Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Isi Hati Kinan


__ADS_3

Aldi masih menatap Kinan tak percaya,kenapa istrinya bisa berpikiran seperti itu.


''Dek,kenapa kamu bisa berpikir jika abang menyukai Lia?''tanya Aldi


''Aku tidak bilang sekarang bang,aku hanya tanya apakah pernah abang suka sama perempuan itu,hanya itu.''jelas Kinan


''Dek,Lia itu perempuan yang baik,semua orang pasti menyukainya termasuk abang, tapi bukan berarti abang suka dalam hal lain.''jawab Aldi lagi.


''Benarkah?abang tau terkadang ucapan berbanding terbalik dengan kenyataannya.''ucap Kinan


Terdengar Aldi menghela nafas berat,Aldi bingung, apakah dia harus jujur pada istrinya saat ini atau tidak,tapi bagai mana jika dirinya mengatakan yang sebenarnya justru masalahnya akan tambah parah,bisa saja Kinan semangkin merajuk dengannya.


''Bang! kok diam? jawab dong!


''Dek sudah lah,jangan tanya yang aneh-aneh deh,intinya abang sama Lia gk ada hubungan apa-apa,jadi abang harap kamu jangan marah,dan mikir yang enggak-enggak lagi ok!"pinta Aldi


''Bang! aku itu cuma tanya apa abang pernah suka sama Lia?tinggal jawab iya atau enggak aja kok,apa susahnya sih.''gerutu Kinan


Aldi meraup wajahnya kasar,ia merasa istrinya ini memang benar-benar keras kepala.


''Iya,abang memang pernah suka sama Lia,tapi itu dulu,dudah kama sekali, dan sekarang abang hanya menganggapnya sebagai teman,gk lebih.''jawab Aldi


Jawaban Aldi barusan membuat jantung Kinan berdetak kencang,sesak,itukah perasaan yang Kinan rasakan saat ini,walau pun Aldi bilang kalau mereka tidak mempunyai hubungan apapun,tapi itu tidak menjamin kalau mereka akan berhubungan nantinya,apa lagi kalau melihat kedekatan mereka, Kinan merasa ada kekhawatiran tersendiri,takut kalau suaminya itu terlena oleh pesona Lia


Aldi melihat Kinan yang sejak tadi hanya diam,setelah ia mengatakan kalau dulu dirinta pernah menyukai Lia,Aldi menghela nafas kasar,inilah kenapa dirinya tidak ingin menjawab pertanyaan istrinya itu,ia tak ingin membuat Kinan sedih,dan akhirnya ia akan berpikiran macam-macam pada dirinya.

__ADS_1


''Dek,''panggil Aldi lagi,karna masih melihat Kinan melamun


''Iya bang,aku gpp kok,''jawabnya


''Yaudah bang,kalau gitu aku mau keluar dulu,mau bantuin ibu masak buat makan malam.''jelas Kinan sambil berlalu


''Tukan,sepertinya aku sudah salah telah berkata jujur,buktinya dia sepertinya masih marah sama aku.''gumam Aldi


''Bu,''sapa Kinan saat melihat ibu mertuanya yang sedang terlihat memcuci sayuran.


''Kita mau masak apa bu,untuk makan malam?''tanya Kinan


''Saya mau masak balado ikan nila,sama ayam tepung buat ayah, sayurnya tumis kangkung saja lah biar gk ribet.''jelas bu Retno


''Iya bu,''jawab Kinan kemudian melanjutkan kembali kegiatannya


''Eemm.. bu, apa ibu sudah lama kenal dengan Lia?''tanya Kinan yang merasa penasaran dengan kedekatan sang ibu mertua dengan Lia waktu itu


''Saya baru mengenalnya tadi siang,saat dia datang kerumah,''jawab bu Retno santai


Jawaban bu Retno membuat Kinan seketika kembali menatap kearahnya,ia tidak habis pikir kenapa bisa ibu mertuanya itu terlihat begitu akrab dengan orang yang baru beberapa jam saja ia kenal,jujur Kinan sangat cemburu mendengar ucapan sang ibu mertuanya itu yang bisa langsung dekat dengan Lia.


