Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Menjemput Ibu


__ADS_3

''Maksud mba Wati apa???


Ucapan yang keluar dari mulut Wati membuat Aldi merasa geram, Aldi menatap tajam pada sang kakak ipar,Wati yang melihat situasi udah semangkin tegang langsung mencoba mencairkan suasana.


''Maksudku gini Al,kamu jangan marah dulu,tadi kan kamu bilang kalau ibu gk mau pulang kalau kamu gk mengikuti kemauannya ibu,gimana kalau kamu pura-pura setuju saja sama kemauannya ibu,pasti dia mau ikut pulang nantinya.''ucap Wati,mencoba memberi ide.


''Jangan ngawur kamu Wati,,gimana kalau ibu nantinya menuntut nya setelah pulang kerumah,apa yang akan dilakukan Aldi nanti.'' ucap pak Pardi


''Ya-ya itu urusan belakangan aja yah,yang pentingkan ibu mau pulang.'' ucapnya lagi


Sejenak hening, dengan pikirannya masing-masing.


''Sepertinya apa yang dikatakan mba Wati ada benarnya,mau tak mau kita harus melakukan cara ini bang,kalau tidak aku tidak yakin ibu akan mau pulang.'' ucap Kinan


''Tapi dek,kamu tau ibu kan?pasti nantinya ibu akan tetap menagih janji itu,dan abang gk mau mengambil resiko.'' ucap Aldi


''Tapi tidak ada cara lain lagi bang,''sambung Kinan


''Sudahlah tidak usah berdebat,sebaiknya kita kesana sekarang,kita jemput ibu kalian pulang.''ucap pak Pardi menengahi


Sedangkan dirumah nya Tejo dan Ningsih sedang makan siang,karna Tejo juga baru pulang dari bengkelnya,tadi pagi setelah melapor kekantor polisi Tejo dan ayahnya memang langsung pulang,setelah mengantar ayahnya Tejo segera pergi menuju bengkel karna sudah hampir dua hari ia tutup.


''Assalamu'alaikum..'' ucap seseorang dari arah luar


''Wa'alaikum salam,'' jawab Ningsing sambil melangkah menuju pintu depan.


''Kinan,ada apa?apa sudah ada kabar dari ibu?''tebak Ningsih


''Iya mba,ibu sudah ditemukan,'' jawab Kinan


''Apa?? ibu sudah ketemu?'' tanya Tejo dari arah dalam

__ADS_1


''Iya bang, bang Aldi ada lihat ibu dipasar,dan bang Aldi juga sudah tau tempat tinggalnya.''jelas Kinan


''Maksud kamu,ibu sudah ditemukan tapi masih belum di bawa pulang, gitu??'' tanya Tejo yang sedikit bingung.


''Iya bang,ibu memang sudah ketemu,tapi saat bang Aldi ingin mengajak ibu pulang, ibunya gk mau.''


''Loh,emang kenapa ibu gk mau ikut Aldi pulang?oohh,,mungkin masih marah kali dia sama Aldi makanya saat Aldi yang ngajakin pulang ibu gk mau,kalau gitu abang saja bang yang ajak ibu untuk pulang!" ucap Ningsih


''Mba,sebenarnya ibu mau pulang namun dengan syarat.''ucap Kinan


''Apa??syarat? syarat apa sih?abang semangkin bingung ini,bisa kamu jelaskan sama abang Kinan!" ucap Tejo


''Sebenarnya syarat yang diminta ibu adalah dia ingin bang Aldi menikah lagi.''ucap Kinan sambil menundukan wajahnya,rasa sedak kembali terasa dalam dadanya,saat ia mengucapkan kalimatnya sendiri.


''Yang benar kamu Kin?masa sih ibu ngasih syarat kayak gitu?'' tanya Ningsih tak percaya


Sedangkan Tejo hanya diam mendengar obrolan kedua wanita yang ada didepannya saat ini


''Yasudah,sebaiknya kita kerumah ayah,biar sekalian ikut jemput ibu.''ucap Tejo


''Huuff,,semoga keputusanku ini benar,'' gumamnya.


