Mertuaku Membenciku

Mertuaku Membenciku
Jalan-Jalan Kok Dipasar Kayak Gk Ada Tempat Lain Aja!


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Kinan hanya diam,ia masih merasa kesal pada Aldi karna tadi ia melihat suaminya itu sangat dekat dengan Lia.Tak terasa kini motor yang mereka tumpangi telah sampai dirumah.


''Bang aku masuk diluan ya?!" ucap Kinan tanpa menunggu jawaban suaminya.


Aldi merasa sedikit heran dengan istrinya yang tiba-tiba seperti itu,namun ia tak terlalu menanggapi,Aldi hanya berpikir mungkin istrinya itu sudah mengantuk atau ingin kekamar mandi.


Setelah memasukan kendaraannya kedalam rumah,Aldi langsung menuju kamar mandi yang ada didapur untuk mencuci kakinya,matanya menyapu seluruh ruangan yang sudah terlihat sunyi,karna memang sudah larut malam pasti kedua orangtuanya sudah tidur,pantas saja tadi ayahnya menyuruhnya untuk membawa kunci serap ternyata untuk jaga-jaga.


Sedangkan didalam kamarnya Kinan sudah mengganti pakaiannya dengan baju tidur tipis berbahan satin,hingga bisa terlihat dalaman berwarna merah dibagian atas yang berbentuk kaca mata tersebut.Tak lama terlihat Aldi masuk kedalam kamar,ia melihat Kinan sedang duduk di meja rias untuk membersihkan make up nya.


''Dek,tadi kok ninggalin abang diluar sih?''tanya Aldi setelah masuk kedalam kamar.


''Aku capek,mau cepat-cepat istirahat.''jawab Kinan singkat.


Setelah selesai membersihkan wajahnya Kinan pun langsung naik keatas tempat tidur,dan mulai memejamkan matanya.


''Kenapa lagi sih istriku ini?kok jadi aneh begini sikapnya.''


Ucap batin Aldi,setelah itu ia pun langsung mengambil pakaian dalam lemari dan segera menggantinya,dikamar mandi.Setelah Aldi masuk kamar mandi Kinan pun langsung membuka matanya,pikirannya melayang pada sosok wanita bernama Lia tersebut,entah mengapa hatinya merasa was-was pada gadis itu,ia takut kalau gadis yang bernama Lia itu akan merebut Aldi dari nya, karna sepertinya Aldi sangat merespon gadis itu,berbeda dengan Fitri, walaupun ia yang selalu terlihat menggoda Aldi tapi Aldi terlihat tidak perduli,lain halnya dengan Lia,Kinan dapat melihat kalau suaminya itu seperti ada ketertarikan dengan gadis tersebut.Tak lama pintu kamar mandi terdengar terbuka,menandakan Aldi sudah keluar dari sana,dan Kinan langsung memejamkan matanya kembali.


''Dek,kamu sudah tidur?''tanya Aldi setelah ia duduk di sisi sang istri.


''Apa dia sudah tidur?kok cepat sekali,mungkin kah Kinan terlalu capek.''gumam Aldi,setelah itu akhirnya ia pin segera ikut menyusul istrinya kealam mimpi.


*


*


Drreeett-dreett...


Terdengar getar suara ponsel milik Aldi,Kinan yang memang sudah bangun langsung meraih ponsel tersebut dan langsung membukanya.


082367xxx

__ADS_1


''Hai Al,sudah bangun?..


''Nomor siapa ini?''gumam Kinan,setelah itu ia meletakan kembali ponsel tersebut


Setelah menyelesaikan sholat shubuh ia langsung keluar menuju dapur,Kinan melihat tupukan piring kotor yang menumpuk ditempat cucian piring.


''Kenapa bisa banyak lagi ya piring kotornya,padahal sebelum pergi tadi malam aku sudah mencucinya?,''gumam Kinan sambil matanya menatap piring yang berserakan tersebut.


''Kalau ditatap terus tidak akan bersih sendiri itu piringnya.''seru bu Retno yang tiba-tiba sudah ada dibelakang Kinan


''Ibu,''ucap nya yang sedikit terkejut.


''Kenapa?kamu kok merasa heran bisa ada piring kotor dirumah?apa kamu lupa kalau kalian bukan hanya tinggal berdua dirumah ini, walau pun kamu sudah mencucinya,tidak mungkin kan kalau saya mu makan lagi harus menggunakan daun pisang.''ucap bu Retno sedikit sinis.