''Kamu tau,Lia itu seorang suster loh,, dirumah sakit Medistra, rumah sakit terbesar di sekecamatan ini,dan yang lebih penting dia masih gadis.''jelas bu Retno,membuat Kinan mengerutkan dahinya.


''Memangnya kenapa kalau dia masih gadis buk? apa ibu juga berniat ingin menjodohkan bang Aldi dengannya juga?sama seperti Fitri.''ucap Kinan sambil melanjutkan pekerjaannya dengan wajah bette,entah sadar atau tidak ia mengucapkan hal itu namum bu Retno langsung tersenyum saat mendengar ucapan menantunya tersebut

__ADS_1


''Apa kamu setuju kalau Lia menjadi istri kedua nya Aldi?''ucap bu Retno membuat Kinan menatap sang ibu mertua sambil memberengut.


Kinan yang memang sedang bette langsung menjawab kata-kata bu Retno dengan berani.


''Ibu kok bisa-bisanya sih bertanya kayak gitu sama aku?emangnya ibu gk mikirin perasaanku, saat ibu menyanakan hal tersebut pada ku?kenapa ibu tega sekali menyuruhku untuk berbagi suami dengan perempuan lain?!" ucap Kinan sambil menaikan sedikit nada suaranya,membuat bu Retno sedikit terkejut,ia tidak menyangka kalau Kinan ternyata bisa semarah itu padanya


''Kinan!! apa-apaan kamu?kenapa kamu sampai membentak ibu seperti itu?''tanya Aldi yang tiba-tiba datang.


''Bang Aldi,''gumam Kinan pelan.


''Al, kamu dengar sendirikan kalau istrimu ini sudah berani membentak ibu,padahal ibu hanya bertanya dengan baik-baik,tapi istrimu malah mara-marah sama ibu,''ucap bu Retno dengan mimik wajah yang dibuat sesedih mungkin.


''Bang ini gak seperti yang kamu bayangkan,aku hanya memberi pengertian pada ibu agar dia tidak lagi menjodoh-jodohkan abang dengan perempuan lain bang,, aku hanya mempertahankan hak aku aja bang, apa itu salah?''ucap Kinan,kini air matanya sudah mengalir melewati pipinya


''Mempertahankan hak itu tidak salah,yang salah itu kamu sudah berani berkata kasar sama ibu,dengan meninggikan suaramu didepannya,aku saja yang anaknya tidak pernah berkata seperti itu,dan kamu itu hanya menantu dirumah ini, jadi jangan pernah kamu meninggikan suaramu lagi didepan ibuku.''ucap Aldi dengan emosi matanya memerah saat menatap Kinan.


Bu Retno sempat terkejut saat mendengar ucapan Aldi pada istrinya,ia sungguh tidak menyangka kalau putranya itu akan membentak istrinya seperti itu. Apa lagi Kinan,ia benar-benar syok mendengar suaminya berbicara kasar padanya


''Iya kamu memang benar bang,aku hanya menantu dirumah ini,menantu yang tidak pernah diinginkan oleh ibu, asal abang tau, setiap saat aku selalu mencoba untuk menjadi menantu yang baik untuk ibu,tapi ibu sama sekali tidak pernah melihatnya,bahkan ibu gk pernah memberikan kesempatan untukku,agar bisa ngobrol dengannya,aku juga ingin seperti mba Wati dan mba Ningsih yang disayang oleh ibu bang,aku hanya minta itu,aku selalu cemburu kalau ibu bisa tertawa bahagia bersama mereka,tapi sama aku jangan kan tersenyum,terkadang melihat ku saja ibu tidak sudi, buk! apa tidak ada sedikit pun rasa kasih sayang ibu untukku? aku juga ingin seperti mereka buk,, hiks..hiks.. .''ucap Kinan,yang akhirnya mengeluarkan isi hatinya, diiringi isakan tangis kesedihannya.


Bu Retno menatap Kinan,entah apa yang ia pikirkan saat ini.


Sedangkan Aldi yang baru menyadari ucapannya telah menyakiti hati istrinya langsung merasa sangat bersalah.


TBC

__ADS_1


__ADS_2