanya? dan kenapa juga harus keluyuran hingga malam seperti ini??!


NEXT

__ADS_1


__ADS_2