''Bukan begitu maksud aku bu,tapi aku cuma heran aja,kenapa piringnya bisa sebanyak ini padahalkan ibu hanya berdua dengan ayah dirumah.''ucap Kinan dengan nada lembut,agar sang ibu mertua tidak menanggapinya dengan emosi


''Oh itu? tadi malam Toni dan Wati datang bawa makanan,jadi yasudah kami makan bersama,''jawab bu Retno santai.


''Sudahlah,jangan banyak bertanya,sebaiknya kamu cepat cuci piringnya!biar saya yang menanak nasi.'' sambungnya lagi


''Dari mana kalian Jo?''tanya pak Pardi


''Kami habis dari jalan-jalan yah,oya ini es campur dan bakso buat kalian.''ucap Tejo sambil menunjuk makanan tersebut yang ia letakan diatas meja.


''Emangnya habis jalan-jalan kemana?''tanya bu Retno sambil melirik pada sang menantu yang terlihat berbeda.


''Dari pasar buk,''jawab Ningsih


''Jalan-jalan kok dipasar,kayak gk ada tempat lain aja.''gumam bu Retno


Bu Retno terus memperhatikan penampilan menantunya itu,entah kenapa ia merasa tidak suka melihatnya.


''Kalian tidak menjemput Rara dirumah neneknya?''tanya pak Pardi

__ADS_1


''Gk yah,karna bapak bilang nanti sore dia yang akan mengantar Rara.''jawab Ningsih


Pak Pardi mengangguk paham.


''Bu tolong ambilin mangkuk dan juga cangkir untuk es dan juga bakso ini,biar cepat dimakan,nanti kalau kelamaan kembang gk enak lagi,sekalian panggil Kinan dan Aldi ini terlalu banyak untuk kita makan berdua.''ucap pak Pardi.


Biar aku saja yah yang ambil mangkuknya.''jawab Ningsih cepat,setelah itu ia segera bangkit dan langsung menuju dapur.


''Huh,selalu seperti ini,''keluh Ningsih sambil melangkah menuju dapur


Setelah mengambil mangkuk dan Juga cangkir Ningsih pun kembali menuju ruang tengah.Namun saat ia kembali Ningsih melihat sudah ada Wati dan juga Toni disana,bertepatan itu Kinan dan Aldi juga keluar dari kamar mereka.


''Wiih,udah rame aja.''ucap Aldi sambil mendudukan bo*kongnya diatas kursi


''Ini mangkuknya dan juga cangkirnya.''ucap Ningsih sambil meletakan beberapa mangkuk dan juga cangkir.


Wati melirik pada Ningsih,ia melihat ada yang mencolok pada penampilan kakak iparnya tersebut.


''Kayaknya ada yang baru nih.''ucap Wati yang sengaja menyindir Ningsih.


''Hasil dari bongkar tabungan.''jawab Tejo yang mengerti kemana arah pembicaraan adik iparnya itu.


''Kalau punya duit itu jangan boros,ingat anak kalian itu sudah sekolah butuh biaya besar.''ucap bu Retno


''Ibu tenang aja,itu tabungan Ningsih sendiri kok,aku hanya nambahi dikit aja.''jelas Tejo


''Katanya keuangan menipis,tapi ini kok malah beli perhiasan.''gumam bu Retno yang masih bisa terdengar semua orang yang berada disana.


Tejo dan Ningsih memang dari pasar untuk membeli perhiasan,karna Tejo sudah berjanji tadi malam pada sang istri akan menuruti apa saja keinginannya,akhirnya Ningsih meminta pada suaminya untuk dibelikan kalung dan juga gelang itupun hasil dari tabungannya sendiri,,ia hanya minta tambahan sedikit pada Tejo,tadinya ia bilang pada suami agar uangnya dimodalkan saja untuk tambahan modal bengkel,hanya saja Tejo menolaknya dengan alasan kalau itu adalah uang tabungan sang istri dan sebaiknya ia gunakan untuk membeli apa yang ia inginkan.


NEXT


**SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA GUYS,SEMOGA PUASANYA LANCAR SAMPAI BEDUG MAGRIB

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SETIAP EPISODENYA YA..🤗😘**


__ADS_2