Tin-tin...


Terdengar suara klakson mobil dari luar.


''Sepertinya itu nak Lia.''ucap bu Retno sambil membukakan pintu kosannya.


''Buk,''sapa Lia setelah keluar dari dalam mobilnya


''Nak Lia,tadi Aldi datang kesini.'' ucap bu Retno memberi kabar

__ADS_1


''Bang Aldi datang kesini?terus dia gak ajak ibu pulang?'' tanya Lia penasaran,karna tidak mungkin rasanya kalau Aldi sudah bertemu dengan ibunya namun ia tak mengajak sang ibu untuk pulang bersama dengannya.


''Aldi ingin ibu pulang,tapi ibu yang tidak mau ikut pulang bersama dengannya.''jawab bu Retno


Lia menatap heran oada wanita paruh baya yang saat ini masih berdiri didepannya.


''Sebaiknya kita bicara didalam saja bu!" ajak Lia sambil melangkah masuk kedalam kosan tersebut.


''Kenapa ibu tidak mau ikut pulang bersama bang Aldi?apa ibu masih marah padanya?''tanya Lia


''Sebenarnya ibu mengajukan syarat pada Aldi,namun karna dia tak bisa memenuhinya jadi dia pulang.''jelas bu Retno santai


''Syarat apa yang ibu ajukan padanya,sehingga bang Aldi tak bisa memenuhinya?'' tanya Lia yang merasa penasaran


''Ibu bilang,kalau ibu akan ikut dengannya asalkan dia berjanji untuk menikah lagi dengan wanita lain,yang ibu pilihkan untuknya.''ucap bu Retno


''Apa?? bu,kenapa ibu bisa mengajukan syarat seperti itu? kasian bang Aldinya kan buk setahu aku istrinya juga baik, dan yang kulihat bang Aldi sangat mencintai istrinya.''jelas Lia


''Tapi dari awal ibu memang tidak pernah menyukai wanita itu,sudah ibu bilang pada Aldi kalau ibu maunya punya menantu seorang perawat.'' jelasnya


Lia menatap wajah bu Retno,ia berpikir kalau ibu dari laki-laki yang pernah ia sukai itu sangat teropsesi pada seorang menantu yang memiliki gelar.


''Tapi buk,wanita yang memiliki gelar belum tentu semua itu sesuai dengan keinginan ibu,maksudku secara sifat,bisa saja kan wanita yang memiliki gelar malahan memiliki sifat yang urakan,namun semua balik lagi kepada sifat masing-masing,karna tidak semua juga yang seperti itu.''jelas Lia


''Kenapa nak Lia bisa berkata seperti itu?''tadinya bu Retno yang merasa heran,karna saat Lia bercerita tadi ada emosi disetiap katanya.


''Dulu aku punya teman seorang dokter namun memiliki sifat yang buruk,berbuat semaunya,,padahal dia adalah seorang dokter,,namun sama sekali tidak menunjukan pribadi yang baik,,makanya ku bilang sama ibu gelar tidak menjamin kalau orang tersebut memiliki sifat yang baik,sebaliknya bisa saja orang yang tidak sekolah malahan orang itu jauh lebih bisa menghormati dan menghargai orang lain.''jelas Lia panjang lebar.


Bu Retno termenung mendengar ucapan Lia,yang dikatakan nya ada benarnya,tidak semua orang terpelajar itu mempunyai sifat yang terpelajar pula,namun bu Retno sepertinya sudah sangat berkeinginan memiliki seorang menantu yang mempunyai gelar,jadi bagai mana pun caranya ia harus bisa mendapatkan menantu yang mempunyai gelar.


''Kalau begitu gimana kalau nak Lia saja yang jadi istri kedua Aldi ?'' tanya bu Retno penuh harap

__ADS_1


''Bu,rasanya itu semua tidak mungkin,lagi pula aku tidak mau dikatakan perebut suami orang.''


TBC


__ADS_2